Surat An-Naba Ayat 6

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

Arab Latin: A lam naj'alil-arḍa mihādā

Terjemahan Arti: Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

TERJEMAH TAFSIR

Bukankah kami telah menjadikan bumi ini terhampar seperti kasur?

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

6. Kemudian Allah menyebutkan 9 ciptaan-Nya sebagai bukti dan penekanan tentang keyakinan terhadap kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia dari kematiannya. Yang pertama adalah: Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan yang layaknya dipan atau tempat menidurkan anak kecil?”

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

6-16. Allah menyebutkan Sembilan dalil yang menunjukkan atas ke Maha Mampuan-Nya atas membangkitkan dari yang mati dan menghidupkannya kembali. Allah berkata : Bukankah Kami yang menciptakan bumi dan menjadikannya terhampar bagi kalian ? dan kalian dapat bergerak sebagaimana yang kalian inginkan ? Dan bukankah kami ciptakan pada bumi itu gunung dan kami jadikan kokoh tertancap hingga kalian tidak terpental dan juga terguncang ? Dan bukankah kami jadikan segolongan laki-laki dan juga perempuan bagi kalian agar supaya berkembang biak dan memperbanyak keturunan ? Dan bukankah kami jadikan tidur bagi kalian sebagai pemutus aktivitas kalian dan sebagai waktu istirahat bagi tubuh-tubuh kalian ? Dan bukankah kami jadikan malam dengan kegelapannya agar supaya kalian menetap di tempat-tempat tinggal kalian dan beristirahat dari segala sesuatunya agar kembali dapat menyonsong kehidupan di siang harinya ? Dan bukankah malam adalah waktu bagi manusia untuk kembali (mencari tempat tinggal) bagi raga, karena kegelapannya yang senantiasa pekat menutupi, sebagaimana pakaian yang menutupi tubuh ? Dan bukankah kami jadikan siang dengan cahayanya agar manusia senantiasa beraktivitas menyongsong kehidupannya ? Dan bukankah kami ciptakan tujuh langit di atas kalian yang nyata tegaknya serta kokoh dan padat, tidaklah padanya terdapat keretakan (celah) dan tidak juga keretakan ? Dan bukankah kami jadikan matahari yang terkumpul padanya diantara cahaya dan panas ? Maka cahaya tersebut menjadikan makhluk dapat melihat dan panas menjadikan tumbuhan dapat ber foto sintesis dan manusia dapat memanfaatkannya. Dan bukankah kami turunkan air yang sangat banyak dari langit yang terkumpul ?; Agar supaya menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan, begitu juga kebun-kebun, taman-taman terkumpul di dalamnya pepohonan dan cabang-cabang dari rantingnya. Kesimpulannya dari dalil-dalil yang telah disebutkan adalah, barangsiapa yang mampu menciptakan atas segala sesuatu yang telah disebutkan tadi maka mampu pula untuk menghidupkan manusia setelah matinya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

6. Bukankah kami menjadikan bumi sebagai hamparan agar layak untuk tinggal di dalamnya ?!

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Ayat 6-16
Maksudnya, bukankah kami telah memberikan kalian berbagai nikmat agung, kami menjadikan untuk kalian,
“bumi itu sebagai hamparan,” yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan kepentingan berupa tanah garapan, tempat tinggal dan jalan.
“Dan gunung gunung sebagi pasak,” mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. “Dan kami jadikan kamu berpasang pasangan,” yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing masing dari keduanya merasa tentang pada yang lain dan membentuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari keduanya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi.
“Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat,“ yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah menjadikan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat.
“Dan kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh,” yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah menahannya dengan kusasanya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah menyebutkan di antara manfaat matahari seraya berfirman,
“Dan kami jadikan pelita yang amat terang (matahari).” Allah mengingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan).
“Dan kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,“ yakni sangat deras,
“supaya kami tumbuhkan dengan air itu biji bijian,” seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia,
“dan tumbuh tumbuhan,” mencakup seluruh tumbuh tumbuhan yang dijadikan Allah sebagai makanan untuk binatang ternak mereka,
“dan kebun kebun yang lebat,” yaitu kebun kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah buahan yang lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang hari kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah untuk bermaksiat dan untuk menentangnya?

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

( أَلَمْ نَجْعَلْ ) Bukankah kami telah menjadikan, dalam kaidah bahasa Arab Konteks seperti ini disebut sebagai pertanyaan yang mentapkan, yang berarti kami telah menjadikan ( الأَرْضَ ) bumi yang mereka berpijak diatasya ( مِهاداً ) sebagai hamparan bagi mereka, yang mereka berjalan diatasnya, dan mereka mendirikan bangunan, mereka tinggal dan juga tidur diatasnya.

Siapakah yang menciptakan bumi yang luas ini, kemudian Ia menjadikannya hamparan bagi siapapun yang ada diatasnya ? Bukankan Dia Allah yang kuasa melakukannya, yang telah menciptakan bumi ini sedemikian rupanya, apakah Dia tidak mampu menghidupkan kembali orang yang telah mati ?!

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Kemudian Allah memberitakan kepada mereka tentang nikmat-nikmat-Nya agar itu semua diakui dan harus disyukuri, Allah Ta’ala berfirman: أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?” Maknanya: Allah telah menjadikan bumi sebagai hamparan yang terhampar bagi manusia, yang tidak keras sehingga mereka tidak dapat bercocok tanam dan berjalan di atasnya dengan kesulitan, tidak juga lembek yang tidak dapat dimanfaatkan dan ditempati. Tetapi bumi tercipta dengan terhampar sesuai dengan kemaslahatan-kemaslahatan dan manfaat-manfaat untuk mereka.

Tafsir Juz 'Amma / Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Menurut penyusun tafsir Al Jalaalain, bahwa pada ayat ini dan setelahnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengisyaratkan mampunya Dia membangkitkan manusia yang telah mati. Menurut Syaikh As Sa’diy, bahwa pada ayat ini dan setelahnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menerangkan nikmat-nikmat-Nya dan dalil-dalil yang menunjukkan benarnya apa yang diberitakan para rasul.

Yakni bukankah Kami anugerahkan kepada kamu nikmat yang banyak; Kami jadikan untuk kamu bumi sebagai hamparan sehingga siap ditempati, digarap dan dibuat jalan.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Allah menjawab kesangsian mereka tentang hari kiamat dengan memperlihatkan sembilan tanda kebesaran-Nya. Bukankah kami telah menjadikan bumi dengan segala isinya sebagai hamparan yang memungkinkan manusia hidup di atasnya dan memanfaatkan fasilitas yang ada'7. Dan bukankah kami telah pancangkan gunung-gunung sebagai pasak supaya bumi tidak bergoncang sehingga manusia dapat hidup tenang di atasnya'.

Tafsir Ringkas Kemenag