Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat an-Naba

عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ

Arab-Latin: ‘amma yatasā`alụn

Terjemah Arti:  1.  Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ

‘anin-naba`il-‘aẓīm

 2.  Tentang berita yang besar,

الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

allażī hum fīhi mukhtalifụn

 3.  yang mereka perselisihkan tentang ini.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-3. Tentang apa sebagian dari orang orang kafir quraisy bertanya kepada sebagian lainnya? Mereka saling bertanya tentang sebuah berita besar,yaitu al-quran yang agung yang mengabarkan tentang kebangkitan yang di ragukan. Yang di ragukan, bahkan di dustakan oleh orang orang kafir.

كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

kallā saya’lamụn

 4.  Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,

ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

ṡumma kallā saya’lamụn

 5.  kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.

4-5. Perkaranya tidak seperti yang diklaim oleh orang orang musyrik itu.mereka akan tahu akibat dari pendustaan mereka,mereka akan melihat apa yang akan Allah lakukan terhadap mereka pada hari kiamat, Kemudian mereka akan meyakini kebenaran apa yang dibawa oleh Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam yaitu al-quran dan kabar kebangkitan.ini adalah ancaman dan peringatan keras bagi mereka.

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

a lam naj’alil-arḍa mihādā

 6.  Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

Bukankah kami telah menjadikan bumi ini terhampar seperti kasur?

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

wal-jibāla autādā

 7.  dan gunung-gunung sebagai pasak?,

Dan menjadikan gunung gunung berdiri kokoh agar bumi tidak berguncang?

وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا

wa khalaqnākum azwājā

 8.  dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,

Dan Kami menciptakan kalian berjenis jenis,ada laki laki dan ada perempuan?

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

wa ja’alnā naumakum subātā

 9.  dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

Kami menjadikan tidur kalian sebagai saat istirahat bagi badan kalian,padanya kalian merasa tenang dan diam?

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

wa ja’alnal-laila libāsā

 10.  dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,

Kami menjadikan malam sebagai pakaian bagi kalian dengan kegelapannya,ia menutupi kalian sebagaimana pakaian menutupi pemakainya?

وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

wa ja’alnan-nahāra ma’āsyā

 11.  dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,

Kami menjadikan siang sebagai waktu mencari penghidupan,dimana padanya kalian menyebar dan beraktivitas demi kemaslahatan hidup kalian?

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

wa banainā fauqakum sab’an syidādā

 12.  dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,

Kami membangun diatas kalian tujuh langit yang kokoh dan kuat,tidak ada celah dan tidak pecah?

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

wa ja’alnā sirājaw wahhājā

 13.  dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),

Kami menjadikan matahari bersinar terang?

وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا

wa anzalnā minal-mu’ṣirāti mā`an ṡajjājā

 14.  dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,

لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا

linukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā

 15.  supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا

wa jannātin alfāfā

 16.  dan kebun-kebun yang lebat?

14-16. Kami menurunkan dari awan hujan yang tercurah dengan deras. Supaya Kami keluarkan dengan air hujan itu biji-bijian yang dijadikan makanan pokok manusia dan apa yang akan dimakan oleh hewan-hewan, Dan juga kebun-kebun yang subur, sebagian pohonnya berkait sebagian lainnya.

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا

inna yaumal-faṣli kāna mīqātā

 17.  Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,

يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا

yauma yunfakhu fiṣ-ṣụri fa ta`tụna afwājā

 18.  yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

17-18. Sesungguhnya hari penetapan keputusan diantara makhluk,yaitu hari kiamat,merupakan waktu yang telah ditentukan untuk orang orang terdahulu dan orang orang kemudian, Hari yang pada saat itu malaikat meniup sangkakala sebagai tanda kebangkitan,kalian bangkit sebagai umat umat,setiap umat bersama imamnya.

وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا

wa futiḥatis-samā`u fa kānat abwābā

 19.  dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,

Langit dibuka,ia memiliki pintu pintu yang banyak untuk turunnya para malaikat.

وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا

wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā

 20.  dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.

Gunung-gunung yang kokoh dicabut sehingga menjadi seperti fatamorgana.

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا

inna jahannama kānat mirṣādā

 21.  Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,

لِلطَّاغِينَ مَآبًا

liṭ-ṭāgīna ma`ābā

 22.  lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,

لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا

lābiṡīna fīhā aḥqābā

 23.  mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,

لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا

lā yażụqụna fīhā bardaw wa lā syarābā

 24.  mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

illā ḥamīmaw wa gassāqā

 25.  selain air yang mendidih dan nanah,

جَزَاءً وِفَاقًا

jazā`aw wifāqā

 26.  sebagai pambalasan yang setimpal.

21-26. Pada hari itu,neraka jahanam mengintai orang orang kafir Yang mana neraka jahanam itu memang disiapkan bagi mereka. Ia adalah tempat kembali bagi orang orang kafir sebagai tempat kembali mereka,mereka tinggal disana selama-lamanya,tidak berpenghabisan, Mereka tidak diberi makan dengan sesuatu yang mendinginkan panasnya,tidak diberi minum yang menghilangkan dahaga mereka, Kecuali air panas dan nanah penghuni neraka, Mereka di balas demikian sebagai balasan yang adil sesuai dengan amal-amal mereka yang mereka kerjakan di dunia.

إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا

innahum kānụ lā yarjụna ḥisābā

 27.  Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,

وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا

wa każżabụ bi`āyātinā kiżżābā

 28.  dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya.

وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا

wa kulla syai`in aḥṣaināhu kitābā

 29.  Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.

فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

fa żụqụ fa lan nazīdakum illā ‘ażābā

 30.  Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.

27-30. Sesungguhnya mereka tidak takut pada hari perhitungan amal sehingga mereka tidak beramal untuknya, Mereka mendustakan apa yang dibawa oleh para rasul kepada mereka. Kami mengetahui segala sesuatu dan mencatatnya di lauhil mahfuzh. Maka rasakanlah (wahai orang orang kafir) balasan dari amal-amal kalian, kami tidak menambah untuk kalian kecuali azab di atas azab.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

inna lil-muttaqīna mafāzā

 31.  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا

ḥadā`iqa wa a’nābā

 32.  (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا

wa kawā’iba atrābā

 33.  dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

وَكَأْسًا دِهَاقًا

wa ka`san dihāqā

 34.  dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا

lā yasma’ụna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā

 35.  Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.

31-35. Sesungguhnya orang orang yang takut kepada tuhan mereka dan beramal shalih mendapatkan keberuntungan dengan masuk surga. Mereka mendapatkan kebun-kebun besar dan buah anggur. Mereka mendapatkan istri-istri yang berusia muda,buah dada mereka montok,usia mereka sebaya, Dan mereka punya gelas gelas yang penuh dengan khamar, Mereka tidak mendengar kata kata batil di dalam surge,sebagian tidak dusta kepada sebagian lainnya.

جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا

jazā`am mir rabbika ‘aṭā`an ḥisābā

 36.  Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,

رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا

rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumar-raḥmāni lā yamlikụna min-hu khiṭābā

 37.  Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا

yauma yaqụmur-rụḥu wal-malā`ikatu ṣaffal lā yatakallamụna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā

 38.  Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.

ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ مَآبًا

żālikal-yaumul-ḥaqq, fa man syā`attakhaża ilā rabbihī ma`ābā

 39.  Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

36-39. Mereka mendapatkan semua itu sebagai balasan dan karunia dari Allah,serta sebagai pemberian yang besar dan mencukupi mereka, Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Tuhan yang maha pengasih di dunia dan akhirat,mereka tidak punya kewenangan untuk bertanya kepada NYA kecuali dalam apa yang DIA izinkan. Hari itu jibril dan para malaikat berdiri berbaris, mereka tidak memberi syafaat kecuali bagi siapa yang Allah yang maha pengasih izinkan untuknya dan dia hanya mengatakan yang benar dan lurus. Itu adalah haq yang tidak ada keraguan bahwa ia pasti terjadi. Maka barangsiapa ingin selamat dari ketakutan ketakutannya,hendaknya dia mengambil jalan untuk menuju kepada tuhannya dengan melakukan amal shalih.

إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

innā anżarnākum ‘ażābang qarībay yauma yanẓurul-mar`u mā qaddamat yadāhu wa yaqụlul-kāfiru yā laitanī kuntu turābā

 40.  Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.

Sesungguhnya kami memperingatkan kalian dari azab di akhirat yang dekat yang pada saat itu setiap orang melihat apa yang dilakukan dan diusahakannya,amal baik atau amal buruk. Orang kafir berkata saat melihat beratnya hisab, ”seandainya dahulu aku menjadi tanah sehingga sekarang aku tidak dibangkitan.”

Related: Surat an-Naziat Arab-Latin, Surat ‘Abasa Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat at-Takwir, Terjemahan Tafsir Surat al-Infithar, Isi Kandungan Surat al-Muthaffifin, Makna Surat al-Insyiqaq

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surat An Naba 18 Surat An Naba Dan Artinya Perempu