Surat Ar-Rum Ayat 18

وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

Arab-Latin: Wa lahul-ḥamdu fis-samāwāti wal-arḍi wa 'asyiyyaw wa ḥīna tuẓ-hirụn

Terjemah Arti: Dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur.

Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Surat Ar-Rum Ayat 18

Ditemukan aneka ragam penjabaran dari para ulama tafsir mengenai makna surat Ar-Rum ayat 18, antara lain seperti termaktub:

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

17-18. Wahai orang-orang Mukmin, bertasbih dan sucikanlah Allah dari sekutu, istri dan anak. Sifatilah Dia dengan sifat-sifat kesempurnaan dengan lisan kalian. Wujudkanlah hal itu dengan anggota badan kalian seluruhnya saat kalian mendapatkan waktu petang dan waktu pagi, di waktu malam dan siang hari. BagiNya sanjungan dan pujian di langit dan di bumi, siang dan malam.


Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

18. Dan hanya bagi-Nya semata segala pujian di langit yang dipujikan oleh para Malaikat, dan di bumi yang dipujikan oleh makhluk-makhluk-Nya. Dan sucikanlah Dia ketika kalian memasuki waktu sore, yaitu waktu untuk melaksanakan salat asar dan sucikanlah Dia ketika kalian memasuki waktu zuhur.


Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

18. BagiNya itu segala rasa syukur dan pujian yang indah di seluruh penjuru langit dan bumi serta di waktu sore (waktu shalat ashar) dan waktu terang (waktu shalat zhuhur). Al-‘Asyiyyu waktu yang terbentang setelah ashar sampai tenggelamnya matahari.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

17-18. ini adalah informasi tentang kesucian Allah dari keburukan dan kekurangan, kesucianNya dari keserupaan seseorang dari makhluk denganNya; dan suatu perintah kepada hamba-hambaNya agar bertasbih (menyucikanNya) di saat mereka berada di waktu petang dan disaat mereka berada diwaktu shubuh, waktu senja dan siang hari.
Inilah lima waktu yang merupakan waktu-waktu shalat lima waktu. Allah memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk bertasbih dan memujiNya pada waktu-waktu tersebut dan termasuk dalam hal ini adalah yang wajib darinya, seperti yang tercakup dalam shalat lima waktu, dan yang disunnahkan seperti dzikir pagi dan sore hari, dzikir sesuai shalat wajib dan shalat-shalat Sunnah yang menyertainya. Karena sesungguhnya waktu-waktu tersebut adalah yang telah dipilih oleh Allah untuk waktu-waktu (shalat) wajib, ia merupakan waktu yang paling utama. Maka bertasbih dan bertahmid dalam waktu itu serta beribadah padanya lebih utama daripada waktu-waktu yang lain. Bahkan ibadah, sekalipun tidak mencakup bacaan “subhanallah” maka sesungguhnya keikhlasan di dalam ibadah tersebut merupakan penyucian Allah dengan perbuatan (dari) keberadaanNya mempunyai sekutu dalam ibadah, atau (dari) keberhakan seorang di antara makhluk untuk mendapatkan apa yang berhak untukNya, seperti ikhlas dan inabah.


An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Ar-Rum ayat 18: Ketahuilah wahai manusia, bahwa Allah memiliki pujian atas segala tempat, waktu terus menerus, Dia memiliki pujian di langit dan di bumi, pada malam dan siang hari.


Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni penduduk langit dan bumi memuji-Nya.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ar-Rum Ayat 18

Dan hanya bagi-Nya segala bentuk pujian dan syukur, baik di langit yang berasal dari para malaikat maupun di bumi yang berasal dari manusia dan jin, pada malam hari dan pada waktu zuhur atau tengah hari. 19. Hanya dia yang berhak atas segala bentuk pujian karena dia yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, yakni menghidupkan manusia dari tiada, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, yakni mematikan manusia setelah ia hidup; dan dia pula yang menghidupkan bumi dengan berbagai macam tetumbuhan dan pepohonan setelah mati dan mengering. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan dan dibangkitkan dari kubur.


Dapatkan pahala berdakwah dan gratis buku Rahasia Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Demikianlah pelbagai penjabaran dari banyak ulama mengenai isi surat Ar-Rum ayat 18, moga-moga menambah kebaikan bagi kita. Bantulah perjuangan kami dengan mencantumkan hyperlink ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Lainnya: Ar-Rum Ayat 19 Arab-Latin, Ar-Rum Ayat 20 Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Ar-Rum Ayat 21, Terjemahan Tafsir Ar-Rum Ayat 22, Isi Kandungan Ar-Rum Ayat 23, Makna Ar-Rum Ayat 24

Terkait: « | »

Kategori: 030. Ar-Rum

Artikel: Topik, Serial, Doa Dzikir, Lain-lain, Updates