Surat An-Naba Ayat 18

Text Bahasa Arab dan Latin

يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

Tafsir Al-Muyassar

Hari yang pada saat itu malaikat meniup sangkakala sebagai tanda kebangkitan,kalian bangkit sebagai umat umat,setiap umat bersama imamnya.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

(يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ) (hari ditiupnya sangkakala), yaitu tiupan yang kedua, (فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا) kalian datang menghadap Tuhan kalian, dalam kelompok kelompok yang banyak, setiap ummat akan datang bersama Rasul (utusan Allah) yang datang kepada mereka menyampaikan risalah Allah, ( يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ ۖ) ((Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya ), maka datanglah mereka bersama Rasul mereka, mereka datang dengan berkelompok-kelompok, mulai dari umat-umat terdahulu sampai umat yang terakhir.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا “yaitu hari ditiupnya sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,”
Yang diperintahkan untuk meniupkannya adalah malaikat Israfil, ia akan menuipnya sebanyak dua kali: Pertama: Manusia terkejut, pingsan dan mereka meninggal, kedua: mereka dibangkitkan dari kubur dan nyawa-nyawa mereka akan dikembalikan ke jasad-jasad mereka, oleh kerena itu, di sini Allah Ta’ala berfirman: يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا “yaitu hari ditiupnya sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,” pada ayat ini ada sesuatu yang disingkat tersembunyi yaitu: kalian dihidupkan kembali lalu datang berkelompok kelompok, datang dengan berkelompok kemudian dilanjut dengan kelompok lainnya. Kelompok-kelompok ini wallaahu a’lam disesuaikan dengan umat-umat tertentu, setiap umat akan dipanggil dengan kitabnya untuk dihisab. Manusia akan datang berkelompok-kelompok pada saat itu, bumi pun diratakan dan Allah membiarkannya kosong dan datar tidak terlihat ada yang menonjol dan menjorok kedalam.

Tafsir Hidayatul Insan

Oleh malaikat Israafil.

Dari kuburmu.

Pada hari itu terjadi kecemasan yang luar biasa yang menjadikan anak-anak beruban, hati ketakutan, gunung-gunung dijalankan lalu dijadikan seperti debu yang dihambur-hamburkan, langit terbelah menjadi pintu-pintu dan Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberikan keputusan dengan hukum-Nya yang adil, api neraka yang Allah sediakan untuk orang-orang yang melampaui batas menyala, dan Dia jadikan neraka itu sebagai tempat tinggal mereka dalam waktu yang lama.

Tafsir Kemenag

Hari keputusan itu tiba pada hari ketika sangkakala ditiup oleh israfil, lalu kamu akan bangkit dari kuburmu dan datang berbondong-bondong dan berduyun-duyun menuju tempat berkumpul, yaitu padang mahsyar untuk menanti keputusan Allah. 19. Dan pada hari itu langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu akibat banyaknya rekahan di sana. Dari pintu-pintu itu para malaikat turun untuk melaksanakan tugas masing-masing.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018