Surat An-Naba Ayat 25

Text Bahasa Arab dan Latin

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Selain air yang mendidih dan nanah,

Tafsir Al-Muyassar

Kecuali air panas dan nanah penghuni neraka,

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Melainkan air mendidih yang menjadi pengganti air dingin yang segar, dan nanah akan menjadi minuman selama mereka di neraka, yaitu nanah yang mengalir dari luka badan mereka yang disebabkan oleh pedihnya siksaan yang mereka rasakan.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا “selain air yang mendidih dan nanah,” Menurut para pakar ilmu nahwu, istitsnaa (pengecualian tentang yang akan dirasakan penduduk neraka) di sini munqathi’ (terputus), karena al-Mustatsnaa (yang dikecualikan yaitu air mendidih dan nanah) tidak sejenis dengan al-Mustatsna minhu ( yaitu yang disebutkan pada ayat sebelumnya ) Maknanya: mereka tidak akan memperoleh kecuali al-Hamim yaitu air yang paling mendidih: يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ “mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. ” (QS. alKahfi: 29), وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ “dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya”(QS. Muhammad: 15)

وَغَسَّاقًا : Nanah adalah minuman yang berbau busuk dan amat dingin maka terkumpul untuk mereka–semoga Allah melindungi kita- antara yang amat sangat panas dan air yang amat sangat dingin, agar mereka merasakan siksa dari dua sisi: yaitu suhu panas dan suhu dingin. Bahkan sebagian ahli tafsir menuturkan: Maksud nanah disini adalah nanah penduduk nereka dan cairan berbau busuk yang keluar dari mulut mereka, keringat dan cairan menjijikan lainnya. Bagaimana pun juga ayat ini menunjukkan bahwa mereka tidak akan merasakan selain minuman yang memutus usus-usus mereka karena saking panasnya dan membekukan hati-hati mereka karena saking dinginnya. Semoga Allah menyelamatkan kita. Apabila semua macam siksa di atas terkumpul, maka itu menjadi siksaan yang berlipat-lipat.

Tafsir Hidayatul Insan

Yang memutuskan usus-usus mereka.

Yaitu nanah penghuni neraka; yang sangat bau dan sangat tidak enak rasanya.

Tafsir Kemenag

Mereka tidak diberi minuman apa pun selain air yang mendidih yang menghancurkan usus mereka dan nanah yang keluar dari kulit-kulit mereka yang berbau busuk dan menjijikkan. 26. Semua itu kami sediakan sebagai pembalasan yang setimpal atas perbuatan buruk mereka. Ancaman Allah melalui para rasul-Nya terhadap mereka ketika di dunia benar-benar akan terbukti.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018