Surat An-Naba Ayat 31

ุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ู…ูŽููŽุงุฒู‹ุง

Arab-Latin: Inna lil-muttaqฤซna mafฤzฤ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

ยซ An-Naba 30 โœต An-Naba 32 ยป

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Mendalam Terkait Surat An-Naba Ayat 31

Paragraf di atas merupakan Surat An-Naba Ayat 31 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka hikmah mendalam dari ayat ini. Didapati beraneka penjabaran dari kalangan pakar tafsir terhadap kandungan surat An-Naba ayat 31, antara lain sebagaimana di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

31-35. Sesungguhnya orang orang yang takut kepada tuhan mereka dan beramal shalih mendapatkan keberuntungan dengan masuk surga. Mereka mendapatkan kebun-kebun besar dan buah anggur. Mereka mendapatkan istri-istri yang berusia muda,buah dada mereka montok,usia mereka sebaya, Dan mereka punya gelas gelas yang penuh dengan khamar, Mereka tidak mendengar kata kata batil di dalam surge,sebagian tidak dusta kepada sebagian lainnya.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

31-37. Orang-orang yang takut kepada Allah dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya akan mendapat kemenangan yang besar, dengan dimasukkan ke dalam surga yang dipenuhi pepohonan dan buah anggur; mereka akan mendapat pasangan berusia muda yang dadanya telah membesar. Dan mereka akan akan menerima gelas yang terisi khamr yang murni. Mereka tidak akan mendengar perkataan batil dan dosa. Seluruh balasan tersebut Allah tetapkan bagi orang-orang bertakwa dari karunia-Nya, sebagai balasan atas amal shalih mereka. Dia adalah Tuhan tujuh langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih bagi hamba-hamba-Nya di dunia dan di akhirat, mereka tidak dapat meminta kepada-Nya kecuali hal yang telah mendapat izin dari-Nya.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

31. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, mendapatkan posisi kemenangan di mana mereka mendapatkan apa yang mereka cari, yaitu Surga.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

31. ุฅูู†ูŽู‘ ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ ู…ูŽููŽุงุฒู‹ุง (Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan)
Makna (ุงู„ู…ูุงุฒ) yakni kemenangan dan keberhasilan dalam meraih tujuan, serta selamat dari siksa neraka.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

31. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa dengan berpegang teguh kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya akan terhindar dan terselamatkan dari azab neraka, dan mendapatkan balasan kenikmatan


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimurajaโ€™ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-โ€˜Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa itu kemenangan


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Setelah Allah menjelaskan kondisi orang-orang yanag berdosa, selanjutnya Allah menjelaskan tempat kembali orang-orang yang bertakwa seraya berfirman ,โ€Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapatkan kemenangan,โ€ yakni orang-orang yang menjaga diri dari murka Rabb mereka dengan berpegang teguh pada ketaatan kepadaNya dan menjaga diri dari kemaksiatan. Mereka mendapatkan kemenangan, keselamatan, dan jauh dari neraka. Dalam kemenangan ini mereka mendapatkan, โ€œkebun-kebun,โ€ yaitu kebun-kebun yang mengumpulkanb berbagai jenis pohon rindang dengan buah yang di sela-sealnya terpancar sungai. Allah menyebutkan anggur secara khusus karena sangat diinginkan hati dan banyak di kebun itu. Mereka mendapatkan istri-istri sesuai keinginan diri mereka,โ€dan gadis-gadis remaja,โ€ yaitu gadis-gadis remaja yang buah dada mereka belum menurun lantaran meraka masih remaja , kuat, dan elok, โ€œyang sebaya,โ€ yakni usia mereka hampir sama. Di antara kebiasaan gadis remaja sebaya adalah saling bergaul dan berteman. Itulah kala mereka berusia tiga puluh tiga tahun yang merupakan usia wanita paling sempurna, โ€œdan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman),โ€ yakni, penuh berisi minuman yang lezat untuk para peminumnya,โ€didalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia,โ€ yakni perkataan yang tidak berguna ,โ€dan tidak (pula perkataan ) dusta,โ€ yaitu dosa sebagaimana disebutkan dalam firman Allah,
โ€œMereka tidak mendengar didalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulakn dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam .โ€(Al-Waqiโ€™ah:25-26).
Allah memberi pahala besar bagi mereka ini adalah murni karena karunia dan kebaikanNya,โ€sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak,โ€ karena amal perbuatan yang dituntunkan Allah pada merekan dan dijadikannya sebagai sebab menggapai kemulaiaanNya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 31-36
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang yang berbahagia dan apa yang disediakan Allah SWT bagi mereka berupa kemuliaan dan kenikmatan yang abadi; Jadi Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan (31)) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah tempat untuk berekreasi.
Mujahid dan Qatadah berkata bahwa mereka mendapatkan kemenangan, maka mereka selamat dari neraka.
Pendapat yang jelas di sini adalah adalah pendapat Ibnu Abbas, karena setelahnya Allah SWT berfirman: ((yaitu) kebun-kebun) yaitu, taman-taman yang dipenuhi pohon-pohon kurma dan lainnya (dan buah anggur (32) dan gadis-gadis remaja yang sebaya (33)) yaitu bidadari-bidadari yang sebaya.
Ibnu Abbas, Mujahid dan lainnya berkata bahwa (kawa'ib) adalah โ€œnawahidโ€, yaitu bidadari-bidadari yang dadanya kencang tidak bergelayut, karena mereka masih perawan dan berusia remaja semuanya, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Al-Waqi'ah.
Firman Allah SWT: (dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman) (34)) Ibnu Abbas mengatakan bahwa maknanya adalah penuh dan berturut-turut.
Qatadah berkata tentang firmanNya: (yang penuh (berisi minuman)) yaitu penuh dan menyenangkan
Firman Allah SWT: (Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta (35)) sebagaimana firmanNya: (Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa) (Surah Ath-Thur: 23) yaitu di dalamnya tidak ada perkataan yang sia-sia yang tidak ada manfaatnya, tidak pula perkataan berdosa, yaitu dusta, bahkan surga adalah negeri kesejahteraan, dan semua yang ada di dalamnya bebas dari kekurangan. Firman Allah SWT: (Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak (36)) yaitu, apa yang kami sebutkan merupakan balasan Allah bagi mereka yang Dia berikan kepada mereka sebagai karunia, kebaikan, dan rahmatNya kepada mereka. dan pemberian yang cukup banyak, yaitu yang cukup, sesuai, utuh, dan banyak. Orang Arab berkata โ€œA'thani faโ€™ahsabaniโ€ (dia memberiku dengan pemberian yang cukup banyak) yaitu membuatku cukup, dan termasuk dalam hal ini ucapan cukuplah Allah yaitu โ€œcukuplah Allah Pelindungkuโ€


📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA)

Setelah Allah menyebutkan keadaan orang-orang kafir diakhirat nanti, kemudian pada ayat-ayat selanjutnya Allah menjelaskan bagaimana keadaan orang-orang mukmin setelah mereka bangkit dari kematian , bagaimana tempat kembali mereka yang telah beriman kepada Allah, mereka yang telah beriman kepada hari akhir, dan mereka telah mempersiapkan semua itu dengan mendirikan amal-amal kebaikan, menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya, mereka meyakini dengan keimanan bahwa akan ada azab dari Allah bagi mereka yang tidak beriman dan bertaqwa kepada-Nya.

Allah mengatakan : ( ุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ู…ูŽููŽุงุฒู‹ุง ) sesungguhnya akan ada kemenangan bagi orang-orang yang bertaqwa, yaitu perlindungan dari azab pedih, bagi mereka jalan keluar dari azab neraka jahannam, yaitu ketika mereka melewati Shirot, mereka selamat, merema mampu melewatinya, dan akhirnya mereka selamat dari azab dengan kemenangan ini.

Dan bersama kemenangan ini Allah akan memberikan kepada mereka berbagai kemuliaan.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 H

Allah โ€˜Azza Wa Jalla menyebutkan balasan berupa kenikmatan-kenikmatan bagi orang yang bertakwa setelah Dia berfirman: ุฅูู†ู‘ูŽ ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ูุฑู’ุตูŽุงุฏู‹ุง ู„ูู„ุทู‘ูŽุงุบููŠู†ูŽ ู…ูŽุขุจู‹ุง โ€ Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batasโ€ Karena al-Quran adalah al-Matsani (pembanding) jika disebutkan di dalamnya hukuman maka akan disebutkan juga pahala, jika disebutkan pahala maka akan disebutkan juga hukuman, jika disebutkan orang-orang baik maka disebutkan juga orang-orang jahat, jika disebutkan kebenaran maka akan disebutkan juga kebatilan, pembanding sehingga perjalanan manusia kepada Rabbnya seimbang antara takut dan berharap, karena jika rasa berharap lebih mendominasi dirinya ia akan merasa aman dari makar Allah dan jika rasa takut yang lebih dominan maka ia akan terjatuh pada keputus asaan dari rahmat Allah, kedua sifat ini (merasa aman dari makar Allah dan putus asa dari rahmat-Nya) termasuk dosa-dosa besar, keduanya adalah keburukan.
Imam Ahmad Bin Hanbal rahimahullah mengatakan: โ€œ Selayaknya ibadah seorang insan kepada Rabb nya berputar antara takut dan berharap, jika salah satunya lebih dominan maka ia akan binasa โ€
Oleh karenanya, Al-Quran al-Karim datang dengan kedua kondisi itu, agar jiwa-jiwa ini tidak merasa bosan dengan hanya disebutkan satu kondisi saja, dan rinciannya tanpa menyebutkan perkara yang bertolak belakang dengannya, dan begitulah al-Quran. Agar setiap insan yang membaca Al-Quran dengan harapan dan kekhawatiran. Ini adalah di antara bentuk tingginya bahasa Al-Quran al-Karim.
ุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ู…ูŽููŽุงุฒู‹ุง โ€œSesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,โ€ Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang takut hukuman Allah, yang diwujudkan dengan melakukan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, terkadang Allah memerintahkan agar takut kepada-Nya, terkadang memerintahkan agar takut kepada hari perhitungan, terkadang memerintahkan agar takut kepada neraka. Allah Taโ€™ala berfirman: ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ (130) ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ โ€œdan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka,โ€(QS. Ali Imran: 130-131) Allah mengumpulkan antara perintah agar takut kepada-Nya dan takut kepada api neraka. Allah Taโ€™ala juga berfirman: ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุชูุฑู’ุฌูŽุนููˆู†ูŽ ูููŠู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู โ€œDan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.โ€(QS. Al-Baqoroh: 281) Allah memerintahkan agar takut kepada hari perhitungan. Semua itu berporos pada satu makna yaitu: Seorang insan takut kepada perkara-perkara yang diharamkan Rabb-nya, seihingga ia melakukan ketaatan kepada-Nya dan berhenti dari kemaksiatan kepada-Nya. Orang yang bertakwa adalah mereka yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan Allah, mereka akan meperoleh ู…ูŽููŽุงุฒู‹ุง [Mafaaza]โ€œKemenanganโ€ dan al-Mafaaz adalah tempat dan waktu menang, mereka menang di tempat-tempat mereka dan mereka menang di hari-hari mereka.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat An-Naba ayat 31: 31-35. Kemudian Allah mulai menjelaskan balasan bagi hambanya yang bertakwa. Allah mengkabarkan bahwasanya orang-orang yang bertakwa yaitu mereka yang taat kepada Rabb nya di dunia akan menang dengan kemuliaan dan balasan yang besar di surga yang penuh nikmat. Dan bagi mereka kebun-kebun yang terkumpul di dalamnya, yang terdapat buah-buahan yang lezat, begitu juga baginya pohon-pohon anggur. Bagi mereka istri-istri yang jelita, yang memiliki buah dada yang montok, yang tidak kendor. Dan wanita-wanita tersebut umurnya sama merata, yaitu berumur remaja, begiu juga istri dari hamba yang bertakwa dimana Allah ciptakan mereka dalam sebaik-baik rupa dari bidadari. Dan mereka (ahli surga) memiliki gelas yang berisi khamr lezat untuk mereka minum. Dan mereka tidaklah mendengar suara di surga kecuali dari yang baik-baik saja, dan tidak mendengar ucapan-ucapan bathil. Tidak juga ucapan-ucapan yang mengandung dosa dan juga tidaklah mereka mendengar ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan keadaan orang-orang yang berdosa, maka Dia menyebutkan keadaan orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang menjaga diri mereka dari kemurkaan Tuhannya dengan menaati-Nya dan menahan diri dari apa yang dimurkai-Nya. Untuk mereka mafaaz, yaitu tempat kemenangan yang tidak lain adalah surga, dimana di dalamnya mereka memperoleh kebun-kebun, buah anggur, dan lain-lain seperti yang disebutkan dalam ayat selanjutnya.

Yaitu mendapatkan surga.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Naba Ayat 31

Usai menjelaskan nasib para pendurhaka, Allah beralih menguraikan nasib orang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang bertakwa dan selalu berbuat baik serta menghindari perbuatan buruk akan mendapat kemenangan dan kebahagiaan di akhirat. 32. Kemenangan dan kebahagiaan yang akan mereka dapatkan di antaranya berupa kebun-kebun yang rindang, indah, damai, dan sejuk; dan buah anggur yang kelezatan rasanya sangat berbeda dari anggur dunia meski memiliki sebutan yang sama. Inilah bentuk kenikmatan lingkungan dan makanan di surga.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikian variasi penjabaran dari para pakar tafsir terkait kandungan dan arti surat An-Naba ayat 31 (arab-latin dan artinya), semoga memberi kebaikan bagi kita. Sokong kemajuan kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Sering Dicari

Kaji ratusan topik yang sering dicari, seperti surat/ayat: Ar-Rahman, Asmaul Husna, Do’a Sholat Dhuha, Al-Baqarah, Ayat Kursi, Al-Mulk. Ada juga Al-Kahfi, Al-Ikhlas, Al-Kautsar, Shad 54, Al-Waqi’ah, Yasin.

  1. Ar-Rahman
  2. Asmaul Husna
  3. Do’a Sholat Dhuha
  4. Al-Baqarah
  5. Ayat Kursi
  6. Al-Mulk
  7. Al-Kahfi
  8. Al-Ikhlas
  9. Al-Kautsar
  10. Shad 54
  11. Al-Waqi’ah
  12. Yasin

Pencarian: surat wasyamsi waduhaha latin, surat al maidah ayat 3 latin, quran surat yasin, surat ayat 15, al-adiyat

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qurโ€™an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
ย 
๐Ÿ‘‰ tafsirweb.com/start
ย 
โœ… Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: