Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Anfal Ayat 59

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ

Arab-Latin: Wa lā yaḥsabannallażīna kafarụ sabaqụ, innahum lā yu'jizụn

Terjemah Arti: Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Dan janganlah menyangka orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah bahwa mereka akan lolos dan selamat dan bahwasannya Allah tidak berkuasa atas mereka. Sesungguhnya mereka tidak lepas dari siksaan Allah.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

59. Jangan sekali-kali orang-orang kafir mengira bahwa mereka akan lepas dan selamat dari hukuman Allah. Karena mereka tidak akan pernah lepas dan selamat dari hukuman-Nya. Dia pasti dapat menjangkau dan menyusul mereka.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

59. وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَبَقُوٓا۟ ۚ (Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos)
Yakni jangan menganggap bahwa mereka telah lolos dan Kami tidak dapat memenangkan kamu saat melawan mereka.

إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُون(Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah))
Yakni meskipun mereka dapat selamat di peperangan ini namun Kami akan menyusul mereka dengan azab yang tidak akan bisa mereka tolak.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

59 Janganlah orang-orang yang kafir yang selamat dari terbunuh dan terkena azab pada peperangan Badr itu mengira bahwa mereka akan lolos dari kekuasaan Allah sehingga bebas dari azab, namun Allah akan membalas kekufuran mereka pada waktu yang tepat. Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan Allah. Ayat ini turun untuk Yahudi Madinah, ketua mereka adalah pemberontak Ka’ab bin Asyraf, layaknya Abu Jahal sebagai pemimpin musyrik Makkah

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Ada yang berpendapat, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang kafir yang lolos (melarikan diri) dari perang Badar. Allah Ta’ala memiliki hikmah yang dalam mengapa Dia memberi tangguh mereka dan tidak segera menghukum mereka, yang di antara hikmah-Nya adalah menguji hamba-hamba-Nya yang mukmin dan menambahkan kepada mereka ketaatan kepada-Nya sehingga mereka dapat mencapai tempat dan kedudukan yang tinggi.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Melihat perilaku buruk mereka itulah, Allah mengancam dengan firman-Nya pada ayat ini. Dan janganlah orang-orang kafir itu, baik yahudi bani quraidhah, sesuai konteks ayat ini, maupun siapa saja yang merusak perjanjian dan pengkhianatan, mengira bahwa mereka akan dapat lolos menyelamatkan diri dari kekuasaan atau azab Allah sebagai akibat dari sikap pengkhianatan tersebut. Sungguh, mereka tidak dapat melemahkan Allah atau menghindar dari pengawasan-Nya; dan Allah pasti membalasnya dengan balasan yang setimpal. Rangkaian ayat ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa siapa saja yang berlaku khianat dan merusak perjanjian akan menerima laknat Allah, bahkan seandainya ia beragama islam sekalipun. Karena itu, pengkhianatan dalam konteks apa pun dan dengan alasan apa pun tidak dibenarkan dalam agama. Usai memerintahkan agar nabi Muhammad memberi tindakan keras bahkan sampai mengusir yahudi bani quraidhah yang telah merusak perjanjian, maka ayat ini memerintahkan agar mempersiapkan kekuatan semaksimal mungkin untuk menghadapi kemungkinan buruk atau balas dendam dari mereka. Dan karena itu, persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka yang terbukti secara nyata memusuhi islam, dengan mengerahkan kekuatan apa saja yang kalian miliki dan dari pasukan berkuda yang memang dipersiapkan untuk berperang. Persiapan kekuatan secara maksimal tersebut bertujuan agar dapat menggentarkan musuh Allah, musuh kalian dan juga untuk menggentarkan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya baik disebabkan oleh kemunafikannya maupun musuh-Musuh islam yang belum tampak permusuhannya; tetapi Allah senantiasa mengetahuinya, kapan dan di mana saja. Disebabkan sebuah perjuangan di jalan Allah itu membutuhkan biaya besar, maka redaksi berikutnya berisi anjuran untuk mengeluarkan infak: apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup bahkan berlipat ganda asalkan ikhlas kepada kalian dan kalian tidak akan dizalimi, yakni dirugikan atau dikurangi sedikit pun balasan kebaikannya.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Anfal Ayat 60 Arab-Latin, Surat Al-Anfal Ayat 61 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Anfal Ayat 62, Terjemahan Tafsir Surat Al-Anfal Ayat 63, Isi Kandungan Surat Al-Anfal Ayat 64, Makna Surat Al-Anfal Ayat 65

Category: Surat Al-Anfal

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!