Surat Al-Hijr Ayat 91

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

ٱلَّذِينَ جَعَلُوا۟ ٱلْقُرْءَانَ عِضِينَ

Arab-Latin: Allażīna ja'alul-qur`āna 'iḍīn

Artinya: (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi.

« Al-Hijr 90Al-Hijr 92 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Mengenai Surat Al-Hijr Ayat 91

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Hijr Ayat 91 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi tafsir berharga dari ayat ini. Ditemukan variasi penjabaran dari beragam mufassirin mengenai makna surat Al-Hijr ayat 91, antara lain sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan mereka itu adalah orang-orang yang menjadikan al-qur’an terbagi bermacam-macam dan dalam beberapa bagian. Sebagian mereka mengatakan, ’sihir’ dan sebagian ada lagi yang mengatakan ‘ini mantera perdukunan’. Dan sebagain yang lain ada yang mengatakan pernyataaan lainnya agar dapat menghalangi manusia dari hidayah dann memalingkannya sesuai dengan keinginan mereka.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

91. Mereka adalah orang-orang yang melanggar hak al-Qur'an karena menjadikannya bagian-bagian yang terpisah; mereka mengimani sebagian isinya dan mengingkari sebagian yang lain tergantung hawa nafsu dan kemaslahatan mereka.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

91. Orang-orang yang menjadikan Al-Qur`ān terbagi-bagi, mereka berkata, “Ia adalah sihir atau perdukunan atau syair.”


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

91. الَّذِينَ جَعَلُوا۟ الْقُرْءَانَ عِضِينَ ((yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi)
Yakni bagian yang berbeda-beda, sebagian dianggap syair, sebagian lain dianggap sihir, perdukunan, dan lain sebagainya.
Pendapat lain mengatakan makna (عضين) yakni mereka beriman kepada sebagian al-Qur’an dan mengingkari sebagian lainnya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

91. Mereka adalah orang-orang yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi dalam bagian yang terpisah. Mereka membagi dengan yang sesuai dengan Taurat dan Injil, sisanya yang mereka anggap tidak sesuai dengan keduanya. Orang musyrik membagi Alquran dengan bagian syiir, sihir dan sebagainya. Adapun yang benar adalah pendapat kedua


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur’an itu terbagi-bagi} menjadi beberapa bagian yang terpisah


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

91. “(yaitu) orang orang yang tlah menjadikan al qur’an itu terbagi bagi” yaitu menjadi berbagai jenis, bagian, potongan potongan, mereka mengotak atiknya sesuai keinginan mereka. Diantara mereka ada yang berkomentar itu adalah sihir. Sebagian mengatakan, ”itu adalah mantra perdukuknan”, sebagian yang lain menilai sebagian perkataan yang dibuat buat dan omongan omongan orang orang kafir yang lain yang mendustakan al qur’an yang menuangkan celaan mereka pada al-qur’an untuk menghalangi manusia dari petunjuk.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 89-93
Allah SWT memerintahkan kepada NabiNya SAW untuk mengatakan kepada manusia: (Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan) yang jelas peringatannya. Pemberi peringatan kepada manusia tentang azab yang pedih agar tidak menimpa mereka karena mendustakannya, sebagaimana apa yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasulnya, berupa azab dan pembalasan yang diturunkan Allah kepada mereka.
Firman Allah: (yang membagi-bagi (Kitab Allah)) yaitu saling bersumpah untuk menentang, mendustakan, dan menyakiti para nabi. Sebagaimana firmanNya tentang berita kaum nabi Shalih, yaitu: (Mereka berkata, "Bersumpahlah kalian dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari”) (Surah An-Naml: 49) yaitu kita membunuh mereka di malam hari.
Mujahid berkata bahwa kata “taqaasamu” bermakna saling bersumpah, (Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh.”Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati") (Surah An-Nahl: 38) dan (Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?) (Surah Ibrahim: 44) seakan-akan mereka tidak mendustakan sesuatu dari dunia melainkan mereka bersumpah terhadapnya, sehingga mereka dinamakan orang-orang yang bersumpah.
Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata, kata “al-muqtasimun” adalah kaum Nabi Shalih yang bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka akan membunuhnya di malam hari secara tiba-tiba bersama keluarganya.
Firman Allah: ((yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi (91)) yaitu mereka membagi-bagi kitab yang diturunkan kepada mereka. Lalu mereka percaya kepada sebagian dan ingkar kepada sebagian lainnya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (mereka menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi) dia berkata bahwa mereka adalah Ahli Kitab yang membagi-bagi kitab menjadi beberapa bagian, lalu mereka beriman kepada sebagian dan ingkar kepada sebagian lain.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya:. (Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (90)) dia berkata yaitu mereka beriman kepada sebagian dan ingkar kepada sebagian lain, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani.
Ikrimah berkata, “al-’adhu” adalah sihir, menurut dialek orang-orang Quraisy, mereka mengatakan kata itu untuk wanita penyihir, “Innahaa al-’aadhihah” (Sesungguhnya dia adalah wanita penyihir)
Mujahid berkata, yaitu beberapa dari mereka berkata bahwa itu sihir. Mereka juga berkata bahwa itu dukun. Mereka juga berkata bahwa itu dongengan orang-orang dahulu.
‘Atha’ berkata bahwa sebagian mereka berkata bahwa itu adalah penyihir, ada yang berkata orang gila, ada juga yang berkata bahwa itu dukun. Demikian itulah makna kata “Al-'idhin”. Demikian juga diriwayatkan dari Adh-Dhahhak dan lainnya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Al-Walid bin Al-Mughirah menghimpun sejumlah orang dari kalangan Quraisy, dia adalah orang yang terhormat di antara mereka. Saat itu telah datang musim haji. Lalu dia berkata kepada mereka,"Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya musim haji tahun ini telah tiba, dan sesungguhnya para delegasi dari kalangan orang-orang Arab akan datang kepada kalian, mereka telah mendengar tentang urusan teman kalian ini. Maka bersepakatlah dengannya dalam suatu pendapat, dan janganlah bertentangan, sehingga sebagian dari kalian mendustakan sebagian lainnya, dan pendapat sebagian dari kalian bertentangan dengan sebagian lainnya" Lalu mereka berkata,"Dan engkau, wahai Abdu Asy-Syams, katakanlah pendapatmu kepadan kami dan akan kami jadikan sebagai pegangan yang akan kami katakan nanti" lalu dia bertanya,"Tidak, tetapi kalianlah yang mengatakannya, aku akan mendengarkannya" Mereka berkata, "Dukun" dia berkata, "Dia bukanlah dukun" Mereka berkata,"Dia gila" dia berkata, "Dia tidak gila" Mereka berkata, "Seorang penyair" dia berkata, "Dia bukan penyair" Mereka berkata, "seorang penyihir" dia berkata, "Dia bukan penyihir." Mereka berkata,"Lalu apakah yang kami katakan?" dia berkata, "Demi Allah, sesungguhnya ucapannya benar-benar manis. Tidak sekali-kali kalian mengatakan sesuatu darinya melainkan pasti diketahui bahwa perkataan itu bathil. Dan sesungguhnya pendapat yang paling dekat untuk kalian katakan bahwa dia adalah seorang penyihir" Lalu mereka berpecah belah dalam hal itu Lalu Allah SWT menurunkan firmanNya tentang mereka: ((yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur’an itu terbagi-bagi (91)) beberapa bagian (Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (92) tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu (93)) Mereka adalah orang-orang yang mengatakan hal itu kepada Rasulullah SAW
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (92) tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu (93)) Kemudian Allah berfirman: (Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya (39)) (Surah Ar-Rahman) dia berkata bahwa Allah tidak menanyai mereka,” Apakah kalian mengerjakan ini?" sesungguhnya Dia lebih mengetahui hal itu daripada mereka. Akan tetapi Dia bertanya kepada mereka,"Mengapa kalian mengerjakan hal ini?"


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata: (جَعَلُواْ ٱلۡقُرۡءَانَ عِضِينَ) ja’alul qur’aana ‘idhiin : “mereka yang telah menjadikan Al-Qur’an terbagi-bagi.” Merekalah yang memilah-milah Al-Qur’an dan menjadikannya terbagi-bagi, عِضِيْنَ adalah jamak dari عِضَةٌ yaitu bagian dari sesuatu.

Makna ayat:
Firman-Nya “Sebagaimana Kami telah menurunkan kepada orang-orang yang memilah-milah. Yaitu orang-orang yang menjadikan Al-Quran terbagi-bagi.” Aku memperingati kalian dengan azab yang telah Allah turunkan kepada al-muqtasimin yaitu orang-orang yang telah membagi-bagi Taurat dan Injil, mereka beriman dengan sebagiannya dan mengingkari sebagian lainnya, merekalah Yahudi dan Nashrani. Al-Muqtasimin adalah orang-orang yang bersumpah, ia akan menjadi orang yang saleh lalu Allah turunkan hukuman kepada mereka. Al-Muqtasimin adalah orang-orang yang menjadikan Al-Qur’an terbagi-bagi, mereka berkata mengenainya (Al-Qur’an): ini adalah syair, sihir, dan mantra. Al-Muqtasimin adalah orang-orang yang membagi-bagi jalan di Mekah dan menjadikannya pos pemantauan untuk menghalangi orang-orang yang datang mencari Islam. Mereka semua adalah muqtasimin, azab dan hukuman Allah pasti akan mengenai mereka.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Al-Hijr ayat 91: Yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani yang membagi-bagi Al Quran, ada bagian yang mereka percayai dan ada pula bagian yang mereka ingkari. Ada pula yang berpendapat, bahwa mereka adalah orang-orang yang ditugaskan di jalan-jalan Mekah untuk menghalangi manusia masuk Islam. Sebagian dari mereka menyebut Al Qur’an sebagai sihir, sebagian lagi sebagai perdukunan, sedangkan sebagian lagi menyebutnya sebagai sya’ir.

Kesimpulan ayat 89, 90, dan 91 adalah bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyuruh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam memperingatkan orang Yahudi dan Nasrani, bahwa Dia akan menurunkan azab kepada mereka sebagaimana Allah telah membinasakan kaum Tsamud.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Hijr Ayat 91

Memperingatkan kaum kafir mekah tentang datangnya azab akibat penolakan mereka terhadap dakwah nabi Muhammad, Allah berfirman, sebagaimana kami telah memberi kamu peringatan, sesungguhnya kami telah menurunkan azab kepada orang yang memilahmilah kitab Allah dan menyifatinya dengan berbagai macam sifat yang batil, yaitu orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi ke dalam berbagai macam penamaan, seperti sihir, syair, tenung, atau lainnya, dan dengan berbagai sikap; sebagiannya mereka benarkan dan sebagian yang lain mereka ingkari. Atas perbuatan kaum kafir yang demikian, Allah pun bersumpah, maka demi tuhanmu, wahai nabi Muhammad, kami pasti akan menanyai dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka semua di akhirat kelak tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu di dunia.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Itulah pelbagai penafsiran dari kalangan pakar tafsir terhadap kandungan dan arti surat Al-Hijr ayat 91 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat bagi ummat. Bantulah syi'ar kami dengan mencantumkan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Paling Banyak Dikunjungi

Kaji banyak topik yang paling banyak dikunjungi, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 285-286, Al-Hujurat 10, Al-Lail, Al-Fatihah 6, Maryam, Yasin 9. Juga An-Naas, At-Taubah 40, Luqman 13, Dua (2) Terakhir al-Baqarah, Al-Ma’idah 32, ‘Abasa.

  1. Al-Baqarah 285-286
  2. Al-Hujurat 10
  3. Al-Lail
  4. Al-Fatihah 6
  5. Maryam
  6. Yasin 9
  7. An-Naas
  8. At-Taubah 40
  9. Luqman 13
  10. Dua (2) Terakhir al-Baqarah
  11. Al-Ma’idah 32
  12. ‘Abasa

Pencarian: surah an-naba’, surat al baqarah ayat 24, al maidah ayat 111, fa inna ma'al usri yusra surat apa, abasa ayat 24

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: