Surat An-Naba Ayat 12

Text Bahasa Arab dan Latin

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,

Tafsir Al-Muyassar

Kami membangun diatas kalian tujuh langit yang kokoh dan kuat,tidak ada celah dan tidak pecah?

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian Allah menyebut langit dan membahas tentangnya, yaitu langit yang tersusun dalam 7 tingkatan yang sangat kuat, tebal dan sangat luas, Allah berfirman dalam surat Az-Zariyat : 47 ( وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ ) (Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) ) ( وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ ) dan telah kami perluas bentangannya, maka di kemanapun kalian bertuju kalian akan mendapati langit berada diatas kalian, dan bumi dibawah kalian, itulah kuasa Allah ta'ala.

Bentangan langit yang kokoh, dan tebal, dan dengan beratnya Allah mampu meninggikannya diatas muka bumi tanpa tiang sebagai penopang, lalu siapakah yang menahannya sehingga ia tidak jatuh ke bumi ? Allah berfirman dalam surat Al-Haj : 65 ( وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۗ) (Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya) Dialah Allah yang kuasa melakukan hal itu, Allah berfirman dalam surat Ar-Ra'd : 2 (اللهُ الَّذي رَفَعَ السَّماواتِ بِغَيرِ عَمَدٍ تَرَونَها) (Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat,) dan seharusnya bangunan yang kokoh seperti ini memiliki tiang dan dinding sebagai penopang, akan tetapi Allah menciptakan langit dengan kokohnya sama sekali tidak memiliki apapun yang menompangnya.

Siapakah yang menahan beban beratnya langit ? Dia lah Allah, sebagaimana yang Allah yang maha kuasa katakan dalam surat Fatir : 41 ( إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَنْ تَزُولَا ۚ وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ ۚ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا ) (Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun ) , bukankah semua ini adalah keajaiban dari kuasa Allah ta'ala, semuanya adalah makhluk ciptaan-Nya, hanya Dialah yang mampu mengatur segala keadaan dari ciptaaan-Nya, lalu apakah Dia tidak mampu untuk membangkitkan kembali orang yang telah mati ?!

Dan diatas langgit ke tujuh ada lautan, dan diatas lautan itu terdapat 'Arsy-Nya Allah, dan diatas 'Arsy itulah Allah bersemayam. Semua itu adalah makhluk yang Allah ciptakan, maka sudah seharusnya setiap manusia membuka akal dan pikiran mereka, dan memperhatikan akan kuasa Allah; saat ini para ilmuan mengatakan: kalian adalah orang-orang yang pendek akal dan pikirannya, kalian tidak memikirkan tentang inovasi dan ciptaan-ciptaan yang canggih, dan juga kenikmatan-kenikmatan dunia... Akan tetapi sesungguhnya mereka tidak pernah memikirkan tentang akhirat yang akan mereka hadapi, tidak pernah terbayang di benak mereka tentang kekuasaan Allah terlebih lagi mereka tidak mengagungkannya, akal dan pikiran mereka hanya tertuju pada kemewahan dan kenikmatan dunia, sedangkan orang-orang mukmin pikiran mereka cemerlang, melihat dunia dengan cara yang sepantasnya, serta menyikapinya dengan sewajarnya, dan mempersiapkan diri untuk akhiratnya dengan melakukan apa yang harus ia lakukan.

Dan di ketujuh langit inilah terdapat bintang-bintang dan juga benda-benda langit lainnya berkilau, yang dengannya ALlah menghiasi langit, untuk kemaslahatan kalian, yang darinya kalia bisa mengambil manfaat, dan dari bintang-bintang yang ada yang paling besar adalah matahari dan bulan.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا
“dan Kami bangun di atas kalian tujuh langit yang keras”
Maknanya: Tujuh langit, Allah memberikan sifat keras untuknya karena langit-langit itu kuat, sebagaimana dalam firman-Nya: وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuatan dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (QS. Adz-Dzariyaat: 47) Maknanya: Kami bangun dengan kekuatan.

Tafsir Hidayatul Insan

Oleh karena itu, langit tetap tidak rapuh meskipun telah berlalu masa yang panjang. Allah Subhaanahu wa Ta'aala menahannya dengan kekuasaan-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi.

Tafsir Kemenag

Dan bukankah kami telah pula membangun di atas kamu tujuh langit yang kukuh, padahal tidak kau jumpai tiang-tiang yang menyangganya' tidak kamu dapati keretakan di langit itu agar dapat menjadi atap kuat yang menanungi penghuni bumi. 13. Dan bukankah kami juga telah menjadikan matahari dengan sinarnya yang kuat sebagai pelita yang terang-benderang' cahayanya yang terang, panasnya yang menyebar, dan bergesernya posisi matahari di langit dari musim ke musim membawa maanfaat sangat banyak bagi kehidupan manusia.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018