Surat An-Naba Ayat 16

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا

Arab Latin: Wa jannātin alfāfā

Terjemahan Arti: Dan kebun-kebun yang lebat?

TERJEMAH TAFSIR

14-16. Kami menurunkan dari awan hujan yang tercurah dengan deras. Supaya Kami keluarkan dengan air hujan itu biji-bijian yang dijadikan makanan pokok manusia dan apa yang akan dimakan oleh hewan-hewan, Dan juga kebun-kebun yang subur, sebagian pohonnya berkait sebagian lainnya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

16. Kami menjadikan kebun-kebun yang rimbun dan lebat

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

6-16. Allah menyebutkan Sembilan dalil yang menunjukkan atas ke Maha Mampuan-Nya atas membangkitkan dari yang mati dan menghidupkannya kembali. Allah berkata : Bukankah Kami yang menciptakan bumi dan menjadikannya terhampar bagi kalian ? dan kalian dapat bergerak sebagaimana yang kalian inginkan ? Dan bukankah kami ciptakan pada bumi itu gunung dan kami jadikan kokoh tertancap hingga kalian tidak terpental dan juga terguncang ? Dan bukankah kami jadikan segolongan laki-laki dan juga perempuan bagi kalian agar supaya berkembang biak dan memperbanyak keturunan ? Dan bukankah kami jadikan tidur bagi kalian sebagai pemutus aktivitas kalian dan sebagai waktu istirahat bagi tubuh-tubuh kalian ? Dan bukankah kami jadikan malam dengan kegelapannya agar supaya kalian menetap di tempat-tempat tinggal kalian dan beristirahat dari segala sesuatunya agar kembali dapat menyonsong kehidupan di siang harinya ? Dan bukankah malam adalah waktu bagi manusia untuk kembali (mencari tempat tinggal) bagi raga, karena kegelapannya yang senantiasa pekat menutupi, sebagaimana pakaian yang menutupi tubuh ? Dan bukankah kami jadikan siang dengan cahayanya agar manusia senantiasa beraktivitas menyongsong kehidupannya ? Dan bukankah kami ciptakan tujuh langit di atas kalian yang nyata tegaknya serta kokoh dan padat, tidaklah padanya terdapat keretakan (celah) dan tidak juga keretakan ? Dan bukankah kami jadikan matahari yang terkumpul padanya diantara cahaya dan panas ? Maka cahaya tersebut menjadikan makhluk dapat melihat dan panas menjadikan tumbuhan dapat ber foto sintesis dan manusia dapat memanfaatkannya. Dan bukankah kami turunkan air yang sangat banyak dari langit yang terkumpul ?; Agar supaya menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan, begitu juga kebun-kebun, taman-taman terkumpul di dalamnya pepohonan dan cabang-cabang dari rantingnya. Kesimpulannya dari dalil-dalil yang telah disebutkan adalah, barangsiapa yang mampu menciptakan atas segala sesuatu yang telah disebutkan tadi maka mampu pula untuk menghidupkan manusia setelah matinya.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

16. Dan kami keluarkan dengan air itu kebun-kebun rindang yang dahannya bersatu dengan dahan yang lain. Ketika Allah menyebutkan nikmat yang menunjukkan kekuasaan-Nya, kemudian menyebutkan hari kebangkitan dan hari kiamat, karena yang mampu menciptakan semua nikmat ini, mampu juga untuk membangkitkan yang telah mati dan untuk dihisab, Allah berfirman :

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Ayat 6-16
Maksudnya, bukankah kami telah memberikan kalian berbagai nikmat agung, kami menjadikan untuk kalian,
“bumi itu sebagai hamparan,” yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan kepentingan berupa tanah garapan, tempat tinggal dan jalan.
“Dan gunung gunung sebagi pasak,” mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. “Dan kami jadikan kamu berpasang pasangan,” yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing masing dari keduanya merasa tentang pada yang lain dan membentuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari keduanya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi.
“Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat,“ yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah menjadikan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat.
“Dan kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh,” yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah menahannya dengan kusasanya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah menyebutkan di antara manfaat matahari seraya berfirman,
“Dan kami jadikan pelita yang amat terang (matahari).” Allah mengingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan).
“Dan kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,“ yakni sangat deras,
“supaya kami tumbuhkan dengan air itu biji bijian,” seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia,
“dan tumbuh tumbuhan,” mencakup seluruh tumbuh tumbuhan yang dijadikan Allah sebagai makanan untuk binatang ternak mereka,
“dan kebun kebun yang lebat,” yaitu kebun kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah buahan yang lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang hari kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah untuk bermaksiat dan untuk menentangnya?

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

( وَجَنَّاتٍ ) : kebun-kebun
( أَلْفَافًا ) : Pepohonan yang rindang
Dan dari air hujan itu Allah tumbuhkan semua jenis tumbuh-tumbuhan, dari air hujan yang sama, maka perhatikanlah kesemua keajaiban yang menakjubkan itu, Allah mengeluarkannya dengan air hujan yang sama, dan dari tanah yang sama akan tetapi berbagai jenis tumbuhan yang saling berdampingan biasa hidup, kalian akan mendapati tumbuh-tumbuhan itu dengan berbagai rasa, ada yang pahit dan ada yang manis, ada yang panas dan ada pula yang sejuk, dan Allah juga menciptakannya dengan berbagai macam warna, ada yang putih, merah, dan juga kuning, dan kalian mendapatinya di lembah yang sama, tanah yang sama, serta air hujan yang juga sama, tapi dengan itu berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan Allah kuasa untuk menciptakannya, Allah berfirman dalam surah Ar-Ra'd : 4 (وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ) (Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.) Siapakah yang mampu mewujudkan semua itu ? Dialah Allah yang Maha perkasa lagi Maha Agung, ِApakah Dia tidak bisa mengeluarkan orang-orang yang telah mati dari kuburnya ?!

Dan jika kalian mendapati bumi tandus yang kering tak ditumbuhi apapun, lalu turun hujan membasahinya, maka seketika bumi (tanah) itu akan ditumbuhi berbagai macam tumbuhan, seketika tanah itu akan subur, lalu siapakah yang menghidupkan tanah itu setelah ditimpa kekeringan ? bukankah Allah yang melakukan semua itu, bukankah Dia yang mampu menyuburkan tanah setelah kekeringan juga mampu menghidupkan kembali orang mati dari kuburnya ?! Tentu.

Pada hari kiamat akan muncul dari dalam kubur orang-orang yang telah mati sebagaimana keluarnya tumbuhan dari dalam tanah, dan kalian tidak bisa menyaksikan apapun, kecuali Allah yang mampu melihatnya dan mengetahuinnya.

Ini adalah salah satu keajaiban kekuatan Allah yang maha kuasa lagi perkasa, ini adalah ayat-ayat agung yang membuktikan akan kekuasaan Allah, yang tidak satupun mampu menghalanginya, inilah ayat dan bukti akan adanya hari kebangkitan yang dingkari oleh orang-orang musyrik, dan mereka mengatakan kepada orang-orang beriman : sungguh pandangan kalian sangatlah pendek.

Dan kenyataannya : mereka adalah orang-orang yang pandangannya terbatas, mereka tidak pernah memikirkan tentang ayat-ayat kekuasaan Allah, terlebih lagi mereka tidak memikirkan tentang bagaimana hari kebangkitan akan terjadi, Allah berfirman dalam Al-qur'an Surah Ar-Rum : 4 ( يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ ) (Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. ). Inilah ayat Allah yang agung , dan merupakan bukti kebenaran yang jelas akan kekuasaan Allah tentang hari kebangkitan, lalu bagaimana mungkin orang-orang kafir mengingkari berita agung ini yang mereka pun saling berselisih ?!

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا “dan kebun-kebun yang lebat?”
Maknanya kebun-kebun yang rimbunnya saling menaungi karena banyak, bagus dan rindangnya kebun itu sehingga ia menutupi yang ada dibawahnya karena lebat dan rimbun yang saling berdesakkan, itu semua adalah pepohonan yang ada penyiramnya, sehingga turunlah dari air yang tercurah tersebut sayuran-sayuran, kurma, anggur dan yang lainnya baik keluar secara langsung atau air yang dikeluarkan dari dalam tanah, kerena hakikatnya air yang keluar dari tanah adalah berasal dari hujan sebagaiman dalam firman Allah: فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ " dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya."(QS. Al-Hijr: 22) Allah Ta'ala juga berfirman di ayat lainnya: “maka Dia mengaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi ”(QS. Az-Zumar: 21)

Tafsir Juz 'Amma / Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Yang di sana terdapat berbagai macam buah-buahan yang enak. Nah, mengapa kamu sampai mengingkari dan mendustakan berita yang disampaikan oleh Allah seperti kebangkitan dan pembalasan terhadap amal, padahal Dia telah mengaruniakan bermacam-macam nikmat kepadamu sampai kamu tidak sanggup menjumlahkan nikmat-nikmat itu. Demikian pula mengapa kamu gunakan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya?

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dan dengan air hujan itu tumbuh kebun-kebun yang rindang. Kebun-kebun itu kemudian memproduksi oksigen, memberi kerindangan, dan menciptakan pemandangan yang indah. 17. Beralih dari penyebutan sembilan tanda kekuasaan-Nya, Allah lalu menyatakan hari kebangkitan sebagai suatu keniscayaan. Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan. Hanya Allah yang tahu kapan hari kiamat terjadi. Pada hari itu semua persoalan manusia akan diputuskan oleh Allah dengan seadil-adilnya.

Tafsir Ringkas Kemenag