Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Qamar

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Arab-Latin: iqtarabatis-sā’atu wansyaqqal-qamar

Terjemah Arti:  1.  Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Hari kiamat telah dekat, dan rembulan telah terbelah dua, yaitu manakala penduduk Makkah yang kafir meminta kepada Nabi agar menunjukkan sebuah mukjizat, maka Nabi memohon kepada Allah dan Allah memperlihatkan mukjizat tersebut.

وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ

wa iy yarau āyatay yu’riḍụ wa yaqụlụ siḥrum mustamirr

 2.  Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.

Bila orang-orang musyrik itu melihat bukti dan dalil atas kebenaran Rasul Muhammad, mereka tetap berpaling, tidak beriman, dan tidak membenarkan, sebaliknya, mereka terus mengingkari dan mendustakan. Dan mereka berkata sesudah bukti itu Nampak, “Ini hanya sihir yang akan sirna dan lenyap, tidak akan tetap.”

وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ

wa każżabụ wattaba’ū ahwā`ahum wa kullu amrim mustaqirr

 3.  Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya

mereka mendustakan Nabi, mengikuti kesesatan mereka dan apa yang diserukan oleh hawa nafsu mereka, yaitu mendustakan. Segala urusan, yang baik dan yang buruk, pasti menimpa pelakunya di Hari Kiamat saat pahala dan hukuman sudah tampak.

وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الْأَنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ

wa laqad jā`ahum minal-ambā`i mā fīhi muzdajar

 4.  Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran).

Dan orang-orang Quraisy itu sudah didatangi oleh sebagian dari berita-berita umat-umat yang mendustai rasul-rasul mereka dan azab yang menimpa mereka, yang cukup untuk menghardik mereka dari kekafiran dan kesesatan mereka.

حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ ۖ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ

ḥikmatum bāligatun fa mā tugnin-nużur

 5.  Itulah suatu hikmah yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).

Al-Quran yang datang kepada mereka ini adalah hikmah besar dan mendalam sekali. Maka peringatan apakah yang berguna bagi kaum yang berpaling dan mendustakannya?

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ إِلَىٰ شَيْءٍ نُكُرٍ

fa tawalla ‘an-hum, yauma yad’ud-dā’i ilā syai`in nukur

 6.  Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),

Maka berpalinglah (wahai Rasul) dari mereka, dan tunggulah mereka pada satu hari yang besar, yaitu hari yang mana malaikat memanggil dengan tiupan sangkakala untuk menuju kepada urusan yang berat lagi menakutkan, yaitu tempat perhitungan amal.

خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ

khusysya’an abṣāruhum yakhrujụna minal-ajdāṡi ka`annahum jarādum muntasyir

 7.  sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan

مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ ۖ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ

muhṭi’īna ilad-dā’, yaqụlul-kāfirụna hāżā yaumun ‘asir

 8.  mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: “Ini adalah hari yang berat”.

7-8. pandangan mata mereka tertunduk hina, di mana mereka keluar dari kubur, yang saat berhamburan dan cepatnya mereka berjalan ke tempat perhitungan amal bagaikan belalang yang menyebar di berbagai arah, bergegas menuju seruan. Orang-orang kafir itu akan berkata, “Ini adalah hari yang sulit dan sangat menakutkan.”

۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ فَكَذَّبُوا عَبْدَنَا وَقَالُوا مَجْنُونٌ وَازْدُجِرَ

każżabat qablahum qaumu nụḥin fa każżabụ ‘abdanā wa qālụ majnụnuw wazdujir

 9.  Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kamu Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman).

Telah mendustakan sebelum kaummu (wahai Rasul) kaum Nuh, mereka mendustakan hamba Kami, Nuh. Mereka berkata, “Dia orang gila.” Mereka menghardik Nuh dan mengancamnya dengan berbagai bentuk gangguan bila Nuh tidak menghentikan dakwahnya.

فَدَعَا رَبَّهُ أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانْتَصِرْ

fa da’ā rabbahū annī maglụbun fantaṣir

 10.  Maka dia mengadu kepada Tuhannya: “bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku)”.

Maka Nuh berdoa kepada Tuhannya, “Aku lemah, tidak sanggup melawan mereka, tolonglah aku dengan menimpakan hukuman dari sisiMu kepada mereka karena kekafiran mereka kepadaMu.”

فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ

fa fataḥnā abwābas-samā`i bimā`im mun-hamir

 11.  Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.

وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًا فَالْتَقَى الْمَاءُ عَلَىٰ أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ

wa fajjarnal-arḍa ‘uyụnan faltaqal-mā`u ‘alā amring qad qudir

 12.  Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan.

11-12. Kami mengabulkan doa Nuh, Kami membuka pintu-pintu langit dengan air hujan lebat. Kami membelah bumi yang memancarkan mata air yang deras. Air langit bertemu dengan air bumi sehingga membinasakan mereka yang sudah Allah tetapkan bagi mereka sebagai balasan atas kesyirikan mereka.

وَحَمَلْنَاهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلْوَاحٍ وَدُسُرٍ

wa ḥamalnāhu ‘alā żāti alwāḥiw wa dusur

 13.  Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku,

تَجْرِي بِأَعْيُنِنَا جَزَاءً لِمَنْ كَانَ كُفِرَ

tajrī bi`a’yuninā, jazā`al limang kāna kufir

 14.  Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai belasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh).

13-14. Kami mengangkat Nuh dan orang-orang (yang beriman) bersamanya dalam sebuah kapal yang terbuat dari papan-papan kayu yang disatukan dengan pasak-pasak, yang berjalan dibawah pengawasan Mata Kami dan penjagaan dari Kami. Kami menenggelamkan orang-orang yang mendustakan itu sebagai balasan bagi mereka atas kekafiran mereka dan pertolongan kepada Nuh. Ayat ini menetapkan sifat dua mata bagi Allah sesuai dengan kemuliaanNya.

وَلَقَدْ تَرَكْنَاهَا آيَةً فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqat taraknāhā āyatan fa hal mim muddakir

 15.  Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur

 16.  Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

15-16. Sungguh Kami membiarkan kisah Nuh dan kaumnya, sebagai bahan pelajaran dan bukti atas Kuasa Kami bagi orang-orang sesudah Nuh agar mereka mengambil nasihat dan pelajaran dari apa yang menimpa umat yang kafir kepada tuhannya. Maka adakah orang yang mengambil nasihat dan pelajaran? Bagaimana azab dan siksaKu atas orang-orang yang mendustakanKu dan tidak beriman kepada para utusanKu, apakah mereka mengambil pelajaran dari apa yang terjadi? Sesungguhnya azabKu itu teramat keras dan menyakitkan.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur`āna liż-żikri fa hal mim muddakir

 17.  Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Sungguh Kami telah memudahkan lafazh al-Quran untuk dibaca dan dihafal, serta memudahkan makna-maknanya untuk dipahami dan direnungkan, bagi siapa yang ingin memahami dan mengambil pelajaran. Adakah orang yang mengambil pelajaran? Dalam ayat ini dan ayat-ayat lain yang serupa terkandung dorongan memperbanyak membaca al-Quran, mempelajarinya dan mengajarkannya.

كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

każżabat ‘ādun fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur

 18.  Kaum ‘Aad pun mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Kaum Ad telah mendustakan Hud, maka Kami mengazab mereka. Bagaimana azabKu atas mereka karena kekafiran mereka dan hukumanKu atas pendustaan mereka terhadap utusan mereka dan tidak beriman kepadanya? Sesungguhnya ia amat pedih dan menyakitkan.

إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ

innā arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī yaumi naḥsim mustamirr

 19.  Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus,

تَنْزِعُ النَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُنْقَعِرٍ

tanzi’un-nāsa ka`annahum a’jāzu nakhlim mungqa’ir

 20.  yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang.

19-20. Sesungguhnya Kami mengutus kepada mereka angin yang sangat dingin di hari kesialan bagi mereka yang membawa azab dan kebinasaan. Angin itu menerbangkan mereka dari bumi, lalu mencampakkan mereka tersungkur dengan leher patah dan terpenggal dari tubuh mereka, ia meninggalkan mereka seperti batang pohon kurma yang terpisah dari pangkalnya.

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur

 21.  Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Bagaimana azab dan siksaKu atas siapa yang kafir kepadaKu, mendustakan para utusanKu dan tidak beriman kepada mereka? Sesungguhnya azabKu itu besar dan pedih.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur`āna liż-żikri fa hal mim muddakir

 22.  Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Dan sungguh Kami telah memudahkan lafazh al-Quran untuk dibaca dan dihafal, begitu juga makna-maknanya untuk direnungkan yaitu bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan ibrah; maka apakah ada orang yang mengambil nasihat?

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِالنُّذُرِ

każżabaṡ ṡamụdu bin-nużur

 23.  Kaum Tsamudpun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu).

فَقَالُوا أَبَشَرًا مِنَّا وَاحِدًا نَتَّبِعُهُ إِنَّا إِذًا لَفِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ

fa qālū abasyaram minnā wāḥidan nattabi’uhū innā iżal lafī ḍalāliw wa su’ur

 24.  Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila”.

23-24. Kaum Tsamud (yaitu kaum Shaleh) mendustakan ayat-ayat yang dengannya mereka diperingatkan. Mereka berkata, “Apakah kami mengikuti seorang manusia sedangkan kami adalah jamaah yang berjumlah besar? Bila demikian, maka sesungguhnya kami benar-benar jauh dari kebenaran dan kami benar-benar dalam kegilaan.

أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ

a ulqiyaż-żikru ‘alaihi mim baininā bal huwa każżābun asyir

 25.  Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.

سَيَعْلَمُونَ غَدًا مَنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُ

saya’lamụna gadam manil-każżābul-asyir

 26.  Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.

25-26. Apakah dia menerima wahyu dan diangkat sebagai nabi di antara kami, padahal dia hanya salah seorang dari kami? Dia banyak dusta dan menyombongkan diri.” Mereka akan melihat saat azab menimpa mereka di dunia dan Hari Kiamat, siapa yang pendusta dan sombong itu.

إِنَّا مُرْسِلُو النَّاقَةِ فِتْنَةً لَهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْ

innā mursilun-nāqati fitnatal lahum fartaqib-hum waṣṭabir

 27.  Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah.

Sesungguhnya Kami mengeluarkan seekor unta betina yang mereka minta dari batu sebagai ujian bagi mereka. Maka lihatlah (wahai Shaleh) azab yang menimpa mereka dan bersabarlah dalam berdakwah kepada mereka dan (dalam menghadapi) gangguan mereka terhadapmu.

وَنَبِّئْهُمْ أَنَّ الْمَاءَ قِسْمَةٌ بَيْنَهُمْ ۖ كُلُّ شِرْبٍ مُحْتَضَرٌ

wa nabbi`hum annal-mā`a qismatum bainahum, kullu syirbim muḥtaḍar

 28.  Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)

Kabarkanlah kepada mereka bahwa air terbagi antara kaummu dengan unta itu. Satu hari untuk unta dan satu hari untuk mereka. Yang berhak meminum adalah pihak yang mendapatkan gilirannya, sedangkan yang bukan gilirannya dilarang.

فَنَادَوْا صَاحِبَهُمْ فَتَعَاطَىٰ فَعَقَرَ

fa nādau ṣāḥibahum fa ta’āṭā fa ‘aqar

 29.  Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya.

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur

 30.  Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

29-30. Tetapi mereka memangil teman mereka agar segera menyembelih unta itu, maka orang itu pun mendekatinya, mengganggunya dengan tangannya lalu menyembelihnya, maka Kami menghukum mereka. Bagaimana azabKu atas mereka karena kekafiran mereka dan hukumanku terhadap siapa yang mendustakan utusanKu? Sesungguhnya azabKu itu besar lagi menyakitkan.

إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَاحِدَةً فَكَانُوا كَهَشِيمِ الْمُحْتَظِرِ

innā arsalnā ‘alaihim ṣaiḥataw wāḥidatan fa kānụ kahasyīmil-muḥtaẓir

 31.  Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.

Sesungguhnya Kami mengutus Jibril kepada mereka, lalu dia berteriak sekali saja, maka mereka pun binasa seluruhnya, hingga mereka seperti tanaman kering yang mudah dipatahkan sehingga pemilik ternak menjadikannya sebagai pagar (kandung) bagi unta dan hewan-hewan ternaknya.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur`āna liż-żikri fa hal mim muddakir

 32.  Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Sungguh Kami telah memudahkan lafazh al-Quran ini untuk dibaca dan dihafal, juga makna-maknanya untuk dipahami dan direnungkan, bagi siapa yang ingin mengambil nasihat dan pelajaran. Maka adakah orang yang mengambil nasihat dengannya?

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ

każżabat qaumu lụṭim bin-nużur

 33.  Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya).

Kaum Luth juga mendustakan ayat-ayat yang dengannya mereka diperingatkan.

إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آلَ لُوطٍ ۖ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ

innā arsalnā ‘alaihim ḥāṣiban illā āla lụṭ, najjaināhum bisaḥar

 34.  Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing,

نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ

ni’matam min ‘indinā, każālika najzī man syakar

 35.  sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,

34-35. Sesungguhnya Kami mengirimkan kepada mereka angin yang kencang yang melempari mereka dengan batu kecuali keluarga Luth, Kami menyelamatkan mereka dari azab di akhir malam, sebagai nikmat Kami kepada mereka, sebagaimana Kami membalas Luth dan keluarganya dan memberi mereka nikmat, Kami juga menyelamatkan mereka dari azab Kami, Kami juga membalas siapa yang beriman kepada Kami dan bersyukur kepada Kami.

وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ

wa laqad anżarahum baṭsyatanā fa tamārau bin-nużur

 36.  Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.

Luth sudah memperingatkan kaumnya terhadap azab Allah dan siksaNya, tetapi mereka tidak mendengarnya, sebaliknya mereka meragukan dan mendustakannya.

وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ

wa laqad rāwadụhu ‘an ḍaifihī fa ṭamasnā a’yunahum fa żụqụ ‘ażābī wa nużur

 37.  Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Mereka meminta Luth agar membolehkan mereka melakukan perbuatan keji terhadap tamu-tamunya dari malaikat, maka Kami membutakan mata mereka sehingga tidak melihat apa pun. Kepada mereka dikatakan, “rasakanlah azab dan siksaKu yang telah diperingatkan Luth kepada kalian!”

وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ

wa laqad ṣabbaḥahum bukratan ‘ażābum mustaqirr

 38.  Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal.

فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ

fa żụqụ ‘ażābī wa nużur

 39.  Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

38-39. Dan sungguh telah datang kepada mereka di waktu pagi sebuah azab yang berlangsung terus-menerus hingga membawa mereka ke azab akhirat. Azab tersebut adalah merajam mereka dengan batu dan membalik negeri mereka, hingga bagian atasnya menjadi bagian bawah. Kepada mereka dikatakan, “rasakanlah azabKu yang Aku timpakan kepada kalian karena kekafiran dan pendustaan kalian, serta rasakanlah hukumanKu yang telah diperingatkan Luth kepada kalian.”

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur`āna liż-żikri fa hal mim muddakir

 40.  Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Sungguh Kami telah memudahkan lafazh al-Quran ini untuk dibaca dan dihafal, juga makna-maknanya untuk dipahami dan direnungkan bagi siapa yang ingin mengambil pelajaran. Maka adakah orang yang mau mengambil nasihat?

وَلَقَدْ جَاءَ آلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُ

wa laqad jā`a āla fir’aunan-nużur

 41.  Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir’aun ancaman-ancaman.

Peringatan Kami telah datang kepada Firaun dan para pengikutnya, bahwa mereka akan ditimpa azab atas kekafiran mereka.

كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كُلِّهَا فَأَخَذْنَاهُمْ أَخْذَ عَزِيزٍ مُقْتَدِرٍ

każżabụ bi`āyātinā kullihā fa`akhażnāhum akhża ‘azīzim muqtadir

 42.  Mereka mendustakan mukjizat Kami semuanya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa

Mereka mendustakan semua bukti-bukti Kami yang menunjukkan atas keesaan Kami dan kenabian nabi-nabi Kami, maka Kami mengazab mereka dengan azab sebagai hukuman dari yang Mahaperkasa yang tidak terkalahkan, lagi Mahakuasa atas apa yang Dia kehendaki.

أَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِنْ أُولَٰئِكُمْ أَمْ لَكُمْ بَرَاءَةٌ فِي الزُّبُرِ

a kuffārukum khairum min ulā`ikum am lakum barā`atun fiz-zubur

 43.  Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu

Apakah orang-orang kafir kalian (wahai orang-orang Quraisy) lebih baik daripada orang-orang yang telah disebutkan di atas yang telah binasa karena pendustaan mereka, atau kalian punya jaminan pembebasan dari azab Allah adalam kitab-kitab suci yang diturunkan kepada para nabi bahwa kalian akan selamat dari azab?

أَمْ يَقُولُونَ نَحْنُ جَمِيعٌ مُنْتَصِرٌ

am yaqụlụna naḥnu jamī’um muntaṣir

 44.  Atau apakah mereka mengatakan: “Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang”.

Bahkan apakah orang-orang kafir Makkah itu berani berkata, “Kami adalah orang-orang yang berakal dan bersikap tegas, kami bersatu, kami adalah kelompok yang menang, siapa yang ingin menimpakan keburukan kepada kami pasti tidak akan sanggup melakukannya?

سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ

sayuhzamul-jam’u wa yuwallụnad-dubur

 45.  Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.

orang-orang kafir Makkah itu akan kalah oleh orang-orang yang beriman, mereka akan melarikan diri dan memberikan punggung mereka kepada orang-orang beriman. Dan ini telah terjadi dalam Perang Badar.

بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ أَدْهَىٰ وَأَمَرُّ

balis-sā’atu mau’iduhum was-sā’atu ad-hā wa amarr

 46.  Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

Hari Kiamat adalah hari yang dijanjikan kepada mereka, di mana mereka akan dibalas dengan apa yang memang berhak mereka terima. Hari kiamat itu lebih besar dan lebih berat dari azab yang mereka derita di Perang Badar.

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ

innal-mujrimīna fī ḍalāliw wa su’ur

 47.  Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka.

يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

yauma yus-ḥabụna fin-nāri ‘alā wujụhihim, żụqụ massa saqar

 48.  (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!”

47-48. Sesungguhnya orang-orang yang gemar berbuat dosa itu dalam kesesatan dari jalan yang benar, azab dan kesengsaraan, di hari mereka diseret di dalam neraka di atas wajah mereka. Dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah kerasnya siksa api Neraka Jahanam.”

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

innā kulla syai`in khalaqnāhu biqadar

 49.  Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dalam takaran yang telah Kami takdirkan dan Kami tetapkan, ilmu Kami telah mendahuluinya dan Kami menulisnya di Lauhul Mahfuzh.

وَمَا أَمْرُنَا إِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ

wa mā amrunā illā wāḥidatung kalam-ḥim bil-baṣar

 50.  Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.

Perintah Kami terhadap sesuatu manakala Kami menghendakinya hanyalah ucapan Kami sekali saja kepadanya, “Jadilah.” Maka ia pun terjadi seperti kedipan mata, tidak tertunda sekejap mata pun.

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا أَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqad ahlaknā asy-yā’akum fa hal mim muddakir

 51.  Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Sungguh Kami telah membinasakan orang-orang yang seperti mereka dalam kekafiran dari umat-umat yang telah berlalu. Apakah ada orang yang mengambil pelajaran dari apa yang menimpa mereka berupa azab dan hukuman?

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ

wa kullu syai`in fa’alụhu fiz-zubur

 52.  Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan

Segala sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang yang seperti mereka yang telah berlalu; kebaikan atau keburukan, tertulis dalam kitab-kitab yang dicatat oleh para malaikat pencatat.

وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُسْتَطَرٌ

wa kullu ṣagīriw wa kabīrim mustaṭar

 53.  Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.

Amal-amal mereka, yang besar ataupun yang kecil, tercatat pada lembaran-lembaran mereka, dan mereka akan dibalas dengannya.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ

innal-muttaqīna fī jannātiw wa nahar

 54.  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai,

Dan sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam taman-taman yang besar dan sungai-sungai yang luas di Hari Kiamat.

فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ

fī maq’adi ṣidqin ‘inda malīkim muqtadir

 55.  di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.

Di majelis yang benar, tidak ada yang sia-sia padanya dan tidak ada dosa, di hadapan Allah Yang Mahaagung, Pencipta segala sesuatu, Mahakuasa atas segala sesuatu, Maha banyak kebaikanNya lagi Mahatinggi.

Related: Surat ar-Rahman Arab-Latin, Surat al-Waqi’ah Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Hadid, Terjemahan Tafsir Surat al-Mujadilah, Isi Kandungan Surat al-Hasyr, Makna Surat al-Mumtahanah

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!