Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al-Anfal Ayat 57

فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِمْ مَنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Arab-Latin: Fa immā taṡqafannahum fil-ḥarbi fa syarrid bihim man khalfahum la'allahum yażżakkarụn

Terjemah Arti: Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Apabila kamu menghadapi orang-orang yang melanggar perjanjian dan kesepakatan dalam suatu pertempuran, maka timpakanlah pada mereka serangan yang dapat menghujamkan rasa ketakutan di dalam hati orang-orang selain mereka dan mencerai beraikan kelompok mereka, mudah-mudahan mereka mau mengambil pelajaran, sehingga mereka tidak lagi berani bertindak serupa dengan perbuatan yang telah dilakukan para pendahulu mereka.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

57. Jika kamu -wahai Rasul- berhadapan dengan orang-orang yang suka melanggar janji-janji mereka itu di medan perang, maka seranglah mereka dengan serangan yang sangat dahsyat supaya hal itu didengar oleh kelompok-kelompok lainnya dan dijadikan sebagai pelajaran. Kemudian mereka akan takut menyerangmu atau membantu musuh-musuhmu yang hendak menyerangmu.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

57. فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِى الْحَرْبِ (Jika kamu menemui mereka dalam peperangan)
Yakni jika kamu mampu menghadapi mereka dan memiliki kekuatan untuk mengalahkan
Mereka.
فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ(maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka)
Yakni maka cerai beraikanlah mereka dengan membunuh mereka dan siksalah mereka dibelakang orang-orang musyrik yang memerangi kamu agar mereka segan dan takut kepadamu serta berhenti memerangimu karena takut ditimpa apa yang menimpa mereka.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

57 Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka takutilah dan siksa mereka dengan siksaan yang pedih, serta cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan menumpas mereka yaitu orang-orang kafir. Sehingga mereka takut dan gentar untuk memerangi kalian, supaya mereka mengambil pelajaran dan tidak lagi mengingkari janji

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

Atau menemukan mereka dalam peperangan. Taqyid (pembatasan) “dalam peperangan” menunjukkan bahwa orang kafir meskipun sering berkhianat dan mengingkari janji apabila diberi perjanjian, maka kita tidak boleh mengkhianatinya dan melanggarnya.

Yang tidak ikut berperang.

Yang ikut berperang.

Orang yang berada di belakang mereka tersebut.

Sehingga mereka tidak melakukan hal yang sama. Inilah faedah adanya sanksi dan hukuman hudud terhadap maksiat agar orang yang melakukannya jera dan orang lain yang belum melakukan tidak melakukan hal yang sama.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I


Karena itu, maka jika engkau, wahai nabi Muhammad, berkesempatan mendapati bahkan mengungguli mereka, yakni yahudi bani quraidhah yang telah berjanji untuk tidak membantu kaum musyrik pada perang badar ternyata mereka merusak perjanjian itu, dalam peperangan yang lain, maka cerai-beraikanlah mereka dan orang-orang yang di belakang mereka dengan menumpasnya, agar mereka mengambil pelajaran melalui hukuman itu sehingga tidak merusak perjanjian lagi. Rangkaian ayat di atas, meski terkait dengan yahudi bani quraidhah, juga pelajaran sekaligus peringatan bagi siapa saja yang merusak perjanjian. Artinya, siapa pun yang merusak perjanjian sesungguhnya ia patut memperoleh laknat Allah. Dan jika engkau, wahai nabi Muhammad, khawatir akan terjadinya pengkhianatan dari suatu golongan, baik dari yahudi bani quraidhah maupun lainnya, dengan melihat tanda-tandanya yang cukup jelas, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dan kamu jangan melakukan hal yang sama, serta tetap konsistenlah dalam memegang janji dengan cara yang jujur dan tidak berkhianat seperti me-reka. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhiana.

Tafsir Ringkas Kemenag RI


Related: Surat Al-Anfal Ayat 58 Arab-Latin, Surat Al-Anfal Ayat 59 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Anfal Ayat 60, Terjemahan Tafsir Surat Al-Anfal Ayat 61, Isi Kandungan Surat Al-Anfal Ayat 62, Makna Surat Al-Anfal Ayat 63

Category: Surat Al-Anfal

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!