Surat An-Naba Ayat 16

Text Bahasa Arab dan Latin

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan kebun-kebun yang lebat?

Tafsir Al-Muyassar

Dan juga kebun-kebun yang subur, sebagian pohonnya berkait sebagian lainnya.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

( وَجَنَّاتٍ ) : kebun-kebun
( أَلْفَافًا ) : Pepohonan yang rindang
Dan dari air hujan itu Allah tumbuhkan semua jenis tumbuh-tumbuhan, dari air hujan yang sama, maka perhatikanlah kesemua keajaiban yang menakjubkan itu, Allah mengeluarkannya dengan air hujan yang sama, dan dari tanah yang sama akan tetapi berbagai jenis tumbuhan yang saling berdampingan biasa hidup, kalian akan mendapati tumbuh-tumbuhan itu dengan berbagai rasa, ada yang pahit dan ada yang manis, ada yang panas dan ada pula yang sejuk, dan Allah juga menciptakannya dengan berbagai macam warna, ada yang putih, merah, dan juga kuning, dan kalian mendapatinya di lembah yang sama, tanah yang sama, serta air hujan yang juga sama, tapi dengan itu berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan Allah kuasa untuk menciptakannya, Allah berfirman dalam surah Ar-Ra'd : 4 (وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ) (Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.) Siapakah yang mampu mewujudkan semua itu ? Dialah Allah yang Maha perkasa lagi Maha Agung, ِApakah Dia tidak bisa mengeluarkan orang-orang yang telah mati dari kuburnya ?!

Dan jika kalian mendapati bumi tandus yang kering tak ditumbuhi apapun, lalu turun hujan membasahinya, maka seketika bumi (tanah) itu akan ditumbuhi berbagai macam tumbuhan, seketika tanah itu akan subur, lalu siapakah yang menghidupkan tanah itu setelah ditimpa kekeringan ? bukankah Allah yang melakukan semua itu, bukankah Dia yang mampu menyuburkan tanah setelah kekeringan juga mampu menghidupkan kembali orang mati dari kuburnya ?! Tentu.

Pada hari kiamat akan muncul dari dalam kubur orang-orang yang telah mati sebagaimana keluarnya tumbuhan dari dalam tanah, dan kalian tidak bisa menyaksikan apapun, kecuali Allah yang mampu melihatnya dan mengetahuinnya.

Ini adalah salah satu keajaiban kekuatan Allah yang maha kuasa lagi perkasa, ini adalah ayat-ayat agung yang membuktikan akan kekuasaan Allah, yang tidak satupun mampu menghalanginya, inilah ayat dan bukti akan adanya hari kebangkitan yang dingkari oleh orang-orang musyrik, dan mereka mengatakan kepada orang-orang beriman : sungguh pandangan kalian sangatlah pendek.

Dan kenyataannya : mereka adalah orang-orang yang pandangannya terbatas, mereka tidak pernah memikirkan tentang ayat-ayat kekuasaan Allah, terlebih lagi mereka tidak memikirkan tentang bagaimana hari kebangkitan akan terjadi, Allah berfirman dalam Al-qur'an Surah Ar-Rum : 4 ( يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ ) (Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. ). Inilah ayat Allah yang agung , dan merupakan bukti kebenaran yang jelas akan kekuasaan Allah tentang hari kebangkitan, lalu bagaimana mungkin orang-orang kafir mengingkari berita agung ini yang mereka pun saling berselisih ?!

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا “dan kebun-kebun yang lebat?”
Maknanya kebun-kebun yang rimbunnya saling menaungi karena banyak, bagus dan rindangnya kebun itu sehingga ia menutupi yang ada dibawahnya karena lebat dan rimbun yang saling berdesakkan, itu semua adalah pepohonan yang ada penyiramnya, sehingga turunlah dari air yang tercurah tersebut sayuran-sayuran, kurma, anggur dan yang lainnya baik keluar secara langsung atau air yang dikeluarkan dari dalam tanah, kerena hakikatnya air yang keluar dari tanah adalah berasal dari hujan sebagaiman dalam firman Allah: فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ " dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya."(QS. Al-Hijr: 22) Allah Ta'ala juga berfirman di ayat lainnya: “maka Dia mengaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi ”(QS. Az-Zumar: 21)

Tafsir Hidayatul Insan

Yang di sana terdapat berbagai macam buah-buahan yang enak. Nah, mengapa kamu sampai mengingkari dan mendustakan berita yang disampaikan oleh Allah seperti kebangkitan dan pembalasan terhadap amal, padahal Dia telah mengaruniakan bermacam-macam nikmat kepadamu sampai kamu tidak sanggup menjumlahkan nikmat-nikmat itu. Demikian pula mengapa kamu gunakan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya?

Tafsir Kemenag

Dan dengan air hujan itu tumbuh kebun-kebun yang rindang. Kebun-kebun itu kemudian memproduksi oksigen, memberi kerindangan, dan menciptakan pemandangan yang indah. 17. Beralih dari penyebutan sembilan tanda kekuasaan-Nya, Allah lalu menyatakan hari kebangkitan sebagai suatu keniscayaan. Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan. Hanya Allah yang tahu kapan hari kiamat terjadi. Pada hari itu semua persoalan manusia akan diputuskan oleh Allah dengan seadil-adilnya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018