Surat An-Naba Ayat 5

Text Bahasa Arab dan Latin

ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian mereka akan meyakini kebenaran apa yang dibawa oleh Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam yaitu al-quran dan kabar kebangkitan.ini adalah ancaman dan peringatan keras bagi mereka.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Pengulangan ayat ini bermaksud untuk menekankan akan peristiwa itu, bahwasanya mereka orang-orang kafir akan mengimani apa telah mereka dustakan ketika keimanan mereka tidak lagi memberikan manfaat bagi dirinya, yaitu ketika maut menjemput mereka, kemudian Allah menyebutkan dalil-dalil dan bukti-bukti yang berkenaan dengan kebangkitan setelah kematian; ayat-ayat kauniyah yaitu ciptaan-ciptaan Allah yang mereka saksikan dengan mata mereka sendiri, dan mereka mengakuinya bahwa itu semua terjadi dengan kehendak dan dibawah pengaturan Allah, lalu ada dengan mereka sampai mengingkari akan adanya hari kebangkitan, dan merasa aneh dengan kekuasaan Allah yang mampu membangkitkan orang mati ?! Allah kemudian mengatakan di ayat selanjutnya : ( أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا )

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Oleh karenanya Allah Subhaanahu berfirman pada ayat ini:
كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (4) ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (5)
“ Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.” Kalimat yang kedua (yakni ayat kelima) adalah taukid (penguat) dari segi makna, meskipun kalimat tersebut bukanlah disebut taukid menurut istilah para pakar ilmu nahwu. Karena kalimat ini terpisah dengan kalimat sebelumnya dengan huruf ‘athaf (yaitu ثُمَّ [tsumma]) sedangkan taukid menurut pakar ilmu nahwu tidaklah boleh terpisah dengan huruf. Adapun yang dimaksud pengetahuan adalah pengetehuan secara yakin yang akan mereka saksikan sesuai dengan berita yang telah sampai kepada mereka saat di dunia (berupa berita hari akhir dan kebangkitan)

Tafsir Hidayatul Insan

Diulangi lagi adalah untuk menguatkan, dan pengulangan dengan menggunakan kata “Tsumma” (artinya: kemudian) adalah untuk memberitahukan, bahwa ancaman kedua lebih dahsyat daripada sebelumnya.

Tafsir Kemenag

Allah menegaskan sekali lagi. Sekali lagi tidak! kelak mereka akan mengetahui hakikat persoalan yang sebenarnya ketika hari kebangkitan itu benar-benar tiba. 6. Allah menjawab kesangsian mereka tentang hari kiamat dengan memperlihatkan sembilan tanda kebesaran-Nya. Bukankah kami telah menjadikan bumi dengan segala isinya sebagai hamparan yang memungkinkan manusia hidup di atasnya dan memanfaatkan fasilitas yang ada'.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018