Surat An-Naba Ayat 10

Text Bahasa Arab dan Latin

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,

Tafsir Al-Muyassar

Kami menjadikan malam sebagai pakaian bagi kalian dengan kegelapannya,ia menutupi kalian sebagaimana pakaian menutupi pemakainya?

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

( لِباساً ) Sebagai pakaian yang menutupi dengan kegelapannya, ia menutupi kalian sebagaimana pakaian yang kalian pakai menutupi tubuh kalian, oleh karena itu jika malam telah tiba, kemudian dengan gelapnya menutupi alam semesta, kalian tidak bisa melihat apapun, sehingga kalian akan merasakan ketenangan dan ketentraman dalam istirahat kalian, sungguh kegelapan malam adalah sebuah nikmat dari Allah untuk umat manusia dan juga untuk hewan serta tumbuh-tumbuhan, adalah merupakan nikmat Allah untuk segenap alam semesta.

Ayat ini merupakan dalil dan bukti bahwa Allah mampu menjadikan malam sebagai pakaian, lalu tidakkah dia kuasa akan kebangkitan setelah kematian ?!

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا “dan Kami jadikan malam sebagai pakaian ” Maknanya: Allah menjadikan malam di bumi seperti layaknya pakaian yang anda pakai dan sebagai penutup bumi. Ini tidak dapat diketahui secara sempurna kecuali oleh orang yang terbang ke atas bayangan bumi, dan kami sudah melihatnya di antara tanda-tanda kuasa Allah yang menakjubkan itu. Saat anda naik pesawat dan terbang, ketika matahari telah terbenam ke sisi bumi, kemudian matahari itu muncul jelas setelah pesawat itu naik anda akan mendapati bumi seolah-olah dibungkus dengan pakaian berwarna hitam, anda tidak dapat melihat sedikit pun yang ada di bumi, semuanya hitam di bawahmu. Dengan pemaparan ini maka tafsir ayat ini jelas: وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا “dan Kami jadikan malam sebagai pakaian”

Tafsir Hidayatul Insan

Malam itu disebut sebagai pakaian karena kegelapannya menutupi jagat sebagaimana pakaian menutupi tubuh manusia.

Tafsir Kemenag

Dan bukankah kami telah menjadikan malam yang gelap gulita menutupi suatu wilayah di bumi sebagai-mana pakaian menutupi jasad manusia' 11. Dan bukankah kami juga telah menjadikan siang yang terang benderang sebagai waktu bagi kamu untuk mencari penghidupan' siang yang terang memudahkan kamu untuk bekerja, baik di daratan maupun di lautan.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018