Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Adz-Dzariyat

وَالذَّارِيَاتِ ذَرْوًا

Arab-Latin: waż-żāriyāti żarwā

Terjemah Arti:  1.  Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat.

فَالْحَامِلَاتِ وِقْرًا

fal-ḥāmilāti wiqrā

 2.  dan awan yang mengandung hujan,

فَالْجَارِيَاتِ يُسْرًا

fal-jāriyāti yusrā

 3.  dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah.

فَالْمُقَسِّمَاتِ أَمْرًا

fal-muqassimāti amrā

 4.  dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan,

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ

innamā tụ’adụna laṣādiq

 5.  sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar.

وَإِنَّ الدِّينَ لَوَاقِعٌ

wa innad-dīna lawāqi’

 6.  dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-6. Allah bersumpah dengan angin yang menerbangkan debu, lalu dengan awan yang membawa beban berat air, lalu dengan kapal-kapal yang berlayar di lautan dengan mudah dan lancar, lalu dengan malaikat yang membagikan rahmat Allah kepada makhlukNya, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian (wahai manusia), yaitu kebangkitan dan hisab, pasti terjadi dengan yakin, dan sesungguhnya hisab dan pahala dari amal perbuatan benar-benar akan terwujud, tidak bisa tidak.

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ

was-samā`i żātil-ḥubuk

 7.  Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,

إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ

innakum lafī qaulim mukhtalif

 8.  sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat,

يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ

yu`faku ‘an-hu man ufik

 9.  dipalingkan daripadanya (Rasul dan Al-Quran) orang yang dipalingkan.

7-9. Allah juga bersumpah dengan langit yang Dia ciptakan dengan baik, sesungguhnya kalian (wahai orang-orang yang mendustakan) benar-benar dalam perkataan yang tidak jelas tentang al-Quran ini dan juga tentang Rasul. Akan dipalingkan dari al-Quran dan dan Rasul ini, orang yang dipalingkan dari iman kepada keduanya, karena dia berpaling dari dalil-dalil Allah dan bukti-buktiNya yang meyakinkan, sehingga tidak diberi taufik kepada kebaikan.

قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ

qutilal-kharrāṣụn

 10.  Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,

الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ

allażīna hum fī gamratin sāhụn

 11.  (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai,

10-11. Terkutuklah orang-orang yang berdusta yang menyangka dengan sangkaan yang tidak benar, yaitu orang-orang yang lalai dan berkubang dalam gelombang kekafiran dan kesesatan.

يَسْأَلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ الدِّينِ

yas`alụna ayyāna yaumud-dīn

 12.  mereka bertanya: “Bilakah hari pembalasan itu?”

Orang-orang yang berdusta itu bertanya dengan nada pengingkaran dan pendustaan, “Kapan hari hisab dan pembalasan terjadi.”

يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ

yauma hum ‘alan-nāri yuftanụn

 13.  (Hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.

ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ

żụqụ fitnatakum, hāżallażī kuntum bihī tasta’jilụn

 14.  (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dulu kamu minta untuk disegerakan”.

13-14. Di hari pembalasan, yaitu hari di mana mereka akan diazab dengan dibakar di dalam api neraka, kepada mereka dikatakan, “Rasakanlah azab yang kalian minta disegerakan di dunia.”

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

innal-muttaqīna fī jannātiw wa ‘uyụn

 15.  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,

آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ

ākhiżīna mā ātāhum rabbuhum, innahum kānụ qabla żālika muḥsinīn

 16.  sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

15-16. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kepada Allah berada di dalam surga-surga yang besar, dan mata-mata air yang mengalir. Allah memberi mereka segala keinginan mereka dari berbagai macam kenikmatan. Mereka menerimanya dengan penuh kerelaan, jiwa mereka berbahagia. Sesungguhnya mereka sebelum mendapatkan nikmat ini adalah orang-orang berbuat baik di dunia dengan amal-amal shalih mereka.

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

kānụ qalīlam minal-laili mā yahja’ụn

 17.  Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

wa bil-as-ḥāri hum yastagfirụn

 18.  Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

17-18. Orang-orang yang berbuat baik itu, dulu saat di dunia mereka hanya sedikit tidur di malam hari, mereka shalat beribadah kepada Tuhan mereka, dan di akhir malam menjelang shubuh, mereka meminta ampunan kepada Allah dari dosa-dosa mereka.

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā`ili wal-maḥrụm

 19.  Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.

Pada harta mereka terdapat hak wajhib dan sunnah untuk orang-orang yang membutuhkan yang meminta kepada orang-orang dan orang-orang yang membutuhkan tetapi tidak meminta-minta karena malu.

وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ

wa fil-arḍi āyātul lil-mụqinīn

 20.  Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.

Di bumi ada pelajaran-pelajaran dan bukti-bukti yang jelas yang menunjukkan Kuasa Penciptanya bagi orang-orang yang yakin bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya, dan yang membenarkan RasulNya.

وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

wa fī anfusikum, a fa lā tubṣirụn

 21.  dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Dalam penciptaan diri kalian juga terkandung bukti atas Kuasa Allah dan pelajaran yang mengisyaratkan kepada keesaan Pencipta kalian, dan bahwa tidak ada tuhan bagi kalian yang berhak disembah selainNya. Apakah kalian lalai darinya, sehingga kalian tidak melihatnya, lalu mengambil pelajaran darinya?

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

wa fis-samā`i rizqukum wa mā tụ’adụn

 22.  Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.

Di langit ada rizki kalian dan apa yang dijanjikan kepada kalian, yaitu kebaikan dan keburukan, pahala dan hukuman, dan selainnya yang semuanya tertulis lagi ditakdirkan.

فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ

fa wa rabbis-samā`i wal-arḍi innahụ laḥaqqum miṡla mā annakum tanṭiqụn

 23.  Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.

Allah bersumpah dengan DiriNya Yang Mulia bahwa apa yang Dia janjikan adalah Haq, maka jangan meragukannya sebagaimana kalian tidak meragukan ucapan kalian sendiri.

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ

hal atāka ḥadīṡu ḍaifi ibrāhīmal-mukramīn

 24.  Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?

إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ

iż dakhalụ ‘alaihi fa qālụ salāmā, qāla salām, qaumum mungkarụn

 25.  (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal”.

24-25. Apakah telah datang kepadamu (wahai Rasul) kisah tentang tamu Ibrahim yang dia muliakan? (Mereka adalah para malaikat yang mulia). Saat mereka masuk ke rumahnya, lalu mereka mengucapkan salam kepada Ibrahim dengan berkata, “Salam untukmu.” Ibrahim menjawab, “Salam juga bagi kalian. Kalian adalah orang-orang asing, kami tidak mengenal kalian.”

فَرَاغَ إِلَىٰ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ

fa rāga ilā ahlihī fa jā`a bi’ijlin samīn

 26.  Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.

فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

fa qarrabahū ilaihim, qāla alā ta`kulụn

 27.  Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan”.

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖ قَالُوا لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

fa aujasa min-hum khīfah, qālụ lā takhaf, wa basysyarụhu bigulāmin ‘alīm

 28.  (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).

26-28. Ibrahim meninggalkan mereka dan masuk menemui keluarganya, dia sengaja menyembelih sekor anak sapi yang gemuk, memanggangnya dengan api, kemudian menyuguhkannya di hadapan mereka. Dia mempersilakan mereka makan dengan sopan, “Tidakkah kalian makan?” maka ketika Ibrahim melihat mereka tidak makan, rasa takut muncul dalam hatinya. Mereka berkata kepada Ibrahim, “Jangan takut, sesungguhnya kami ini adalah utusan-utusan Allah.” dan mereka menyampaikan kabar kepada Ibrahim bahwa istrinya (Sarah) akan melahirkan anak lelaki yang akan menjadi ahli ilmu tentang Allah dan agamaNYa, yaitu Ishaq.

فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ

fa aqbalatimra`atuhụ fī ṣarratin fa ṣakkat waj-hahā wa qālat ‘ajụzun ‘aqīm

 29.  Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul”.

قَالُوا كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ

qālụ każāliki qāla rabbuk, innahụ huwal-ḥakīmul-‘alīm

 30.  Mereka berkata: “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan” Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

29-30. Maka ketika istri Ibrahim mendengar ucapan para malaikat tersebut, dia datang kepada mereka dengan berteriak, dia menampar wajahnya karena takjub kepada perkara ini. Dia berkata, “Bagaimana aku melahirkan sementara aku adalah wanita tua yang mandul?” malaikat-malaikat Allah itu menjawab, “Demikianlah, Tuhanmu berfirman sebagaimana yang kami kabarkan kepadamu. Dia MahaKuasa atas itu, tidak ada yang aneh dalam KuasaNya. Sesungguhnya Allah MahaBijaksana yang meletakkan sesuatu pada tempatnya, juga Maha Mengetahui kemaslahatan hamba-hambaNya.”

۞ قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ

qāla fa mā khaṭbukum ayyuhal-mursalụn

 31.  Ibrahim bertanya: “Apakah urusanmu hai para utusan?”

قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمٍ مُجْرِمِينَ

qālū innā ursilnā ilā qaumim mujrimīn

 32.  Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),

لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ طِينٍ

linursila ‘alaihim ḥijāratam min ṭīn

 33.  agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah,

مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ

musawwamatan ‘inda rabbika lil-musrifīn

 34.  yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas”.

31-34. Ibrahim berkata kepada para malaikat Allah, “Apa urusan kalian dana pa tugas yang kalian bawa?” mereka menjawab, “Sesungguhnya Allah mengutus kami kepada suatu kaum yang berbuat jahat dengan kekafiran mereka kepada Allah. kami akan menghancurkan mereka dengan tanah liat yang membatu yang ditandai dari Tuhanmu untuk orang-orang yang melebihi batas dalam kedurjanaan dan kedurhakaan itu.”

فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

fa akhrajnā mang kāna fīhā minal-mu`minīn

 35.  Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu.

Lalu Kami mengeluarkan orang-orang yang beriman dari perkampungan kaum Luth.

فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

fa mā wajadnā fīhā gaira baitim minal-muslimīn

 36.  Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri.

Kami tidak melihat di perkampungan tersebut selain satu rumah dari kaum Muslimin, yaitu rumah Luth.

وَتَرَكْنَا فِيهَا آيَةً لِلَّذِينَ يَخَافُونَ الْعَذَابَ الْأَلِيمَ

wa taraknā fīhā āyatal lillażīna yakhāfụnal-‘ażābal-alīm

 37.  Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.

kami meninggalkan pada perkampungan tersebut bekas azab sebagai bukti atas Kuasa Allah dan pembalasanNya terhadap orang-orang kafir. Itu merupakan pelajaran bagi siapa yang takut kepada azab Allah yang pedih dan menyakitkan.

وَفِي مُوسَىٰ إِذْ أَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

wa fī mụsā iż arsalnāhu ilā fir’auna bisulṭānim mubīn

 38.  Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir’aun dengan membawa mukjizat yang nyata.

فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِ وَقَالَ سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ

fa tawallā biruknihī wa qāla sāḥirun au majnụn

 39.  Maka dia (Fir’aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya dan berkata: “Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila”.

38-39. Dan pada pengutusan Kami terhadap Musa kepada Fir’aun dan tokoh kaumnya dengan membawa tanda-tanda dan mukjizat-mukijizat yang nyata, juga terkandung pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada Azab Allah yang menyakitkan. Fir’aun berpaling karena tertipu oleh kekuatan dan kekuasaannya. Dia berkata tentang Musa, “Dia tukang sihir atau orang gila.”

فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٌ

fa akhażnāhu wa junụdahụ fa nabażnāhum fil-yammi wa huwa mulīm

 40.  Maka Kami siksa dia dan tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia melakukan pekerjaan yang tercela.

Maka Kami mengazab Fir’aun dan bala tentaranya. Kami menenggelamkan mereka di lautan. Dia melakukan sesuatu yang salah, disebabkan oleh kekafirannya, pengingkarannya dan kedurjanaannya.

وَفِي عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ

wa fī ‘ādin iż arsalnā ‘alaihimur-rīḥal-‘aqīm

 41.  Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,

مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلَّا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيمِ

mā tażaru min syai`in atat ‘alaihi illā ja’alat-hu kar-ramīm

 42.  angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.

41-42. Dalam urusan dan pembinasaan kaum Ad juga terkandung bukti dan pelajaran bagi siapa yang merenungkan, manakala Kami mengirim kepada mereka angin yang tidak mengandung keberkahan dan tidak membawa kebaikan, yaitu angina yang tidak menerpa sesuatu kecuali ia menjadikannya seperti sesuatu yang using.

وَفِي ثَمُودَ إِذْ قِيلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوا حَتَّىٰ حِينٍ

wa fī ṡamụda iż qīla lahum tamatta’ụ ḥattā ḥīn

 43.  Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka: “Bersenang-senanglah kalian sampai suatu waktu”.

فَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ وَهُمْ يَنْظُرُونَ

fa ‘atau ‘an amri rabbihim fa akhażat-humuṣ-ṣā’iqatu wa hum yanẓurụn

 44.  Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir dan mereka melihatnya.

43-44. Dalam pembinasaan kaum Tsamud juga terkandung bukti dan pelajaran, manakala Nabi mereka, Shaleh berkata kepada mereka, “Silakan kalian bersenang-senang di negeri kalian selama 3 hari hingga ajal kalian habis.” Tetapi mereka mendurhakai perintah Tuhan mereka, maka halilintar azab menghancurkan mereka dan mereka menyaksikan azab tersebut dengan mata kepala mereka sendiri.

فَمَا اسْتَطَاعُوا مِنْ قِيَامٍ وَمَا كَانُوا مُنْتَصِرِينَ

fa mastaṭā’ụ ming qiyāmiw wa mā kānụ muntaṣirīn

 45.  Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan,

Mereka tidak bisa berlari dan bangkit dari azab yang menimpa mereka, mereka juga tidak bisa menolong diri mereka sendiri.

وَقَوْمَ نُوحٍ مِنْ قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ

wa qauma nụḥim ming qabl, innahum kānụ qauman fāsiqīn

 46.  dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.

Dan Kami juga telah membinasakan kaum Nuh Sebelum mereka itu, karena mereka adalah kaum yang menyelisihi perintah Allah, menyimpang dari ketaatan kepadaNya.

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

was-samā`a banaināhā bi`aidiw wa innā lamụsi’ụn

 47.  Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa

Kami juga menciptakan langit dengan sangat bagus. Kami menjadikan langit sebagai atap bagi bumi dengan kekuatan dan kuasa besar. Sesungguhnya Kami melapangkan penjuru-penjuru dan sisi-sisinya.

وَالْأَرْضَ فَرَشْنَاهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُونَ

wal-arḍa farasynāhā fa ni’mal-māhidụn

 48.  Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).

Kami juga menjadikan bumi terbentang untuk manusia tinggal di atasnya. Sebaik-baik penghampar adalah Kami.

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la’allakum tażakkarụn

 49.  Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.

Dari segala sesuatu dari jenis-jenis makhluk, Kami menciptakan dua jenis yang berbeda, agar kalian mengingat Kuasa Allah dan mengambil pelajaran.

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

fa firrū ilallāh, innī lakum min-hu nażīrum mubīn

 50.  Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

Larilah kalian (wahai manusia) dari azab Allah kepada rahmatNya dengan beriman kepada Allah dan RasulNya, mengikuti perintahNya dan menaatiNya. Sesungguhnya Aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kalian. Dan Rasulullah apabila tertekan oleh suatu perkara, beliau mendirikan shalat. Dan ini adalah bentuk melarikan diri kepada Allah.

وَلَا تَجْعَلُوا مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

wa lā taj’alụ ma’allāhi ilāhan ākhar, innī lakum min-hu nażīrum mubīn

 51.  Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

Jangan mengangkat tuhan lain bersama Allah, sesungguhnya aku sangat memperingatkan kalian darinya.

كَذَٰلِكَ مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ

każālika mā atallażīna ming qablihim mir rasụlin illā qālụ sāḥirun au majnụn

 52.  Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: “Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila”.

Sebagaimana orang-orang Quraisy mendustakan rasul mereka, Muhammad, mereka berkata, “Muhammad adalah penyair atau penyihir atau gila,” umat-umat sebelum Quraisy juga telah melakukan hal yang sama terhadap rasul-rasul mereka, maka Allah menurunkan azabNya kepada mereka.

أَتَوَاصَوْا بِهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ

a tawāṣau bih, bal hum qaumun ṭāgụn

 53.  Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.

Apa orang-orang yang datang lebih dulu dan orang-orang yang datang kemudian saling berwasiat agar mendustakan Rasul manakala mereka sepakat berkata demikian? Mereka adalah kaum yang melampaui batas, hati dan amal mereka mirip, mereka berada di atas kekafiran dan penentangan, maka orang-orang yang datang kemudian mengucapkan apa yang diucapkan oleh orang-orang yang sebelum mereka.

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَا أَنْتَ بِمَلُومٍ

fa tawalla ‘an-hum fa mā anta bimalụm

 54.  Maka berpalinglah kamu dari mereka dan kamu sekali-kali tidak tercela.

Karena itu, berpalinglah (wahai Rasul) dari orang-orang musyrik itu hingga datang kepadamu keputusan Allah tentang mereka. Kamu tidak disalahkan oleh siapapun, karena kamu sudah menunaikan tugas risalah yang diembankan kepadamu.

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

wa żakkir fa innaż-żikrā tanfa’ul-mu`minīn

 55.  Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Disamping kamu (wahai rosul) berpaling dari mereka dan tidak menghiraukan tercampaknya mereka, teruslah berdakwah kepada Allah dan menasihati orang-orang yang kamu diutus kepada mereka, karena nasihat dan peringatan tetap bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki hati yang beriman, serta peringatan dan nasihat menegakkan hujjah atas orang-orang yang berpaling.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya’budụn

 56.  Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia dan mengutus para rasul kecuali untuk tujuan luhur, yaitu beribadah hanya kepadaKu semata bukan kepada selainKu.

مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ

mā urīdu min-hum mir rizqiw wa mā urīdu ay yuṭ’imụn

 57.  Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.

Aku tidak menginginkan rizki dari mereka dan Aku tidak berharap mereka memberiKu makan, karena Aku adalah Pemberi rizki dan pemberi (segala sesuatu). Allah tidak membutuhkan makhlukNya, sebaliknya mereka yang membutuhkanNYa. Allah adalah pencipta mereka, Pemberi mereka rizki dan tidak membutuhkan mereka.

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

innallāha huwar-razzāqu żul-quwwatil-matīn

 58.  Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

Sesungguhnya hanya Allah semata Yang Maha Memberi rizki makhlukNya, Yang menjamin makanan mereka, Pemilik kekuatan yang kokoh, tidak ditundukkan dan tidak dikalahkan, karena Dia memiliki kuasa dan kekuatan sempurna.

فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذَنُوبًا مِثْلَ ذَنُوبِ أَصْحَابِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُونِ

fa inna lillażīna ẓalamụ żanụbam miṡla żanụbi aṣ-ḥābihim fa lā yasta’jilụn

 59.  Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bagian (siksa) seperti bahagian teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya.

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat zhalim dengan pendustaan mereka terhadap rasulullah Muhammad akan mendapatkan bagian dari azab Allah yang akan turun kepada mereka seperti bagian orang-orang yang seperti mereka yang telah mendahului mereka, maka mereka jangan meminta disegerakan azab, sebab ia pasti datang kepada mereka, tidak bisa tidak.

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ يَوْمِهِمُ الَّذِي يُوعَدُونَ

fa wailul lillażīna kafarụ miy yaumihimullażī yụ’adụn

 60.  Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka.

Kebinasaan dan kecelakaan bagi orang-orang yang kafir kepada Allah dan RasulNya pada sebuah hari yang telah diancamkan kepada mereka dengan turunnya azab saat itu, yaitu Hari Kiamat

Related: Surat ath-Thur Arab-Latin, Surat an-Najm Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Qamar, Terjemahan Tafsir Surat ar-Rahman, Isi Kandungan Surat al-Waqi’ah, Makna Surat al-Hadid

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Qs Adz Dzariyah Qs Adz Dzariyat Lafadz Surah Adz Dzariat Makna Surat Adz Dzariyat Adz Dzariyat Terjemahan