Surat Az-Zariyat Ayat 20

وَفِى ٱلْأَرْضِ ءَايَٰتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

Arab-Latin: Wa fil-arḍi āyātul lil-mụqinīn

Artinya: Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.

« Az-Zariyat 19Az-Zariyat 21 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Mendalam Berkaitan Dengan Surat Az-Zariyat Ayat 20

Paragraf di atas merupakan Surat Az-Zariyat Ayat 20 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam kandungan mendalam dari ayat ini. Tersedia bermacam penjelasan dari banyak mufassirun mengenai isi surat Az-Zariyat ayat 20, di antaranya sebagaimana tertera:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Di bumi ada pelajaran-pelajaran dan bukti-bukti yang jelas yang menunjukkan Kuasa Penciptanya bagi orang-orang yang yakin bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya, dan yang membenarkan RasulNya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

20-22. Dan di bumi terdapat makhluk-makhluk yang merupakan bukti yang jelas atas kekuasaan Penciptanya bagi orang-orang yang meyakini keesaan Allah. Dan pada diri kalian terdapat berbagai tanda dan pelajaran, mulai dari awal mula hingga akhir penciptaan kalian. Apakah kalian tidak melihat kekuasaan Allah pada penciptaan kalian itu?

Dan di langit terdapat sebab-sebab rezeki kalian, serta rezeki dan balasan yang dijanjikan bagi kalian di dunia dan di akhirat.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

20. Dan di bumi serta apa yang diletakkan Allah padanya berupa gunung-gunung, samudera-samudera, sungai-sungai, pepohonan, tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, terdapat bukti-bukti tentang kekuasaan Allah bagi orang-orang yang meyakini bahwa Allah adalah Pencipta dan Pembentuk rupa.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

20. Di bumi itu ada dali-dalil nyata yang menunjukkan keesaan Allah dan Kuasanya bagi orang-orang yang bertauhid yang beriman kepada Allah dan menyiapkan diri untuk kehidupan yang abadi.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Di bumi terdapat ayat-ayat bagi orang-orang yang yakin


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 15-23
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT bahwa sesungguhnya mereka di hari mereka dikembalikan kepadaNya, mereka berada di taman-taman dan mata air-mata air. Berbeda dengan orang-orang yang celaka. Mereka mengalami azab, pem­balasan, dibakar, dan dirantai dengan belenggu-belenggu.
Firman Allah SWT: (sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka) Ibnu Jarir berkata bahwa maknanya adalah mengamalkan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah SWT atas mereka (Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik) yaitu sebelum diperintahkan untuk mengerjakan hal-hal fardhu, mereka adalah orang-orang yang berbuat baik dalam amal perbuatannya
Tafsir yang dikemukakan Ibnu Jarir masih perlu ditinjau kembali, karena firman Allah SWT, (Akhidzina) merupakan “haal” dari firmanNya: (berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air) Maka orang-orang yang bertakwa, di dalam taman-taman dan mata air-mata air yang mereka terima dari pemberian Tuhan mereka berupa kenikmatan, kegembiraan, dan kesenangan. Firman Allah: (Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia) yaitu di dunia (adalah orang-orang yang berbuat baik) sebagaimana firmanNya: ((kepada mereka dikatakan), "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu” (24)) (Surah Al-Haqqah) Kemudian Allah SWT menjelaskan kebaikan amal perbuatan mereka, jadi Allah berfirman: (Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam (17))
Hasan Al-Bahsri berkata firmanNya: (Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam (17)) Mereka menjalani shalat malam hari dengan keteguhan hati, sehingga mereka tidak tidur di malam hari kecuali hanya sedikit. Mereka mengerjakannya dengan semangat sehingga mereka memanjangkan waktunya sampai waktu sahur, sehingga bacaan istighfarnya di waktu sahur.
Ma'mar berkata tentang firmanNya: (Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam) (17)) Az-Zuhri dan Al-Hasan, keduanya berkata bahwa mereka banyak tidur di malam hari dan tidak shalat.
Ibnu Abbas dan Ibrahim An-Nakha'i berkata tentang firmanNya: (Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam (17)) yaitu mereka tidak tidur.
Firman Allah: (Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah) (18))
Mujahid dan lainnya berkata bahwa maknanya adalah mereka melakukan shalat. Ulama lainnya berkata bahwa mereka mendirikan shalat sunnah di malam hari, dan istighfarnya sampai waktu sahur. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan yang memohon ampun di waktu sahur) (Surah Ali Imran: 17) Dan ketika istighfar dilakukan dalam shalat, maka itu lebih baik.
Firman Allah: (Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (19)) Setelah Allah SWT menyifati mereka sebagai orang-orang yang rajin shalat, lalu menyebutkan sifat terpuji mereka lainnya, dengan menunaikan zakat, berbuat baik, dan menyambung silaturahmi. Maka Allah SWT berfirman: (Dan pada harta mereka ada hak) yaitu bagian yang dpisahkan, sengaja disiapkan untuk diberikan kepada orang yang meminta dan yang tidak mendapat bagian. Adapun “As-sa’il” maka itu sudah diketahui, yaitu orang yang mulai meminta-minta dan dia berhak untuk itu,
Adapun “Al-mahrum” maka Ibnu Abbas dan Mujahid berkata bahwa artinya orang yang beruntung karena tidak mempunyai jatah dari Baitul Mal, tidak mempunyai mata pencaharian, tidak mempunyai keahlian yang dapat dijadikan untuk memenuhi penghidupannya.
Qatadah dan Az-Zuhri berkata bahwa (Al-mahrum) adalah orang yang tidak pernah meminta sesuatu pun dari orang lain.
Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa “Al-mahrum” adalah orang yang tidak memiliki harta lagi karena suatu penyebab, semua hartanya telah lenyap. Baik hal itu karena dia tidak mampu mencari pencaharian atau karena hartanya habis karena musibah atau hal yang sejenis.
Firman Allah: (Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin (20)) yaitu di bumi banyak terdapat tanda-tanda yang menunjukkan kebesaran penciptaan dan kekuasaanNya yang mengagumkan, yaitu melalui apa yang Dia sebar di bumi ini berupa berbagai macam tumbuhan, hewan-hewan, dan bumi yang terhampar, gunung-gunung, hutan belukar, sungai-sungai, lautan, dan perbedaan lisan dan warna kulit manusia serta pembawaan yang telah diciptakan dalam mereka berupa berbagai kehendak dan kekuatan, serta perbedaan yang ada pada mereka dalam akal, pemahaman, gerakan, kebahagiaan, dan kecelakaan. Pada susunan tubuh mereka terdapat hikmah karena Allah telah meletakkan setiap anggota tubuh pada mereka di tempat-tempat yang tepat dan dibutuhkan. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (21))
Kemudian Allah berfirman: (Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu) yaitu hujan (dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu) yaitu surga. Pendapat ini dikatakan Mujahid dan lainnya.
Firman Allah: (Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan (23)) Allah SWT bersumpah dengan menyebut DzatNya yang Maha Mulia, bahwa apa yang Dia janjikan kepada mereka terkait hari kiamat, hari kebangkitan, dan hari pembalasan bahwa itu pasti akan terjadi dan merupakan kebenaran yang tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, janganlah ragu-ragu, sebagaimana kalian tidak ragu bahwa manusia itu dapat berbicara. Mu'adz bin Jabal apabila berbicara mengenai sesuatu, dia mengatakan kepada orang yang diajak bicara bahwa sesungguhnya ini merupakan kebenaran, sebagaimana kebenaran keberadaanmu di sini.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Az-Zariyat ayat 20: 20-22. Ketahuilah wahai manusia bahwa di bumi terdapat tanda-tanda yang nyata, yang menunjukkan atas ke-Maha Esaan Allah dan kesempurnaan kekuasaan-Nya. Dan tanda-tanda ini berguna bagi orang-orang yang yakin, yang mereka memiliki ilmu, pengetahuan serta pandangan dalam keagungan ciptaan Allah. Dan juga dalam mewujudkan diri-diri mereka dari yang tidak ada menjadi ada tanpa ada yang mendahului-Nya. Dan itulah tanda-tanda penciptaan dan keselarasan yang menujukkan atas keesaan Allah dan kesempurnaan akan kekuasaan-Nya, tidakkah kalian melihatnya dan menjadikan ketauhidan dan keimanan kepada Allah ?!. Ketahuilah, apa yang ada di langit menjadi sebab rezeki dan kehidupan kalian yaitu hujan, ayang dengannya hidup suatu negeri dan hamba, dan di langit juga terdapat balasan yang dijanjikan dan adzab serta surga dan neraka; Maka sungguh balasan amalan-amalan tertulis di langit dan takdir juga turun dari langit.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengajak hamba-hamba-Nya untuk berpikir dan mengambil pelajaran.

Seperti gunung-gunung, daratan, lautan, sungai-sungai, pepohonan, dan lain-lain.

Yang menunjukkan kekuasaan Allah dan keesaan-Nya. Orang-orang yang memikirkan apa yang ada di bumi dan memperhatikannya dapat mengetahui keagungan Penciptanya, luasnya kekuasaan-Nya, meratanya ihsan-Nya, dan meliputnya pengetahuan-Nya terhadap yang tampak maupun yang tersembunyi.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Az-Zariyat Ayat 20

20-21. Allah adalah pencipta alam semesta. Tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya terdapat di seluruh penjuru langit, dan selain itu di bumi juga terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya. Namun semuanya itu hanya dapat dipahami bagi orang-orang yang yakin, dan di samping itu, sesungguhnya keagungan Allah juga banyak ditemukan pada dirimu sendiri. Sesudah dipahami semua tanda-tanda itu, maka apakah kamu tetap lalai dan tidak memperhatikan semua yang dapat disaksikan itu'20-21


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian aneka ragam penjabaran dari banyak ahli ilmu berkaitan makna dan arti surat Az-Zariyat ayat 20 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan bagi ummat. Bantulah kemajuan kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Cukup Sering Dikunjungi

Tersedia banyak konten yang cukup sering dikunjungi, seperti surat/ayat: Luqman 12, At-Taubah 103, An-Nahl 97, An-Nahl, Ali ‘Imran 173, Yusuf 87. Termasuk Al-Baqarah 156, Az-Zalzalah 7-8, Al-Kautsar 2, Tiga (3) Terakhir al-Baqarah, At-Talaq 3, Al-Baqarah 255.

  1. Luqman 12
  2. At-Taubah 103
  3. An-Nahl 97
  4. An-Nahl
  5. Ali ‘Imran 173
  6. Yusuf 87
  7. Al-Baqarah 156
  8. Az-Zalzalah 7-8
  9. Al-Kautsar 2
  10. Tiga (3) Terakhir al-Baqarah
  11. At-Talaq 3
  12. Al-Baqarah 255

Pencarian: qs ali imran 31, al fatir 28, surat al imran 159 dan artinya, surat al fatir ayat 2, surat al al qadr

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.