Surat An-Naba Ayat 7

Text Bahasa Arab dan Latin

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan gunung-gunung sebagai pasak?,

Tafsir Al-Muyassar

Dan menjadikan gunung gunung berdiri kokoh agar bumi tidak berguncang?

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Kemudian Allah menciptakan gunung-gunung yang kokoh dengan hikmah, yaitu sebagai pancang untuk bumi agar tidak terjadi guncangan, agar bumi ini tidak menguncangkan siapa yang ada diatasnya, yang menyebabkan mereka tidak bisa tinggal dan membangun diatasnya, maka Allah menjadikan gunung-gunung ini sebagai tiang pancang selayaknya pancang pada tenda, dan pancang-pancang yang mengkokohkan segala sesuatu, dan gunung-gunung inilah yang dijadikan Allah sebagai tiang pancang bagi bumi.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
“dan gunung-gunung sebagai pasak?”
Maknanya: Allah telah menjadikan gunung-gunung sebagai pasak bagi bumi layaknya pasak bagi tenda yang mengokohkannya sehingga tenda itu kokoh dengannya. Gunung-gunung itu pun kokoh sebagaimana dalam firman Allah ta’ala: وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا “Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya”(QS. Fushilat: 10)
Para pakar geofisika mengatakan: Gunung-gunung ini memiliki akar yang kokoh yang menancap ke dalam bumi layaknya pondasi bagi dinding rumah atau pasak tenda yang menancap ke tanah, oleh karenanya anda akan mendapatinya keras dan kuat tidak dapat digoyang angina. Ini adalah bentuk kesempurnaan kuasa dan nikmat-Nya.

Tafsir Hidayatul Insan

Agar bumi tidak goyang dengannya sebagaimana kemah tidak goyang dengan sebab pasak. Kalimat pertanyaan pada ayat tersebut adalah untuk mengokohkan.

Tafsir Kemenag

Dan bukankah kami telah pancangkan gunung-gunung sebagai pasak supaya bumi tidak bergoncang sehingga manusia dapat hidup tenang di atasnya'8. Dan bukankah kami telah menciptakan kamu, wahai manusia, berpasang-pasangan; lelaki dan perempuan agar kamu beranak pinak untuk terus mendiami bumi dan memakmurkannya'.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018