Surat Al-Qamar Ayat 3

وَكَذَّبُوا۟ وَٱتَّبَعُوٓا۟ أَهْوَآءَهُمْ ۚ وَكُلُّ أَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ

Arab-Latin: Wa każżabụ wattaba'ū ahwā`ahum wa kullu amrim mustaqirr

Artinya: Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya

« Al-Qamar 2Al-Qamar 4 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Tafsir Berharga Berkaitan Dengan Surat Al-Qamar Ayat 3

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Qamar Ayat 3 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai tafsir berharga dari ayat ini. Tersedia berbagai penjelasan dari banyak mufassir terkait kandungan surat Al-Qamar ayat 3, antara lain seperti berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Mereka mendustakan Nabi, mengikuti kesesatan mereka dan apa yang diserukan oleh hawa nafsu mereka, yaitu mendustakan. Segala urusan, yang baik dan yang buruk, pasti menimpa pelakunya di Hari Kiamat saat pahala dan hukuman sudah tampak.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

3. Mereka mendustakan kebenaran yang datang kepada mereka dan mengikuti hawa nafsu mereka dalam pendustaan ini, sedang setiap perkara, yang baik maupun yang buruk, akan mengenai orang-orang yang melakukannya pada hari Kiamat.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

3. وَكُلُّ أَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ (sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya)
Yakni setiap urusan itu benar; urusan di dunia akan akan nampak dan urusan akhirat akan diketahui.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Semuanya berjalan menuju kesudahan; Kebenaran tetap terlihat dan kokoh, sementara kepalsuan terus menghilang dan lenyap.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

3-4. Mereka mendustakan Nabi SAW dan mengikuti hawa nafsu mereka yang batil. Yaitu hawa nafsunya dihiasi oleh setan dengan kewas-wasan. Setiap sesuatu yang telah mencapai tujuannya itu sudah ditetapkan, baik itu baik atau buruk. Sungguh telah datang kepada orang-orang musyrik Quraisy tentang kabar-kabar umat terdahulu yang pendusta sebagai peringatan kepada mereka tentang kesyirikan.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Mereka mendustakan dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya} menimpa orang yang memilikinya pada hari kiamat


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

3. Karena itu Allah berfirman, “Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka,” seperti yang disebutkan dalam Firman Allah, “Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka)” -Al-Qasash:50
Sebab andai saja mereka berniat untuk mengikuti petunjuk, tentu mereka pasti beriman dan mengikuti Nabi Muhammad, karena Allah memperlihatkan berbagai bukti nyata dan hujjah tegas melalui tangan beliau yang menunjukkan seluruh tuntutan ilahiah dan maksud syariat. “Sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya,” artinya hingga kini masalah itu belum sampai pada ambang batasnya dan akan tetap berjalan hingga pada batas akhir. Orang-orang yang membenarkan akan berada di surga yang penuh kenikmatan dan ampunan serta ridha Allah, sedangkan orang yang mendustakan akan jungkir balik berada dalam kemurkaan dan azab Allah kekal selama-lamanya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-5
Allah SWT memberitahukan tentang dekatnya hari kiamat, habisnya dunia serta keruntuhannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Telah pasti datangnya ketetapan Allah) (Surah An-Nahl: l) Dan Allah SWT berfirman (Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya) (1)) (Surah Al-Anbiya’)
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd, dia berkata,”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:”Aku diutus sedangkan aku dan hari kiamat seperti ini” seraya mengisyaratkan dengan kedua jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa penduduk Makkah meminta kepada Nabi SAW untuk memperlihatkan suatu mukjizat, maka beliau memperlihatkan kepada mereka bulan yang terbelah menjadi dua, sehingga mereka melihat celah di antara keduanya
Firman Allah SWT: (Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda) yaitu dalil, hujjah, dan bukti (mereka berpaling) yaitu tidak mau tunduk kepadanya, bahkan berpaling darinya dan meninggalkannya (dan berkata.”(Ini adalah) sihir yang terus-menerus") Mereka berkata,"Bukti-bukti yang kita lihat ini adalah sihir yang dia lemparkan kepada kami" Makna (mustamir) adalah yang akan lenyap. Pendapat ini dikatakan Mujahid, Qatadah dan selain keduanya. yaitu bathil dan surut, tidak kekal (Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka) yaitu, mereka mendustakan kebenaran jika kebenaran itu datang kepada mereka, dan mereka hanya mengikuti pendapat dan hawa nafsu mereka karena kebodohan dan kepicikan akal mereka.
Firman Allah: (sedangkan tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya) Qatadah berkata maknanya adalah bahwa kebaikan itu hanya dilakukan oleh orang yang sering melakukan kebaikan, dan keburukan itu hanya dilakukan oleh orang yang sering melakukan keburukan.
Firman Allah SWT (Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah) yaitu berita-berita dan kisah-kisah umat-umat yang mendustakan para rasul; dan pembalasan, siksa dan azab yang menimpa mereka, yang terdapat dalam Al-Qur'an (yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran)) yaitu, pelajaran yang mencegah mereka dari kemusyrikan dan terus-menerus mendustakan para rasul.
Firman Allah SWT: (itulah suatu hikmah yang sempurna) yaitu terkait petunjuk Allah SWT kepada orang yang Dia beri petunjuk, dan tentang penyesatanNya kepada orang yang Dia sesatkan (maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)) yaitu, tidak ada gunanya peringatan-peringatan itu bagi orang yang telah ditetapkan Allah untuk celaka dan hatinya telah dikunci mati, lalu siapakah yang dapat memberinya petunjuk selain Allah? Ini sebagaimana firmanNya SWT: (Katakanlah, "Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya” (149)) (Surah Al-An'am) Demikianlah firman Allah SWT: (Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman) (Surah Yunus: 101)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Qamar ayat 3: 2-3. Ketahuilah wahai Nabi Allah bahwa mereka orang-orang musyrik sebagaiamana yang mereka melihat dari tanda-tanda mukjizat yang menunjukkan kebenaran akan dirimu, akan tetapi mereka pasti akan menolak dan tidak akan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ; Bahkan mereka akan berkata dengan pengingkaran : Sungguh yang engkau datangkan kepada kami tidak lain hanyalah sihir. Kemudian Allah mengabarkan bahwa mereka mendustakan Nabi ﷺ, dan mengikuti dakwahan dari hawa nafsu mereka berupa pengingkaran. Kemudian Allah menjelaskan bahwa sesungguhnya setiap urusan itu pasti telah ada ketetapan akhirnya. Inilah akhir dari orang-orang yang kafir, yang di akhir kehidupannya mereka akan merugi, adapun urusan orang-orang yang beriman akan berakhir dengan kemenangan dan ridha Allah bagi mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Hal ini seperti dalam firman Allah Ta’ala di surah Al Qashas ayat 50, “Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Terj. Al Qashash: 50)

Kalau seandainya maksud mereka adalah mengikuti petunjuk, tentu mereka akan beriman dan mengikuti Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, karena Allah telah memperlihatkan kepada mereka melalui tangan Beliau petunjuk, bukti dan keterangan yang nyata yang menunjukkan kepada semua tuntutan ilahi dan maksud syariat.

Maksudnya bahwa segala urusan itu pasti berjalan sampai waktu yang telah ditetapkan terjadinya, seperti urusan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam meninggikan kalimat Allah pasti sampai pada akhirnya, yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, sedangkan urusan orang yang mendustakannya pasti sampai pula pada akhirnya, yaitu kekalahan di dunia dan siksaan di akhirat.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Qamar Ayat 3

Demikianlah sikap orang musyrik, dan mereka memang senantiasa mendustakan kebenaran dari-Nya. Mereka cenderung menyimpang dari fitrah dan mengikuti keinginannya yang menjerumuskan mereka pada kesesatan, padahal setiap urusan yang terjadi pasti telah ada ketetapannya. 4. Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman bagi mereka untuk tidak berbuat ingkar dan syirik.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian bermacam penjabaran dari kalangan pakar tafsir terhadap isi dan arti surat Al-Qamar ayat 3 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat bagi ummat. Sokong dakwah kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Cukup Banyak Dikaji

Tersedia berbagai halaman yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat: An-Nahl, Ali ‘Imran 173, An-Nahl 97, Tiga (3) Terakhir al-Baqarah, Luqman 12, Al-Baqarah 255. Juga At-Taubah 103, Az-Zalzalah 7-8, Yusuf 87, Al-Kautsar 2, Al-Baqarah 156, At-Talaq 3.

  1. An-Nahl
  2. Ali ‘Imran 173
  3. An-Nahl 97
  4. Tiga (3) Terakhir al-Baqarah
  5. Luqman 12
  6. Al-Baqarah 255
  7. At-Taubah 103
  8. Az-Zalzalah 7-8
  9. Yusuf 87
  10. Al-Kautsar 2
  11. Al-Baqarah 156
  12. At-Talaq 3

Pencarian: surat qaf ayat 1, almaidah 6, surah at taubah ayat 41, surat al maidah ayat 40, surah al baqarah ayat 238

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah (gratis)

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: