Surat An-Naba Ayat 3

الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

Arab Latin: Allażī hum fīhi mukhtalifụn

Terjemahan Arti: Yang mereka perselisihkan tentang ini.

TERJEMAH TAFSIR

1-3. Tentang apa sebagian dari orang orang kafir quraisy bertanya kepada sebagian lainnya? Mereka saling bertanya tentang sebuah berita besar,yaitu al-quran yang agung yang mengabarkan tentang kebangkitan yang di ragukan. Yang di ragukan, bahkan di dustakan oleh orang orang kafir.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

3. Mereka saling menyangkal, saling mengingkari, antara mempercayai atau mengingingkarinya, antara hendak membenarkannya atau mendustakannya

Tafsir Al-Wajiz / Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili

1-3. Allah memulai di awal-awal surat ini dengan bantahan atas kaum musyrik dimana mereka mengingkari hari kebangkitan; Mereka orang-orang kafir ingkar ketika datang kepada mereka utusan Allah (Rasulullah) yang membawa Al Qur’an. Disebutkan bahwasanya mereka (kaum musyrikin) meragukan dan terkejut dengan (kabar) tentang hari kebangkitan; Maka jadilah mereka semua saling bertanya-tanya antara satu sama lain diantara mereka berkenaan dengan urusan yang besar ini dan kabar yang sangat penting ini, yang mereka dapat dari Allah (melalui utusan-Nya). Mereka berselisih satu sama lain dengan perselisihan yang amat; Diantara mereka ada yang mendustakan Rasul dan hari kebangkitan yang mereka berkata sebagaimana dalam surat Al An’am ayat ke 29 : “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan”, dan diantara mereka ada yang ragu-ragu sehingga mengatakan : “Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya)” {Al Jatsiyah 32}. Dan diantara mereka ada yang bersikeras (menyombongkan diri) dengan mengklaim bahwasanya sesembahan-sesembahan mereka adalah perantara (antara mereka dengan Allah); Dimana mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah.” {Yunus 18}.

An-Nafahat Al-Makkiyah / Muhammad bin Shalih asy-Syawi

3. Al-Qur’an ini yang kalian perselisihkan sifatnya, ada yang mengatakan sihir, syair, dukun atau dongeng.

Al-Mukhtashar fit Tafsir / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah

Ayat 1 – 5
Maknanya, tentang apakah yang ditanyakan oleh orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah itu? Selanjutnya Allah menjelaskan apa yang mereka pertanyakan tersebut seraya berfirman, “Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya,” yakni, tentang berita besar yang mereka perdebatkan dan telah tersebar di antara mereka tentangnya untuk mendustakan dan mengaggap mustahil. Padahal itulah berita yang tidak perlu diragukan dan dibimbangkan. Tapi mereka yang mendustakan tidak percaya akan bertemu dengan Rabb mereka meski seluruh tanda tanda kebesaran Allah datang pada mereka hingga mereka melihat siksaan yang pedih. Karena itu Allah berfiirman, “Sekali kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,” yakni, mereka akan mengetahui bila siksaan menimpa mereka yang dulu mereka dustakan pada saat, “mereka didorong ke neraka jahannam dengan sekuata kuatnya.” (Ath-Thur: 13), dan berkata pada mereka,
“inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya.” (Ath-Thur: 14)

Tafsir as-Sa'di / Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di

Dan diantara mereka ada yang mengataan; ini adalah sihir dan ini adalah kebohongan, juga ada yang mengatakan; ini adalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, perkataan mereka berbeda-beda, sungguh jikalau mereka berada dalam kebenaran maka tidak akan ada perbedaan diantara mereka, karena sesungguhnya orang-orang yang berada pada kebenaran tidak akan ada perselisihan diantara mereka, dan hanya orang-orang yang berada pada kebathilan lah yang akan selalu meperselisihkan hal ini, sedangkan orang-orang yang bersandar kepada kebenaran mereka bersatu dan membenarkan adanya kebangkitan setelah kematian, mereka selalu membuka diri untuk menerima syari'at Allah dan Juga Rasul-Nya, dan mereka tidak menyangkal terhadap apa yang belum mampu diterima oleh akal pikiran mereka, sungguh kuasa Allah diatas segala sesuatu, dan tidak ada satupun yang akan mampu merintanginya, Allah berfirman dalam surah yunus : 39 ( بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ ) Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya, maka manusia tidak semestinya menjadikan akal mereka sebagai tolak ukur dalam menyikapi segala sesuatu.

Tafsir Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Kemudian Allah ‘Azza Wa Jalla menjawab pertanyaan ini, dengan firman-Nya:
{ عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ }
”Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini” (QS. An-Naba:2-3)

Berita ini maksudnya adalah berita yang datang dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berupa penjelasan-penjelasan dan petunjuk terutama kabar berita yang berkaitan tentang hari akhir, kebangkitan dan pembalasan. Orang-orang berselisih tentang berita ini yang telah datang dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dari mereka ada yang beriman dan membenarkannya, dan dari mereka ada yang kufur dan mendustakannya, di antara mereka juga ada yang ragu-ragu tentangnya. Maka Allah di sini menjelaskan bahwa mereka yang mendustakan akan mengetahui tentang berita yang mereka dustakan dengan sangat yakin, itu terjadi saat hari kiamat tiba:
هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ
“Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Qur'an itu (tentang hari kiamat), berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak”(QS. Al-A’raf: 53)

Tafsir Juz 'Amma / Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Orang-orang mukmin membenarkannya, sedangkan orang-orang kafir mengingkarinya,

Tafsir Tematis / Team TafsirWeb