Surat Al-Hijr Ayat 68

قَالَ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ضَيْفِى فَلَا تَفْضَحُونِ

Arab-Latin: Qāla inna hā`ulā`i ḍaifī fa lā tafḍaḥụn

Artinya: Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku),

« Al-Hijr 67Al-Hijr 69 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Berkaitan Dengan Surat Al-Hijr Ayat 68

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Hijr Ayat 68 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi hikmah penting dari ayat ini. Diketemukan variasi penjelasan dari para pakar tafsir berkaitan makna surat Al-Hijr ayat 68, sebagiannya seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

68-69. Luth berkata kepada mereka, “Sesungguhnya mereka itu tamu-tamuKu, dan mereka berada dalam perlindunganku, maka janganlah kalian mempermalukan aku. Takutlah dari hukuman Allah, dan janganlah kalian mengganggu mereka, akibatnya kalian akan menjerumuskan aku dalam kehinaan dan kenistaan, lantaran kalian mengganggu tamu-tamuku.”


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

68-69. Luth berkata kepada mereka: “Mereka adalah para tamuku, janganlah kalian membuatku malu karena kalian ingin berbuat kekejian dengan mereka, takutlah kalian kepada Allah ketika ingin mengganggu kami, dan jangan membuatku terhina.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

68. Lūṭ berkata kepada mereka, “Mereka adalah tamu-tamuku, janganlah membuatku malu dengan apa yang kalian inginkan dari mereka!”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

68. قَالَ(Luth berkata)
Nabi Luth berkata kepada mereka.

إِنَّ هٰٓؤُلَآءِ ضَيْفِى (Sesungguhnya mereka adalah tamuku)
Nabi Luth memandang mereka adalah para tamu, namun kaumnya memandang mereka adalah para lelaki rupawan sebagai ujian dari Allah, oleh sebab itu mereka sangat bernafsu kepada para tamu itu.

فَلَا تَفْضَحُونِ(maka janganlah kamu membuatku malu)
Dengan menawarkan mereka untuk berbuat keji, sehingga orang-orang memandangku sebagai orang yang tidak mampu melindungi orang yang bertamu kepadanya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

68. Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku yang berhak dimuliakan, maka janganlah kalian mempermalukan aku dengan berbuat jahat kepada mereka


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Dia berkata} Luth berkata kepada mereka {Sesungguhnya mereka adalah tamuku. Maka jangan mempermalukanku


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

67-69. “dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah luth)” yaitu kota tempat nabi luth berada “dengan gembira (karena kedatangan tamu tamu itu)” maksudnya mereka saling menyampaikan kabar gembira kepada sebagian lainnya tentang tamu tamu Nabi luth ketampanan wajah mereka dan kemampuan mereka untuk dapat menguasai para tamu itu. Hal itu, lantaran mereka berniat untuk melangsungkan perbuatan keji terhadap para tamu itu. Orang orang itu datang dan sampai kerumah nabi luth. Mereka mulai membujuk nabi luth supaya menyerahkan tamu tamunya. Sedangkan nabi Luth benar benar memohon perlindungan (kepada Allah) dari mereka seraya berkata ”sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku) dan bertakwalah kepada Allah, dan janganlah kamu membuat aku terhina” maksudnya yakinilah pertama tama bahwa Allah itu mengawasi kalian. Jika memang tidak ada rasa takut pada kalian kepada Allah, maka janganlah kalian mempermalukan aku dihadapan tamu tamuku dan selanjutnya kalian memalukan perbuatan yang bejat dengan mereka.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 67-72
Allah SWT memberitahukan tentang kedatangan kaum nabi Luth kepadanya ketika mereka mengetahui tamu-tamunya yang berwajah tampan, dan mereka datang kepada nabi Luth dengan perasaan yang sangat gembira karena tamu-tamunya itu (Luth berkata, "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kalian memberi malu (kepadaku) (68) dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuat aku terhina” (69)) Hal ini dikatakan oleh nabi Luth sebelum dia mengetahui bahwa tamu-tamunya itu adalah utusan Allah, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam konteks surah Hud. Adapun di sini penyebutan bahwa mereka adalah utusan-utusan Allah didahulukan, lalu Dia menghubungkan dengan penyebutan kedatangan kaumnya dan bantahannya kepada kaumnya. Akan tetapi, huruf “wawu” tidak menunjukkan pengertian tertib, terlebih lagi jika ada dalil yang menunjukkan kebalikannya. Lalu mereka berkata kepadanya sebagai jawaban mereka: (Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?) yaitu, kami tidak melarangmu menerima seorang tamu pun. Lalu nabi Luth memberikan petunjuk kepada mereka kepada wanita-wanita mereka. Tuhan mereka menjadikan untuk mereka apa yang ada pada kaum wanita berupa farji yang diperbolehkan. Telah disebutkan pembahasan hal itu dengan penjelasan tentang itu sehingga tidak butuh diulangi lagi. Semua ini terjadi, dan mereka dalam keadaan lengah dari apa yang ditimpakan dan meliputi mereka berupa ujian, dan apa yang akan ditimpakan kepada mereka di pagi harinya berupa azab yang menetap. Oleh karena itu Allah SWT berfirman kepada nabi Muhammad SAW: (Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan) (72)) Allah SWT bersumpah dengan menyebut kehidupan Nabi SAW dan dalam hal ini terdapat penghormatan yang besar dan kedudukan yang tinggi bagi beliau.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,"Allah tidak menciptakan dan menjadikan makhluk yang lebih mulia daripada nabi Muhammad SAW, dan aku belum pernah mendengar Allah bersumpah dengan menyebut kehidupan seseorang selain beliau" Allah SWT berfirman: (Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan). (72)) dia berkata yaitu demi hidup dan usiamu, dan keberadaanmu di dunia (Sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan))
Qatadah berkata tentang firmanNya, (kemabukan mereka) yaitu dalam kesesatan mereka (mereka terombang-ambing) yaitu bermain-main.
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya, (demi hidupmu) kehidupanmu (Sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)) dia berkata yaitu terombang-ambing.


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna ayat: Maka Luth berkata kepada mereka, sebagaimana yang Allah kabarkan, “Dia berkata, sesungguhnya mereka” menunjuk kepada para malaikat, “mereka adalah tamuku, maka janganlah mempermalukan aku.” Dengan kalian meminta untuk melakukan perbuatan keji dengan tamuku.

Pelajaran dari ayat:
• Penjelasan mengenai penghancuran kaum Luth.
• Pengingkaran terhadap perbuatan keji dan ini merupakan perbuatan yang paling keji yang pernah diketahui oleh sejarah manusia, yaitu perbuatan homoseksual.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Hijr Ayat 68

Melihat sikap dan gelagat para pendurhaka yang mendatangi rumahnya, nabi lut berkata, sesungguhnya mereka yang ada di rumahku adalah tamuku yang harus kita hormati bersama. Maka, jangan kamu mempermalukan aku dengan mengajak mereka melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Melanjutkan nasihatnya, nabi lut berpesan, dan bertakwalah kamu kepada Allah. Lindungi dan jagalah diri kamu dari siksa-Nya dengan menghindari perbuatan yang tidak senonoh itu. Dan janganlah sekalikali kamu membuat aku terhina akibat sikap dan perlakukan kalian kepada mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah sekumpulan penafsiran dari banyak mufassirin terkait isi dan arti surat Al-Hijr ayat 68 (arab-latin dan artinya), semoga membawa faidah untuk kita. Dukung syi'ar kami dengan memberi link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Banyak Dikaji

Baca ratusan materi yang banyak dikaji, seperti surat/ayat: Al-A’raf, Al-Fatihah 7, Al-Fatihah 2, Al-Fatihah 1, Yunus 41, Ali ‘Imran 104. Serta Luqman 13-14, Al-Baqarah 284-286, Yasin 40, Ali ‘Imran 191, Al-Baqarah 216, Assalaamualaikum.

  1. Al-A’raf
  2. Al-Fatihah 7
  3. Al-Fatihah 2
  4. Al-Fatihah 1
  5. Yunus 41
  6. Ali ‘Imran 104
  7. Luqman 13-14
  8. Al-Baqarah 284-286
  9. Yasin 40
  10. Ali ‘Imran 191
  11. Al-Baqarah 216
  12. Assalaamualaikum

Pencarian: surah al baqarah ayat 1 sampai 5, يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات artinya, surat ke 50, quran surat abasa, innama amruhu idza arada

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: