Surat An-Naba Ayat 3

Text Bahasa Arab dan Latin

الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Yang mereka perselisihkan tentang ini.

Tafsir Al-Muyassar

Yang di ragukan, bahkan di dustakan oleh orang orang kafir.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan diantara mereka ada yang mengataan; ini adalah sihir dan ini adalah kebohongan, juga ada yang mengatakan; ini adalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, perkataan mereka berbeda-beda, sungguh jikalau mereka berada dalam kebenaran maka tidak akan ada perbedaan diantara mereka, karena sesungguhnya orang-orang yang berada pada kebenaran tidak akan ada perselisihan diantara mereka, dan hanya orang-orang yang berada pada kebathilan lah yang akan selalu meperselisihkan hal ini, sedangkan orang-orang yang bersandar kepada kebenaran mereka bersatu dan membenarkan adanya kebangkitan setelah kematian, mereka selalu membuka diri untuk menerima syari'at Allah dan Juga Rasul-Nya, dan mereka tidak menyangkal terhadap apa yang belum mampu diterima oleh akal pikiran mereka, sungguh kuasa Allah diatas segala sesuatu, dan tidak ada satupun yang akan mampu merintanginya, Allah berfirman dalam surah yunus : 39 ( بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ ) Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya, maka manusia tidak semestinya menjadikan akal mereka sebagai tolak ukur dalam menyikapi segala sesuatu.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Kemudian Allah ‘Azza Wa Jalla menjawab pertanyaan ini, dengan firman-Nya:
{ عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ }
”Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini” (QS. An-Naba:2-3)

Berita ini maksudnya adalah berita yang datang dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berupa penjelasan-penjelasan dan petunjuk terutama kabar berita yang berkaitan tentang hari akhir, kebangkitan dan pembalasan. Orang-orang berselisih tentang berita ini yang telah datang dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dari mereka ada yang beriman dan membenarkannya, dan dari mereka ada yang kufur dan mendustakannya, di antara mereka juga ada yang ragu-ragu tentangnya. Maka Allah di sini menjelaskan bahwa mereka yang mendustakan akan mengetahui tentang berita yang mereka dustakan dengan sangat yakin, itu terjadi saat hari kiamat tiba:
هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ
“Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Qur'an itu (tentang hari kiamat), berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak”(QS. Al-A’raf: 53)

Tafsir Tematis

Orang-orang mukmin membenarkannya, sedangkan orang-orang kafir mengingkarinya,

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018