Surat Qaf

Belajar Quran Online

ق ۚ وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ

Arab-Latin: qāf, wal-qur`ānil-majīd

Terjemah Arti:  1.  Qaaf Demi Al Quran yang sangat mulia.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

(Qaf). Pembicaraan tentang huruf-huruf terpisah (di awal surat seperti ini) telah hadir di awal Surat al-baqarah. Allah bersumpah dengan al-Quran yang mulia, yang memiliki keagungan dan kehormatan.

بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ

bal ‘ajibū an jā`ahum munżirum min-hum fa qālal-kāfirụna hāżā syai`un ‘ajīb

 2.  (Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang amat ajaib”.

Orang-orang yang mendustakan Rasul itu merasa heran saat mereka didatangi oleh seorang dari kalangan mereka yang memberi peringatan tentang azab Allah kepada mereka. Maka orang-orang yang kafir kepada Allah dan RasulNya berkata, “Ini adalah sesuatu yang aneh yang mengundang keheranan.

أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ۖ ذَٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ

a iżā mitnā wa kunnā turābā, żālika raj’um ba’īd

 3.  Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)?, itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.

Apakah bila kami sudah mati dan menjadi tanah, bagaimana kami yang sudah demikian itu dikembalikan hidup kembali? Itu adalah pengembalian yang mustahil terjadi.”

قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنْقُصُ الْأَرْضُ مِنْهُمْ ۖ وَعِنْدَنَا كِتَابٌ حَفِيظٌ

qad ‘alimnā mā tangquṣul-arḍu min-hum, wa ‘indanā kitābun ḥafīẓ

 4.  Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat).

Sungguh Kami mengetahui bahwa bumi tidak mengurangi dan menghancurkan jasad mereka. Kami punya kitab yang tejaga dari pergantian dan perubahan, yang mencatat apa yang terjadi pada mereka dalam hidup mereka dan sesudah mereka mati.

بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَرِيجٍ

bal każżabụ bil-ḥaqqi lammā jā`ahum fa hum fī amrim marīj

 5.  Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.

Orang-orang musyrik itu justru mendustakan al-Quran saat ia datang kepada mereka. Urusan mereka goncang dan kacau, mereka tidak teguh diatas satu keadaan dan tidak stabil diatasnya.

أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ

a fa lam yanẓurū ilas-samā`i fauqahum kaifa banaināhā wa zayyannāhā wa mā lahā min furụj

 6.  Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?

Apakah mereka itu lalai saat mereka mendustakan kebangkitan, lalu mereka tidak melihat kepada langit diatas mereka, bagaimana Kami membangunnya dengan pilar-pilarnya yang seimbang dan tegak kokoh, dan Kami menghiasinya dengan bintang-bintang yang tidak retak dan pecah, serta bebas dari ketidakserasian dan cacat?

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

wal-arḍa madadnāhā wa alqainā fīhā rawāsiya wa ambatnā fīhā ming kulli zaujim bahīj

 7.  Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,

Dan Kami luaskan dan bentangkan bumi, lalu Kami jadikan gunung-gunung yang kokoh agar bumi tidak miring bersama penduduknya. Kami juga menumbuhkan diatasnya semua jenis tanaman yang indah dan bermanfaat, yang menenangkan dan membuat kagum orang yang memandangnya.

تَبْصِرَةً وَذِكْرَىٰ لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ

tabṣirataw wa żikrā likulli ‘abdim munīb

 8.  untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).

Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya berupa tanda-tanda Kuasa Allah yang besar sebagai pelajaran untuk membebaskan dari kebutaan dan kebodohan, peringatan bagi hamba yang tunduk, takut dan sungkan kepada Allah, yang senantiasa kembali kepadaNya.

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

wa nazzalnā minas-samā`i mā`am mubārakan fa ambatnā bihī jannātiw wa ḥabbal-ḥaṣīd

 9.  Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,

Kami juga menurunkan dari langit hujan yang banyak manfaatnya, lalu dengannya Kami menumbuhkan kebun-kebun dengan pohon-pohon yang banyak dan tanaman yang bijinya dipanen.

وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ

wan-nakhla bāsiqātil lahā ṭal’un naḍīd

 10.  dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun,

Kami juga menumbuhkan kurma tinggi ke atas, yang mempunyai pucuk yang sebagian tersusun dari sebagian yang lain.

رِزْقًا لِلْعِبَادِ ۖ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ الْخُرُوجُ

rizqal lil-‘ibādi wa aḥyainā bihī baldatam maitā, każālikal-khurụj

 11.  untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.

Kami menumbuhkannya sebagai rizki bagi hamba-hamba, mereka menjadikannya sebagai makanan pokok mereka sesuai dengan kebutuhan mereka. Kami menghidupkan dengan air yang Kami turunkan dari langit itu di negeri yang kering kerontang, tidak ada tanaman dan tumbuhan; sebagaimana Kami menumbuhkan bumi yang mati dengan air tersebut, begitu pula Kami akan mengeluarkan kalian di Hari Kiamat dalam keadaan hidup sesudah kematian.

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ

każżabat qablahum qaumu nụḥiw wa aṣ-ḥābur-rassi wa ṡamụd

 12.  Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud,

وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍ

wa ‘āduw wa fir’aunu wa ikhwānu lụṭ

 13.  dan kaum Aad, kaum Fir’aun dan kaum Luth,

وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍ ۚ كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ

wa aṣ-ḥābul-aikati wa qaumu tubba’, kullung każżabar-rusula fa ḥaqqa wa’īd

 14.  dan penduduk Aikah serta kaum Tubba’ semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.

12-14. Sebelum orang-orang musyrik dari Quraisy, kaum Nuh,-orang yang mendiami sumur, kaum Tsamud, Ad, Fir’aun, kaum Luth, penduduk Aikah kaum Syu’aib dan kaum Tubba’ al-Himyari. Mereka semuanya mendustakan utusan-utusan Allah kepada mereka, maka menjadi pasti ancaman Allah atas mereka yang sebelumnya Dia ancamkan karena kekafiran mereka.

أَفَعَيِينَا بِالْخَلْقِ الْأَوَّلِ ۚ بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ

a fa ‘ayīnā bil-khalqil-awwal, bal hum fī labsim min khalqin jadīd

 15.  Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.

Apakah Kami tidak sanggup memulai penciptaan pertama yang sebelumnya bukan sesuatu lalu Kami pun juga tidak sanggup mengembalikan mereka sebagai makhluk baru sesudah mereka fana? Semua itu tidak melemahkan Kami, sebaliknya Kami mampu melakukannya. Tetapi mereka dalam kebimbangan dan kebingungan tentang perkara kebangkitan kembali dan dikumpulkan (pada Hari Kiamat).

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

wa laqad khalaqnal-insāna wa na’lamu mā tuwaswisu bihī nafsuh, wa naḥnu aqrabu ilaihi min ḥablil-warīd

 16.  Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

Sungguh Kami telah menciptakan manusia, dan Kami mengetahui apa yang dibicarakan oleh hatinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada hablil warid, yaitu urat lehernya yang bersambung dengan hati.

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

iż yatalaqqal-mutalaqqiyāni ‘anil-yamīni wa ‘anisy-syimāli qa’īd

 17.  (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

Saat dua malaikat yang disiapkan di kanan dan kirinya mencatat amal-amalnya. Yang kanan menulis kebaikan-kebaikan dan yang kiri menulis keburukan-keburukan.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

mā yalfiẓu ming qaulin illā ladaihi raqībun ‘atīd

 18.  Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Seseorang tidak mengeluarkan kata-kata dan berbicara, kecuali di sisinya ada malaikat yang mengawasi ucapannya dan menulisnya, malaikat yang selalu hadir dan disiapkan untuk melakukan itu.

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ

wa jā`at sakratul-mauti bil-ḥaqq, żālika mā kunta min-hu taḥīd

 19.  Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.

Sakratul maut dengan kesulitannya datang dengan kebenaran yang tidak bisa ditolak dan tidak bisa berlari darinya. Itulah yang berusaha kamu hindari dan kamu berlari darinya (wahai manusia).

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ

wa nufikha fiṣ-ṣụr, żālika yaumul-wa’īd

 20.  Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.

Sangkakala ditiup untuk kedua kalinya, tiupan kebangkitan. Tiupsn itulah merupakan hari terwujudnya ancaman Allah yang Dia ancamkan kepada orang-orang kafir.

وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ

wa jā`at kullu nafsim ma’ahā sā`iquw wa syahīd

 21.  Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi.

Setiap jiwa datang dengan dua malaikat. Salah satunya menggiringnya ke padang mahsyar dan satunya lagi bersaksi atas apa yang dilakukannya di dunia, baik kebaikan maupun keburukan.

لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

laqad kunta fī gaflatim min hāżā fa kasyafnā ‘angka giṭā`aka fa baṣarukal-yauma ḥadīd

 22.  Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.

Sungguh kamu dalam kelalaian terhadap hari yang kamu saksikan saat ini wahai manusia. Kami membuka tabirmu yang menutupi hatimu, maka kelalaian itu sirna darimu, penglihatanmu di hari ini menjadi kuat dan tajam.

وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ

wa qāla qarīnuhụ hāżā mā ladayya ‘atīd

 23.  Dan yang menyertai dia berkata: “Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku”.

malaikat penulis sekaligus saksi atasnya, berkata, “Inilah bukti catatan amalnya yang ada padaku, ia selalu siap, tercatat dan akurat.”

أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ

alqiyā fī jahannama kulla kaffārin ‘anīd

 24.  Allah berfirman: “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,

مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ

mannā’il lil-khairi mu’tadim murīb

 25.  yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu,

الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ

allażī ja’ala ma’allāhi ilāhan ākhara fa alqiyāhu fil-‘ażābisy-syadīd

 26.  yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat”.

24-26. Allah berfirman kepada dua malaikat yang menggiring dan yang bersaksi sesudah Allah menetapkan keputusanNYa di antara manusia, “lemparkanlah ke dalan Neraka Jahanam semua orang yang mengingkari bahwa Allah Tuhan Sembahan Yang Haq, banyak melakukan kekafiran, mendustakan dan menentang kebenaran, menolak menunaikan kewajiban-kewajibannya pada hartanya, melanggar hamba-hamba Allah dan batasan-batasanNya, ragu-ragu terhadap janji pahala dan ancaman siksaNya, yang menyekutukan Allah, menyembah selain Allah dari makhlukNya bersama Allah, lemparkanlah dia ke dalam azab Jahanam yang keras.”

۞ قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

qāla qarīnuhụ rabbanā mā aṭgaituhụ wa lāking kāna fī ḍalālim ba’īd

 27.  Yang menyertai dia berkata (pula): “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh”.

Setan yang bersamanya di dunia berkata, “Wahai Tuhan kami, bukan aku yang menyesatkannya, akan tetapi dia memang berada di jalan yang jauh dari jalan petunjuk.”

قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ

qāla lā takhtaṣimụ ladayya wa qad qaddamtu ilaikum bil-wa’īd

 28.  Allah berfirman: “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu”.

Allah berfirman, “Jangan berdebat di hadiratKu hari ini di tempat perhitungan amal dan balasan, karena hal itu tidak berfaidah, karena Aku sudah memberi peringatan kepada kalian di dunia terhadap siapa yang kafir kepadaKu dan maksiat kepadaKu,

مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

mā yubaddalul-qaulu ladayya wa mā ana biẓallāmil lil-‘abīd

 29.  Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku

PerkataanKu (keputusanKu) tidak dapat dirubah. Aku tidak menyiksa seseorang karena dosa orang lain. Aku hanya mengazab seseorang karena dosanya sendiri sesudah tegaknya hujjah atasnya.”

يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ

yauma naqụlu lijahannama halimtala`ti wa taqụlu hal mim mazīd

 30.  (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: “Apakah kamu sudah penuh?” Dia menjawab: “Masih ada tambahan?”

Sampaikanlah kepada umatmu (wahai Rasul) saat Kami berfirman kepada Neraka Jahanam pada Hari Kiamat, “Apakah kamu sudah penuh?” jahannam menjawab, “Apakah masih ada tambahan dari kalangan jin dan manusia?” maka Tuhan Yang MahaAgung meletakkan Telapak KakiNya padanya, lalu sebagian darinya menyimpit ke sebagian yang lain, dan ia berkata, “Cukup-cukup. Sudah penuh, tidak ada lagi tempat untuk tambahan.”

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ

wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīna gaira ba’īd

 31.  Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka).

surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada sebuah tempat yang tidak jauh dari mereka. Mereka menyaksikannya sebagai tambahan kebahagiaan bagi mereka.

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ

hāżā mā tụ’adụna likulli awwābin ḥafīẓ

 32.  Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya)

مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ

man khasyiyar-raḥmāna bil-gaibi wa jā`a biqalbim munīb

 33.  (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,

32-33. Dikatakan kepada mereka, “Inilah yang dulu dijanjikan kepada kalian (wahai orang-orang yang bertakwa) bagi setiap orang yang bertaubat dari dosa-dosanya, menjaga apa yang mendekatkannya kepada Tuhannya, yaitu amal-amal ketaatan dan kewajiban, orang yang takut kepada Allah di dunia dan bertemu denganNya di Hari Kiamat dengan hati yang bertaubat dari dosa-dosanya.”

ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ

udkhulụhā bisalām, żālika yaumul-khulụd

 34.  masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.

Dikatakan kepada orang-orang yang beriman itu, “Masuklah ke dalam surga dengan penuh keselamatan dari segala keburukan dan penyakit, aman dari segala hal yang dibenci. Itulah hari kekekalan yang tidak berakhir.”

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

lahum mā yasyā`ụna fīhā wa ladainā mazīd

 35.  Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.

Orang-orang Mukmin itu di surga mendapatkan apa saja yang mereka inginkan, Kami sendiri punya apa yang Kami berikan kepada mereka sebagai tambahan kenikmatan bagi mereka, yang paling besar darinya adalah melihat kepada Wajah Allah.

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ

wa kam ahlaknā qablahum ming qarnin hum asyaddu min-hum baṭsyan fa naqqabụ fil-bilād, hal mim maḥīṣ

 36.  Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?

Kami telah membinasakan umat-umat dalam jumlah yang banyak sebelum orang-orang musyrik Quraisy itu. Umat-umat tersebut lebih kuat dan lebih hebat dari orang-orang musyrik. Mereka mengembara di seluruh negeri, menempuh semuan jalan untuk menghindari kebinasaan. Adakah tempat berlari dari azab Allah saat ia datang kepada mereka?

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

inna fī żālika lażikrā limang kāna lahụ qalbun au alqas-sam’a wa huwa syahīd

 37.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.

Sesungguhnya pembinasaan umat-umat terdahulu mengandung pelajaran bagi siapa yang punya hati untuk memahami atau dia membuka pendengarannya dengan hati yang hadir, tidak lalai dan tidak lupa.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ

wa laqad khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyāmiw wa mā massanā mil lugụb

 38.  Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.

Sungguh Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya berupa makhluk-makhluk dengan berbagai macamnya dalam 6 hari. Kami tidak capek dan tidak pula lelah dalam mencipta . dalam Kuasa besar ini membuktikan bahwa Allah lebih kuasa lagi untuk menghidupkan orang-orang yang sudah mati.

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

faṣbir ‘alā mā yaqụlụna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulụ’isy-syamsi wa qablal-gurụb

 39.  Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ

wa minal-laili fa sabbiḥ-hu wa adbāras-sujụd

 40.  Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang.

39-40. Maka bersabarlah (wahai Rasul), atas apa yang diucapkan oleh orang-orang yang mendustakan, karena Allah selalu mengawasi mereka. Shalatlah untuk tuhanmu dengan memujiNya pada shalat shubuh sebelum terbit matahari dan shalat Ashar sebelum terbenam matahari. Shalatlah di malam hari dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sesudah Shalat.

وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ

wastami’ yauma yunādil-munādi mim makāning qarīb

 41.  Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.

يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ

yauma yasma’ụnaṣ-ṣaiḥata bil-ḥaqq, żālika yaumul-khurụj

 42.  (Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari ke luar (dari kubur).

41-42. Dengarkanlah (wahai Rasul) hari di mana malaikat memanggil dengan meniup sangkakala dari tempat yang dekat. Hari itu mereka mendengar teriakan kebangkitan yang benar, yang tidak ada kebimbangan dan keraguan padanya, itu adalah hari keluarnya penghuni-penghuni kubur dari kubur mereka.

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَإِلَيْنَا الْمَصِيرُ

innā naḥnu nuḥyī wa numītu wa ilainal-maṣīr

 43.  Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk).

يَوْمَ تَشَقَّقُ الْأَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا ۚ ذَٰلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ

yauma tasyaqqaqul-arḍu ‘an-hum sirā’ā, żālika ḥasyrun ‘alainā yasīr

 44.  (Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.

43-44. Sesungguhnya Kami menghidupkan makhluk dan mematikan mereka di dunia. Hanya kepada Kami tempat kembali mereka semuanya di Hari Kiamat untuk perhitungan amal dan pembalasan. Hari itu bumi terbelah dan mengeluarkan orang-orang yang mati yang dikubur di dalamnya, mereka keluar dengan cepat kepada penyeru. Pengumpulan mereka semuanya di tempat perhitungan amal adalah suatu yang mudah bagi Kami.

نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍ ۖ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ

naḥnu a’lamu bimā yaqụlụna wa mā anta ‘alaihim bijabbār, fażakkir bil-qur`āni may yakhāfu wa’īd

 45.  Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku.

Kami lebih mengetahui tentang apa yang dikatakan oleh orang-orang musyrik, yaitu kedustaan atas nama Allah dan pendustaan kepada ayat-ayatNya. Kamu (wahai rasul) tidak memiliki kuasa untuk memaksa mereka masuk Islam, karena kamu hanya diutus sebagai penyampai. Maka ingatkanlah dengan al-Quran ini siapa yang takut terhadap ancamanKu, karena siapa yang tidak takut kepada suatu ancaman, maka dia tidak akan mengambil pelajaran.

Related: Surat Adz-Dzariyat Arab-Latin, Surat ath-Thur Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat an-Najm, Terjemahan Tafsir Surat al-Qamar, Isi Kandungan Surat ar-Rahman, Makna Surat al-Waqi’ah

Baca Quran Online