Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Anfal Ayat 22

۞ إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Arab-Latin: Inna syarrad-dawābbi 'indallāhiṣ-ṣummul-bukmullażīna lā ya'qilụn

Terjemah Arti: Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang berjalan di muka bumi di sisi Allah, (dari makhluk-makhluk Allah) adalah manusia-manusia tuli yang telinga-telinga mereka tertutup rapat untuk mendengar kebenaran, sehingga tidak dapat mendengarnya, manusia bisu yang mulut-mulut mereka terkunci untuk mengatakan kebenaran, sehingga tidak dapat mengucapkannya.Mereka itu adalah orang-orang yang tidak memahami perintah dan larangan dari Allah.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

22. Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang ada di muka bumi ini menurut Allah ialah orang-orang tuli yang tidak bisa mendengar kebenaran dengan pendengaran yang membuatnya bisa menerimanya dan orang-orang bisu yang tidak mau menyerukannya. Mereka itulah orang-orang yang tidak bisa memahami perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

22. إِنَّ شَرَّ الدَّوَآبِّ (Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya)
Yakni makhluk yang merayap di tanah.

عِندَ اللهِ(pada sisi Allah ialah)
Yakni dalam hukum Allah.

الصُّمُّ الْبُكْمُ(orang-orang yang pekak dan tuli)
Yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat berbicara.
Mereka disifati seperti itu padahal mereka mampu mendengar dan berbicara karena mereka tidak memanfaatkan pendengaran dan kemampuan bicara mereka.

الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ (yang tidak mengerti apa-apapun)
Yakni tidak memahami apa yang bermanfaat bagi mereka untuk mereka datangi, dan tidak memahami apa yang berbahaya bagi mereka untuk mereka jauhi; maka mereka lebih buruk daripada hewan melata di sisi Allah, karena hewan dapat sedikit membedakan apa yang bermanfaat dan yang berbahaya bagi dirinya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

22 Sesungguhnya binatang/makhluk yang paling buruk di sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli dari mendengarkan kebenaran. Juga mereka yang tidak mampu mengatakan kebenaran, mereka yang tidak amu berfikir dan tidak mau memahami apa yang bermanfaat dan mana yang buruk baginya.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Maksudnya manusia yang paling buruk di sisi Allah ialah yang tidak mau mendengar, menuturkan dan memahami kebenaran. Ayat-ayat dan peringatan sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka. Mereka ini disebut Allah sebagai orang-orang yang tidak mengerti, yakni tidak mengerti hal yang bermanfaat bagi mereka, dan tidak mengutamakannya di atas madharrat. Mereka ini di sisi Allah lebih buruk dari semua makhluk bergerak, karena Alah Ta’ala telah memberikan mereka pendengaran, penglihatan dan hati agar mereka menggunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan menaati-Nya, namun mereka menggunakannya untuk maksiat sehingga terhalang dari banyak kebaikan. Mereka sesungguhnya dapat mendengar, akan tetapi tidak masuk ke dalam hati, mereka hanya mendengar sesuatu yang menjadi hujjah atas mereka, dan mereka tidak mendengar sesuatu yang bermanfaat bagi mereka karena Alah mengetahui bahwa dalam hati mereka tidak ada kebaikan sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Ayat ini secara tidak langsung menyindir orang-orang yang mendengar tuntunan agama tetapi enggan mengamalkannya, yaitu dengan mengingatkan bahwa sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk, termasuk manusia, dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli, sehingga tidak dapat mendengar tuntunan dan memahami kebenaran, dan bisu sehingga tidak dapat berbicara, yaitu orang-orang yang tidak mengerti. Mereka memang tidak mau mendengar, mengatakan, dan memikirkan yang benar. Masih berkaitan dengan mereka yang tidak mendengar dan tidak menggunakan akalnya, ayat ini menegaskan sekiranya Allah berkehendak mengetahui dengan ilmu-Nya yang azali, bahwa ada keinginan untuk menerima dan mengamalkan kebaikan pada mereka, tentu dia jadikan mereka dapat mendengar sehingga memperoleh hidayah. Pengandaian dalam ayat ini bukan berarti Allah tidak tahu, tetapi Allah mahatahu bahwa pada mereka tidak ada kebaikan. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar dan memahamai kebenaran, niscaya mereka akan tetap meninggalkan juga apa yang mereka dengar itu, dan mereka dalam keadaan memalingkan diri dari kebenaran, sebab mereka telah dikuasai hawa nafsu.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Anfal Ayat 23 Arab-Latin, Surat Al-Anfal Ayat 24 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Anfal Ayat 25, Terjemahan Tafsir Surat Al-Anfal Ayat 26, Isi Kandungan Surat Al-Anfal Ayat 27, Makna Surat Al-Anfal Ayat 28

Category: Surat Al-Anfal

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!