Surat An-Naba Ayat 21

An Naba Ayat 21 Dan Terjemahan

Text Bahasa Arab dan Latin

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,

Tafsir Al-Muyassar

Pada hari itu,neraka jahanam mengintai orang orang kafir

Tafsir Juz Amma (Al-Fauzan)

(إِنَّ جَهَنَّمَ ) Neraka, dan Jahannam adalah salah satu nama dari sejumlah Neraka yang ada, (كَانَتْ مِرْصَادًا) adalah tempat megintai dan telah disiapkan untuk orang-orang kafir, sedikitpun mereka tidak akan bisa menghindar ataupun berpaling dari siksaan yang ada didalamnya, mereka tidak memiliki tempat untuk meloloskan diri darinya, Allah berfirman (وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُمْ مُوَاقِعُوهَا ) (Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya ) (وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا) (dan mereka tidak menemukan tempat berpaling dari padanya. ) Al-Kahfi : 53 ) mereka sama sekali tidak akan bisa melarikan diri, dan taubat mereka tidak diterima.

Tafsir Juz Amma (Al-Utsaimin)

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا “Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai,”
Maknanya: Tempat pengintai dan disiapkan untuk orang-orang yang melampaui batas. Jahannam adalah salah satu dari nama-nama neraka yang mempunyai banyak nama, dinamakan demikian karena kondisinya gelap gulita dengan hitam dan dalamnya. Semoga Allah melindungi kita semua darinya. Jahannam adalah pengintai orang-orang yang melampaui Allah ‘Azza Wa Jalla telah menyiapkannya sejak saat ini, jahannam sudah ada sebagaimana firman Allah Ta’ala: وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ “Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (QS. Ali Imran: 131)
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah melihatnya ketika ditampakkan saat sholat gerhana (1), beliau melihat di dalamnya ada seorang perempuan yang disiksa karena seekor kucing yang ia kurung, ia tidak memberi makan dan tidak juga melepasnya, sehingga ia bisa makan hewan kecil di bumi.(2)
Beliau juga melihat Amer Bin Luhay al-Khuza’iy ususnya terburai menyapu di neraka(3), karena ialah yang pertama memasukkan kesyirikan ke bangsa arab.

(1) Dikeluarkan Bukhari (431) dan Muslim (907) dari hadits Abdullah Bin Abbas radhiyallaahu 'anhuma.
(2) Dikeluarkan Muslim (904) dari hadits Jabir Bin Abdullaah radhiyallaahu 'anhuma.
(3) Dikeluarkan Bukhari (3521) dan Muslim (2856) dari hadits Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu.

Tafsir Hidayatul Insan

Maksudnya, di neraka Jahannam ada suatu tempat yang dari tempat itu para penjaga neraka mengintai dan mengawasi isi neraka.

Tafsir Kemenag

Demikianlah fenomena hari kiamat yang sangat mencekam. Allah lalu beralih menjelaskan nasib orang kafir di akhirat. Sungguh, neraka jahanam itu kami jadikan sebagai tempat mengintai bagi para penjaga yang mengawasi neraka. Tidak ada satu orang kafir pun yang bisa lari dari siksa neraka. 22. Neraka jahanam itu menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas dengan menentang aturan agama dan mendustakan para rasul Allah. Kami akan siksa mereka di sana sebagai balasan atas perbuatan mereka, sebagaimana telah kami peringatkan sebelumnya.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018