Daftar Isi > An-Naba > An-Naba 1

Surat An-Naba Ayat 1

عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ

Arab-Latin: 'amma yatasā`alụn

Artinya: Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

« Al-Mursalat 50An-Naba 2 »

GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Pelajaran Menarik Tentang Surat An-Naba Ayat 1

Paragraf di atas merupakan Surat An-Naba Ayat 1 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran menarik dari ayat ini. Terdokumentasikan beberapa penjabaran dari para ahli tafsir terhadap kandungan surat An-Naba ayat 1, sebagiannya sebagaimana tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

1-3. Tentang apa sebagian dari orang orang kafir quraisy bertanya kepada sebagian lainnya? Mereka saling bertanya tentang sebuah berita besar,yaitu al-quran yang agung yang mengabarkan tentang kebangkitan yang di ragukan. Yang di ragukan, bahkan di dustakan oleh orang orang kafir.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

1. Tentang apa orang-orang musyrik saling bertanya-tanya setelah Allah mengutus Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada mereka?


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

1-3. Apa yang dipertanyakan orang-orang musyrik itu? Mereka bertanya tentang kabar yang sangat penting, yaitu al-Qur’an yang menegaskan kedatangan hari kebangkitan, namun mereka meragukan dan menentang adanya hari itu.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

1. عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ (Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?)
Setelah Rasulullah diutus kemudian mengabarkan kepada kaumnya tentang keesaan Allah, kebangkitan setelah mati, dan membacakan kepada mereka al-Qur’an, mereka kemudian saling bertanya satu sama lain: “Apa yang terjadi dengan Muhammad? Dan apa yang dikabarkannya itu?” Maka Allah menurunkan ayat ini.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

1. Apa yang saling mereka pertanyakan? Apa yang mereka pertanyakan itu memberi tekanan terhadap mereka. Diriwayatkan dari Ibnu Jazir dan Ibnu Abu Hatim dari Hasan Al Bashri, beliau berkata: Ketika Nabi tengah diutus (masa kenabian), mereka –orang musyrik- saling bertanya-tanya. Maka turunlah ayat: “Apa yang saling mereka pertanyakan?”


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Tentang apakah mereka saling bertanya} tentang apakah orang-orang musyrik itu saling bertanya-tanya


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Ayat 1 – 5
Maknanya, tentang apakah yang ditanyakan oleh orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah itu? Selanjutnya Allah menjelaskan apa yang mereka pertanyakan tersebut seraya berfirman, “Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya,” yakni, tentang berita besar yang mereka perdebatkan dan telah tersebar di antara mereka tentangnya untuk mendustakan dan mengaggap mustahil. Padahal itulah berita yang tidak perlu diragukan dan dibimbangkan. Tapi mereka yang mendustakan tidak percaya akan bertemu dengan Rabb mereka meski seluruh tanda tanda kebesaran Allah datang pada mereka hingga mereka melihat siksaan yang pedih. Karena itu Allah berfiirman, “Sekali kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,” yakni, mereka akan mengetahui bila siksaan menimpa mereka yang dulu mereka dustakan pada saat, “mereka didorong ke neraka jahannam dengan sekuata kuatnya.” (Ath-Thur: 13), dan berkata pada mereka,
“inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya.” (Ath-Thur: 14)


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

( عَمَّ ) Kata ini berasal dari dua huruf : (عن ما ) , kemudian huruf (النون) digabungkan ke huruf ( الميم ) dan akhirnya kedua huruf tersebut menjadi satu huruf yang bertasydid (عَمَّ), dan huruf alif (الألف) dihapus dari ( ما ) dan menjadi ( عَمَّ). Yang berarti tentang apakah mereka saling bertanya-tanya ( Orang-orang kafir diantara mereka) dan jawabanlah adalah : pada ayat kedua dari surat ini, yaitu  ( عَنِ النَّبإ العَظِيْمِ )


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Tafsir Basmalah: Telah disebutkan sebelumnya.

{ عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ }
“Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?” (QS. An-Naba:1)

Maksudnya: Tentang apa yang ditanya-tanyakan oleh orang-orang yang mendustakan al-Quran dan berita lainnya


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat An-Naba ayat 1: 1-3. Allah memulai di awal-awal surat ini dengan bantahan atas kaum musyrik dimana mereka mengingkari hari kebangkitan; Mereka orang-orang kafir ingkar ketika datang kepada mereka utusan Allah (Rasulullah) yang membawa Al Qur’an. Disebutkan bahwasanya mereka (kaum musyrikin) meragukan dan terkejut dengan (kabar) tentang hari kebangkitan; Maka jadilah mereka semua saling bertanya-tanya antara satu sama lain diantara mereka berkenaan dengan urusan yang besar ini dan kabar yang sangat penting ini, yang mereka dapat dari Allah (melalui utusan-Nya). Mereka berselisih satu sama lain dengan perselisihan yang amat; Diantara mereka ada yang mendustakan Rasul dan hari kebangkitan yang mereka berkata sebagaimana dalam surat Al An’am ayat ke 29 : “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan”, dan diantara mereka ada yang ragu-ragu sehingga mengatakan : “Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya)” {Al Jatsiyah 32}. Dan diantara mereka ada yang bersikeras (menyombongkan diri) dengan mengklaim bahwasanya sesembahan-sesembahan mereka adalah perantara (antara mereka dengan Allah); Dimana mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah.” {Yunus 18}.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yakni orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah seperti sebagian orang Quraisy.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Naba Ayat 1

Saat nabi Muhammad diutus, kaum kafir mekah bertanya-tanya tentang diri nabi, dakwah, dan ajarannya, salah satunya adalah perihal hari kebangkitan. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya di antara mereka' 2. Mereka bertanya-tanya tentang berita yang besar. Itulah hari dibangkitkannya manusia dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia.


GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini untuk detailnya

Itulah aneka ragam penjabaran dari beragam ahli tafsir berkaitan isi dan arti surat An-Naba ayat 1 (arab-latin dan artinya), semoga menambah kebaikan untuk kita semua. Sokong dakwah kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Dapatkan pahala jariyah dengan mengajak membaca al-Qur'an dan tafsirnya. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis

Rahasia Rezeki Berlimpah

Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Alhamdulillaah, kini semakin mudah membaca Al-Quran dengan tafsirnya. Tinggal klik link yang berwarna biru, pilih surat dan ayat yg mau dibaca, maka akan keluar tafsir lengkapnya.
 
*Klik » tafsirweb.com/start*
 
Dapatkan pahala jariyah dengan share info berharga ini

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah: