Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Anfal

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Arab-Latin: yas`alụnaka ‘anil-anfāl, qulil-anfālu lillāhi war-rasụl, fattaqullāha wa aṣliḥụ żāta bainikum wa aṭī’ullāha wa rasụlahū ing kuntum mu`minīn

Terjemah Arti:  1.  Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Sahabat-sahabatmu bertanya kepadamu (wahai nabi), tentang ghanimah (harta rampasan perang) pada perang (badar), bagaimana kamu membagi-bagikannya diantara mereka? katakanlah kepada mereka, ”urusan harta itu tergantung kepada Allah dan rasulNya.” maka rasulullah yang menangani pembagiannya berdasarkan perintah tuhannya, ”maka takutlah kepada siksaan Allah dan janagnlah kalian maju untuk melakukan maksiat kepadaNYa. Dan tinggalakanlah pertikaian dan permusuhan disebabkan harta ini. Dan perbaikilah hubungan di anatara kalian.dan tetaplah teguh untuk taat kepada Allah dan rasulNya, bila kalian orang-orang yang beriman. Sebab sesungguhnya keimanan itu akan mengajak kepada ketaatan kepada Allah dan rasulNya.”

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

innamal-mu`minụnallażīna iżā żukirallāhu wajilat qulụbuhum wa iżā tuliyat ‘alaihim āyātuhụ zādat-hum īmānaw wa ‘alā rabbihim yatawakkalụn

 2.  Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dengan sebenarnya, mereka hanyalah orang-orang yang apabila disebut Nama Allah, hati mereka merasa takut, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat al-qur’an bertambahlah keimanan mereka bersama keimanaan yang sudah ada. Karena mentadaburi makna-makna nya. Dan hanya kepada Allah mereka itu bertawakal, sehingga tidak mengharapkan selainNya dan tidak takut kepada SelainNYa.

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

allażīna yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn

 3.  (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Orang-orang yang terus menerus dalam menjalankan shalat fardu pada waktu-waktunya, dan dari rizki yang kami berikan kepada mereka dari harta-harta mereka infakan sesuai apa yang Allah perintahkan kepada mereka.

أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

ulā`ika humul-mu`minụna ḥaqqā, lahum darajātun ‘inda rabbihim wa magfiratuw wa rizqung karīm

 4.  Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.

Mereka yang mengerjakan amal-amal tersebut, itulah orang-orang Mukmin sejati, secara lahir dan batin terhadap wahyu yang Allah turunkan kepada mereka. Bagi mereka tempat-tempat tinggal yang tinggi d sisi Allah, dan ampunan terhadap dosa-dosa mereka, serta rizki yang mulia, yaitu surga.

كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ

kamā akhrajaka rabbuka mim baitika bil-ḥaqqi wa inna farīqam minal-mu`minīna lakārihụn

 5.  Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,

Sebagiaman kalian telah berselisih pendapat terkait harta rampasan perang, lalu Allah mengambil alih urusannya dari kalian, dan menjadikannya atas dasar pembagian dariNya dan pembagian RasulNya , demikian pula tuhanmu memerintahkan dirimu (wahai nabi), untuk keluar dari Madinah guna mengahadang kafilah dagang suku quraisy.Perintah itu melalui wahyu yang jibril datang kepadamu dengannya, meski terdapat ketidaksukaan segolongan dari kaum Mukminin untuk ikut keluar.

يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُونَ

yujādilụnaka fil-ḥaqqi ba’da mā tabayyana ka`annamā yusāqụna ilal-mauti wa hum yanẓurụn

 6.  mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu).

Segolongan darikaum mukminin mendebatmu (wahai nabi), tentang peperangan setelah menjadi jelas bagi mereka bahwa itu bakal terjadi, seakan-akan mereka dihalau menuju kematian, sedang mereka melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri.

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ

wa iż ya’idukumullāhu iḥdaṭ-ṭā`ifataini annahā lakum wa tawaddụna anna gaira żātisy-syaukati takụnu lakum wa yurīdullāhu ay yuḥiqqal-ḥaqqa bikalimātihī wa yaqṭa’a dābiral-kāfirīn

 7.  Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir,

Dan ingatlah oleh kalian (wahai orang-orang yang mendebat), janji Allah kepada kalian berupa kemenangan dengan salah satu dari dua golongan yang ada; yaitu kafilah rombongan dagang dan barang-barang perniagaan yang dibawanya atau berperang menghadapi musuh dan menang atas mereka, sedang kalian lebih suka meringkus rombongan dagang itu tanpa ada peperangan.Dan Allah menghendaki untuk menegaskan kebenaran islam dan meninggikannya dengan perintahNya kepada kalian untuk memerangi orang-orang kafir dengan kebinasaan sampai akar-akarnya.

لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

liyuḥiqqal-ḥaqqa wa yubṭilal-bāṭila walau karihal-mujrimụn

 8.  agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.

supaya Allah memuliakan islam dan para pemeluknya serta melenyapkan kesyirikan dan para pembelanya, walaupun kaum musyrikin membencinya hal itu.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

iż tastagīṡụna rabbakum fastajāba lakum annī mumiddukum bi`alfim minal-malā`ikati murdifīn

 9.  (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”.

Ingatlah oleh kalian nikmat Allah yang tercurah pada kalian pada hari perang Badar, ketika kalian meminta kemenangan atas musuh kalian, kemudian Allah mengabulkan doa kalian, sembari berfirman, ”Sesungguhnya Aku akan membantu kalian dengan seribu pasukan malaikat dari langit, yang sebagian akan menyusul sebagian lainnya.”

وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

wa mā ja’alahullāhu illā busyrā wa litaṭma`inna bihī qulụbukum, wa man-naṣru illā min ‘indillāh, innallāha ‘azīzun ḥakīm

 10.  Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dan kami tidaklah mendatangkan bala bantuan pasukan tersebut, kecuali sebagai kabar gembira bagi kalian akan datangnya kemenangan, dan supaya hati kalian menjadi tenang, serta meyakini pertolongan Allah bagi kalian. Dan tidaklah kemenangan itu, kecuali dari sisi Allah, bukan dengan dahsyatnya serangan dan kekuatan kalian. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam kerajaanNYa, Maha bijaksana dalam pengaturan dan syariatNya.

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

iż yugasysyīkumun-nu’āsa amanatam min-hu wa yunazzilu ‘alaikum minas-samā`i mā`al liyuṭahhirakum bihī wa yuż-hiba ‘angkum rijzasy-syaiṭāni wa liyarbiṭa ‘alā qulụbikum wa yuṡabbita bihil-aqdām

 11.  (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu).

Ingatlah ketika Allah melemparkan rasa kantuk pada kalian sebagai rasa aman dariNya bagi kalian dari rasa takut musuh dapat mengalahkan kalian, dan menurunkan pada kalian dari awan mendung air yang suci, untuk menyucikan kalian dengan air itu dari berbagai macam hadats zahir, serta menghilangkan dari batin kalian gangguan was-was setan dan bisikan-bisikannya, dan supaya Allah menguatkan hati kalian dengan kesabaran saat peperangan, dan mengokohkan dengannya kaki-kaki kaum mukminin melalui pemadatan tanah berpasir dengan guyuran air hujan sehingga kaki tidak tergelincir di atasnya.

إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا ۚ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ

iż yụḥī rabbuka ilal-malā`ikati annī ma’akum fa ṡabbitullażīna āmanụ, sa`ulqī fī qulụbillażīna kafarur-ru’ba faḍribụ fauqal-a’nāqi waḍribụ min-hum kulla banān

 12.  (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

Ingatlah juga (wahai nabi), ketika tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat yang Allah menguatkan pasukan kaum Muslimin dengan mereka dalam perang badar, ”sesungguhnya aku bersama kalian, aku bantu dan aku tolong kalian, maka kuatkanlah tekad orang-orang yang beriman.” kemudian aku akan tanamkan pada hati orang-orang kafir rasa ketakutan yang dahsyat, kehinaan dan kerendahan. Maka penggallah wahai kaum mukminin, kepala-kepala orang kafir, dan potong-potonglah ujung jari dan persendian mereka.”

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

żālika bi`annahum syāqqullāha wa rasụlah, wa may yusyāqiqillāha wa rasụlahụ fa innallāha syadīdul-‘iqāb

 13.  (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.

Apa yang dialami oleh orang-orang kafir berupa pukulan terhadap kepala-kepala mereka, leher-leher mereka, dan ujung-ujung tubuh mereka, adalah disebabkan oleh penentangan mereka terhadap perintah Allah dan rasulNya. Dan barangsiapa menyelisihi perintah Allah dan RasulNYa, maka sesungguhnya Allah itu amat pedih siksaanNya bagi orang tersebut di dunia dan akhirat.

ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابَ النَّارِ

żālikum fa żụqụhu wa anna lil-kāfirīna ‘ażāban-nār

 14.  Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka.

itulah siksaan yang aku segerakan terhadap kalian wahai orang-orang kafir yang menentang perintah-perintah Allah dan rasulNya di dunia, dan rasakanlah ia dikehidupan dunia, dan bagi kalian diakhirat kelak siksaan neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ

yā ayyuhallażīna āmanū iżā laqītumullażīna kafarụ zaḥfan fa lā tuwallụhumul-adbār

 15.  Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila kalian menghadapi orang-orang kafir dalam pertempuran, sedang mereka telah merangsek dekat kepada kalian, maka janganlah kalian berpaling lari memperlihatkan punggung-punggung kalian,sehingga kalian seperti pencundang di hadapan mereka. Akan tetapi, teguhlah kalian di hadapan mereka, sebab sesungguhnya Allah bersama kalian dan penolong kalian terhadap mereka.

وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

wa may yuwallihim yauma`iżin duburahū illā mutaḥarrifal liqitālin au mutaḥayyizan ilā fi`atin fa qad bā`a bigaḍabim minallāhi wa ma`wāhu jahannam, wa bi`sal-maṣīr

 16.  Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.

Dan barangsiapa diantara kalian membelakangi mereka dengan punggungnya saat pertempuran berkecamuk sengit, kecuali orang yang berbelok untuk memperdayai orang-orang kafir atau untuk bergabung dengan pasukan muslimin yang berada di tengah medan pertempuran di manapun mereka berada, sesunggguhnya ia telah memperoleh kemurkaan dari Allah, dan tempat tinggalnya adalah neraka jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali dan tempat berpulang.

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

fa lam taqtulụhum wa lākinnallāha qatalahum wa mā ramaita iż ramaita wa lākinnallāha ramā, wa liyubliyal-mu`minīna min-hu balā`an ḥasanā, innallāha samī’un ‘alīm

 17.  Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Bukanlah kalian wahai kaum mukminin, yang membunuh kaum musyrikin pada hari perang badar, akan tetapi Allah lah yang membunuh mereka, karena Dia yang menolong kalian untuk itu. Dan bukanlah kamu yang melempar mereka ketika kamu melempar (wahi nabi), akan tetapi Allah lah yang melemparkannya, karena Dia yang menyampaikan lemparan yang kamu lontarkan ke wajah-wajah kaum musyrikin. Hal itu untuk menguji kaum mukminin yang beriman kepada Allah dan rasulNya, dan mengantarkan mereka melalui jihad ini menuju derajat tertinggi, dan memberitahukan kepada mereka nikmat-nikmatNYa sehingga mereka bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat itu. Sesungguhnya Allah maha mendengar doa kalian dan ucapan-ucapan kalian, baik yang kalian rahasiakan maupun yang kalian nyatakan terang-terangan, lagi maha mengetahui hal-hal yang mengandung kemaslahatan bagi hamba-hambaNya.

ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ

żālikum wa annallāha mụhinu kaidil-kāfirīn

 18.  Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.

perbuatan ini yaitu membunuh kamu musyrikin dan melempar mereka ketika mereka terkalahkan, serta cobaan baik berupa kemenangan kaum Mukminin atas musuh mereka, itu berasal dari Allah bagi kaum Mukminin. Dan bahwasannya Allah, (pada waktu yang akan datang) akan melemahkan dan menggugurkan tipu daya orang-orang kafir sampai mereka mejadi terhinaan dan tunduk kepada kebenaran atau mereka binasa.

إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ ۖ وَإِنْ تَنْتَهُوا فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَعُودُوا نَعُدْ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

in tastaftiḥụ fa qad jā`akumul-fat-ḥ, wa in tantahụ fa huwa khairul lakum, wa in ta’ụdụ na’ud, wa lan tugniya ‘angkum fi`atukum syai`aw walau kaṡurat wa annallāha ma’al-mu`minīn

 19.  Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti; maka itulah yang lehih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (pula); dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahayapun, biarpun dia banyak dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.

Jika kalian meminta (wahai orang-orang kafir) dari Allah agar menimpakan hukuman dan siksaanNya pada orang-orang yang telah berbuat melampaui batas lagi berbuat zalim, maka sungguh Allah telah mengabulkan permintaan kalian, yaitu ketika Dia menimpakan pada kalian siksaanNya, sebagai peringatan keras bagi kalian dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Dan apabila kalian berhenti (wahai orang-orang kafir), dari kekafiran kepada Allah dan rasulNya, serta memerangi nabiNya, Muahmmad , maka itu lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat kalian. Dan jika kalian kembali untuk berperang dan melawan Muhammad dan memerangi para pengikutnya yang beriman, kami akan kembali mengalahkan kalian sebagaimana kalian terkalahkan pada hari perang badar. Dan kelompok kalian tidak berguna bagi kalian sedikitpun sebagaimana tidak bermanfaat bagi kalian pada hari perang badar, walaupun jumlah pasukan dan persenjataan kalian banyak, dan sedikitnya jumlah kaum mukminin dan persenjataan mereka. Dan sesungguhnya Allah bersama kaum mukminin dengan dukungan dan pertolonganNya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ

yā ayyuhallażīna āmanū aṭī’ullāha wa rasụlahụ wa lā tawallau ‘an-hu wa antum tasma’ụn

 20.  Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya, taatilah Allah dan rasulNya dalam perkara yang Dia perintahkan kepada kalian dan apa yang Dia larang kalian darinya, dan jangan meninggalkan ketaatan kepada Allah dan rasulNya, sedang kalian mendengar apa yang dibacakan kepada kalian yang ada di dalam al-qur’an berupa hujjah-hujjah dan bukti-bukti nyata

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

wa lā takụnụ kallażīna qālụ sami’nā wa hum lā yasma’ụn

 21.  dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) vang berkata “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.

Dan janganlah kalian wahai kaum mukminin, menjadi orang-orang yang terjerumus dalam penentangan terhadap Allah dan rasulNya seperti kaum musyrikin dan kaum munafikin yang bila mendengar kitabullah dibacakan kepada mereka, mereka berkata, ”kami telah mendengarnya dengan telinga-telinga kami,” namun mereka sebenarnya tidak merenungi apa yang mereka dengar dan tidak memikirkannya.

۞ إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

inna syarrad-dawābbi ‘indallāhiṣ-ṣummul-bukmullażīna lā ya’qilụn

 22.  Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.

sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang berjalan di muka bumi di sisi Allah, (dari makhluk-makhluk Allah) adalah manusia-manusia tuli yang telinga-telinga mereka tertutup rapat untuk mendengar kebenaran, sehingga tidak dapat mendengarnya, manusia bisu yang mulut-mulut mereka terkunci untuk mengatakan kebenaran, sehingga tidak dapat mengucapkannya.Mereka itu adalah orang-orang yang tidak memahami perintah dan larangan dari Allah.

وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

walau ‘alimallāhu fīhim khairal la`asma’ahum, walau asma’ahum latawallaw wa hum mu’riḍụn

 23.  Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).

Seandainya Allah mengetahui pada diri mereka ada kebaikan, pastilah Allah akan menjadikan mereka dapat mendengarkan nasihat-nasihat al-qur’an dan pelajaran-pelajaran baiknya, sehingga mereka dapat memahami dari Allah berupa hujjah-hujjah dan bukti-bukti kebenaran. Akan tetapi, Allah telah mengetahui bahwa sesungguhnya tidak ada lagi kebaikan pada diri mereka dan sesungguhnya mereka itu tidak beriman. Sekiranya Allah benar-benar menjadikan mereka dapat mendengar dengan baik sekalipun, pastilah mereka akan tetap berpaling dari keimanan dengan kesengajaan dan penentangan setelah pemahaman mereka kepadanya, sedang mereka tetap berpaling darinya, tidak ada perhatian dari mereka kepada kebenaran dalam bentuk apapun.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

yā ayyuhallażīna āmanustajībụ lillāhi wa lir-rasụli iżā da’ākum limā yuḥyīkum, wa’lamū annallāha yaḥụlu bainal-mar`i wa qalbihī wa annahū ilaihi tuḥsyarụn

 24.  Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah sebagai tuhan mereka dan Muhammad sebagai nabi dan rasul mereka, penuhilah (seruan) Allah dan RasulNya dengan ketaatan apabila rasul menyeru kalian kepada hal yang menghidupkan kalian berupa kebenaran.Dalam memenuhi seruan ini, terkandung kemashlahatan bagi hidup kalian di dunia dan di akhirat. Dan ketahuilah (wahai kaum Mukminin), bahwa sesungguhnya Allah yang mengendalikan segala sesuatu, yang maha kuasa untuk menghalang-halangi antara manusia dari apa yang diinginkan hatinya. Dia dzat yang sepatutnya dipenuhi seruannNya apabila menyeru kalian, sebab ditanganNya lah kekuasaan segala sesuatu. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan dikumpulkan pada hari yang tidak ada keraguan tentangnya, lalu Dia memberikan balasan kepada masing-masing dengan balasan yang berhak diterimanya.

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

wattaqụ fitnatal lā tuṣībannallażīna ẓalamụ mingkum khāṣṣah, wa’lamū annallāha syadīdul-‘iqāb

 25.  Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Dan waspadalah kalian (wahai kaum mukminin), satu cobaan dan ujian yang akan merata dialami oleh orang yang berbuat buruk dan lainnya, yang tidak khusus cobaan tersebut mengenai orang yang bermaksiat semata, tidak pula orang yang melakukan dosa tersebut, akan tetapi juga menimpa orang-orang yang shalih bersama mereka sekaligus, bila orang-orang shalih itu sebenarnya mampu mengingkari kezhaliman , namun mereka tidak mengingkarinya. Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat dahsyat siksaanNya bagi orang yang melanggar perintah dan laranganNya.

وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

ważkurū iż antum qalīlum mustaḍ’afụna fil-arḍi takhāfụna ay yatakhaṭṭafakumun-nāsu fa āwākum wa ayyadakum binaṣrihī wa razaqakum minaṭ-ṭayyibāti la’allakum tasykurụn

 26.  Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.

Dan ingatlah oleh kalian wahai kaum Mukminin, nikmat-nikmat Allah pada kalian, tatkala kalian masih berada di Makkah berjumlah sedikit lagi tertindas. kalian takut orang-orang kafir menyiksa kalian dengan tiba-tiba, kemudian Dia menjadikan bagi kalian tempat menetap bagi kalian untuk ditinggali, yaitu Madinah, dan menguatkan kalian dengan pertolonganNya melawan mereka pada perang badar, dan memberikan makanan kepada kalian yang halal (secara umum berupa ghanimah), supaya kalian bersyukur kepadaNya atas rizki dan kenikmatan yang dilimpahkanNya pada kalian.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā takhụnullāha war-rasụla wa takhụnū amānātikum wa antum ta’lamụn

 27.  Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya seerta melaksanakan syariatNya, janganlah kalian mengkhianati Allah dan rasulNya dengan meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkanNya atas kalian dan melakukan perkara yang kalian dilarang Allah darinya. Dan janganlah menyepelekan amanat yang dipercayakan Allah kepada kalian sedang kalian tahu bahwa itu merupakan amanat yang harus dipenuhi.

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

wa’lamū annamā amwālukum wa aulādukum fitnatuw wa annallāha ‘indahū ajrun ‘aẓīm

 28.  Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Dan ketahuilah (wahai kaum mukminin), sesungguhnya harta benda kalian yang telah Allah kuasakan kepada kalian, dan anak-anak kalian yang Allah anugerahkan bagi kalian merupakan cobaan dari Allah dan ujian bagi hamba-hambaNya, supaya Dia mengetahui apakah mereka akan bersyukur kepadaNya atas nikmat-nikmat tersebut dan menaati Allah dalam mempergunakannya, ataukah mereka justru menjadi terlena dengan itu dari mengingatNya? Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah, di sisisNYa ada kebaikan dan pahala besar bagi orang-orang yang bertakwa dan taat kepadaNya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

yā ayyuhallażīna āmanū in tattaqullāha yaj’al lakum furqānaw wa yukaffir ‘angkum sayyi`ātikum wa yagfir lakum, wallāhu żul-faḍlil-‘aẓīm

 29.  Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya serta melaksanakan syari’atNya, jika kalian bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNYa, niscaya Dia akan menjadiakan bagi kalian pemisah atara yang haq dengan yang batil, menghapuskan dari kalian dosa-dosa kalian yang sudah terjadi, dan menutupnya bagi kalian, sehingga Dia tidak menghukum kalian karenanya.Dan Allah memiliki kebaikan dan pemberian yang banyak lagi luas.

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

wa iż yamkuru bikallażīna kafarụ liyuṡbitụka au yaqtulụka au yukhrijụk, wa yamkurụna wa yamkurullāh, wallāhu khairul-mākirīn

 30.  Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.

Dan ingatlah olehmu (wahai rasul), ketika kaum musyrikin dari kaummu di Mekah melancarkan tipu daya terhadp dirimu, untuk menahan kamu, menghabisi kamu atau mengasingkan dirimu dari negerimu, dan menyusun rencana jahat terhadapmu, dan Allah menggagalkan makar mereka sebagai balasan bagi mereka, dan Allah menyusun (pembalasan) makar dan Allah adalah sebaik-baik yang menyusun (pembalasan) makar. Maka Dia membalas makar mereka tanpa mereka sadari.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا ۙ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

wa iżā tutlā ‘alaihim āyātunā qālụ qad sami’nā lau nasyā`u laqulnā miṡla hāżā in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn

 31.  Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala”.

Dan ketika dibacakan kepada orang-orang kafir kepada Allah ayat-ayat al-qur’an al-aziz, mereka mengatakan karena kebodohan dan lantaran penentangan mereka terhadap kebenaran, ”sesungguhnya kami telah mendengar ini sebelumnya. Kalau kami menghendaki, tentulah kami dapat menyampaikan sesuatu yang serupa dengan al-qur’an. Tidaklah al-qur’an yang kamu bacakan kepada kami (wahai rasul), kecuali merupakan dongeng-dongeng bohong orang-orang terdahulu.”

وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

wa iż qālullāhumma ing kāna hāżā huwal-ḥaqqa min ‘indika fa amṭir ‘alainā ḥijāratam minas-samā`i awi`tinā bi’ażābin alīm

 32.  Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”.

Dan ingatlah olehmu (wahai rasul), pernyataan orang-orang musyrik dari kaummu yang berdoa kepada Allah, ”bila ajaran yang dibawa oleh Muhammad adalah benar dariMu, maka turunkanlah kepada kami hujan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami siksaan yang berat lagi pedih.”

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

wa mā kānallāhu liyu’ażżibahum wa anta fīhim, wa mā kānallāhu mu’ażżibahum wa hum yastagfirụn

 33.  Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun

Dan sekali-kali Allah tidaklah menyiksa kaum musyrikin itu, sedang kamu wahai rasul, masih berada ditengah mereka, dan Allah tidak menyiksa mereka, ketika mereka beristigfar memohon ampunan (kepada Allah) dari dosa-dosa mereka.

وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُ ۚ إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

wa mā lahum allā yu’ażżibahumullāhu wa hum yaṣuddụna ‘anil-masjidil-ḥarāmi wa mā kānū auliyā`ah, in auliyā`uhū illal-muttaqụna wa lākinna akṡarahum lā ya’lamụn

 34.  Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam, dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Dan bagaimana mereka tidak berhak ditimpa siksaan Allah, sedang mereka itu menghalang-halangi para kekasihNya yang beriman dari bertawaf di ka’bah dan mengerjakan shalat di masjidil haram? dan mereka bukanlah kekasih-kekasih Allah, karena sesungguhnya wali-wali Allah itu adalah orang-orang yang bertakwa kepadaNya dengan menjalanakan kewajiban-kewajiban dariNya dan menjauhi perbuatan maksiat-maksiat kepadaNya. Akan tetapi, kebanyakan orang kafir tidak mengetahui. Mala oleh karena itu mereka mengaku-aku bahwa dirinya bergelar sesuatu, padahal orang lain lebih berhak berpredikat demikian.

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

wa mā kāna ṣalātuhum ‘indal-baiti illā mukā`aw wa taṣdiyah, fa żụqul-‘ażāba bimā kuntum takfurụn

 35.  Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

Dan tidaklah sholat mereka di masjidil haram kecuali berupa siulan dan tepukan tangan. maka rasakanlah hukuman berupa terbunuh dan tertawan pada perang badar, disebabkan oleh pengingkaran kalian dan ulah-ulah kalian yang tidak ada yang melakukannya kecuali hanya orang-orang kafir yang mengingkari keesaan Allah dan risalah nabi mereka.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

innallażīna kafarụ yunfiqụna amwālahum liyaṣuddụ ‘an sabīlillāh, fa sayunfiqụnahā ṡumma takụnu ‘alaihim ḥasratan ṡumma yuglabụn, wallażīna kafarū ilā jahannama yuḥsyarụn

 36.  Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan mendurhakai rasulNya, mereka menginfakkan harta benda mereka memberikannya kepada orang-orang yang sepaham dengan mereka dari kalangan kaum musyrikin dan para pengikut kesesatan, untuk menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan mencegah kaum muminin dari beriman kepada Allah dan rasulNya. Mereka itu akan menginfakan harta mereka dalam usaha tersebut, kemudian akibat dari sumbangan mereka itu adalah penyesalan dan kerugian bagi mereka. Sebab sesungguhnya harta benda mereka itu akan lenyap, dan mereka tidak akan dapat menggapai apa yang mereka impi-impikan, yaitu untuk memadamkan cahaya Allah dan menghalangi (manusia) dari jalanNya, kemudian pada akhirnya kaum mukminin akan mengalahkan mereka.Dan orang-orang yang kafir akan dikumpulkan ke neraka jahanam lalu disiksa didalamnnya.

لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

liyamīzallāhul-khabīṡa minaṭ-ṭayyibi wa yaj’alal-khabīṡa ba’ḍahụ ‘alā ba’ḍin fa yarkumahụ jamī’an fa yaj’alahụ fī jahannam, ulā`ika humul-khāsirụn

 37.  supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.

Allah akan mengumpulkan dan menghinakan orang-orang yang kafir kepada tuhan mereka dan menginfakan harta benda mereka untuk menghambat manusia dari keimanan kepada Allah dan menghadang jalanNya, agar Allah memisahkan (golongan) mana yang buruk dan (golongan) mana yang baik, dan kemudian Allah menjadikan harta yang haram yang diinfakan untuk menghambat (manusia) dari jalan Allah sebagian berada di atas sebagian yang lain dengan bertumpuk-tumpuk lagi bersusun-susun, lalu Dia menjadikannya di neraka jahanam. Orang-orang kafir itulah orang-orang yang merugi di dunia dan di akhirat.

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ

qul lillażīna kafarū iy yantahụ yugfar lahum mā qad salaf, wa iy ya’ụdụ fa qad maḍat sunnatul-awwalīn

 38.  Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu”.

Katakanlah (wahai rasul), kepada orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dari kalangan kaum musyrikin dari kaummu bahwa bila mereka berhenti dari kekafiran dan permusuhannya kepada nabi dan kembali menuju keimanan kepada Allah semata dan tidak memerangi rasul dan kaum Mukminin, niscaya Allah akan mengampuni bagi mereka dosa-dosa mereka yang dahulu, sebab islam menutup apa (dosa) yang terjadi sebelumnya. Dan apabila kaum musyrikin itu kembali memerangimu (wahai rasul), setelah kekalahan yang kamu timpakan pada mereka pada hari perang badar, maka sungguh telah berlaku jalan (buruk) orang-orang dahulu. Yaitu bila, mereka mundustakan dan terus bertahan dengan penentangan mereka, maka kami akan menyegerakan pada mereka siksaan dan hukuman.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

wa qātilụhum ḥattā lā takụna fitnatuw wa yakụnad-dīnu kulluhụ lillāh, fa inintahau fa innallāha bimā ya’malụna baṣīr

 39.  Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

Dan perangilah oleh kalian (wahai kaum mukminin), kaum musyrikin sampai tidak ada lagi kesyirikan dan tindakan menutup jalan Allah dan tidak ada yang disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya, sehingga musibah akan terangkat dari hamba-hamba Allah di muka bumi, dan sehingga agama, ketaatan, dan ibadah hanya diperuntukan bagi Allah semata, bukan kepada selainNya. Apabila mereka berhenti dari mengganggu kaum mukminin dan dari kesyirikan kepada Allah, dan lalu mereka kembali menjadi pemeluk agama yang benar ini bersama kalian, maka sesungguhnya Allah tidaklah ada yang tersembunyi dari apa yang mereka perbuat, berupa meninggalkan kekafiran dan masuk ke dalam islam.

وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

wa in tawallau fa’lamū annallāha maulākum, ni’mal-maulā wa ni’man-naṣīr

 40.  Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Dan apabila kaum musyrikin berpaling dari seruan dakwah yang kalian serukan kepada mereka (wahai kaum mukminin), untuk beriman kepada Allah dan rasulNya, serta meninggalkan usaha memerangi kalian, namun mereka tetap menolak, terus bertahan di atas kekafiran dan tetap memerangi kalian, maka yakinlah kalian bahwa sesungguhnya Allah akan menolong dan memenangkan kalian atas musuh kalian.Dia lah sebaik-baik Dzat yang menolong dan membantu kemenangan bagi kalian dan bagi para kekasihNya atas musuh-musuh kalian.

۞ وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

wa’lamū annamā ganimtum min syai`in fa anna lillāhi khumusahụ wa lir-rasụli wa liżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wabnis-sabīli ing kuntum āmantum billāhi wa mā anzalnā ‘alā ‘abdinā yaumal-furqāni yaumaltaqal jam’ān, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

 41.  Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dan ketahuilah oleh kalian (wahai kaum mukminin, bahwa harta rampasan yang kalian dapatkan dari musuh kalian melalui jihad di jalan Allah, maka empat perlima bagiannya menjadi hak pasukan perang yang ikut serta dalam peperangan. Sedangkan seperlima bagian yang tersisa dibagi menjadi lima bagian; bagian pertama milik Allah dan rasulNya, untuk dipakai dalam urusan-urusan kemaslahatan umum bagi kaum muslimin, yang kedua bagi kaum kerabat rasulullah , yaitu bani hasyim dan bani muthalib. Dijadikanya bagi mereka seperlima bagian adalah sebagai ganti sedekah, sebab sedekah diharamkan bagi mereka. Dan bagian yang ketiga diperuntukan bagi anak-anak yatim yang ayahnya meninggal sedangkan usia mereka masih belum balig, yang keempat bagi orang-orang miskin yang tidak memiliki sesuatu untuk menutupi dan mencukupi kebutuhan mereka, dan bagi yang kelima bagi orang musafir yang kehabisan bekal perjalanan. (semua itu) bila kalian mengakui keesaan Allah, lagi taat kepadaNya, serta beriman dengan apa yang diturunkan Allah pada hambaNya, Muhammad , berupa ayat-ayat, bantuan, dan pertolongan pada hari Allah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan dalam perang badar, yaitu hari ketika golongan kaum mukminin berhadapan dengan golongan kaum musyrikin. Dan Allah mahakuasa atas segala sesuatu, dan tidak ada sesuatupun yang dapat melemahkanNya.

إِذْ أَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوَىٰ وَالرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنْكُمْ ۚ وَلَوْ تَوَاعَدْتُمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِي الْمِيعَادِ ۙ وَلَٰكِنْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ

iż antum bil-‘udwatid-dun-yā wa hum bil-‘udwatil-quṣwā war-rakbu asfala mingkum, walau tawā’attum lakhtalaftum fil-mī’ādi wa lākil liyaqḍiyallāhu amrang kāna maf’ụlal liyahlika man halaka ‘am bayyinatiw wa yaḥyā man ḥayya ‘am bayyinah, wa innallāha lasamī’un ‘alīm

 42.  (Yaitu di hari) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada di bawah kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar Dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan, yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

dan ingatlah oleh kalian ketika kalian berada di sisi lembah yang lebih dekat dengan Madinah, sedang musuh kalian menempati bagian lembah yang jauh, sementara kafilah dagang berada di bawah kalian menuju tepi pantai laut merah. Kalau saja kalian telah menetapkan waktu untuk berhadapan (untuk peperangan ini) pastilah kalian akan menyalahi perjanjian. Akan tetapi, Allah mengumpulkan kalian tanpa ada kesepakatan sebelumnya, supaya Allah merealisasikan ketetapan perkara yang mesti terlaksana, guna menolong para pembelaNya, dan menghinakan musuh-musuhNya dengan menjadi korban dan tawanan. Dan yang demikian itu, agar menjadi binasa orang yang binasa dari mereka dengan hujjah Allah yang telah tegak jelas baginya lalu ia melihatnya lansung dan memutus udzur baginya. Dan agar hidup orang yang hidup dengan hujjah Allah yang telah datang dengan kuat dan tampak jelas baginya, dan sesungguhnya Allah Maha mendengar ucapan-ucapan dua belah pihak, tidak ada yang samar sesuatupun bagiNya, dan Dia Maha mengetahui dari niat-niat mereka dan perbuatan-perbuatan mereka.

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلًا ۖ وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

iż yurīkahumullāhu fī manāmika qalīlā, walau arākahum kaṡīral lafasyiltum wa latanāza’tum fil-amri wa lākinnallāha sallam, innahụ ‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr

 43.  (yaitu) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

Dan ingatlah wahai nabi, ketika Allah memperlihatkan sedikitnya jumlah musuhmu dalam mimpimu, dan kemudian kamu memberitahukan itu kepada kaum mukminin, sehingga hati mereka menjadi teguh dan mereka berani menyongsong peperangan menghadapi musuh mereka. Dan seandainya tuhanmu memperlihatkan kepadamu banyaknya jumlah mereka, tentulah sahabat-sahabatmu akan maju mundur dalam menghadapi mereka, kalian menjadi takut serta bersilang pendapat dalam perkara memerangi mereka. Akan tetapi, Allah menyelamatkan kalian dari kegagalan dan menjauhkan kalian dari dampak buruknya. Sesungguhnya Dia maha mengetahui rahasia-rahasia yang tersembunyi di dalam hati dan tabiat-tabiat jiwa-jiwa manusia.

وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ الْتَقَيْتُمْ فِي أَعْيُنِكُمْ قَلِيلًا وَيُقَلِّلُكُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا ۗ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

wa iż yurīkumụhum iżiltaqaitum fī a’yunikum qalīlaw wa yuqallilukum fī a’yunihim liyaqḍiyallāhu amrang kāna maf’ụlā, wa ilallāhi turja’ul-umụr

 44.  Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanyalah kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.

Dan ingatlah juga ketika musuh sudah muncul ke medan perangan, lalu kalian melihat mereka berjumlah sedikit, sehingga kalian pun berani melawan mereka. Dan Allah menampakan kalian berjumlah sedikit pada pandangan mata mereka, supaya mereka meremehkan persiapan untuk memerangi kalian, karena Allah hendak menetapkan satu perkara yang harus terlaksana, lalu terwujudlah janji Allah bagi kalian dengan datangnya pertolongan dan kemenangan. Kemudian kalimat Allah menjadi paling tinggi dan slogan orang-orang kafir menjadi yang paling rendah. Dan kepada Allah semua urusan kembali, lalu Dia memberikan balasan bagi masing-masing orang dengan apa yang berhak di terimanya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

yā ayyuhallażīna āmanū iżā laqītum fi`atan faṡbutụ ważkurullāha kaṡīral la’allakum tufliḥụn

 45.  Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila kalian berhadapan dengan golongan dari pengikut kekafiran yang sungguh-sungguh telah bersiap memerangi kalian, maka bertahanlah kalian dan jangan mundur dari mereka. Dan ingatlah Allah banyak-banyak dengan memohon diturunkannya pertolongan pada kalian dan kemenangan atas musuh kalian, agar kalian beruntung.

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

wa aṭī’ullāha wa rasụlahụ wa lā tanāza’ụ fa tafsyalụ wa taż-haba rīḥukum waṣbirụ, innallāha ma’aṣ-ṣābirīn

 46.  Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Dan berpegang teguhlah kalian untuk taat kepada Allah dan taat kepada rasulNya dalam seluruh keadaan kalian, dan janganlah kalian saling bersilang pendapat diantara kalian sehingga tercerai berai persatuan kalian dan bertentangan isi hati kalian, sehingga kalian akan melemah serta kekuatan dan kemenangan kalian akan sirna.Dan bersabarlah ketika mengahadpi musuh. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar dengan bantuan, pertolongan dan dukunganNya, serta tidak akan menelantarkan mereka.

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

wa lā takụnụ kallażīna kharajụ min diyārihim baṭaraw wa ri`ā`an-nāsi wa yaṣuddụna ‘an sabīlillāh, wallāhu bimā ya’malụna muḥīṭ

 47.  Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang musyrik yang telah keluar meninggalkan negeri mereka dalam keadaan sombong dan riya, untuk menghalang-halangi manusia dari masuk ke dalam agama Allah. Dan Allah meliputi segala yang mereka perbuat, tidak ada yang terlewatkan olehNya sesuatupun.

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

wa iż zayyana lahumusy-syaiṭānu a’mālahum wa qāla lā gāliba lakumul-yauma minan-nāsi wa innī jārul lakum, fa lammā tarā`atil-fi`atāni nakaṣa ‘alā ‘aqibaihi wa qāla innī barī`um mingkum innī arā mā lā tarauna innī akhāfullāh, wallāhu syadīdul-‘iqāb

 48.  Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

Dan ingatlah oleh kalian ketika setan memperindah pandangan kaum musyrikin terhadap motivasi mereka datang dan apa yang hendak mereka perbuat. Ia berkata kepada mereka, ” tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkan kalian hari ini. Dan sesungguhnya aku akan menjadi penolong bagi kalian.” maka ketika dua pasukan telah saling berhadapan; yaitu kaum musyrikin beserta setan mereka dan kaum muslimin bersama para malaikat, setan mundur kabur kebelakang, sambil berkata kepada kaum musyrikin, ”sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian dan sesungguhnya aku melihat apa yang kalian tidak lihat, yatu para malaikat yang datang sebagai bala bantuan bagi kaum muslimin. Dan sesungguhnya aku takut kepada Allah.” maka setan membiarkan mereka dan berlepas diri dari mereka. Dan Allah maha dahsyat siksaanNya bagi orang-orang yang durhaka kepadaNya dan tidak bertaubat dengan taubat nasuha.

إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ غَرَّ هَٰؤُلَاءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

iż yaqụlul-munāfiqụna wallażīna fī qulụbihim maraḍun garra hā`ulā`i dīnuhum, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa innallāha ‘azīzun ḥakīm

 49.  (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Dan ingatlah oleh kalian ketika orang-orang yang dipenuhi keraguan dan kemunafikan dan orang-orang yang memiliki hati yang sakit, dan mereka melihat jumlah kaum muslimin yang sedikit dan banyak jumlah musuh mereka berkata, ”Kaum muslimin terpedaya oleh agama mereka, sehingga mengantarakan mereka ke tempat-tempat ini.” Orang-orang munafik tidak tahu bahwa sesungguhnya orang yang bertawakal dan yakin dengan janjiNya, maka sesungguhnya Allah tidak akan menelantarkannya dan sesungguhnya Allah Mahaperkasa, tidak dapat dilemahkan oleh apapun, lagi maha bijaksana dalam pengaturan dan tindakanNya.

وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

walau tarā iż yatawaffallażīna kafarul-malā`ikatu yaḍribụna wujụhahum wa adbārahum, wa żụqụ ‘ażābal-ḥarīq

 50.  Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).

Seandainya kamu (wahai rasul) menyaksikan langsung bagaimana para malaikat mencabut nyawa-nyawa orang-orang kafir dan menariknya, mereka memukuli wajah-wajah orang-orang kafir ketika mereka maju, dan memukuli punggung-punggung mereka ketika melarikan diiri dan seraya berkata kepada mereka, ”Rasakanlah siksaan yang membakar ini,” tentulah kamu menyaksikan perkara yang sangat menakutkan.Dan rangkaian redaksi ayat ini, sekalipun sebabnya adalah perang badar, tetapi ia berlaku umum pada setiap orang kafir.

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

żālika bimā qaddamat aidīkum wa annallāha laisa biẓallāmil lil-‘abīd

 51.  Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya,

Balasan (kekalahan) yang menimpa kalian wahai kaum musyrikin di perang badar itu disebabkan oleh perbuatan-perbuatan buruk mereka sendiri, dan Allah tidak menzhalimi siapapun dari makhlukNya sebesar biji sawi sekalipun.Akan tetapi, itu merupakan keputusan adil yang tidak ada unsur kecurangan padanya.

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ

kada`bi āli fir’auna wallażīna ming qablihim, kafarụ bi`āyātillāhi fa akhażahumullāhu biżunụbihim, innallāha qawiyyun syadīdul-‘iqāb

 52.  (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.

Sesungguhnya apa yang menimpa kaum musyrikin pada hari itu merupakan sunnatullah dalam menghukum orang-orang yang berbuat melampaui batas dari umat-umat terdahulu, semisal fir’aun dan orang-orang zhalim sebelumnya, ketika mereka mendustakan rasul-rasul Allah dan mengingkari ayat-ayatNya.Sesungguhnya Allah menimpakan pada mereka siksaanNya disebabkan dosa-dosa mereka. Sesunggguhnya Allah mahakuat, tidak dapat dipaksa, amat dahsyat siksaanNya bagi orang-orang yang mendurhakaiNya dan tidak bertaubat dari dosanya.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

żālika bi`annallāha lam yaku mugayyiran ni’matan an’amahā ‘alā qaumin ḥattā yugayyirụ mā bi`anfusihim wa annallāha samī’un ‘alīm

 53.  (Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Balasan buruk tersebut, karena sesungguhnya Allah ketika melimpahkan kenikmatan tercurah pada suatu kaum, Dia sekali-kali tidak akan mencabutnya dari mereka sampai mereka sendiri mengubah keadaan mereka yang baik menuju keadaan buruk, dan sesungguhnya Allah maha mendengar ucapan-ucapan makhlukNya, maha mengetahui terhadap segala kondisi mereka, dan Dia akan membalas kepada mereka sesuai dengan apa yang ditentukan ilmuNya dan kehendakNya.

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ ۚ وَكُلٌّ كَانُوا ظَالِمِينَ

kada`bi āli fir’auna wallażīna ming qablihim, każżabụ bi`āyāti rabbihim fa ahlaknāhum biżunụbihim wa agraqnā āla fir’aụn, wa kullung kānụ ẓālimīn

 54.  (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim.

Perumpamaan orang-orang kafir dalam hal tersebut adalah seperti fir’aun dan para pengikutnya yang mendustakan Musa , dan seperti orang-orang yang mendustakan rasul-rasul mereka dari umat-umat dahulu, lalu Allah membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosa mereka, dan Allah menenggelamkan fir’aun dan bala tentaranya di laut. Dan setiap dari mereka telah melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya ia perbuat, berupa pendustaan terhadap rasul-rasul Allah, pengingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah, dan kesyirikan mereka dalam beribadah kepada selainNya.

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

inna syarrad-dawābbi ‘indallāhillażīna kafarụ fa hum lā yu`minụn

 55.  Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman.

Sesungguhnya makhluk terburuk yang berjalan di muka bumi di sisi Allah adalah orang-orang kafir yang bertahan di atas kekafiran. Mereka tidak membenarkan utusan-utusan Allah, tidak mengakui keesaan Allah, dan tidak mengikuti syari’atNya.

الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ

allażīna ‘āhatta min-hum ṡumma yangquḍụna ‘ahdahum fī kulli marratiw wa hum lā yattaqụn

 56.  (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).

Diantara manusia-manusia terburuk tersebut adalah bangsa yahudi yang sepakat denganmu menjalin hubungan perdamaian untuk tidak memerangimu dan tidak mendukung siapapun untuk melawanmu. Tetapi kemudian mereka melanggar isi perjanjian mereka berulang-ulang kali dan mereka tidak takut kepada Allah.

فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِمْ مَنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

fa immā taṡqafannahum fil-ḥarbi fa syarrid bihim man khalfahum la’allahum yażżakkarụn

 57.  Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.

Apabila kamu menghadapi orang-orang yang melanggar perjanjian dan kesepakatan dalam suatu pertempuran, maka timpakanlah pada mereka serangan yang dapat menghujamkan rasa ketakutan di dalam hati orang-orang selain mereka dan mencerai beraikan kelompok mereka, mudah-mudahan mereka mau mengambil pelajaran, sehingga mereka tidak lagi berani bertindak serupa dengan perbuatan yang telah dilakukan para pendahulu mereka.

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ

wa immā takhāfanna ming qaumin khiyānatan fambiż ilaihim ‘alā sawā`, innallāha lā yuḥibbul-khā`inīn

 58.  Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.

Dan bila kamu (wahai rasul), mengkhawatirkan adanya pengkhianatan dari suatu kaum yang telah tampak gejala-gejalanya, maka lemparkan saja perjanjian itu kepada mereka, agar kedua belah pihak sama-sama mengetahui bahwa sudah tidak ada perjanjian yang berlaku lagi setelah hari ini. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat dalam perjanjian-perjanjian lagi melanggar perjanjian dan kesepakatan.

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ

wa lā yaḥsabannallażīna kafarụ sabaqụ, innahum lā yu’jizụn

 59.  Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).

Dan janganlah menyangka orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah bahwa mereka akan lolos dan selamat dan bahwasannya Allah tidak berkuasa atas mereka. Sesungguhnya mereka tidak lepas dari siksaan Allah.

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

wa a’iddụ lahum mastaṭa’tum ming quwwatiw wa mir ribāṭil-khaili tur-hibụna bihī ‘aduwwallāhi wa ‘aduwwakum wa ākharīna min dụnihim, lā ta’lamụnahum, allāhu ya’lamuhum, wa mā tunfiqụ min syai`in fī sabīlillāhi yuwaffa ilaikum wa antum lā tuẓlamụn

 60.  Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Dan persiapkanlah (wahai kaum muslimin), untuk menghadapi musuh-musuh kalian, semua yang dapat kalian perbuat dalam jumlah dan perlengkapan militer, supaya kalian bisa memasukan dengan itu rasa ketakutan di hati musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian yang senantiasa menunggu-nunggu kesempatan menghabisi kalian, dan juga kalian dapat menakut-nakuti orang-orang lain yang belum menampakan api permusuhan kepada kalian sekarang. Akan tetapi Allah mengetahui mereka dan mengetahui apa yang mereka tutup-tutupi dalam hati mereka. Dan apa saja yang kalian keluarkan baik harta benda atau lainnya di jalan Allah sedikit ataupun banyak, Allah akan memberikan ganti bagi kalian di dunia dan menyimpan pahala amalan itu bagi kalian hingga hari kiamat, sedang kalian tidak mengalami pengurangan dari pahala amalan itu sedikitpun.

۞ وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

wa in janaḥụ lis-salmi fajnaḥ lahā wa tawakkal ‘alallāh, innahụ huwas-samī’ul-‘alīm

 61.  Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dan bila mereka condong untuk meninggalkan peperangan dan berkeinginan untuk menjalin perdamian dengan kalian, maka condonglah kepada hal itu (wahai nabi), dan serahkan urusanmu kepada Allah dan percayalah kepadaNya. Sesungguhnya Dia maha mendengar ucapan-ucapan mereka lagi mahamengetahui niat-niat mereka.

وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ ۚ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ

wa iy yurīdū ay yakhda’ụka fa inna ḥasbakallāh, huwallażī ayyadaka binaṣrihī wa bil-mu`minīn

 62.  Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin,

dan apabila orang-orang yang menjalin perdamaian denganmu bermaksud melakukan makar buruk terhadapmu, maka sesungguhnya Allah akan melindungimu dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Dzat yang mendatangkan kemenangan padamu dan menguatkanmu dengan kaum mukminin dari kalangan kaum muhajirin dan anshar.

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

wa allafa baina qulụbihim, lau anfaqta mā fil-arḍi jamī’am mā allafta baina qulụbihim wa lākinnallāha allafa bainahum, innahụ ‘azīzun ḥakīm

 63.  dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.

Dan mengumpulkan hati-hati kalian setelah setelah berpecah belah. Sekiranya kamu mengeluarkan seluruh kekayaan dunia untuk menyatukan hati mereka, tentulah kamu tidak mampu mencapai jalan menuju ke sana. Akan tetapi, Allah lah yang telah memadukan hati mereka di atas keimannan , sehingga mereka menjadi orang-orang bersaudara yang saling mencintai. Sesungguhnya Dia mahaperkasa dalam kekuasaannNya, lagi maha bijaksana dalam perintah dan pengaturanNya.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

yā ayyuhan-nabiyyu ḥasbukallāhu wa manittaba’aka minal-mu`minīn

 64.  Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.

Wahai nabi, sesungguhnya Allah akan mencukupimu dan mencukupi orang-orang mukmin yang bersamamu dari keburukan musuh-musuh mereka.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

yā ayyuhan-nabiyyu ḥarriḍil-mu`minīna ‘alal-qitāl, iy yakum mingkum ‘isyrụna ṣābirụna yaglibụ mi`ataīn, wa iy yakum mingkum mi`atuy yaglibū alfam minallażīna kafarụ bi`annahum qaumul lā yafqahụn

 65.  Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

Wahai nabi, doronglah orang-orang yang beriman kepadamu untuk berperang. Jika dari kalian ada duapuluh orang yang teguh bersabar ketika menghadpi musuh, niscaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang dari mereka (musuh). lalu bila dari kalian ada seratus mujahid yang teguh bersabar, niscaya mereka akan mengalahkan seribu orang dari orang-orang kafir. Hal itu karena mereka itu (kaum kafir) adalah orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan dan tidak memiliki pemahaman sedikitpun tentang kenikmatan yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalanNya. sedang mereka berperang demi meraih martabat tinggi di dunia dan melakukan kerusakan di dalamnya.

الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا ۚ فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

al-āna khaffafallāhu ‘angkum wa ‘alima anna fīkum ḍa’fā, fa iy yakum mingkum mi`atun ṣābiratuy yaglibụ mi`ataīn, wa iy yakum mingkum alfuy yaglibū alfaini bi`iżnillāh, wallāhu ma’aṣ-ṣābirīn

 66.  Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

Sekarang, Allah telah meringankan kewajiban dari kalian wahai kaum mukminin, karena pada diri kalian terdapat kelemahan. maka apabila dari kalian ada serratus orang teguh bersabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir. Dan apabila dari kalian terdapat seribu orang, niscaya akan sanggup mengalahkan dua ribu orang dari mereka dengan izin Allah .Dan Allah bersama orang-orang yang bersabar dengan dukungan dan pertolonganNya.

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

mā kāna linabiyyin ay yakụna lahū asrā ḥattā yuṡkhina fil-arḍ, turīdụna ‘araḍad-dun-yā wallāhu yurīdul-ākhirah, wallāhu ‘azīzun ḥakīm

 67.  Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tidak sepatutnya bagi nabi, untuk memiliki tawanan perang dari musuh-musuhnya sampai ia benar-benar mengambil tindakan tegas dalam membunuh mereka, untuk menenamkan rasa takut ke dalam hati mereka dan menancapkan tonggak-tonggak agama. Kalian menghendaki (wahai kaum muslimin) untuk mengambil tebusan dari para tawanan perang badar berupa kekayaan dunia, padahal Allah menghendaki untuk menampakkan agamaNya yang menjadi sarana mencapai akhirat. Dan Allah mahaperkasa yang tidak terkalahkan, juga mahabijaksana dalam aturan syari’atNya.

لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

lau lā kitābum minallāhi sabaqa lamassakum fīmā akhażtum ‘ażābun ‘aẓīm

 68.  Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil.

Seandainya tidak ada kitab dari Allah yang telah berjalan qadha dan qadar di atas ketetapan itu untuk menghalalkan harta rampasan dan diperbolehkannya tebusan terhadap tawanan bagi umat ini, pastilah akan menimpa kalian siksaan di sebabkan kalian mengambil harta rampasan perang dan uang tebusan sebelum turun aturan syariat tentang dua perkara tersebut.

فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

fa kulụ mimmā ganimtum ḥalālan ṭayyibaw wattaqullāh, innallāha gafụrur raḥīm

 69.  Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

maka makanlah dari hasil harta rampasan perang dan tebusan tawanan itu, karena ia halal lagi baik, dan peliharalah hukum-hukum agama Allah dan ajaran-ajaran syariatNya. Sesungguhnya Allah maha pengampun terhadap hamba-hambaNya lagi maha penyayang terhadap mereka.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

yā ayyuhan-nabiyyu qul liman fī aidīkum minal-asrā iy ya’lamillāhu fī qulụbikum khairay yu`tikum khairam mimmā ukhiża mingkum wa yagfir lakum, wallāhu gafụrur raḥīm

 70.  Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu”. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Wahai Nabi, katakanlah kepada orang-orang yang kalian tawan dalam perang Badar, “janganlah kalian putus harapan terhadap uang tebusan yang diambil dari kalian. Sebab bila Allah mengetahui di dalam hati kalian ada kebaikan, niscaya dia akan memberikan sesuatu kepada kalian yang lebih baik dari apa yang diambil dari kalian dari harta dengan melapangkan dada kalian dengan keutamaanNya yang baik serta banyak (sungguh Allah telah memenuhi janjiNya bagi Abbas rodiyallohu ‘anhu dan yang lainnya) dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Dan Allah maha pengampun terhadap dosa-dosa hamba-hambaNya bila mereka bertaubat, juga Maha penyayang terhadap mereka.

وَإِنْ يُرِيدُوا خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

wa iy yurīdụ khiyānataka fa qad khānullāha ming qablu fa amkana min-hum wallāhu ‘alīmun ḥakīm

 71.  Akan tetapi jika mereka (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dan apabila orang-orang yang akan kamu lepaskan penawaran mereka dari para tawanan itu (wahai Nabi), hendak berhianat kepadamu sekali lagi, maka janganlah kamu berputus asa, sesungguhnya mereka telah berhianat kepada Allah sebelummya dan memerangimu, kemudian Allah memenangkanmu atas mereka. Dan Allah maha mengetahui apa yang disimpan oleh hati-hati manusia, juga Mahabijaksana dalam mengatur urusan-urusan hamba-hambaNya.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

innallażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ bi`amwālihim wa anfusihim fī sabīlillāhi wallażīna āwaw wa naṣarū ulā`ika ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ, wallażīna āmanụ wa lam yuhājirụ mā lakum miw walāyatihim min syai`in ḥattā yuhājirụ, wa inistanṣarụkum fid-dīni fa ‘alaikumun-naṣru illā ‘alā qaumim bainakum wa bainahum mīṡāq, wallāhu bimā ta’malụna baṣīr

 72.  Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, juga berhijrah ke negri islam atau ke negri yang memungkinkan mereka untuk beribadah kepada Tuhan mereka, dan berjihad di jalanNya dengan harta dan jiwa, dan orang-orang yang menerima kaum muhajirin di tempat- tempat tinggal mereka, dan mereka memberi kesamaan dengan mereka dengan harta benda mereka, dan membela agama Allah, mereka itu sebagian dari mereka menjadi pembela sebagian yang lain. Sedangkan orang-orang yang telah beriman, namun belum berhijrah dari negri kafir, maka tidaklah kalian terbebani untuk melindungi mereka dan menolong mereka, hingga mereka berhijrah. Apabila mereka mengalami tindakan kezhaliman dari orang-orang kafir, lalu mereka meminta pertolongan kepadamu maka penuhilah permintaan mereka, kecuali meminta untuk melawan kaum yang antara kalian dan mareka ada jalinan perjanjian yang kuat yang tidak mereka langgar. Dan Allah maha melihat amal perbuatan kalian, dia akan membalas masing-masing orang sesuai dengan niat dan amalnya.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

wallażīna kafarụ ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ, illā taf’alụhu takun fitnatun fil-arḍi wa fasādung kabīr

 73.  Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

Dan orang-orang kafir, sebagian mereka menjadi pembela sebagian yang lain. Dan kalian wahai kaum mukminin, bila tidak menjadi pembela bagi sebagian yang lain, niscaya munculah di muka bumi fitnah bagi kaum mukminin yang menjauhkan mereka dari agama Allah dan timbul kerusakan yang merajarela dengan adanya hambatan menuju jalan Allah dan menguatkan tiang-tiang penyangga kekafiran.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

wallażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi wallażīna āwaw wa naṣarū ulā`ika humul-mu`minụna ḥaqqā, lahum magfiratuw wa rizqung karīm

 74.  Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan mereka meninggalkan negri mereka, bermaksud mendatangi negeri islam, atau negeri yang memungkinkan mereka untuk melakasanakn ibadah kepada tuhan mereka di sana, dan berjihad untuk meninggikan kalimat Allah dan orang-orang yang menolong saudara-saudara mereka dari kaum muhajirin dan memberikan tempat tinggal serta berbagi dengan mereka dengan harta dan dukungan, mereka itulah orang-orang mukmin sejati yang sebenarnya. Bagi mereka ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan rizki baik lagi luas di surga na’im.

وَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْ بَعْدُ وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا مَعَكُمْ فَأُولَٰئِكَ مِنْكُمْ ۚ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

wallażīna āmanụ mim ba’du wa hājarụ wa jāhadụ ma’akum fa ulā`ika mingkum, wa ulul-ar-ḥāmi ba’ḍuhum aulā biba’ḍin fī kitābillāh, innallāha bikulli syai`in ‘alīm

 75.  Dan orang-orang yang beriman sesudah itu kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dan orang-orang yang beriman setelah kaum muhajirin dan Anshar, mereka berhijrah dan berjihad bersama kalian di jalan Allah, maka mereka itu termasuk dari golongan kalian (wahai kaum mukminin); mereka mendapatkan hak yang sama dengan yang kalian terima dan mereka menanggung kewajiban yang sama dengan yang menjadi tanggungan kalian. Dan orang-orang yang saling memiliki hubungan kekerabatan, sebagian mereka lebih berhak kepada yang lain dalam urusan warisan yang ada di dalam hukum Allah dibandingkan orang-orang muslim pada umumnya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu, mengetahui apa-apa yang bermaslahat bagi hamba hambaNya seperti penetapan hak mewarisi bagi sebagian dari sebagian yang lain yang terkait hubungan kerabat dan pernasaban, bukan saling mewarisi atas dasar sumpah, dan hubungan lainya, yang dahulu terjadi pada permulaan perkembangan islam.

Related: Surat at-Taubah Arab-Latin, Surat Yunus Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Hud, Terjemahan Tafsir Surat Yusuf, Isi Kandungan Surat ar-Ra’d, Makna Surat Ibrahim

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al Anfal Al Anfal Surat Q.s Al Anfal Surat Al Anfa Ayat 72 Dengan Latinnya Alquran Surat Al Anfal