Surat An-Naba Ayat 29

Text Bahasa Arab dan Latin

وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.

Tafsir Al-Muyassar

Kami mengetahui segala sesuatu dan mencatatnya di lauhil mahfuzh.

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

Dan yang ketiga adalah :

Bahwasanya setiap amal perbuatan mereka kami tuliskan dalam sebuah kitab yang mencatat segala amal perbuatan manusia, dan mereka yang telah mendustakan ayat-ayat Kami telah kami catat apa yang mereka telah perbuat.

Maka catatan inilah yang menjadi penyebab siksaan mereka di neraka jahannam, jikalau sekiranya mereka akan mnegingkari perbuatan mereka; maka itu tidak mungkin; karena segala amal keburukan yang telah mereka perbuat tercatat dan tersimpan baik dalam genggaman kami. dan mereka akan mengakuinya jika tiba saatnya catatan itu dibacakan dihadapan mereka.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

Firman Allah Ta’ala: وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا “dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.”وَكُلَّ شَيْءٍ “dan segala sesuatu” Mencakup segala yang dilakukan Allah ‘Azza Wa Jalla seperti menciptakan dan mengatur segalanya dan juga mencakup segala yang dilakukan hamba-hamba-Nya berupa perkataan dan perbuatan, termasuk segala yang besar mau pun yang kecil أَحْصَيْنَاهُ “telah Kami catat dalam suatu kitab.” Kami patenkan dengan pencatatan yang detail yang tidak terdapat kekeliruan كِتَابًا “dalam suatu kitab” maksudnya dengan buku catatan. Dinyatakan dalam hadits shahih: أَنَّ اللهَ تَعَالَى كَتَبَ مَقَادِيْرَ كُلَّ شَيْءٍ إَلَى أَنْ تَقُوْمَ السَّاعَةُ “ Sesungguhnya Allah telah menuliskan takdir-taqdir segala sesuatu sampai hari kiamat ”(1) dan termasuk dari itu adalah perbuatan-perbuatan anak-anak adam, semuanya tertulis, bahkan setiap ucapan sudah tertulis. Allah Ta’ala berfirman: مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat raqib atiid” (QS. Qaf: 18) Malaikat Raqib: Malaikat yang mengawasi, al-‘Atiid: Yang selalu hadir.
Ada seorang lelaki yang masuk ke rumah Imam Ahmad rahimahullaah, sedangkan beliau dalam keadaan sakit, beliau merintih (kesakitan). Maka laki-laki itu berkata: Ya Abu Abdillah sesungguhnya Thawus –salah seorang tabi’in yang masyhur- mengatakan: "Sesungguhnya rintihan seorang yang sakit ditulis” Maka Imam Ahmad rahimahullah berhenti dari rintihannya karena takut ditulis rintihan rasa sakitnya itu, maka bagaimana dengan ucapan-ucapan yang tidak terbatas dan tidak ditahan, lafaz-lafaz yang terus keluar sepanjang malam dan hari, dan itu semua tidak dihisab. Segala sesuatu ditulis walau pun sekedar tekad dalam hati, bisa jadi itu berbuah pahala atu mungkin dosa bagi anda, barang siapa yang bertekad berbuat keburukan namun ia meninggalkannya karena tidak mampu melakukannya maka tekadnya itu akan ditulis sebagai sebuah keburukan dan jika meninggalkannya karena Allah maka itu akan ditulis sebagai kebaikan.(2) Segala sesuatu tidak akan luput, segala sesuatu akan kami tulis dalam catatan.


(1) Dikeluarkan Muslim (2653) dari hadits Abdullah Bin Amer Radhiyallaahu 'anhuma.
(2) Dikeluarkan Bukhari (6491) dan Muslim (131) dari hadits Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhuma.

Tafsir Hidayatul Insan

Sedikit maupun banyak, baik maupun buruk.

Di antara yang tercatat dalam catatan amal itu adalah pendustaan mereka terhadap Al Qur’an.

Tafsir Kemenag

Allah tidak pernah salah dalam menentukan siapa yang berhak mendapat siksa karena dia mempunyai catatan amal setiap orang. Dan segala sesuatu tentang amal perbuatan manusia telah kami catat dalam suatu kitab, yaitu buku catatan amal manusia, baik amal kecil maupun besar. Catatan itu akan menjadi saksi atas pelanggaran-pelanggaran mereka. 30. Setelah Allah menjelaskan tentang keburukan perbuatan mereka, Allah mengatakan kepada mereka, 'maka karena semua perbuatan buruk yang kamu kerjakan itu rasakanlah siksa api neraka ini! maka tidak ada yang akan kami tambahkan kepadamu selain azab. Mereka ditimpa azab demi azab yang sangat pedih, menyakitkan jiwa dan raga, tidak ada jeda sedikit pun antara satu azab dan azab berikutnya. Mereka merasakannya dalam rentang waktu yang sangat lama. Inilah siksaan bagi mereka yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018