Surat An-Naba Ayat 19

Text Bahasa Arab dan Latin

وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,

Tafsir Al-Muyassar

Langit dibuka,ia memiliki pintu pintu yang banyak untuk turunnya para malaikat.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Maka ketika itu dibukalah langit-langit, dan terdapat beberapa pintu untuk para Malaikat, ( وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلَائِكَةُ تَنْزِيلًا ) (Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang) , yaitu ketika pintu-pintu langit dibuka maka turunlah para Malaikat.

Dan dikatakan dalam riwayat lain : bahwa maksud dari ayat ini ialah, langit ketika itu terpecah belah, yang sebelumnya adalah merupakan ciptaan Allah yang sangat kuat dan kokoh kemudian terpecah; dikarenakan masanya telah habis.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا “dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,” Dibuka: terpancar sehingga terbuka menjadi beberapa pintu yang disaksikan manusia setelah sebelumnya seperti atap yang terjaga, pada hari itu pintu-pintu langit terbuka. Di sini terdapat dalil sempurnanya kuasa Allah ’Azza Wa Jalla bahwa tujuh langit yang kokoh ini pada hari kiamat Allah Ta’ala jadikan tidak seperti sebelumnya, ia menjadi beberapa pintu يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ (8) وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْن “Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak. Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan)”(QS. Al-Ma’arij: 8-9)

Tafsir Hidayatul Insan

Untuk turunnya malaikat.

Tafsir Kemenag

Dan pada hari itu langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu akibat banyaknya rekahan di sana. Dari pintu-pintu itu para malaikat turun untuk melaksanakan tugas masing-masing. 20. Dan pada hari itu gunung-gunung pun yang tadinya kukuh dijalankan oleh Allah dengan terlebih dahulu dihancurluluhkan, lalu diempaskan menjadi abu, lalu menjadi seperti kapas yang beterbangan, lalu pada akhirnya terempas sehingga menjadi fatamorgana. Seperti halnya fatamorgana di gurun pasir, asap pekat yang menggumpal tampak seperti gunung padahal tidak ada gunung di sana (lihat pula: surah al-kahf/18: 47, t'h'/20: 105'107, an-naml/27: 88, al-q'ri'ah/101: 5).

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018