Surat An-Naba Ayat 4

Text Bahasa Arab dan Latin

كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,

Tafsir Al-Muyassar

Perkaranya tidak seperti yang diklaim oleh orang orang musyrik itu.mereka akan tahu akibat dari pendustaan mereka,mereka akan melihat apa yang akan Allah lakukan terhadap mereka pada hari kiamat,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dalam kaidah bahasa arab kata كلَّا disebut sebagai huruf zajar yang berarti teguran, peringatan, atau cercaan, Allah menegur mereka (orang-orang kafir) atas perselilisihan yang terjadi diantara mereka, kemudian Dia mengatakan ( سَيَعْلَمُوْنَ ) kelak mereka akan mengetahui yaitu apa yang Rasul telah kabarkan kepada mereka

Mereka akan mengetahui hal itu dalam waktu yang sangat dekat, dan pertama-tama yang manusia akan ketahui ketika kematian menjemput mereka, dan ketika itu barulah mereka beriman akan berita yang datang kepada mereka, dan meyakininya; jika telah tampak kepadanya kehidupan akhirat barulah ia beriman, akan tetapi keimanan itu tidak lagi bermanfaat baginya dan sama sekali keimanan itu tidak akan diterima disisi Allah; karena ia telah berpindah ke alam kenyataan, dan tidak satupun yang mengingkari hal itu, dan sesungguhnya sebagian manusia menyangkal akan adanya Ghaib, atau bahkan sebagian besar dari mereka.

Tapi ketika kematian telah tiba dan kehidupan akhirat telah nampak, dan malaikat telah menghampirinya; maka ketika itu barulah mereka beriman, akan tetapi keimanan itu sama sekali tidak bermanfaat baginya hanya dengan waktu yang sesingkat itu, oleh karena itu Allah mengatakan ( سَيَعْلَمُنَ ) yakni : dalam waktu dekat mereka akan mengetahui dan menyaksikan apa yang telah mereka ingkari, (َثُمَّ كَلاَّ سَيَعْلَمُوْن ) kemudian Allah kembali menekankan bahwa kelak mereka benar-benar akan mengetahuinya.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Oleh karenanya Allah Subhaanahu berfirman pada ayat ini:
كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (4) ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (5)
“ Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.” Kalimat yang kedua (yakni ayat kelima) adalah taukid (penguat) dari segi makna, meskipun kalimat tersebut bukanlah disebut taukid menurut istilah para pakar ilmu nahwu. Karena kalimat ini terpisah dengan kalimat sebelumnya dengan huruf ‘athaf (yaitu ثُمَّ [tsumma]) sedangkan taukid menurut pakar ilmu nahwu tidaklah boleh terpisah dengan huruf. Adapun yang dimaksud pengetahuan adalah pengetehuan secara yakin yang akan mereka saksikan sesuai dengan berita yang telah sampai kepada mereka saat di dunia (berupa berita hari akhir dan kebangkitan)

Tafsir Hidayatul Insan

Ini adalah sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Mekah yang mengingkari hari berbangkit dan hari kiamat.

Sesuatu yang akan menimpa mereka akibat keingkaran mereka.

Tafsir Kemenag

Tidak! persoalan yang sebenarnya tidak seperti apa yang mereka duga. Kelak, pada hari kebangkitan itu benar-benar tiba, mereka akan mengetahui hakikat persoalan yang sebenarnya. 5. Allah menegaskan sekali lagi. Sekali lagi tidak! kelak mereka akan mengetahui hakikat persoalan yang sebenarnya ketika hari kebangkitan itu benar-benar tiba.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018