Surat Ar-Rum Ayat 31

۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Arab-Latin: Munībīna ilaihi wattaqụhu wa aqīmuṣ-ṣalāta wa lā takụnụ minal-musyrikīn

Terjemah Arti: Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Surat Ar-Rum Ayat 31

Terdokumentasikan pelbagai penjelasan dari kalangan ulama tafsir terhadap isi surat Ar-Rum ayat 31, di antaranya seperti tercantum:

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

jadilah kalian orang-orang yang kembali kepada Allah dengan taubat dan mengikhlaskan amal perbuatan untukNya. Bertakwalah kepadaNya dengan menjalankan perintah-perintah dan menjauhi larangan-laranganNya. Tegakkanlah shalat dengan sempurna mencakup rukun-rukun, wajib-wajib, dan syarat-syaratnya, dan jangan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu dalam ibadah.


Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

31. Dan kembalilah kalian kepada Rabb kalian Yang Mahasuci dengan tobat dari dosa-dosa kalian, bertakwalah kepada-Nya dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya dan laksanakan salat dengan cara yang paling sempurna serta janganlah kalian menjadi bagian dari orang-orang musyrik yang menentang fitrah dengan menyekutukan Allah dengan selain-Nya dalam ibadah mereka.


Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

31-32. Dan hadapkanlah wajah kalian kepada agama Islam dengan kembali kepada Allah, takutlah kepada Allah dengan mentaati-Nya, dirikanlah shalat dengan menyempurnakan syarat dan rukunnya serta pada waktunya, dan janganlah kalian termasuk orang-orang musyrik dengan menyembah selain Allah, yaitu orang-orang yang berselisih dan mengubah dalam agama mereka sehingga menjadi berbagai golongan, setiap golongan bangga dengan ilmu yang mereka miliki yang menyelisihi syariat karena mereka menganggap diri mereka di atas kebenaran sedangkan golongan lain dalam kebatilan.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

31. مُنِيبِينَ إِلَيْهِ (dengan kembali bertaubat kepada-Nya)
Yakni hadapkanlah wajahmu dan orang-orang yang bersamamu dengan bertaubat kepada Allah.

وَاتَّقُوهُ(dan bertakwalah kepada-Nya)
Dengan menjauhi kemaksiatan.

وَأَقِيمُوا۟ الصَّلَوٰةَ(serta dirikanlah shalat)
Yang diperintahkan kepada kalian.


Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

31. Hadapkanlah wajah-wajah kalian seraya kembali kepadaNya dengan bertaubat dan ikhlas dalam beramal. Laksanakanlah perintah-perintah(Nya) dan jauhilah larangan-larangan(Nya). Dirikanlah shalat pada waktunya dengan menyempurnakan rukun-rukunnya dan janganlah kalian menjadi orang-orang yang menyekutukan Allah dengan Tuhan lain.


Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

31. “dengan kembali bertaubat kepadaNya, dan bertakwalah kepadaNya,” ia adalah tafsir (penjelasan) terhadap “menghadapkan wajah kepada agama,” karena sesungguhnya inabah (kembali) itu adalah inabah hati dan ketertarikan faktor penyebabnya kepada hal-hal yang diridhai Allah, dan konsekuensi dari semua itu adalah amal anggota tubuh dengan tuntutan apa yang ada di dalam hati. Maka hal itu meliputi ibadah-ibadah lahiriyah dan batiniyah, dan semua itu tidak akan bisa sempurna (terlaksana) kecuali dengan cara meninggalkan maksiat-maksiat yang lahir dan batin. Maka dari itu, Dia berfirman, ”dan bertakwalah kepadaNya,” ini mencakup pelaksanaan terhadap hal-hal yang diperintahkan itu, shalat disebutkan secara khusus, karena shalat mengajak kepada inabah dan takwa, sebagaimana Firman Allah,
“dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah drai yang keji dan mungkar.” (al-ankabut:45)
Inilah pertolongan shalat untuk bisa bertakwa. Kemudian Dia berfirman,
“dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar.”(al-ankabut:45)
Ini adalah himbauan untuk berinabah (kembali kepada Allah). Dan Dia menghkususkan pada pondisi larangan, yaitu sesuatu yang mana amal tidak akan diterima bila disertainya, ia adalah syirik. Maka Dia berfirman, ”dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,” sebab keberadaan syirik itu sangat berlawanan dengan inabah yang ruhnya adalah ikhlas dari semua sisi.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ar-Rum ayat 31: 31-32. Wahai manusia, jadilah kalian orang-orang yang mengharap kepada Allah dan memperbanyak taubat, serta jadikanlah di antara kalian dan adzab Allah benteng yang mencegah (kalian) dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangan-Nya dan jagalah oleh kalian shalat-shalat kalian pada waktu-waktu yang telah ditentukan, tegakkanlah dengan sempurna dan berhati-hatilah kalian agar tidak menjadikan tandingan (sesembahan) lain selain Allah. Janganlah kalian menjadi sebagaimana mereka yang berpecah belah dalam agama yaitu mereka orang-orang yahudi dan nasrani, telah berbilang tuhan-tuhan bathil mereka serta berbilang pula kelompok dan golongan mereka, setiap kelompok (golongan) saling tolong menolong dengan apa yang ada pada kelompoknya dan saling membenci di luar kelompoknya, setiap kelompok berbangga dengan apa yang ada pada kelompoknya, mereka klaim bahwa kelompoknyalah yang paling benar dan di atas kebenaran.


Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Ini merupakan tafsiran dari menghadapakan wajah dengan lurus kepada agama Islam, karena maksud kembali adalah kembalinya hati dan pengarahannya kepada hal yang diridhai Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Konsekwensinya adalah membawa badan untuk mengerjakan perbuatan yang diridhai Allah dengan melakukan ibadah yang tampak maupun tersembunyi, dan hal itu tidaklah sempurna kecuali dengan meninggalkan maksiat yang tampak maupun tersembunyi. Oleh karena itu, dalam ayat tersebut disebutkan pula bertakwa kepada-Nya yang kandungannya adalah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.

Disebutkan shalat secara khusus, karena shalat mengajak pelakunya untuk kembali dan bertakwa, ia mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sehingga membantu tercapainya ketakwaan.

Disebutkan syirk secara khusus, karena ia merupakan larangan utama, di mana amal apa pun yang baik tidak akan diterima. Di samping itu, syirk bertentangan dengan sikap kembali, di mana ruhnya adalah ikhlas.


Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ar-Rum Ayat 31

Berpegangteguhlah pada agama yang lurus itu dengan mendekat dan kembali bertobat kepada-Nya dengan sepenuh hati, dan bertakwalah kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, serta laksanakanlah salat secara konsisten dan sempurna, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah dalam beribadah atau mempersekutukan-Nya dengan mengikuti agama yang menyimpang. 32. Janganlah kamu termasuk kaum musyrik, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dengan cara meninggalkan agama tauhid dan menganut berbagai kepercayaan menurut hawa nafsu mereka, dan mereka menjadi beberapa golongan dengan agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka, meskipun itu menyimpang dari agama yang benar.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikian sekumpulan penjabaran dari banyak ahli ilmu mengenai kandungan surat Ar-Rum ayat 31, moga-moga berfaidah untuk kita. Dukung syi'ar kami dengan mencantumkan hyperlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Lainnya: Ar-Rum Ayat 32 Arab-Latin, Ar-Rum Ayat 33 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Ar-Rum Ayat 34, Terjemahan Tafsir Ar-Rum Ayat 35, Isi Kandungan Ar-Rum Ayat 36, Makna Ar-Rum Ayat 37

Terkait: « | »

Kategori: 030. Ar-Rum

Artikel: Topik, Serial, Doa Dzikir, Lain-lain, Updates