Surat An-Najm Ayat 12

أَفَتُمَٰرُونَهُۥ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ

Arab-Latin: A fa tumārụnahụ 'alā mā yarā

Terjemah Arti: Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?

Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Surat An-Najm Ayat 12

Ada beberapa penjabaran dari berbagai ahli tafsir berkaitan kandungan surat An-Najm ayat 12, di antaranya seperti tercantum:

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

12-18. Apakah kalian mendustakan Muhammad dan mendebatnya atas apa yang dia lihat dan dia saksikan dari tanda-tanda kebesaran Tuhannya? Sungguh Muhammad telah melihat Jibril dalam wujud aslinya sebagaimana Allah menciptakannya pada kesempatan yang lain di Sidratul Muntaha (pohon Nabq) di langit ketujuh, di mana apa yang naik dari bumi berhenti padanya, apa yang turun dari atasnya terparkir disana. Di sana ada Surga Ma’wa yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Saat Sidratul Muntaha dikelilingi sesuatu yang agung atas perintah Allah, hanya Allah semata yang tahu sifatnya. Nabi adalah orang yang sangat teguh hatinya dan sangat taat, maka pandangan beliau tidak menengok ke kanan dan ke kiri, tidak melibihi apa yang diizinkan untuk dilihatnya. Muhammad telah melihat malam Mi’raj itu tanda-tanda besar Tuhannya yang menunjukkan KuasaNya dan keagunganNya, yang diantaranya adalah surga, neraka, dan lainnya.


Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

12. Apakah kalian -wahai orang-orang musyrik- hendak memperdebatkan apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya pada malam beliau diisra`kan.


Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

12-18. Hai orang-orang musyrik, apakah kalian membantah Muhammad tentang ayat-ayat Allah yang agung yang dilihat mata kepalanya sendiri? Sungguh Muhammad telah melihat Jibril sekali lagi ketika berada di pohon yang disebut dengan Sidratul Muntaha yang ada di puncak langit ketujuh -di sanalah surga al-Ma’wa yang dijanjikan bagi orang-orang bertakwa- yakni ketika pohon sidr itu tertutupi oleh kupu-kupu emas, dan berbagai hal besar lainnya yang tidak dapat dijangkau oleh akal manusia. Pandangan Rasulullah tidak berpaling dari apa yang diperintahkan untuk dia lihat. Sungguh Rasulullah telah menyaksikan berbagai macam tanda-tanda kekuasaan Allah pada malam isra’ mi’raj, seperti surga, neraka, dan lain sebagainya.

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Yang dimaksud dengan ‘ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya’ yakni diliputi oleh kupu-kupu emas. Kemudian Rasulullah diberi tiga hal: Perintah shalat lima waktu, ayat-ayat penutup surat al-Baqarah, dan ampunan bagi umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun -dan dosa-dosa besar-.”

(Shahih Muslim 1/157, kitab Iman, bab tentang Sidratul Muntaha, no. 173).


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

12. Apa kalian akan membantah dan mendustakan Muhammad wahai orang-orang musyrik atas apa yang dilihatnya sebagai bukti dari ayat-ayat Allah? Tamaranunahu berasal dari kata al-mar’u, yaitu mendebat dengan kebatilan


Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

11-12. “Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya,” yakni, hati dan pandangan Rasulullah sepakat terhadap wahyu yang disampaikan oleh Allah kepadanya. Pendengaran, penglihatan, dan hati Rasulullah sama. Dan ini menunjukkan sempurnanya wahyu yang disampaikan Allah kepadaNya. Rasulullah menerimanya secara langsung, yang tidak ada keraguan dan syubhat di dalamnya. Hati Rasulullah tidak mendustakan yang dilihat oleh matanya dan Rasulullah tidak meragukan hal itu.
Kemungkinan lain maksud yang dilihat Rasulullah itu adalah peristiwa yang dilihat pada malam Isra’ berupa tanda-tanda kebesaran Allah yang agung. Rasulullah meyakini secara benar dengan hati dan penglihatannya. Inilah penafsiran yang benar dalam ayat ini.
Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Rasulullah melihat Rabbnya pada malam Isra’ serta berbicara denganNya. Ini adalah penafsiran yang dipilih oleh banyak ulama. Atas dalil ini mereka menegaskan bahwa Rasulullah pernah melihat Rabbnya pada saat di dunia. Namun pendapat yang benar adalah pendapat pertama, yaitu yang dimaksud adalah Jibril, sebagaimana ditunjukkan oleh konteks ayat, Muhammad melihat Jibril dalam wujud aslinya, di mana Rasulullah pernah dua kali melihat dalam wujud asli, pertama pada saat di ufuk tinggi dan kedua di atas langit ketujuh pada saat malam Isra’ bersama Rasulullah.


An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat An-Najm ayat 12: 10-12. Jibril menyampaikan kepada Nabi ﷺ atas apa yang Allah berikan tugas kepadanya untuk menyampaikan Al Qur’an dan petunjuk serta cahaya. Allah tidak memperjelas mewahyukan kepada Muhammad ﷺ karena Allah memuliakannya, karena ketidakjelasan datang dengan tujuan meninggikan dan memuliakan. Dan ketika Nabi ﷺ melihat Jibril dalam betuk aslinya maka Jibril meyakinkan hatinya dan menjadikan hatinya membenarkan; Karena tidaklah Nabi ﷺ melihat dengan matanya, kecuali hatinya juga membenarkannya. Kemudian Allah mengarahkan pembicaraan kepada orang-orang musyrik, dengan berkata dengan nada merendahkan : Apakah mereka mendebatmu dan saling berselisih atas apa yang Allah perlihatkan pada pandanganmu ?


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yaitu malaikat Jibril ‘alaihis salam.


Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Najm Ayat 12

Maka, wahai kaum musyrik, apakah kamu dan orang yang meragukannya hendak membantahnya tentang apa, yaitu jibril, yang telah dilihatnya itu'13-14. Dan sungguh, dia, yaitu nabi Muhammad, telah melihatnya, yakni jibril, dalam rupanya yang asli pada waktu yang lain, yaitu di sidratul muntah' saat mikraj.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Itulah bermacam penjabaran dari beragam ahli tafsir mengenai kandungan surat An-Najm ayat 12, moga-moga membawa faidah bagi kita bersama. Dukung kemajuan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Lainnya: An-Najm Ayat 13 Arab-Latin, An-Najm Ayat 14 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti An-Najm Ayat 15, Terjemahan Tafsir An-Najm Ayat 16, Isi Kandungan An-Najm Ayat 17, Makna An-Najm Ayat 18

Terkait: « | »

Kategori: 053. An-Najm

Artikel: Topik, Serial, Doa Dzikir, Lain-lain, Updates