Surat An-Naba Ayat 35

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.

Tafsir Al-Muyassar

Mereka tidak mendengar kata kata batil di dalam surge,sebagian tidak dusta kepada sebagian lainnya.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Mereka yang ada didalam surga tidak akan mendengarkan perkataan-perkataan ( لَغْوًا ) yaitu perkataan yang mengandung kebathilan, dan juga perbuatan yang ada kebathilan didalamnya, didalam surga tidak akan ditemukan segala macam keburukan dan juga kebohongan, perkataan yang tidak bernilai kebaikan serta tidak memberikan manfaat sama sekali tidak akan ada di surga. Segala perkataan dan juga perbuatan yang ditemui di surga adalah bernilai kebaikan dan semuanya adalah kebenaran.

Karena sesungguhnya surga itu bersih dari segala macam keburukan.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Namun yang dirajihkan adalah khamer saja.
Firman Allah: لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا “Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia” Mereka tidak mendengarkan ucapan sia-sia di surga. Maknanya: ucapan batil yang tidak ada kebaikan padanya, وَلَا كِذَّابًا " dan tidak (pula perkataan) dusta.": dusta, mereka tidak akan berbohong dan tidak akan saling berbohong, karena mereka berada di atas dipan-dipan saling berhadapan, Allah telah mengangkat rasa dengki pada hati-hati mereka dan Allah jadikan mereka bersaudara.

Tafsir Hidayatul Insan

Bisa juga diartikan dengan perkataan yang mengandung dosa.

Tafsir Kemenag

Suasana di surga itu amat damai dan menyenangkan. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia, tidak bermanfaat, maupun perkataan dusta. 36. Semua kenikmatan itu disediakan sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari tuhanmu yang telah menuntunmu menuju jalan ketakwaan.

Referensi Tafsir

  • IN PROGRESS
  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • COMPLETED
  • Hidayatul Insan / Marwan Hadidi, M.Pd.I, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018