Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat an-Najm

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ

Arab-Latin: wan-najmi iżā hawā

Terjemah Arti:  1.  Demi bintang ketika terbenam.

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ

mā ḍalla ṣāḥibukum wa mā gawā

 2.  kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ

wa mā yanṭiqu ‘anil-hawā

 3.  dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

in huwa illā waḥyuy yụḥā

 4.  Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-4. Allah bersumpah dengan bintang-bintang bila ia terbenam, (bahwa) Muhammad tidak menyimpang dari jalan hidayah dan kebenaran, tidak keluar dari jalan lurus, sebaliknya dia berada di puncak istiqamah, keseimbangan dan kelurusan, ucapannya tidak keluar dari hawa nafsu. Al-quran dan as-Sunnah tidak lain kecuali wahyu dari allah kepada NabiNya,Muhammad.

عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ

‘allamahụ syadīdul-quwā

 5.  yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.

ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَىٰ

żụ mirrah, fastawā

 6.  yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.

وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَىٰ

wa huwa bil-ufuqil-a’lā

 7.  sedang dia berada di ufuk yang tinggi.

ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ

ṡumma danā fa tadallā

 8.  Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.

فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ

fa kāna qāba qausaini au adnā

 9.  maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).

فَأَوْحَىٰ إِلَىٰ عَبْدِهِ مَا أَوْحَىٰ

fa auḥā ilā ‘abdihī mā auḥā

 10.  Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.

5-11. Yang mengajari Muhammad adalah malaikat yang mempunyai kekuatan besar, pemilik penampilan yang baik, yaitu Jibril, yang duduk dan Nampak terlihat oleh Rasulullah dalam wujud aslinya di ufuk tertinggi, yaitu ufuk matahari saat ia terbit, kemudian Jibril mendekat kepada Rasulullah, dia semakin mendekat, sehingga kedekatannya sedekat dua busur panah atau lebih dekat lagi. Lalu Allah mewahyukan kepada hambaNya, Muhammad apa yang Dia wahyukan melalui Jibril. Hati Muhammad tidak mendustakan apa yang dia lihat dan saksikan.

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ

mā każabal-fu`ādu mā ra`ā

 11.  Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

أَفَتُمَارُونَهُ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ

a fa tumārụnahụ ‘alā mā yarā

 12.  Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

wa laqad ra`āhu nazlatan ukhrā

 13.  Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ

‘inda sidratil-muntahā

 14.  (yaitu) di Sidratil Muntaha.

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ

‘indahā jannatul-ma`wā

 15.  Di dekatnya ada surga tempat tinggal,

إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ

iż yagsyas-sidrata mā yagsyā

 16.  (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ

mā zāgal-baṣaru wa mā ṭagā

 17.  Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ

laqad ra`ā min āyāti rabbihil-kubrā

 18.  Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

12-18. Apakah kalian mendustakan Muhammad dan mendebatnya atas apa yang dia lihat dan dia saksikan dari tanda-tanda kebesaran Tuhannya? Sungguh Muhammad telah melihat Jibril dalam wujud aslinya sebagaimana Allah menciptakannya pada kesempatan yang lain di Sidratul Muntaha (pohon Nabq) di langit ketujuh, di mana apa yang naik dari bumi berhenti padanya, apa yang turun dari atasnya terparkir disana. Di sana ada Surga Ma’wa yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Saat Sidratul Muntaha dikelilingi sesuatu yang agung atas perintah Allah, hanya Allah semata yang tahu sifatnya. Nabi adalah orang yang sangat teguh hatinya dan sangat taat, maka pandangan beliau tidak menengok ke kanan dan ke kiri, tidak melibihi apa yang diizinkan untuk dilihatnya. Muhammad telah melihat malam Mi’raj itu tanda-tanda besar Tuhannya yang menunjukkan KuasaNya dan keagunganNya, yang diantaranya adalah surga, neraka, dan lainnya.

أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ

a fa ra`aitumul-lāta wal-‘uzzā

 19.  Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza,

وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ

wa manātaṡ-ṡāliṡatal-ukhrā

 20.  dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?

19-20. Apakah kalian (wahai orang-orang musyrik) memperhatikan tuhan-tuhan yang kalian sembah: al-Lata, al-Uzza dan yang ketiga lainnya adalah Manat; apakah mereka bisa mendatangkan manfaat atau mudarat sehingga mereka menjadi sekutu-sekutu bagi Allah?

أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ

a lakumuż-żakaru wa lahul-unṡā

 21.  Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?

تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَىٰ

tilka iżang qismatun ḍīzā

 22.  Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَىٰ

in hiya illā asmā`un sammaitumụhā antum wa ābā`ukum mā anzalallāhu bihā min sulṭān, iy yattabi’ụna illaẓ-ẓanna wa mā tahwal-anfus, wa laqad jā`ahum mir rabbihimul-hudā

 23.  Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.

21-23. Apakah kalian menjadikan anak lelaki yang kalian harapkan untuk diri kalian lalu kalian menjadikan anak perempuan kepada Allah, padahal kalian sendiri tidak menerimanya untuk diri kalian? Jika demikian, maka itu adalah sebuah pembagian yang curang. Berhala-berhala itu hanya nama, yang sedikit pun tidak memiliki sifat kesempurnaan. Ia hanya nama-nama yang kalian dan leluhur kalian berikan sesuai dengan hawa nafsu kalian yang batil, Allah tidak menurunkan bukti yang membenarkan klaim kalian tentangnya. Orang-orang musyrik itu tidak mengikuti kecuali dugaan dan hawa nafsu mereka yang menyimpang dari fitrah yang selamat. Sungguh telah datang kepada mereka dari Tuhan mereka melalui Nabi, apa-apa yang mengandung hidayah bagi mereka, tetapi mereka tidak mau mengambil manfaat darinya.

أَمْ لِلْإِنْسَانِ مَا تَمَنَّىٰ

am lil-insāni mā tamannā

 24.  Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?

فَلِلَّهِ الْآخِرَةُ وَالْأُولَىٰ

fa lillāhil-ākhiratu wal-ụlā

 25.  (Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.

24-25. Manusia tidak mendapat apa yang diangan-angankannya, yaitu syafaat dari tuhan-tuhan batil atau lainnya yang diinginkan oleh hawa nafsunya. Hanya milik Allah-lah urusan dunia dan akhirat.

۞ وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ

wa kam mim malakin fis-samāwāti lā tugnī syafā’atuhum syai`an illā mim ba’di ay ya`żanallāhu limay yasyā`u wa yarḍā

 26.  Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).

Banyak malaikat di langit dengan kedudukan mereka yang tinggi, syafaat mereka tidak berguna sama sekali kecuali sesudah Allah izinkan mereka untuk memberi syafaat dan meridhai siapa yang diberi syafaat.

إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ لَيُسَمُّونَ الْمَلَائِكَةَ تَسْمِيَةَ الْأُنْثَىٰ

innallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati layusammụnal-malā`ikata tasmiyatal-unṡā

 27.  Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.

وَمَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ ۖ وَإِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا

wa mā lahum bihī min ‘ilm, iy yattabi’ụna illaẓ-ẓanna wa innaẓ-ẓanna lā yugnī minal-ḥaqqi syai`ā

 28.  Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.

27-28. Sesungguhnya orang-orang yang tidak membenarkan kehidupan akhirat dari orang-orang kafir Arab dan tidak beramal untuknya, memberi nama para malaikat dengan nama perempuan, karena mereka menyangka dengan kebodohan mereka, bahwa para malaikat adalah wanita, dan bahwa mereka adalah anak-anak perempuan Allah. Mereka tidak punya bukti yang shahih yang membenarkan ucapan mereka. Mereka tidak mengikuti kecuali dugaan yang tidak berguna sedikit pun, ia sama sekali tidak akan menjadi kebenaran.

فَأَعْرِضْ عَنْ مَنْ تَوَلَّىٰ عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

fa a’riḍ ‘am man tawallā ‘an żikrinā wa lam yurid illal-ḥayātad-dun-yā

 29.  Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.

ذَٰلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اهْتَدَىٰ

żālika mablaguhum minal-‘ilm, inna rabbaka huwa a’lamu biman ḍalla ‘an sabīlihī wa huwa a’lamu bimanihtadā

 30.  Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

29-30. Maka berpalinglah dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, yaitu al-Quran, dan dia tidak ingin kecuali kehidupan dunia. Apa yang mereka pegang itu adalah ujung ilmu mereka dan tujuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu lebih tahu tentang siapa yang menyimpang dari jalan petunjuk, sebagaimana Dia jauh lebih tahu tentang siapa yang mendapatkan petunjuk dan mengambil jalan islam. Di sini terkandung peringatan keras terhadap para pendurhaka yang menolak beramal sesuai dengan al-Quran dan Sunnah Rasulullah, yang mendahulukan hawa nafsu dan harta dunia dibanding akhirat.

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى

wa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, liyajziyallażīna asā`ụ bimā ‘amilụ wa yajziyallażīna aḥsanụ bil-ḥusnā

 31.  Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ

allażīna yajtanibụna kabā`iral-iṡmi wal-fawāḥisya illal-lamama inna rabbaka wāsi’ul-magfirah, huwa a’lamu bikum iż ansya`akum minal-arḍi wa iż antum ajinnatun fī buṭụni ummahātikum, fa lā tuzakkū anfusakum, huwa a’lamu bimanittaqā

 32.  (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

31-32. Hanya milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Allah hendak membalas orang-orang yang berbuat buruk dengan menghukum mereka atas apa yang mereka lakukan dengan keburukan dan membalas orang-orang yang berbuat baik dengan surga. Mereka adalah orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji kecuali lamam, yaitu dosa-dosa kecil yang pelakunya tidak melakukannya terus menerus, atau melakukannya sesekali saja. Dosa kecil seperti ini, apabila pelakunya melakukan kewajiban-kewajban dan meninggalkan larangan-larangan, akan diampuni dan ditutupi oleh Allah bagi pelakunya. Sesungguhnya Tuhanmu Mahaluas ampunanNya, Dia lebih mengetahui tentang keadaan kalian saat Dia menciptakan bapak kalian, yaitu Adam, dari tanah, dan saat kalian dalam bentuk janin di Rahim ibu kalian. Maka jangan menyucikan diri kalian, menyanjung dan memujinya dengan ketakwaan, karena Dia lebih tahu siapa yang menjaga dirinya dari hukumanNYa dari hamba-hambaNya, lalu tidak berbuat maksiat kepadaNya.

أَفَرَأَيْتَ الَّذِي تَوَلَّىٰ

a fa ra`aitallażī tawallā

 33.  Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al-Quran)?

وَأَعْطَىٰ قَلِيلًا وَأَكْدَىٰ

wa a’ṭā qalīlaw wa akdā

 34.  serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi?

33-34. Tidakkah kamu (wahai Rasul) memperhatikan orang yang berpaling dari ketaatan kepada Allah dan Dia hanya memberi sedikit dari hartanya, kemudian menghentikan pemberian dan kebaikannya?

أَعِنْدَهُ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرَىٰ

a ‘indahụ ‘ilmul-gaibi fa huwa yarā

 35.  Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib, sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)?

Apakah orang yang menghentikan kebaikannya ini punya ilmu ghaib bahwa apa yang ada ditangannya akan habis sehingga dia menghentikan kebaikannya, di mana dia melihatnya dengan mata kepalanya? sama sekali tidak demikian, karena dia menahan dirinya dari bersedekah serta tidak memberikan harta dan kebaikannya, adalah hanya karena bakhil dan kikir.

أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَىٰ

am lam yunabba` bimā fī ṣuḥufi mụsā

 36.  Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?

وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّىٰ

wa ibrāhīmallażī waffā

 37.  dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?

36-37. Apakah dia belum memberi tahu tentang apa yang ada pada lembaran-lembaran Taurat dan shuhuf Ibrahim yang memenuhi apa yang diperintahkan kepadanya dan menyampaikannya?

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ

allā taziru wāziratuw wizra ukhrā

 38.  (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

wa al laisa lil-insāni illā mā sa’ā

 39.  dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

38-39. Yaitu bahwa seseorang tidak dihukum karena dosa orang lain, dan dosa seseorang tidak dipikul oleh orang lain. Seseorang tidak mendapatkan pahala kecuali apa yang diusahakannya untuk dirinya sesuai kesanggupannya.

وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ

wa anna sa’yahụ saufa yurā

 40.  dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).

Usaha seseorang akan diperlihatkan di akhirat. Yang baik akan dibedakan dari yang buruk untuk memuliakan orang yang berbuat baik dan merendahkan orang yang berbuat buruk.

ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ

ṡumma yujzāhul-jazā`al-aufā

 41.  Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الْمُنْتَهَىٰ

wa anna ilā rabbikal-muntahā

 42.  dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),

41-42. Kemudian manusia dibalas atas usahanya dengan balasan yang sempurna untuk seluruh amalnya. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu (wahai Rasul) tempat kembali seluruh makhluk di Hari Kiamat.

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ

wa annahụ huwa aḍ-ḥaka wa abkā

 43.  dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,

Sesungguhnya Allah membuat tertawa siapa yang Dia kehendaki dan membuat menangis siapa yang Dia kehendaki.

وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا

wa annahụ huwa amāta wa aḥyā

 44.  dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,

Sesungguhnya Allah mematikan siapa yang Dia inginkan mati dari makhlukNya, dan menghidupkan siapa yang Dia inginkan kehidupannya. Hanya Allah semata pemilik hak menghidupkan dan mematikan.

وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ

wa annahụ khalaqaz-zaujainiż-żakara wal-unṡā

 45.  dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.

مِنْ نُطْفَةٍ إِذَا تُمْنَىٰ

min nuṭfatin iżā tumnā

 46.  dari air mani, apabila dipancarkan.

45-46. Dan bahwasanya Allah-lah Yang menciptakan pasangan lelaki dan wanita, baik dari manusia maupun binatang, dari setetes air yang dimasukkan ke Rahim.

وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الْأُخْرَىٰ

wa anna ‘alaihin-nasy`atal-ukhrā

 47.  Dan bahwasanya Dialah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati),

Dan bahwa Tuhanmu-lah (wahai Rasul) Yang kuasa Mengembalikan penciptaan mereka sesudah kematian mereka, yaitu kehidupan baru di Hari Kiamat.

وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَىٰ وَأَقْنَىٰ

wa annahụ huwa agnā wa aqnā

 48.  dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,

Dia-lah yang membuat kaya siapa yang Dia kehendaki dari makhlukNya dengan harta, membuat mereka memilikinya, dan membuat mereka ridha dengannya.

وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَىٰ

wa annahụ huwa rabbusy-syi’rā

 49.  dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi’ra,

Juga bahwasanya Allah adalah Tuhan Pemilik Syi’ra, bintang yang bersinar, yang mana sebagian orang-orang jahiliyah menyembahnya selain Allah.

وَأَنَّهُ أَهْلَكَ عَادًا الْأُولَىٰ

wa annahū ahlaka ‘ādanil-ụlā

 50.  dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum ‘Aad yang pertama,

وَثَمُودَ فَمَا أَبْقَىٰ

wa ṡamụda fa mā abqā

 51.  dan kaum Tsamud. Maka tidak seorangpun yang ditinggalkan-Nya (hidup).

وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا هُمْ أَظْلَمَ وَأَطْغَىٰ

wa qauma nụḥim ming qabl, innahum kānụ hum aẓlama wa aṭgā

 52.  Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka,

وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَىٰ

wal-mu`tafikata ahwā

 53.  dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah.

فَغَشَّاهَا مَا غَشَّىٰ

fa gasysyāhā mā gasysyā

 54.  lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya.

50-54. Dan bahwasanya Allah membinasakan Ad yang pertama, yaitu kaum Hud, dan juga membinasakan Tsamud, yaitu kaum Shaleh, juga tidak menyisakan seorang pun dari mereka, dan sebelum mereka, Allah membinasakan kaum Nuh; mereka itu lebih Bengal dan lebih kafir dari orang-orang yang datang sesudah mereka. Kota kaum Luth dibalik oleh Allah, Allah menjadikan bagian atasnya menjadi bagian bawah, lalu Allah menumpahkan apa yang Dia tumpahkan, yaitu bebatuan yang turun terus-menerus seperti hujan.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ

fa bi`ayyi ālā`i rabbika tatamārā

 55.  Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu?

55. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah (wahai manusia yang mendustakan) yang kamu ragukan?

هَٰذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَىٰ

hāżā nażīrum minan-nużuril-ụlā

 56.  Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu.

56. Ini, Muhammad adalah pemberi peringatan dengan kebenaran yang dengannya para nabi sebelumnya juga memberikan peringatan, dan dia bukan rasul pertama.

أَزِفَتِ الْآزِفَةُ

azifatil-āzifah

 57.  Telah dekat terjadinya hari kiamat.

لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ كَاشِفَةٌ

laisa lahā min dụnillāhi kāsyifah

 58.  Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.

57-58. Hari Kiamat sudah dekat, waktunya tidak lama lagi, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya selain Allah. Dan tidak ada yang mengetahui waktunya kecuali Allah semata.

أَفَمِنْ هَٰذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ

a fa min hāżal-ḥadīṡi ta’jabụn

 59.  Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?

وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ

wa taḍ-ḥakụna wa lā tabkụn

 60.  Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?

وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ

wa antum sāmidụn

 61.  Sedang kamu melengahkan(nya)?

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا ۩

fasjudụ lillāhi wa’budụ

 62.  Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

59-62. Maka apakah kalian (wahai orang-orang Musyrik) heran terhadap kebenaran al-Quran ini dan kalian menertawakannya sebagai penghinaan dan perendahan, kalian tidak menangis karena takut terhadap ancamannya, kalian terus lalai dan berpaling darinya? Karena itu, bersujudlah kepada Allah, ikhlaskanlah ibadah hanya kepadaNya, dan serahkanlah segala urusan kalian kepadaNya.

Related: Surat al-Qamar Arab-Latin, Surat ar-Rahman Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Waqi’ah, Terjemahan Tafsir Surat al-Hadid, Isi Kandungan Surat al-Mujadilah, Makna Surat al-Hasyr

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surat An Najm Maksud Syair Najm Al-din Kubra