Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Hijr

الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُبِينٍ

Arab-Latin: alif lām rā, tilka āyātul-kitābi wa qur`ānim mubīn

Terjemah Arti:  1.  Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Alif lam ra. keterangan tentang huruf-huruf yang terputus-putus (diawal surat) telah berlalu di muka pada permulaan surat al-baqarah. Ayat-ayat yang agung itu adalah ayat-ayat kitab suci yang mulia (al-qur’an) yang diturunkan pada Muhammad . Yaitu ayat-ayat al-qur’an yang menerangkan semua hakikat perkara dengan sebenarnya, dengan ungkapan terbaik dan paling jelas serta paling tepat menunjukan apa yang dimaksud. Yang dimaksud dengan kitab adalah al-qur’an, Allah memadukan baginya dua nama ini.

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ

rubamā yawaddullażīna kafarụ lau kānụ muslimīn

 2.  Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.

Orang-orang kafir akan berandai-andai ketika mereka melihat keluarnya para pelaku maksiat dari kalangan orang-orang mukmin dari neraka, sekiranya mereka dahulu juga bertauhid kepada Allah agar dapat keluar sebagaimana mereka keluar.

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

żar-hum ya`kulụ wa yatamatta’ụ wa yul-hihimul-amalu fa saufa ya’lamụn

 3.  Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).

Wahai rasul, biarkanlah orang-orang kafir makan dan menikmati kesenagan mereka dengan dunia mereka dan mereka sibuk dengan kerakusan terhadapnya menghanyutkan mereka dari taat kepada Allah. Mereka nanti akan mengetahui kesudahan nasib mereka yang merugi di dunia dan akhirat.

وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَعْلُومٌ

wa mā ahlaknā ming qaryatin illā wa lahā kitābum ma’lụm

 4.  Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.

Dan apabila mereka meminta diturunkannya siksaan pada mereka, lantaran kedustaan mereka padamu wahai rasul, maka sesunggguhnya kami tidak membinasakan satu negeri kecuali penghancurannya terjadi pada waktu yang telah ditentukan. Kami tidak membinasakan mereka hingga mereka mencapai batas itu, sebagaimana orang-orang sebelum mereka.

مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ

mā tasbiqu min ummatin ajalahā wa mā yasta`khirụn

 5.  Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya).

Satu umat tidak akan melewati batas ajalnya sehingga bertambah darinya, dan tidak mendahuluinya dengan mengurangi waktunya.

وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ

wa qālụ yā ayyuhallażī nuzzila ‘alaihiż-żikru innaka lamajnụn

 6.  Mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.

لَوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلَائِكَةِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

lau mā ta`tīnā bil-malā`ikati ing kunta minaṣ-ṣādiqīn

 7.  Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?”

6-7. Orang-orang yang mendustakan Muhammad berkata sebagai ejekan, ”wahai orang yang diturunkan padanya al-qur’an, sesungguhnya kamu orang yang kehilangan akal sehat. Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, bila kamu memang berkata benar, untuk bersaksi mendukungmu bahwa sesungguhnya Allah telah mengutusmu?

مَا نُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ إِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوا إِذًا مُنْظَرِينَ

mā nunazzilul-malā`ikata illā bil-ḥaqqi wa mā kānū iżam munẓarīn

 8.  Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh.

Maka Allah membantah mereka, ”sesungguhnya kami tidaklah mengurus malaikat kecuali dengan membawa siksaan yang tidak ada penundaan untuk dijatuhkan pada orang yang tidak beriman. Dan mereka itu ketika malaikat datang dengan membawa siksaan tidaklah diberi penangguhan lagi.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

innā naḥnu nazzalnaż-żikra wa innā lahụ laḥāfiẓụn

 9.  Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-qur’an pada nabi Muhammad dan Kamilah yang menjaga dan memeliharanya dari tambahan yang akan dibubuhkan padanya atau dikurangi, maupun akan hilangnya sesuatu darinya.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي شِيَعِ الْأَوَّلِينَ

wa laqad arsalnā ming qablika fī syiya’il-awwalīn

 10.  Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat yang terdahulu.

وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

wa mā ya`tīhim mir rasụlin illā kānụ bihī yastahzi`ụn

 11.  Dan tidak datang seorang rasulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

10-11. Dan sungguh Kami telah mengutus sebelummu (wahai rasul), para rasul pada umat-umat terdahulu. Lalu tidak ada seorang rasul yang datang kepada mereka kecuali mereka memperoloknya. Disini, tergantung hiburan bagi nabi karena sebagiamana orang-orang musyrik telah memperlakukan dirimu dengan berbagai gangguan, demikian pula para rasul sebelummu mengalami hal yang sama.

كَذَٰلِكَ نَسْلُكُهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ

każālika naslukuhụ fī qulụbil-mujrimīn

 12.  Demikianlah, Kami mamasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) kedalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir),

لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ

lā yu`minụna bihī wa qad khalat sunnatul-awwalīn

 13.  mereka tidak beriman kepadanya (Al Quran) dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu.

12-13. Sebagaimana kami dahulu memasukan kekafiran dalam hati umat-umat terdahulu disebabkan bentuk olokan mereka kepada rasul-rasul dan pendustaan mereka, demikian pula kami akan melakukan itu pada orang-orang musyrik dari kaummu yang berbuat kejahatan. Berupa kekafiran kepada Allah dan mendustakan rasulNya tidak membenarkan al-qur’an yang diturukan kepadamu. Dan sesungguhnya telah berlalu ketetapan pada umat-umat terdahulu dengan membinasakan orang-orang kafir.

وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ

walau fataḥnā ‘alaihim bābam minas-samā`i fa ẓallụ fīhi ya’rujụn

 14.  Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,

لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَسْحُورُونَ

laqālū innamā sukkirat abṣārunā bal naḥnu qaumum mas-ḥụrụn

 15.  tentulah mereka berkata: “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.

14-15. Dan seandainya kami membuka bagi orang-orang kafir Makkah satu pintu langit, lalu mereka terus menaiki untuk masuk kedalamnya, hingga dapat melihat malaikat langsung, pastilah mereka tetap tidak beriman, dan akan benar-benar mengatakan, ”pandangan-pandangan kami telah terkena pengaruh sihir, dan kami berilusi melihat malaikat. Jadi, kami tidak lain adalah orang-orang yang terkena pengaruh sihir dari Muhammad pada akal-akal kami.

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ

wa laqad ja’alnā fis-samā`i burụjaw wa zayyannāhā lin-nāẓirīn

 16.  Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya),

Dan diantara bukti kuasa kami, sesungguhnya kami telah menjadikan pada langit dunia tempat-tempat beredar planet-planet yang akan berputar padanya, dan dengan itu diketahui cara mencari petunjuk jalan-jalan dan waktu-waktu, musim subur dan musim kekeringan. Dan kami telah menghiasai langit dengan bintang-bintang bagi orang-orang yang melihatnya, memperhatikan dan kemudian mengambil pelajaran darinya.

وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ

wa ḥafiẓnāhā ming kulli syaiṭānir rajīm

 17.  dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk,

Dan kami menjaga langit dari setiap setan terkutuk yang telah terusir dari rahmat Allah, agar ia tidak dapat mencapainya.

إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ

illā manistaraqas-sam’a fa atba’ahụ syihābum mubīn

 18.  kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.

Kecuali setan mencuri-curi pendengaran dari ucapan para penghuni mala’il a’la (majelis tertinggi para malaikat) pada sebagian waktu, lalu ia akan tertangkap dan dikejar oleh bintanng bercahaya terang yang akan membakarnya. Dan terkadang setan membisikan kepada temannya sebagian berita yang dicurinya sebelum bola api membakarnya.

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ

wal-arḍa madadnāhā wa alqainā fīhā rawāsiya wa ambatnā fīhā ming kulli syai`im mauzụn

 19.  Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.

Dan bumi kami lapangkan dengan luas, dan kami tancapkan padanya gunung-gunung yang akan meneguhkannya, dan kami tumbuhkan padanya segala jenis tanaman yang telah ditakdirkan lagi diketahui termasuk yang dibutuhkan oleh umat manusia.

وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ

wa ja’alnā lakum fīhā ma’āyisya wa mal lastum lahụ birāziqīn

 20.  Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.

Dan kami telah menjadikan bagi kalian di dalamnya semua yang kalian perlukan dalam hidup, seperti bahan tambang, bebatuan dan lain-lain, dan kami ciptakan bagi kalian keturunan, pelayan-pelayan dan binatang-binatang ternak yang dapat kalian manfaatkan. Rizki kalian bukanlah tanggungan kalian, akan tetapi tanggungan Allah, penguasa sekalian alam sebagai karunia dan kemurahan dariNya.

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ

wa im min syai`in illā ‘indanā khazā`inuhụ wa mā nunazziluhū illā biqadarim ma’lụm

 21.  Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.

Dan tidaklah ada sesuatu yang bermanfaat bagi hamba-hamba kecuali di sisi kami tempat penyimpanan perbendaharaannya dari seluruh jenisnya, dan kami tidak menurunkannya kecuali dengan ukuran yang telah ditentukan sebagaimana kami kehendaki dan kami inginkan. jadi tempat perbendaharaan itu adalah di tangan Allah Dia memberikannya kepada siapa saja yang dikehendakiNya dan menghalangi darinya siapasaja yang dikehendakiNya, sesuai dengan rahmarNya yang luas dan hikmahNya yang luhur.

وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ

wa arsalnar-riyāḥa lawāqiḥa fa anzalnā minas-samā`i mā`an fa asqainākumụh, wa mā antum lahụ bikhāzinīn

 22.  Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.

Dan kami telah menghembuskan angin dan menundukannya untuk membentuk awan dan membawa air hujan, menyemaikan pepohonan, lalu dedaunannya dan kelopak buahnya mekar, juga membawa hujan, hal-hal yang baik dan yang berguna. Kemudian kami menurunkan dari awan itu air yang kami sediakan bagi minuman kalian, tanah dan biantang-binatang ternak kalian. Dan kalain tidaklah dapat menyimpannya dalam gudang-gudang penyimpanan kalian, Kami lah yang menyimpannya sebagai rahmat bagi kalian dan kebajikan bagi kalain.

وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ

wa innā lanaḥnu nuḥyī wa numītu wa naḥnul-wāriṡụn

 23.  Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.

Dan sesunggguhnya kami benar-benar menghidupkan orang yang mati dengan menciptakannya dari keadaan yang tidaka ada sebelumnya, dan kami mematikan orang yang hidup setelah berakhir ajalnya. Dan kamilah yang mewarisi bumi dan yang berada di atasnya.

وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ

wa laqad ‘alimnal-mustaqdimīna mingkum wa laqad ‘alimnal-musta`khirīn

 24.  Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada-mu dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (daripadamu).

Dan sungguh kami telah mengetahui orang yang akan binasa dari kalian sejak masa Adam, dan siapa orang yang hidup dan siapa yang akan datang hingga hari kiamat.

وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

wa inna rabbaka huwa yaḥsyuruhum, innahụ ḥakīmun ‘alīm

 25.  Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan menghimpunkan mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Dan sesungguhnya tuhanmu, Dia akan mengumpulkan kalian untuk keperluan penghitunagn amal perbuatan dan pembalasannya. Sesungguhnya Dia mahabijaksana dalam pengaturanNya lagi maha mengetahui, tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagiNya.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

wa laqad khalaqnal-insāna min ṣalṣālim min ḥama`im masnụn

 26.  Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Dan sungguh kami telah menciptakan Adam dari tanah kering yang bila dilubangi, akan terdengar suara darinya. Tanah yang kering ini berasal dari tanah berwarna hitam yang telah berubah warna dan bunya, karena sudah ada sejak lama.

وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ

wal-jānna khalaqnāhu ming qablu min nāris-samụm

 27.  Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.

Dan kami ciptakan moyang jin, yaitu iblis, sebelum penciptaan Adam, dari api yang amat panas, yang tidak ada asapnya sama sekali.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

wa iż qāla rabbuka lil-malā`ikati innī khāliqum basyaram min ṣalṣālim min ḥama`im masnụn

 28.  Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

Dan ingatlah (wahai rasul), ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ”sesungguhnya Aku akan mencipatkan manusia dari tanah yang kering. Dan tanah kering ini berasal dari tanah berwarna hitam yang telah mengalami warna perubahan.

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

fa iżā sawwaituhụ wa nafakhtu fīhi mir rụḥī faqa’ụ lahụ sājidīn

 29.  Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

Lalu apabila Aku telah menciptakannya, dan Aku sempurnakan bentuk fisiknya, dan Aku tiupkan ruh padanya, maka bersujudlah padanya sebagai bentuk salam dan penghormatan, bukan sujud peribadahan.

فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ

fa sajadal-malā`ikatu kulluhum ajma’ụn

 30.  Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,

إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ

illā iblīs, abā ay yakụna ma’as-sājidīn

 31.  kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.

30-31. Maka para malaikat semuanya bersujud sebagai mana tuhan mereka memerintahakan mereka, tidak ada satupun dari mereka yang menolak. Akan tetapi iblis enggan bersujud kepada Adam bersama malaikat-malaikat yang bersujud.

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ

qāla yā iblīsu mā laka allā takụna ma’as-sājidīn

 32.  Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”

Allah berfirman kepada iblis, ”mengapa kamu tidak mau bersujud bersama malaikat?

قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

qāla lam akul li`asjuda libasyarin khalaqtahụ min ṣalṣālim min ḥama`im masnụn

 33.  Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”

Iblis menjawab seraya menampakan kesombongan dan kedengkiannya, ”tidak pantas bagiku untuk bersujud kepada manusia yang Engkau adakan dari tanah yang kering yang sebelumnya berupa tanah berwarna hitam yang telah berubah.

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ

qāla fakhruj min-hā fa innaka rajīm

 34.  Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,

وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ

wa inna ‘alaikal-la’nata ilā yaumid-dīn

 35.  dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”.

34-35. Allah berfirman kepadanya, ”maka keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu telah dijauhkan dari segala kebaikan dan sesungguhnya laknatKu dan kutukanKu untuk jauh dari rahmatKu menimpa kalain hingga hari manusia dibangkitkan untuk diperhitungkan amal perbuatan mereka dan pembalasannya.

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

qāla rabbi fa anẓirnī ilā yaumi yub’aṡụn

 36.  Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,

iblis berkata, “ Wahai Tuhanku, tangguhkanlah aku di dunia hingga pada hari yang Engkau akan membangkitkan hamba-hambaMu padanya, yaitu Hari Kiamat

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ

qāla fa innaka minal-munẓarīn

 37.  Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ

ilā yaumil-waqtil-ma’lụm

 38.  sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan,

37-38. Allah berfirman kepadanya, “Sesungguhnya kamu termasuk yang aku tangguhkan kematian mereka sampai hari semua mahkluk mati pada tiupan pertama, bukan hingga Hari Kebangkitan” Sesungguhnya dipenuhinya permintaan itu sebagai bentuk pengeluaran waktu dan penanguhan serta cobaan bagi bangsa jin dan manusia.

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

qāla rabbi bimā agwaitanī la`uzayyinanna lahum fil-arḍi wa la`ugwiyannahum ajma’īn

 39.  Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

illā ‘ibādaka min-humul-mukhlaṣīn

 40.  kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.

39-40. Iblis berkata, “Wahai Tuhanku, lantaran Engkau telah memastikanku bersalah dan sesat, pastilah aku akan menjadikan keturunan Adam memandang indah perbuatan maksiat kepadaMu di mua bumi, dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka semua dari jalan Hidayah, kecuali hamba-hambaMu yang Engkau berikan hidayah kepada mereka, lalu mereka mengikhlaskan ibadah kepadaMu semata, bukan pada mahklukMu.

قَالَ هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ

qāla hāżā ṣirāṭun ‘alayya mustaqīm

 41.  Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ

inna ‘ibādī laisa laka ‘alaihim sulṭānun illā manittaba’aka minal-gāwīn

 42.  Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

41-42. Allah berfirman, “Ini adalah jalan lurus, tengah-tengah, yang menghantarkan kepadaKu dan pada tempat kemuliaanKu. Sesungguhnya hamba-hambaKu yang ihklas kepadaKu, Aku tidak akan menjadikan bagimu kekuasaan terhadap hati-hati mereka untuk menyesatkan mereka dengan itu dari jalan lurus. Akan tetapi, kekuasaanmu hanya ada pada orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang sesat lagi menyekutukan Allah yang rihda dengan kekuasaanmu dan ketaatan kepadamu, sebagai ganti ketaatan kepadaku.”

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

wa inna jahannama lamau’iduhum ajma’īn

 43.  Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.

لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ

lahā sab’atu abwāb, likulli bābim min-hum juz`um maqsụm

 44.  Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

43-44. Dan sesungguhnya neraka yang dahsyat benar-benar menjadi tempat kembali iblis dan pengikut-pengikutnya semuanya. Ia memiliki tujuh pintu, setiap pintu berada di bawah pintu lainya. Dan bagi setiap pintu, ada jatah dan bagian dari pengikut iblis sesuai dengan amal perbuatan mereka.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

innal-muttaqīna fī jannātiw wa ‘uyụn

 45.  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).

ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ

udkhulụhā bisalāmin āminīn

 46.  (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman”

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

wa naza’nā mā fī ṣudụrihim min gillin ikhwānan ‘alā sururim mutaqābilīn

 47.  Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ

lā yamassuhum fīhā naṣabuw wa mā hum min-hā bimukhrajīn

 48.  Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.

45-48. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi apa yang dilarang, akan ada di Kebun-kebun dan di sungai-sungai yang mengalir. Dikatakan kepada mereka, “Masuklah kalian kedalam kebun-kebun ini dengan selamat dari seluruh keburukan dan aman dari semua siksaan.” Dan kami telah mencabut sifat-sifat buruk dari diri hati-hati mereka, seperti kedengkian dan dari permusuhan. Mereka hidup di dalam surga dalam keadaan bersaudara, di mana saling mencintai satu dengan yang lain, mereka duduk di singgasana yang besar, wajah mereka saling menyapa untuk menjalin hubungan dan cinta. Di dalamnya mereka tidak merasa lelah dan payah Dan mereka di dalamnya hidup abadi di selamanya.

۞ نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

nabbi` ‘ibādī annī anal-gafụrur-raḥīm

 49.  Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ

wa anna ‘ażābī huwal-‘ażābul-alīm

 50.  dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.

49-50. Beritahukanlah (wahai Rasul), kepada hamba-hambaKu bahwa sesungguhnya Aku benar-benar Maha Pengampun dan orang-orang Mukmin yang bertaubat, Maha Penyayang kepada mereka. Dan sesungguhnya siksaanKu dalah siksaan yang pedih dan menyakitkan bagi orang yang tidak mau bertaubat.

وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ

wa nabbi`hum ‘an ḍaifi ibrāhīm

 51.  Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim.

Dan beritahukanlah (wahai Rasul) kepada mereka, tentang tamu-tamu Ibrahim dari kalangan malaikat yang memberikan kabar gembira berupa kelahiran anak dan kehancuran Kaum Luth.

إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ

iż dakhalụ ‘alaihi fa qālụ salāmā, qāla innā mingkum wajilụn

 52.  Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”.

Tatkala mereka masuk menemuinya, mereka berkata “ Salam (Keselamatan bagi kalian). Lalu Ibrahim menjawab salam mereka, kemudian menghidangkan makanan bagi mereka, lalu mereka tidak memakannya. Ia pun berkata, “ Sesungguhnya kami takut kepada kalian.”

قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

qālụ lā taujal innā nubasysyiruka bigulāmin ‘alīm

 53.  Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim”.

Malaikat berkata kepadanya, “janganlah kamu takut, sesungguhnya kami datang menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) seorang anak yang mempunyai ilmu yang banyak tentang agama, yaitu Ishaq.”

قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَىٰ أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ

qāla a basysyartumụnī ‘alā am massaniyal-kibaru fa bima tubasysyirụn

 54.  Berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?”

Ibrahim berkata dengan terheran-heran, “ Apakah kalian memberikan kabar gembira kepadaku dengan (kehadiran) anak, sedang aku seorang yang berusia lanjut dan istriku pun demukian pula. Maka dengan keajaiban apakah kalian akan memberikan kabar kepadaku?”

قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ

qālụ basysyarnāka bil-ḥaqqi fa lā takum minal-qāniṭīn

 55.  Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”.

Mereka menjawab, “Kami memberikan kabar gembira kepadamu dengan kebenaran yang diberitahukan Allah kepada kami. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang terputus asa untuk mendapatkan keturunan.

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

qāla wa may yaqnaṭu mir raḥmati rabbihī illaḍ-ḍāllụn

 56.  Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”.

قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ

qāla fa mā khaṭbukum ayyuhal-mursalụn

 57.  Berkata (pula) Ibrahim: “Apakah urusanmu yang penting (selain itu), hai para utusan?”

56-57. Ibrahim berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya kecuali orang-orang yang keliru yang berpaling dari jalan kebenaran.” Ibrahim berkata, “ Apakah perkara penting yang kalian datang karenanya yang datang dari Allah wahai para utusan?”

قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ

qālū innā ursilnā ilā qaumim mujrimīn

 58.  Mereka menjawab: “Kami sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa,

إِلَّا آلَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمْ أَجْمَعِينَ

illā āla lụṭ, innā lamunajjụhum ajma’īn

 59.  kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya,

إِلَّا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَا ۙ إِنَّهَا لَمِنَ الْغَابِرِينَ

illamra`atahụ qaddarnā innahā laminal-gābirīn

 60.  kecuali istrinya. Kami telah menentukan, bahwa sesungguhnya ia itu termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya)”.

58-60. Mereka berkata, “ Sesungguhnya Allah telah mengutus kami untuk menghancurkan kum Luth yang menyekutukan Allah lagi sesat jalan, kecuali Luth dan keluarganya yang beriman kepadanya. Kami tidak akan membinasakan mereka dan akan menyelamatkan mereka semua. Akan tetapi, istrinya yang kafir, kami telah menetapkan berdasarkan perintah Allah untuk membinasakannya dan orang-orang lain yang ada dalam siksaan.”

فَلَمَّا جَاءَ آلَ لُوطٍ الْمُرْسَلُونَ

fa lammā jā`a āla lụṭinil-mursalụn

 61.  Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut pengikutnya,

قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ

qāla innakum qaumum mungkarụn

 62.  ia berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal”.

61-62. Maka para malaikat yang diutus kepada Luth datang, dia berkata kepada mereka, “ Sesungguhnya kalian orang-orang asing bagiku.”

قَالُوا بَلْ جِئْنَاكَ بِمَا كَانُوا فِيهِ يَمْتَرُونَ

qālụ bal ji`nāka bimā kānụ fīhi yamtarụn

 63.  Para utusan menjawab: “Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan.

وَأَتَيْنَاكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ

wa ataināka bil-ḥaqqi wa innā laṣādiqụn

 64.  Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar.

فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ

fa asri bi`ahlika biqiṭ’im minal-laili wattabi’ adbārahum wa lā yaltafit mingkum aḥaduw wamḍụ ḥaiṡu tu`marụn

 65.  Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutlah mereka dari belakang dan janganlah seorangpun di antara kamu menoleh kebelakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang di perintahkan kepadamu”.

63-65. Mereka berkata, “ Janganlah kamu takut, sesunggunya kami datang dengan membawa siksaan yang diragukan kaummu dan mereka tidak mengimani. Dan kami datang dengan membawa kebenaran di sisi Allah, dan kami mengatakan ucapan yang benar. Maka keluarlah kamu dari tengah mereka bersama keluargamu yang beriman, setelah berlalunya sebagian malam. Dan berjalanlah kamu di belakang mereka, supaya tidak seorangpun yang tertinggal sehingga terkena siksaan (juga). Dan janganlah salah seorang dari kalian menengok (ke belakang). Dan cepatlah menuju tempat ke mana Allah memerintahkan kalian, supaya kalian berada di tempat yang aman.”

وَقَضَيْنَا إِلَيْهِ ذَٰلِكَ الْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَٰؤُلَاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحِينَ

wa qaḍainā ilaihi żālikal-amra anna dābira hā`ulā`i maqṭụ’um muṣbiḥīn

 66.  Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.

Dan Kami wahyukan kepada Luth, bahwa “ Kaummu akan di binasakan sehabis-habisnya sampai orang terakhir dari mereka, ketika waktu Shubuh tengah terbit.”

وَجَاءَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ

wa jā`a ahlul-madīnati yastabsyirụn

 67.  Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu.

Para penduduk Luth datang kepada Luth ketika mereka mengetahui tamu-tamu yang berada bersamnya. Mereka gembira dan rasa senang dengan tamu-tamunya, untuk mereka tangkap dan memaksa melekukan perbuatan keji dengan tamu-tamu itu.

قَالَ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ

qāla inna hā`ulā`i ḍaifī fa lā tafḍaḥụn

 68.  Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku),

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ

wattaqullāha wa lā tukhzụn

 69.  dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina”.

68-69. Luth berkata kepada mereka, “Sesungguhnya mereka itu tamu-tamuKu, dan mereka berada dalam perlindunganku, maka janganlah kalian mempermalukan aku. Takutlah dari hukuman Allah, dan janganlah kalian mengganggu mereka, akibatnya kalian akan menjerumuskan aku dalam kehinaan dan kenistaan, lantaran kalian mengganggu tamu-tamuku.”

قَالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَالَمِينَ

qālū a wa lam nan-haka ‘anil-‘ālamīn

 70.  Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?”

Kaumnya berkata, “Bukankah kami telah melarangmu untuk menerima tamu siapa pun dari manusia (dan mereka kadang menghadang orang-orang musafir di tengah jalan), karena kami berhasrat berbuat keji dengan mereka.?

قَالَ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ

qāla hā`ulā`i banātī ing kuntum fā’ilīn

 71.  Luth berkata: “Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”.

Luth berkata kepada mereka, ”Ini putri-putriku, nikahilah mereka, jika kalian ingin memenuhi syahwat kalian.” Beliau menyebut wanita-wanita sebagai putri-putrinya, karena Nabi suatu umat berkedudukan sebagai ayah mereka. Dan janganlah kalian berbuat hal yang diharamkan Allah atas kalian, yaitu menyetubuhi lelaki-lelaki.”

لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ

la’amruka innahum lafī sakratihim ya’mahụn

 72.  (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”.

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ

fa akhażat-humuṣ-ṣaiḥatu musyriqīn

 73.  Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.

72-73. Allah yang mahapencipta bersumpah dengan siapa saja yang Dia kehendaki dan dengan apa saja yang Dia kehendaki, adapun makhluk, tidak boleh baginya bersumpah kecuali dengan nama Allah, dan (disini) Allah bersumpah dengan hidupnya Muhammad sebagai penghormatan baginya. ”sesungguhnya kaum luth dalam kelalaian yang parah, mereka berjalan tak tentu arah dan semakin tidak terbendung, sampai akhirnya suara petir siksaan menyambar mereka pada waktu terbitnya matahari.”

فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ

fa ja’alnā ‘āliyahā sāfilahā wa amṭarnā ‘alaihim ḥijāratam min sijjīl

 74.  Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.

Kemudian kami membalik negeri-negeri mereka, kami balik bagian atas menjadi bagian bawah, dan kami hujani mereka dengan bebatuan dari tanah keras lagi kuat.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ

inna fī żālika la`āyātil lil-mutawassimīn

 75.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.

وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُقِيمٍ

wa innahā labisabīlim muqīm

 76.  Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ

inna fī żālika la`āyatal lil-mu`minīn

 77.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

75-77. Sesungguhnya dalam kejadian siksaan yang menimpa mereka benar-benar terkandung pelajaran-pelajaran bagi orang-orang yang memperhatikan lagi mau mengambil pelajaran. Dan sesungguhnya negeri-negeri mereka benar-benar berada dalam lokasi yang tetap yang dapat disaksikan oleh kaum yang menempuh perjalanan jauh lagi melewatinya. Sesungguhnya dalam peristiwa penghancuran kami terhadap mereka benar-benar terdapat petunjuk nyata bagi orang-orang yang beriman dan melaksanakan syariat Allah.

وَإِنْ كَانَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ لَظَالِمِينَ

wa ing kāna aṣ-ḥābul-aikati laẓālimīn

 78.  Dan sesungguhnya adalah penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zalim,

فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ وَإِنَّهُمَا لَبِإِمَامٍ مُبِينٍ

fantaqamnā min-hum, wa innahumā labi`imāmim mubīn

 79.  maka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang.

78-79. Dan sesungguhnya para penduduk kota yang dikelilingi oleh pepohonan, yaitu kaum syuaib, mereka berbuat kezhaliman terhadap diri mereka, dikarenakan kekafiran mereka kepada Allah dan rasul mereka yang mulia. Karena itu, kami membalas mereka dengan suara yang menggelegar dan siksaan pada hari yang mendung. Dan sesungguhnya pemukiman kaum luth dan kaum syuaib benar-benar berada pada jalan yang jelas yang dilintasi manusia dalam safar mereka, Sehingga mereka dapat mengambil pelajaran.

وَلَقَدْ كَذَّبَ أَصْحَابُ الْحِجْرِ الْمُرْسَلِينَ

wa laqad każżaba aṣ-ḥābul-ḥijril-mursalīn

 80.  Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul,

Dan sungguh penduduk lembah hijr telah mendustakan shaleh , Mereka adalah kaum tsamud, dengan perbuatan itu mereka telah mendustakan semua rasul Allah, sebab orang yang mendustakan satu nabi, sesungguhnya telah mendustakan nabi-nabi secara keseluruhan, karena mereka berada di atas agama yang satu.

وَآتَيْنَاهُمْ آيَاتِنَا فَكَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ

wa ātaināhum āyātinā fa kānụ ‘an-hā mu’riḍīn

 81.  dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling daripadanya,

Dan kami telah mendatangkan kepada kaum Shaleh ayat-ayat kami yang menunjukan kebenaran risalah kebenaran yang di bawa oleh Shaleh, termasuk di dalamnya unta betina, namun mereka tidak memperdulikannya, dan mereka menjauh lagi berpaling darinya.

وَكَانُوا يَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا آمِنِينَ

wa kānụ yan-ḥitụna minal-jibāli buyụtan āminīn

 82.  dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman.

Dan mereka orang-orang yang memahat gunung-gunung, dan kemudian menjadikannya rumah-rumah tempat tinggal, sedang mereka merasa aman dari roboh atau runtuhnya gunung-gunung itu pada mereka.

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُصْبِحِينَ

fa akhażat-humuṣ-ṣaiḥatu muṣbiḥīn

 83.  Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi,

فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

fa mā agnā ‘an-hum mā kānụ yaksibụn

 84.  maka tak dapat menolong mereka, apa yang telah mereka usahakan.

83-84. Maka suara halilintar siksaan menghantam mereka pada waktu pagi hari, ketika mereka di waktu pagi sekali. Maka kekayaan dan benteng-benteng di gunung tidaklah dapat menghalau siksaan Allah dari mereka bahkan tidak pula apa yang diberikan kepada mereka berupa kekuatan fisik dan kedudukan.

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ

wa mā khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqq, wa innas-sā’ata la`ātiyatun faṣfaḥiṣ-ṣaf-ḥal jamīl

 85.  Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.

Dan Kami tidaklah menciptakan langit dan bumi dan semua yang ada di antara keduanya kecuali dengan benar-benar yang menunjukan kesempurnaan pencipta keduanya dan kuasaNya, dan sesungguhnya Dialah Dzat yang tidak sepatutnya ibadah dilaksanakan kecuali bagiNya semata, tiada sekutu bagiNya, dan sesungguhnya waktu yang hari kiamat akan terjadi padanya benar-benar akan datang, tidak ada keraguan padanya, agar setiap jiwa memperoleh balasan penuh atas apa yang diperbuatnya. Maka maafkanlah orang-orang musyrik itu (wahai rasul), dan berlapang dadalah terhadap mereka, serta abaikanlah apa yang mereka perbuat.

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

inna rabbaka huwal-khallāqul-‘alīm

 86.  Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

Sesungguhnya tuhanmu, Dialah DZat yang maha pencipta segala sesuatu lagi mahamengetahuinya, tidak ada sesuatupun yang melemahkanNya, baik yang ada di bumi maupun langit, tidak ada yang samar bagiNya.

وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ

wa laqad ātaināka sab’am minal-maṡānī wal-qur`ānal-‘aẓīm

 87.  Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.

Dan sungguh kami telah memberikan kepadamu (wahai nabi), surat pembuka al-qur’an yaitu surat yang berjumlah tujuh ayat yang berulang-ulang(dibaca) di daalm tiap-tiap shalat. Dan kami telah berikan padamu al-qur’an yang agung.

لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ

lā tamuddanna ‘ainaika ilā mā matta’nā bihī azwājam min-hum wa lā taḥzan ‘alaihim wakhfiḍ janāḥaka lil-mu`minīn

 88.  Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.

وَقُلْ إِنِّي أَنَا النَّذِيرُ الْمُبِينُ

wa qul innī anan-nażīrul-mubīn

 89.  Dan katakanlah: “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan”.

كَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى الْمُقْتَسِمِينَ

kamā anzalnā ‘alal-muqtasimīn

 90.  Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah),

88-90. Dan janganlah kamu pandang dengan dua matamu dan janganlah kamu berangan-angan mendapatkan kesenangan yang kami berikan kepada beberapa golongan dari orang-orang kafir berupa kesenangan-kesenangan dunia, dan janganlah kamu bersedih hati atas kekafiran mereka. Dan bertawadhulah kepada orang-orang mukmin yang beriman kepada Allah dan RasulNya. Dan katakanlah sesungguhnya aku pemberi peringatan yang menjelaaskan wahyu yang dengannya manusia akan mendapatkan hidayah menuju keimanan keapaa Allah penguasa alam semesta, dan juga memperingatkan kalain dari siksaan yang bisa menimpa kalian, sebagaimana Allah telah menurunkannya pada orang-orang yang telah membagi-bagi al-qur’an denagn beriman kepada sebagiannya dan kafir kepada sebagian yang lain, dari kalanagn yahudi dan nasrani dan orang-orang kafir quraisy.

الَّذِينَ جَعَلُوا الْقُرْآنَ عِضِينَ

allażīna ja’alul-qur`āna ‘iḍīn

 91.  (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi.

Dan mereka itu adalah orang-orang yang menjadikan al-qur’an terbagi bermacam-macam dan dalam beberapa bagian. Sebagian mereka mengatakan, ’sihir’ dan sebagian ada lagi yang mengatakan ‘ini mantera perdukunan’. Dan sebagain yang lain ada yang mengatakan pernyataaan lainnya agar dapat menghalangi manusia dari hidayah dann memalingkannya sesuai dengan keinginan mereka.

فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

fa wa rabbika lanas`alannahum ajma’īn

 92.  Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,

عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

‘ammā kānụ ya’malụn

 93.  tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.

92-93. Maka demi tuhanmu kami benar-benar akan memperhitungkan perbuatan-perbuatan mereka pada hari kiamat dan kami benar-benar akan memberikan balasan kepada mereka semua, atas perbuatan mereka membagi-bagi al-qur’an dan kebohongan-kebohongan yang mereka ada-adakan serta menyimpangkan dan merubah-rubahnya, dan tindakan lainnya yang mereka lakukan, seperti penyembahan-penyembahan kepada patung-patung maksiat-maksiat dan dosa-dosa. Di sini terkandung peringatan keras dan larangan bagi mereka dari bertahan di atas perbuatan-perbuatan buruk ini.

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

faṣda’ bimā tu`maru wa a’riḍ ‘anil-musyrikīn

 94.  Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.

Maka bersikaplah kamu terang-terangan dalam mendakwahkan kebenaran yang Allah memerintahakan kamu denagnnya, dan jangan perdulikan orang-orang musyrik. sesungguhnya Allah telah membersihkan kamu dari apa yang mereka katakan.

إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ

innā kafainākal-mustahzi`īn

 95.  Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),

الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

allażīna yaj’alụna ma’allāhi ilāhan ākhar, fa saufa ya’lamụn

 96.  (Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).

95-96. Sesungguhnya Kami telah memelihara kamu dari orang-orang yang mengolok-ngolok lagi menertawakanmu, dari para pembesar suku quraisy yang mengadakan sekutu bersama Allah dari patung-patung dan lainnya. Maka mereka akan mengetahui kesudahan nasib mereka di dunia dan di akhirat.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

wa laqad na’lamu annaka yaḍīqu ṣadruka bimā yaqụlụn

 97.  Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,

Dan sungguh kami mengetahui sempitnya hatimu (wahai rasul), gara-agar komentar yang diucapkan kaum musyrikin tentang kamu dan dakwahmu.

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wa kum minas-sājidīn

 98.  maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),

Maka adukanlah itu kepada tuhanmu ketika hatimu sesak, dan bertasbihlah dengan memujiNya, dengan bersyukur kepadaNya lagi memujiNya, dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat karenaNya yang beribadah kepadaNya. Sesungguhnya itu akan menghilangkan duka yang menggelayutimu.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

wa’bud rabbaka ḥattā ya`tiyakal-yaqīn

 99.  dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

Dan teruslah kamu berada dalam peribadaahan kepada tuhanmu sepanjang hidupmu hingga keyakinan datang kepadamu, yaitu kematian. Dan rasulullah melaksanakan perintah tuhannya ini, beliau terus kontinu dalam beribadah kepada Allah hingga keyakinan datang dari tuhannya.

Related: Surat an-Nahl Arab-Latin, Surat al-Isra Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Kahfi, Terjemahan Tafsir Surat Maryam, Isi Kandungan Surat Thaha, Makna Surat al-Anbiya

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Manusia Dibangkit Sebagaimana Hujan Yang Menyiram Bumi Surat Al Hijr Arab Latin Dan Artinya Makna Surat Al Hijr Berandai Andai Sebagiannya Adalah Dosa Hijr Arab Latin