Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat ar-Rum

الم

Arab-Latin: alif lām mīm

Terjemah Arti:  1.  Alif Laam Miim

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

(Alif Lam Mim). Pembicaraan tentang huruf-huruf terputus (di awal surat seperti ini) telah berlalu di awal Surat al-Baqarah.

غُلِبَتِ الرُّومُ

gulibatir-rụm

 2.  Telah dikalahkan bangsa Rumawi,

فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ

fī adnal-arḍi wa hum mim ba’di galabihim sayaglibụn

 3.  di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang

فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ

fī biḍ’i sinīn, lillāhil-amru ming qablu wa mim ba’d, wa yauma`iżiy yafraḥul-mu`minụn

 4.  dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,

بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

binaṣrillāh, yanṣuru may yasyā`, wa huwal-‘azīzur-raḥīm

 5.  Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.

2-5. Kerajaan Persia mengalahkan kerajaan Romawi di bagian negeri Syam yang terdekat kepada negeri Persia, namun orang-orang Romawi akan mengalahkan orang-orang Persia dalam beberapa waktu, tidak lebih dari sepuluh tahun dan tidak kurang dari tiga tahun. Hanya milik Allah segala urusan sebelum kemenangan orang-orang Romawi dan sesudahnya. Di hari orang-orang Romawi mengalahkan orang-orang Persia, orang-orang Mukmin berbahagia dengan kemenangan yang diberikan Allah kepada orang-orang Romawi atas orang-orang Persia. Allah memberikan kemenangan kepada siapa yang Dia kehendaki dan mengalahkan siapa yang Dia Kehendaki. Dia Maha perkasa yang tidak dikalahkan dan Maha Penyayang kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhlukNya. Hal ini benar-benar terjadi, di mana orang-orang Romawi mengalahkan orang-orang Persia setelah tujuh tahun dan kaum muslimin berbahagia karena itu, sebab orang-orang Romawi adalah Ahli Kitab sekalipun mereka telah menyelewengkannya.

وَعْدَ اللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

wa’dallāh, lā yukhlifullāhu wa’dahụ wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn

 6.  (Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

ya’lamụna ẓāhiram minal-ḥayātid-dun-yā wa hum ‘anil-ākhirati hum gāfilụn

 7.  Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.

6-7. Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman dengan janji yang pasti yang tidak diselisihi dengan memberi orang-orang Romawi yang beragama Nasrani kemenangan atas orang-orang Persia yang menyembah berhala, akan tetapi kebanyakan orang-orang kafir Makkah tidak mengetahui bahwa apa yang Allah janjikan adalah haq, karena mereka hanya mengetahui apa yang lahir dari dunia dan perhiasannya, sementara perkara akhirat dan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka di sana, mereka melalaikannya, bahkan sama sekali tidak memikirkannya.

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ ۗ مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ

a wa lam yatafakkarụ fī anfusihim, mā khalaqallāhus-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqqi wa ajalim musammā, wa inna kaṡīram minan-nāsi biliqā`i rabbihim lakāfirụn

 8.  Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.

Apakah orang-orang yang mendustakan para Rasul Allah dan perjumpaan dengan Allah tidak merenungkan penciptaan diri mereka oleh Allah dan bahwa Dia yang menciptakan mereka setelah sebelumnya mereka bukanlah sesuatu? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya kecuali untuk menegakkan keadilan, menetapkan pahala dan hukuman, sebagai petunjuk kepada tauhid dan kuasaNya dan ajal yang ditetapkan sebagai akhir hidup dunia, yaitu Hari Kiamat. Sesungguhnya kebanyakan manusia mengingkari dan tidak mempercayai perjumpaan dengan Tuhannya, karena mereka tidak mengetahui bahwa tempat kembali mereka adalah Allah setelah mereka mati, di samping mereka lalai dari kehidupan akhirat.

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

a wa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna ‘āqibatullażīna ming qablihim, kānū asyadda min-hum quwwataw wa aṡārul-arḍa wa ‘amarụhā akṡara mimmā ‘amarụhā wa jā`at-hum rusuluhum bil-bayyināt, fa mā kānallāhu liyaẓlimahum wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn

 9.  Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebihkuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.

Apakah orang-orang yang mendustakan Allah sekaligus melalaikan kehidupan akhirat tersebut tidak berjalan di muka bumi untuk merenungkan dan memperhatikan, sehingga mereka bisa menyaksikan bagaimana balasan yang diterima oleh umat-umat yang mendustakan para utusan Allah seperti kaum Ad dan Tsamud? Mereka lebih kuat tubuhnya daripada orang-orang kafir tersebut, lebih mampu untuk menikmati kehidupan di muka bumi, sebab mereka telah menggarap tanah dan bercocok tanam di muka bumi, membangun dan menempati istana-istana. Mereka lebih memakmurkan dunia mereka daripada orang-orang Makkah memakmurkan dunia mereka, namun pemakmuran mereka dan lamanya waktu yang mereka miliki tidak berguna bagi mereka. Para rasul mereka datang kepada mereka dengan membawa hujjah-hujjah yang nyata dan bukti-bukti yang kuat, lalu mereka mendustakan para rasul, akibatnya Allah membinasakan mereka, Allah tidak menzhalimi mereka dengan pembinasaan tersebut, akan tetapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri mereka dengan kesyirikan dan kemaksiatan.

ثُمَّ كَانَ عَاقِبَةَ الَّذِينَ أَسَاءُوا السُّوأَىٰ أَنْ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَكَانُوا بِهَا يَسْتَهْزِئُونَ

ṡumma kāna ‘āqibatallażīna asā`us-sū`ā ang każżabụ bi`āyātillāhi wa kānụ bihā yastahzi`ụn

 10.  Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.

Kemudian akibat yang diterima para pelaku keburukan dari kalangan orang-orang yang melampaui batas dan orang-orang kafir adalah akibat yang paling buruk dan paling jelek, karena mereka mendustakan Allah dan menghina ayat-ayatNya yang Dia turunkan kepada para rasulNya.

اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

allāhu yabda`ul-khalqa ṡumma yu’īduhụ ṡumma ilaihi turja’ụn

 11.  Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali; kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan

Hanya Allah semata yang menciptakan makhluk-makhluk seluruhnya. Dan hanya Dia yang Mahakuasa untuk mengembalikan mereka sekali lagi. Kemudian seluruh mahkluk akan kembali kepadaNya, lalu Dia membalas orang yang berbuat baik dengan kebaikannya dan orang yang berbuat buruk dengan keburukannya.

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُبْلِسُ الْمُجْرِمُونَ

wa yauma taqụmus-sā’atu yublisul-mujrimụn

 12.  Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa.

dan pada Hari terjadinya Kiamat orang-orang yang gemar berbuat dosa berputus asa untuk bisa selamat dari azab, mereka ditimpa kebingungan sehingga terputuslah semua hujjah (alasan).

وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ مِنْ شُرَكَائِهِمْ شُفَعَاءُ وَكَانُوا بِشُرَكَائِهِمْ كَافِرِينَ

wa lam yakul lahum min syurakā`ihim syufa’ā`u wa kānụ bisyurakā`ihim kāfirīn

 13.  Dan sekali-kali tidak ada pemberi syafa’at bagi mereka dari berhala-berhala mereka dan adalah mereka mengingkari berhala mereka itu.

Orang-orang musyrik di hari itu tidak bisa mengaharapkan syafa’at (bantuan) dari tuhan-tuhan sembahan mereka yang mereka sembah selain Allah, karena tuhan-tuhan tersebut berlepas diri dari mereka dan mereka juga berlepas diri dari tuhan-tuhan tersebut. Syafa’at itu hanya milik Allah semata, ia tidak diminta dari selainNYa.

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ

wa yauma taqụmus-sā’atu yauma`iżiy yatafarraqụn

 14.  Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan.

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ

fa ammallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti fa hum fī rauḍatiy yuḥbarụn

 15.  Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.

14-15. Di Hari Kiamat, para pengikut iman dan penganut kekafiran akan berpisah. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya dan beramal Shalih, mereka di surga, mereka dimuliakan, berbahagia dan mengenyam kenikmatan

وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ فَأُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ

wa ammallażīna kafarụ wa każżabụ bi`āyātinā wa liqā`il-ākhirati fa ulā`ika fil-‘ażābi muḥḍarụn

 16.  Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).

Sedangkan orang-orang yang kafir kepada Allah, mendustakan apa yang dibawa oleh para RasulNya, dan mengingkari kebangkitan sesudah kematian, mereka tinggal di dalam azab, sebagai balasan dari pendustaan mereka terhadapnya di dunia.

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

fa sub-ḥānallāhi ḥīna tumsụna wa ḥīna tuṣbiḥụn

 17.  Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh,

وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

wa lahul-ḥamdu fis-samāwāti wal-arḍi wa ‘asyiyyaw wa ḥīna tuẓ-hirụn

 18.  dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur.

17-18. Wahai orang-orang Mukmin, bertasbih dan sucikanlah Allah dari sekutu, istri dan anak. Sifatilah Dia dengan sifat-sifat kesempurnaan dengan lisan kalian. Wujudkanlah hal itu dengan anggota badan kalian seluruhnya saat kalian mendapatkan waktu petang dan waktu pagi, di waktu malam dan siang hari. BagiNya sanjungan dan pujian di langit dan di bumi, siang dan malam.

يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ وَكَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

yukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa yuḥyil-arḍa ba’da mautihā, wa każālika tukhrajụn

 19.  Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).

Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati, seperti manusia dari setetes air dan burung dari telur. Allah mengeluarkan yang mati dan yang hidup, seperti setetes air mani dari manusia dan telur dari burung. Dia menghidupkan bumi dengan tumbuhan setelah sebelumnya ia kering kerontang. Seperti penghidupan ini, kalian (wahai manusia) akan dikeluarkan dari kubur kalian dalam keadaan hidup untuk menghadapi hisab dan balasan.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ

wa min āyātihī an khalaqakum min turābin ṡumma iżā antum basyarun tantasyirụn

 20.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

Dan diantara ayat-ayat Allah yang menujukkan kebesaran Allah dan kesempurnaan KuasaNya adalah bahwa Dia menciptakan bapak kalian, Adam dari tanah, kemudian kalian menjadi manusia yang beranak pinak dan menyebar di muka bumi untuk mencari karunia Allah.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

 21.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Dan diantara ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebesaran Allah dan kesempurnaan KuasaNya adalah bahwa Dia menciptakan para istri untuk kalian (wahai kaum laki-laki) dari jenis kalian sendiri, agar jiwa kalian menjadi tenang dan damai kepadanya, dan Dia menjadikan kecintaan dan kasih sayang antara suami dan istri. Sesungguhnya dalam penciptaan Allah terhadap semua itu terkandung petunjuk atas Kuasa Allah dan keesaanNya bagi kaum yang berpikir dan mengambil pelajaran.

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ

wa min āyātihī khalqus-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfu alsinatikum wa alwānikum, inna fī żālika la`āyātil lil-‘ālimīn

 22.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

Dan diantara bukti-bukti Kuasa Tuhan adalah penciptaan langit dan ketinggiannya tanpa tiang, penciptaan bumi dengan keluasannya dan kelebarannya, perbedaan bahasa kalian dan warna kulit kalian. Sesungguhnya hal itu mengandung pelajaran bagi siapa yang memiliki ilmu dan bashirah.

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

wa min āyātihī manāmukum bil-laili wan-nahāri wabtigā`ukum min faḍlih, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yasma’ụn

 23.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

Dan diantara bukti Kuasa ini adalah bahwa Allah menjadikan tidur sebagai istirahat bagi kalian di malam atau siang hari, karena dengan tidur, istirahat terwujud dan kelelahan hilang. Dan Dia menjadikan siang hari untuk kalian sebagai waku menyebar mencari rizki. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan bukti atas kesempurnaan Kuasa Allah dan terlaksananya kehendakNya bagi kaum yang mendengar nasihat dengan pendengaran yang mengandung perenungan, berpikir dan mengambil pelajaran.

وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

wa min āyātihī yurīkumul-barqa khaufaw wa ṭama’aw wa yunazzilu minas-samā`i mā`an fa yuḥyī bihil-arḍa ba’da mautihā, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy ya’qilụn

 24.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

Dan diantara bukti-bukti Kuasa Allah adalah bahwa Dia memperlihatkan kilat, sehingga kalian takut kepada halilintar namun berharap hujan. Dan Allah menurunkan hujan dari awan, dengannya Dia menghidupkan bumi setelah kematian dan kekeringannya. Sesungguhnya yang demikian itu mengandung dalil atas kesempurnaan kuasa Allah dan besarnya hikmah serta kebaikanNya bagi siapa yang memilki akal yang digunakannya untuk mendapat peunjuk.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ بِأَمْرِهِ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ

wa min āyātihī an taqụmas-samā`u wal-arḍu bi`amrih, ṡumma iżā da’ākum da’watam minal-arḍi iżā antum takhrujụn

 25.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).

Dan diantara tanda-tanda yang menunjukkan kebesaran Allah dan kesempurnaan KuasaNya adalah tegaknya langit dan bumi, ketenangan dan kekokohan keduanya dengan perintahNya, keduanya tidak goncang dan langit tidak runtuh menimpa bumi. Kemudian saat Allah memanggil kalian untuk hari kebangkitan pada Hari Kiamat, maka kalian akan keluar dari kubur dengan cepat.

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ

wa lahụ man fis-samāwāti wal-arḍ, kullul lahụ qānitụn

 26.  Dan kepunyaan-Nya-lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.

Hanya milik Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi, mencakup malaikat, manusia, jin, binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda mati. Semua itu tunduk kepada perintah Allah dan patuh kepada kesempurnaanNya.

وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

wa huwallażī yabda`ul-khalqa ṡumma yu’īduhụ wa huwa ahwanu ‘alaīh, wa lahul-maṡalul-a’lā fis-samāwāti wal-arḍ, wa huwal-‘azīzul-ḥakīm

 27.  Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nya-lah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Hanya Allah semata yang mulai menciptakan makhluk dari ketiadaan kemudian mengembalikannya hidup setelah mati. Mengembalikan makhluk dalam keadaan hidup setelah mati lebih mudah bagi Allah daripada menciptakannya pertama kali. Dan keduanya sama-sama mudah bagi Allah. hanya milikNya sifat-sifat ketinggian dalam segala apa yang Allah disifati dengannya, tiada sesuatu pun yang serupa dengannya, dan Dia Maha mendengar lagi Maha melihat, Dia Maha perkasa tidak ada yang mempu mengalahkan, Mahabijaksana dalam perkataan dan perbuatanNya, serta pengaturanNya terhadap segala urusan makhlukNya.

ضَرَبَ لَكُمْ مَثَلًا مِنْ أَنْفُسِكُمْ ۖ هَلْ لَكُمْ مِنْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ مِنْ شُرَكَاءَ فِي مَا رَزَقْنَاكُمْ فَأَنْتُمْ فِيهِ سَوَاءٌ تَخَافُونَهُمْ كَخِيفَتِكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

ḍaraba lakum maṡalam min anfusikum, hal lakum mimmā malakat aimānukum min syurakā`a fī mā razaqnākum fa antum fīhi sawā`un takhāfụnahum kakhīfatikum anfusakum, każālika nufaṣṣilul-āyāti liqaumiy ya’qilụn

 28.  Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.

Allah membuat perumpamaan bagi kalian (Wahai orang-orang musyrik) dari diri kalian sendiri. Adakah diantara hamba-hamba sahaya kalian, yang laki-laki dan yang perempuan, bersekutu dengan kalian dalam urusan rezeki, dan kalian melihat bahwa diri kalian dengan mereka adalah sama padanya, kalian takut pada mereka sebagaimana orang-orang yang merdeka yang bersekutu takut untuk berbagi harta mereka? Sesungguhnya kalian tidak akan meridoi hal itu. Lalu bagaimana kalian akan meridhainya untuk Allah dengan menjadikan sekutu bagiNya dari makhlukNya? Dengan penjelasan seperti ini, Kami menjelaskan bukti-bukti dan hujjah-hujjah dengan sejelas-jelasnya bagi orang-orang yang berakal lurus yang bisa mengambil manfaat dengannya.

بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ فَمَنْ يَهْدِي مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

balittaba’allażīna ẓalamū ahwā`ahum bigairi ‘ilm, fa may yahdī man aḍallallāh, wa mā lahum min nāṣirīn

 29.  Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.

Akan tetapi orang-orang musyrik itu mengikuti hawa nafsu mereka dengan bertaklid kepada nenek moyang mereka tanpa ilmu, sehingga mereka dengan leluhur mereka sama-sama bodoh dan sesat. Tiada yang mampu memberi petunjuk kepada siapa yang disesatkan oleh Allah karena kegigihannya dalam kekafiran dan penentangan. Mereka juga tidak memiliki penolong-penolong yang akan membebaskan mereka dari azab Allah.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

fa aqim waj-haka lid-dīni ḥanīfā, fiṭratallāhillatī faṭaran-nāsa ‘alaihā, lā tabdīla likhalqillāh, żālikad-dīnul qayyimu wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn

 30.  Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Tegakkanlah wajahmu (wahai Rasul dan orang-orang yang mengikutimu) dan berjalanlah terus di atas agama yang Allah syariatkan untukmu, yaitu Islam dimana Allah telah memfitrahkan manusia di atasnya. Keberadaan kalian di atasnya dan berpegangnya kalian kepadanya adalah berpegang kepada fitrah Allah dalam bentuk iman hanya kepadaNya semata, tiada pergantian bagi ciptaan dan agama Allah. Inilah jalan lurus yang menyampaikan kepada ridha Allah, Tuhan semesta alam dan surgaNya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa apa yang diperintahkan kepadamu (wahai rasul) adalah agama yang haq, bukan selainnya.

۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

munībīna ilaihi wattaqụhu wa aqīmuṣ-ṣalāta wa lā takụnụ minal-musyrikīn

 31.  dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

jadilah kalian orang-orang yang kembali kepada Allah dengan taubat dan mengikhlaskan amal perbuatan untukNya. Bertakwalah kepadaNya dengan menjalankan perintah-perintah dan menjauhi larangan-laranganNya. Tegakkanlah shalat dengan sempurna mencakup rukun-rukun, wajib-wajib, dan syarat-syaratnya, dan jangan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu dalam ibadah.

مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

minallażīna farraqụ dīnahum wa kānụ syiya’ā, kullu ḥizbim bimā ladaihim fariḥụn

 32.  yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

dan Janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, pengikut hawa nafsu dan bid’ah dalam agama yang mengganti agama dan merubahnya, yang mana mereka mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain, hanya untuk mengikuti hawa nafsu mereka, sehingga mereka terbelah menjadi aliran-aliran dan kelompok-kelompok, mereka menginduk kepada tokoh-tokoh mereka, aliran-aliran dan pendapat-pendapat mereka, sebagian membantu sebagian yang lain di atas kebatilan, masing-masing aliran berbahagia dan berbangga dengan apa yang dimilikinya. Mereka menetapkan diri mereka di atas kebenaran, sedangkan selain mereka di atas kebatilan.

وَإِذَا مَسَّ النَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْا رَبَّهُمْ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا أَذَاقَهُمْ مِنْهُ رَحْمَةً إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ

wa iżā massan-nāsa ḍurrun da’au rabbahum munībīna ilaihi ṡumma iżā ażāqahum min-hu raḥmatan iżā farīqum min-hum birabbihim yusyrikụn

 33.  Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya,

Bila manusia ditimpa ujian yang berat, mereka memohon kepada Tuhan mereka dengan ikhlas kepadaNya agar Allah mengangkat kemudaratan dari mereka, namun bila Allah merahmati mereka dan mengangkat kesulitan mereka, ternyata sebagian dari mereka mengulang kesyirikan lagi, lalu mereka menyembah sesuatu yang lain bersama Allah.

لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُوا فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

liyakfurụ bimā ātaināhum, fa tamatta’ụ, fa saufa ta’lamụn

 34.  sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).

karena mereka ingkar kepada apa yang telah Kami berikan dan karuniakan kepada mereka berupa terangkatnya kesulitan dan lenyapnya kesusahan dari mereka. Maka silakan kalian (wahai orang-orang musyrik), bersenang-senang dalam kehidupan dunia ini dengan kesenangan dan kelapangan, karena kalian pasi akan mengetahui siksa dan hukuman apa yang akan kalian terima.

أَمْ أَنْزَلْنَا عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُوا بِهِ يُشْرِكُونَ

am anzalnā ‘alaihim sulṭānan fa huwa yatakallamu bimā kānụ bihī yusyrikụn

 35.  Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?

Apakah Kami telah menrunkan kepada orang-orang musyrik itu sebuah bukti yang nyata dan sebuah kitab yang jelas yang membuktikan kebenaran kesyirikan dan kekafiran mereka kepada Allah dan ayat-ayatNya?

وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ

wa iżā ażaqnan-nāsa raḥmatan fariḥụ bihā, wa in tuṣib-hum sayyi`atum bimā qaddamat aidīhim iżā hum yaqnaṭụn

 36.  Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.

Bila Kami melimpahkan kenikmatan kepada manusia dari Kami berupa kesehatan, keselamatan, dan kesenangan, mereka berbahagia karena itu dengan kebahagiaan yang mengandung keangkuhan dan kesombongan, bukan kebahagiaan yang mengandung syukur. Namun bila mereka ditimpa penyakit, kemiskinan, ketakutan, dan kesempitan hidup disebabkan oleh dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan mereka, ternyata mereka berputus asa dari lenyapnya semua itu. Ini adalah tabiat kebanyakan manusia dalam keadaan senang dan susah.

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

a wa lam yarau annallāha yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdir, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yu`minụn

 37.  Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.

Apakah mereka tidak mengetahui bahwa Allah melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki sebagai ujian, apakah dia bersyukur atau kafir, dan Dia juga menyempitkan rizki atas siapa yang Dia kehendaki sebagai ujian, apakah dia bersabar atau meratap? Sesungguhnya dilapangkan dan disempitkannya harta merupakan tanda-tanda bagi kaum yang beriman kepada Allah dan mengetahui hikmah dan rahmat Allah.

فَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

fa āti żal-qurbā ḥaqqahụ wal-miskīna wabnas-sabīl, żālika khairul lillażīna yurīdụna waj-hallāhi wa ulā`ika humul-mufliḥụn

 38.  Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.

Maka berikanlah (wahai orang-orang Mukimin) kerabatmu haknya berupa silaturahim, sedekah dan kebaikan-kebaikan lainnya. Berikanlah kepada orang fakir yang tidak memiliki apa yang mencukupi dan menutupi hajatnya dan orang yang membutuhkan yang kehabisan bekal dalam perjalanannya dari zakat dan sedekah. Pemberian tersebut adalah lebih baik bagi orang-orang yang mengharapkan Wajah Allah dari amal perbuatannya. Dan orang-orang yang melakukan amal-amal kebaikan ini dan lainnya, mereka adalah orang-orang yang beruntung mendapatkan pahala dari Allah dan selamat dari hukumanNya.

وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

wa mā ātaitum mir ribal liyarbuwa fī amwālin-nāsi fa lā yarbụ ‘indallāh, wa mā ātaitum min zakātin turīdụna waj-hallāhi fa ulā`ika humul-muḍ’ifụn

 39.  Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).

Harta yang kalian berikan sebagai hutang dengan tujuan mendapatkan riba dan mencari tambahan dari hutang tersebut, agar ia tumbuh dan menjadi banyak pada harta-hara manusia, sebenarnya di sisi Allah ia tidak bertambah, karena Allah justru menghancurkannya dan membatalkannya. Sementara apa yang kalian berikan dalam bentuk zakat dan sedekah kepada orang-orang yang berhak menerimanya demi mencari keridhaan dari Allah dan pahala dariNya, maka inilah yang diterima dan dilipatgandakan oleh Allah dengan pelipatgandaan yang banyak.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَٰلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

allāhullażī khalaqakum ṡumma razaqakum ṡumma yumītukum ṡumma yuḥyīkum, hal min syurakā`ikum may yaf’alu min żālikum min syaī`, sub-ḥānahụ wa ta’ālā ‘ammā yusyrikụn

 40.  Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

Hanya Allah semata yang menciptakan kalian (wahai manusia) kemudian memberi rizki kepada kalian dalam kehidupan ini, kemudian mematikan kalian saat ajal kalian telah habis, kemudian membangkitkan kalian dari kubur dalam keadaan hidup untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasan. Adakah diantara sekutu-sekutu kalian yang melakukan sedikit saja dari semua itu? Mahasuci dan Mahabersih Allah dari kesyirikan yang mereka perbuat.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

ẓaharal-fasādu fil-barri wal-baḥri bimā kasabat aidin-nāsi liyużīqahum ba’ḍallażī ‘amilụ la’allahum yarji’ụn

 41.  Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Telah terlihat kerusakan di daratan dan di lautan seperti kekeringan, minimnya hujan, banyaknya penyakit dan wabah, yang semua itu disebabkan kemaksiatan-kemaksiaan yang dilakukan oleh manusia, agar mereka mendapatkan hukuman dari sebagian perbuatan mereka di dunia, supaya mereka bertaubat kepada Allah dan kembali kepadaNya dengan meninggalkan kemaksiatan, selanjutnya keadaan mereka akan membaik dan urusan mereka menjadi lurus.

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

qul sīrụ fil-arḍi fanẓurụ kaifa kāna ‘āqibatullażīna ming qabl, kāna akṡaruhum musyrikīn

 42.  Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”.

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mendustakan apa yang kamu bawa, “Berjalanlah di penjuru bumi untuk merenungkan dan mengambil pelajaran, lalu lihatlah bagaimana kesudahan umat-umat terdahulu yang mendustakan seperti kaum Nuh, Ad dan Tsamud. Kalian akan melihat akibat mereka adalah akibat terburuk dan angan-angan mereka adalah angan-angan yang terjelek. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ ۖ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ

fa aqim waj-haka liddīnil-qayyimi ming qabli ay ya`tiya yaumul lā maradda lahụ minallāhi yauma`iżiy yaṣṣadda’ụn

 43.  Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah.

Hadapkanlah wajahmu (wahai Rasul) kepada agama yang lurus, yaitu agama Islam, dengan menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Berpeganglah kepadanya dengan teguh sebelum datangnya Hari Kiamat. Bila hari tersebut datang, maka tidak seorang pun mampu menolaknya, makhluk-makhluk tercerai berai dan berhamburan untuk melihat amal-amal perbuatan mereka.

مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ

mang kafara fa ‘alaihi kufruh, wa man ‘amila ṣāliḥan fa li`anfusihim yam-hadụn

 44.  Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),

barangsiapa kafir, maka dia memikul hukuman atas kekafirannya, yaitu dia dikekalkan di dalam api neraka. Tetapi barangsiapa beriman dan beramal shalih, maka itu adalah untuk diri mereka sendiri, Allah menyiapkan tempat-tempat tinggal di surga untuk mereka, disebabkan keteguhan mereka dalam menjalankan ketaatan kepada tuhan mereka.

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

liyajziyallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti min faḍlih, innahụ lā yuḥibbul-kāfirīn

 45.  agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.

Allah hendak membalas orang-orang yang beriman kepadaNya dan kepada RasulNya serta beramal shalih dari karunia dan kebaikanNya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir karena Dia memurkai dan memarahi mereka.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

wa min āyātihī ay yursilar-riyāḥa mubasysyirātiw wa liyużīqakum mir raḥmatihī wa litajriyal-fulku bi`amrihī wa litabtagụ min faḍlihī wa la’allakum tasykurụn

 46.  Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur.

Dan diantara bukti-bukti kekuasaan Allah yang menunjukkan bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan Yang Haq, tiada sekutu bagiNya, dan besarnya KuasaNya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebelum hujan sebagai berita gembira, karena angina tersebut menggiring awan, jiwa manusia bergembira menyambutnya, Dia hendak membuat mereka merasakan rahmatNya dengan menurunkan hujan yang menghidupkan negeri dan para hamba, agar perahu-perahu bisa berjalan di laut dengan perintah Allah, agar kalian bisa mencari sebagian dari karuniaNya melalui perniagaan dan lainnya. Allah melakukan semua itu agar kalian mensyukuri nikmat-nikmatNya dan menyembahNya semata.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

wa laqad arsalnā ming qablika rusulan ilā qaumihim fa jā`ụhum bil-bayyināti fantaqamnā minallażīna ajramụ, wa kāna ḥaqqan ‘alainā naṣrul-mu`minīn

 47.  Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.

Sungguh Kami telah mengutus sebelummu (wahai Rasul) para rasul kepada kaum mereka untuk menyampaikan berita gembira dan memberikan peringatan, mengajak mereka kepada tauhid dan memperingatkan mereka dari syirik, lalu para rasul itu datang kepada umat-umat mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat dan bukti-bukti yang kuat, namun kebanyakan dari mereka tidak beriman, maka Kami menghukum orang-orang yang berbuat buruk dari mereka dan membinasakan mereka, dan Kami menolong orang-orang beriman yang merupakan para pengikut rasul-rasul. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang mendustakanmu bila mereka terus-menerus mendustakanmu dan tidak mau beriman kepadamu.

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

allāhullażī yursilur-riyāḥa fa tuṡīru saḥāban fa yabsuṭuhụ fis-samā`i kaifa yasyā`u wa yaj’aluhụ kisafan fa taral-wadqa yakhruju min khilālih, fa iżā aṣāba bihī may yasyā`u min ‘ibādihī iżā hum yastabsyirụn

 48.  Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.

Allah, Dia-lah yang mengirimkan angin yang menggerakan awan yang berat karena mengandung air, lalu Allah menyebarkannya di langit sebagaimana Dia kehendaki, Dia menjadikan awan-awan itu potongan-potongan, maka kamu melihat hujan keluar dari celah-celah awan, bila Allah mengirimkan hujan itu kepada hamba-hambaNya, mereka pun berbahagia dan bersuka cita karena Allah telah memberikan hujan tersebut kepada mereka.

وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمُبْلِسِينَ

wa ing kānụ ming qabli ay yunazzala ‘alaihim ming qablihī lamublisīn

 49.  Dan Sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.

Dan keadaan mereka sebelum hujan itu turun sungguh berada dalam keadaan berputus asa dan tidak ada harapan, disebabkan tertahannya hujan terhadap mereka.

فَانْظُرْ إِلَىٰ آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

fanẓur ilā āṡāri raḥmatillāhi kaifa yuḥyil-arḍa ba’da mautihā, inna żālika lamuḥyil mautā, wa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr

 50.  Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Maka lihatlah (wahai orang yang menyaksikan) dengan penuh perhatian dan perenungan kepada apa yang diakibatkan oleh hujan, yaitu tumbuhnya pohon-pohon, tanam-tanaman dan buah-buahan; bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah ia mati dengan hujan itu, Dia menumbuhkannya dan ia pun hidup menghijau? Sesungguhnya Allah Yang kuasa menghidupkan bumi yang mati, benar-benar kuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang melemahkanNYa.

وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَظَلُّوا مِنْ بَعْدِهِ يَكْفُرُونَ

wa la`in arsalnā rīḥan fa ra`auhu muṣfarral laẓallụ mim ba’dihī yakfurụn

 51.  Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.

Dan jika Kami mengirimkan angin yang merusak kepada tanaman dan pohon-pohon mereka, mereka melihat tanaman mereka telah rusak akibat angin tersebut, maka jadilah tumbuhan itu menguning setelah sebelumnya hijau, setelah mereka melihatnya, mereka termenung dalam keadaan kafir dan ingkar kepada nikmat-nikmat Allah.

فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ

fa innaka lā tusmi’ul-mautā wa lā tusmi’uṣ-ṣummad-du’ā`a iżā wallau mudbirīn

 52.  Maka Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang.

Sesungguhnya kamu (wahai Rasul), tidak bisa memperdengarkan orang yang mati hatinya atau tertutup telinganya sehingga dia tidak bisa mendengar kebenaran. Jangan berduka dan jangan bersedih manakala orang-orang musyrik tersebut idak beriman, karena mereka itu seperti orang-orang yang tuli dan orang-orang yang mati yang tidak bisa mendengar dan tidak merasa sekalipun mereka ada, lalu bagaimana bila mereka tidak hadir di sisimu dan berpaling darimu?

وَمَا أَنْتَ بِهَادِ الْعُمْيِ عَنْ ضَلَالَتِهِمْ ۖ إِنْ تُسْمِعُ إِلَّا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ

wa mā anta bihādil-‘umyi ‘an ḍalālatihim, in tusmi’u illā may yu`minu bi`āyātinā fa hum muslimụn

 53.  Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).

dan tidaklah Kamu (wahai Rasul) bisa membimbing orang yang Allah butakan dari jalan hidayah, dan kamu tidak bisa memperdengarkan dengan pendengaran untuk mengambil manfaat, kecuali orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, karena mereka adalah orang-orang yang tunduk dan melaksanakan perintah Allah.

۞ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

allāhullażī khalaqakum min ḍa’fin ṡumma ja’ala mim ba’di ḍa’fing quwwatan ṡumma ja’ala mim ba’di quwwatin ḍa’faw wa syaibah, yakhluqu mā yasyā`, wa huwal-‘alīmul-qadīr

 54.  Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Allah Yang menciptakan kalian dari air yang lemah lagi hina dina, yaitu sperma, kemudian setelah sebelumnya kalian lemah sebagai anak-anak, Dia memberi kalian kekuatan lelaki, kemudian setelah kekuatan ini hadirlah kelemahan masa tua dan senja. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki berupa kelemahan dan kekuatan. Dia-lah yang Maha Mengetahui makhlukNya, yang juga Mahakuasa atas segala sesuatu.

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ

wa yauma taqụmus-sā’atu yuqsimul-mujrimụna mā labiṡụ gaira sā’ah, każālika kānụ yu`fakụn

 55.  Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)”. Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran).

Saat Hari Kiamat tiba, Allah membangkitkan makhluk-makhluk dari kubur mereka. Saat itu orang-orang musyrik bersumpah bahwa mereka tidak tinggal di bumi kecuali dalam waktu yang pendek. Mereka berdusta dalam sumpah mereka sebagaimana mereka juga telah berdusta di dunia dan mereka mengingkari kebenaran yang dibawa para rasul kepada mereka.

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَىٰ يَوْمِ الْبَعْثِ ۖ فَهَٰذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَٰكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

wa qālallażīna ụtul-‘ilma wal-īmāna laqad labiṡtum fī kitābillāhi ilā yaumil-ba’ṡi fa hāżā yaumul-ba’ṡi wa lākinnakum kuntum lā ta’lamụn

 56.  Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)”.

Orang-orang yang berilmu dan beriman kepada Allah, dari kalangan malaikat-malaikat, para nabi dan orang-orang yang beriman berkata, “Sungguh kalian telah tinggal sesuai dengan apa yang ditulis oleh Allah berdasarkan ilmuNya yang terdahulu sejak hari di mana kalian diciptakan sampai kalian dibangkitkan, maka inilah hari kebangkitan itu, akan tetapi kalian tidak mengetahui, sehingga kalian mengingkarinya di dunia dan mendustakannya.”

فَيَوْمَئِذٍ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

fa yauma`iżil lā yanfa’ullażīna ẓalamụ ma’żiratuhum wa lā hum yusta’tabụn

 57.  Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.

Di Hari Kiamat, alasan-alasan yang diberikan oleh orang-orang zhalim tidak berguna bagi mereka, mereka tidak lagi dituntut untuk taat dan bertaubat guna meraih ridha Allah, sebaliknya mereka dihukum karena perbuatan-perbuatan buruk dan kemaksiatan-kemaksiatan mereka.

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَلَئِنْ جِئْتَهُمْ بِآيَةٍ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ

wa laqad ḍarabnā lin-nāsi fī hāżal-qur`āni ming kulli maṡal, wa la`in ji`tahum bi`āyatil layaqụlannallażīna kafarū in antum illā mubṭilụn

 58.  Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka”.

Sungguh Kami telah menjelaskan kepada manusia segala perumpamaan di dalam al-Qur’an ini untuk menegakkan hujjah atas mereka dan menetapkan keesaan Allah. Bila kamu (wahai Rasul) datang kepada mereka dengan membawa hujjah apa pun yang membuktikan kebenaranmu, niscaya orang-orang yang kafir kepadamu akan berkata, “ tidaklah kalian (wahai Rasul dan orang-orang yang mengikutimu) kecuali hanyalah orang-orang pembawa kebatilan dalam perkara yang kalian bawa kepada kami.”

كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

każālika yaṭba’ullāhu ‘alā qulụbillażīna lā ya’lamụn

 59.  Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.

Dengan penutupan seperti inilah, Allah menutup hati orang-orang yang tidak mengetahui hakikat pelajaran-pelajaran dan ayat-ayat yang jelas yang kamu bawa (wahai Rasul) dari sisi Allah.

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ

faṣbir inna wa’dallāhi ḥaqquw wa lā yastakhiffannakallażīna lā yụqinụn

 60.  Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.

Maka bersabarlah (wahai Rasul) atas apa yang menimpamu, berupa gangguan dan pendustaan dari kaummu kepadamu. Sesungguhnya apa yang Allah janjikan kepadamu berupa kemenangan, kekuasaan dan pahala adalah haq, tiada keraguan padanya. Dan jangan sampai memalingkanmu dari agamamu oleh orang-orang yang tidak meyakini kebangkitan dan tidak membenarkan pembalasan.

Related: Surat Luqman Arab-Latin, Surat as-Sajdah Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Ahzab, Terjemahan Tafsir Surat Saba, Isi Kandungan Surat Fathir, Makna Surat Yasin

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surat Ar Rum Latin Terjemahan Suroh Ar Rum Huruf Latin Qs Ar Rum Latin Al Ruum Ayat 31 Latin Dan Terjemaah