Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Jatsiyah

حم

Arab-Latin: ḥā mīm

Terjemah Arti:  1.  Haa Miim

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

(Ha Mim). Pembicaraan tentang huruf-huruf terpenggal ( di awal surat seperti ini) telah lewat di awal Surat al-Baqarah.

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

tanzīlul-kitābi minallāhil-‘azīzil-ḥakīm

 2.  Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Al-Quran ini diturunkan dari Allah yang Mahaperkasa dalam pembalasanNya terhadap musuh-musuhNya, Mahabijaksana dalam pengaturan dan urusan-urusan makhlukNya.

إِنَّ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِلْمُؤْمِنِينَ

inna fis-samāwāti wal-arḍi la`āyātil lil-mu`minīn

 3.  Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman.

Sesungguhnya pada langit yang tujuh dan bumi yang darinya asal-usul manusia berikut makhluk-makhluk yang ada padanya dengan keanekaragaman jenisnya, merupakan bukti dan hujjah bagi orang-orang yang beriman.

وَفِي خَلْقِكُمْ وَمَا يَبُثُّ مِنْ دَابَّةٍ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

wa fī khalqikum wa mā yabuṡṡu min dābbatin āyātul liqaumiy yụqinụn

 4.  Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,

Dan pada penciptaan kalian (wahai manusia) dan penciptaan berbagai macam makhluk-makhluk hidup lainnya di muka bumi, terkandung hujjah-hujjah dan dalil-dalil bagi kaum yang meyakini Allah dan syariatNya.

وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ رِزْقٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ آيَاتٌ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

wakhtilāfil-laili wan-nahāri wa mā anzalallāhu minas-samā`i mir rizqin fa aḥyā bihil-arḍa ba’da mautihā wa taṣrīfir-riyāḥi āyātul liqaumiy ya’qilụn

 5.  dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.

Dan pada silih bergantinya malam dengan siang dan saling menyusul di antara keduanya, hujan yang Allah turunkan dari langit lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah sebelumnya ia kering, lalu ia pun bergerak dengan tumbuhnya tanaman dan pohon-pohonan, dan pada berhembusnya angin untuk kalian dari segala arah dan pengaturannya untuk manfaat kalian, semua itu mengandung bukti-bukti dan hujjah-hujjah bagi kaum yang memahami hujjah-hujjah dan bukti-bukti Allah.

تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ

tilka āyātullāhi natlụhā ‘alaika bil-ḥaqq, fa bi`ayyi ḥadīṡim ba’dallāhi wa āyātihī yu`minụn

 6.  Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.

Ayat-ayat dan hujjah-hujjah ini Kami bacakan kepadamu (wahai Rasul) dengan benar. Maka kepada pembicaraan apa setelah Allah dan ayat-ayatNya serta dalil-dalilNya yang menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan yang haq semata, yang tiada sekutu bagiNya, yang akan mereka imani, mereka benarkan dan mereka amalkan?

وَيْلٌ لِكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ

wailul likulli affākin aṡīm

 7.  Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,

Kebinasaan besar bagi setiap pembohong lagi banyak dosa.

يَسْمَعُ آيَاتِ اللَّهِ تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

yasma’u āyātillāhi tutlā ‘alaihi ṡumma yuṣirru mustakbirang ka`al lam yasma’hā, fa basysyir-hu bi’ażābin alīm

 8.  dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri khabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.

Dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya, kemudian dia tetap bersikukuh di atas kekafirannya dan menyombongkan diri sehingga menolak untuk tunduk kepada Allah dan RasulNya, seolah-olah dia tidak mendengar ayat-ayat Allah yang dibacakan kepadanya. Sampaikan kepada pendusta lagi pendosa ini (wahai rasul) bahwa dia akan mendapat azab yang pedih dan menyakitkan di dalam Neraka Jahanam di Hari KIamat.

وَإِذَا عَلِمَ مِنْ آيَاتِنَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

wa iżā ‘alima min āyātinā syai`anittakhażahā huzuwā, ulā`ika lahum ‘ażābum muhīn

 9.  Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan.

Bila pendusta lagi pendosa ini mengetahui sebagian dari ayat-ayat Kami, maka dia menjadikannya bahan olok-olokan dan hinaan. Mereka akan mendapat azab yang merendahkan dan menghinakan mereka di Hari Kiamat sebagai balasan atas penghinaan mereka terhadap al-Quran.

مِنْ وَرَائِهِمْ جَهَنَّمُ ۖ وَلَا يُغْنِي عَنْهُمْ مَا كَسَبُوا شَيْئًا وَلَا مَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

miw warā`ihim jahannam, wa lā yugnī ‘an-hum mā kasabụ syai`aw wa lā mattakhażụ min dụnillāhi auliyā`, wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm

 10.  Di hadapan mereka neraka Jahannam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah. Dan bagi mereka azab yang besar.

Di depan orang-orang yang menghina ayat-ayat Allah itu ada Jahanam. Harta dan anak yang mereka miliki tidak berguna bagi mereka sedikitpun, tidak pula tuhan-tuhan yang mereka sembah selain Allah, dan mereka akan mendapatkan azab yang besar dan menyakitkan.

هَٰذَا هُدًى ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَهُمْ عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ أَلِيمٌ

hāżā hudā, wallażīna kafarụ bi`āyāti rabbihim lahum ‘ażābum mir rijzin alīm

 11.  Ini (Al Quran) adalah petunjuk. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab yaitu siksaan yang sangat pedih.

Al-Quran yang Kami turunkan kepadamu ini (wahai rasul), adalah petunjuk dari kesesatan, dalil kepada kebenaran, membimbing orang yang mengikuti dan mengamalkannya ke jalan yang lurus, sedangkan orang-orang yang mengingkari apa yang ada di dalam al-Quran berupa ayat-ayat yang menunjukan kepada kebenaran dan tidak membenarkannya, bagi mereka azab yang pedih lagi menyakitkan yang termasuk ke dalam jenis azab yang paling buruk di Hari Kiamat.

۞ اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

allāhullażī sakhkhara lakumul-baḥra litajriyal-fulku fīhi bi`amrihī wa litabtagụ min faḍlihī wa la’allakum tasykurụn

 12.  Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.

Allah-lah Yang menundukkan lautan bagi kalian sehingga kapal-kapal berjalan di atasnya dengan perintahNya, agar kalian bisa mencari karuniaNYa melalui berbagai bentuk perniagaan dan mata pencaharian, dan agar kalian bersukur kepada Tuhan kalian karena Dia telah menundukkan hal itu untuk kalian, maka sembahlah Dia semata dan taatilah Dia dalam apa yang Dia perintahkan dan apa yang Dia larang.

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

wa sakhkhara lakum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi jamī’am min-h, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

 13.  Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.

Dia menundukkan untuk kalian segala apa yang ada di langit berupa matahari, rembulan dan bintang-bintang, dan segala yang ada di bumi berupa hewan, pohon, kapal dan lain-lainnya untuk kemanfaatan kalian. Seluruh nikmat ini merupakan karunia dari Allah semata, Dia melimpahkannya kepada kalian sebagai nikmat, memberikannya kepada kalian sebagai karunia, maka hanya kepadaNya-lah hendaknya kalian beribadah, jangan mengangkat sekutu bagiNya. Sesungguhnya dalam apa yang Dia tundukkan bagi kalian itu terkandung tanda-tanda dan petunjuk-petunjuk atas keesaan Allah bagi kaum yang merenungkan ayat-ayat, hujjah-hujjah dan dalil-dalil Allah lalu mereka mengambil pelajaran darinya.

قُلْ لِلَّذِينَ آمَنُوا يَغْفِرُوا لِلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ أَيَّامَ اللَّهِ لِيَجْزِيَ قَوْمًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

qul lillażīna āmanụ yagfirụ lillażīna lā yarjụna ayyāmallāhi liyajziya qaumam bimā kānụ yaksibụn

 14.  Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

Katakanlah (wahai rasul) kepada orang-orang yang membenarkan Allah dan mengikuti rasulNya agar mereka memaafkan dan memaklumi orang-orang yang tidak berharap pahala Allah dan tidak takut kepada hukumanNya bila mereka menimpakan gangguan dan hal-hal yang dibenci kepada orang-orang yang beriman, karena Allah akan membalas orang-orang musyrik itu dengan apa yang mereka lakukan di dunia, yaitu menyakiti orang-orang beriman dan berbuat dosa-dosa.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۖ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

man ‘amila ṣāliḥan fa linafsih, wa man asā`a fa ‘alaihā ṡumma ilā rabbikum turja’ụn

 15.  Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.

Barangsiapa dari hamba-hamba Allah yang beramal menaatiNya, maka untuk dirinya sendiri dia beramal, dan barangsiapa yang amal perbuatannya di dunia ini buruk dengan bermaksiat kepada Allah, maka dia hanya melakukan keburukan bagi dirinya, kemudian kalian (wahai manusia) berjalan menuju Tuhan kalian setelah kematian kalian, lalu Dia membalas orang yang berbuat baik dengan kebaikannya dan orang yang berbuat buruk dengan keburukannya.

وَلَقَدْ آتَيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

wa laqad ātainā banī isrā`īlal-kitāba wal-ḥukma wan-nubuwwata wa razaqnāhum minaṭ-ṭayyibāti wa faḍḍalnāhum ‘alal-‘ālamīn

 16.  Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezeki-rezeki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya).

Sungguh Kami telah memberi Bani Israil Taurat dan Injil dan mewajibkan mereka berhukum dengan apa-apa yang terkandung pada keduanya, dan Kami menjadikan mayoritas nabi-nabi dari anak keturunan Ibrahim diutus kepada mereka, dan Kami memberi mereka rizki dari yang baik-baik, berupa makanan pokok, buah-buahan dan berbagai macam makanan, dan Kami mengunggulkan mereka atas manusia-manusia di zaman mereka.

وَآتَيْنَاهُمْ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْأَمْرِ ۖ فَمَا اخْتَلَفُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

wa ātaināhum bayyinātim minal-amr, fa makhtalafū illā mim ba’di mā jā`ahumul-‘ilmu bagyam bainahum, inna rabbaka yaqḍī bainahum yaumal-qiyāmati fīmā kānụ fīhi yakhtalifụn

 17.  Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian yang ada di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya.

Dan Kami memberi Bani Israil syariat-syariat yang jelas dalam perkara halal dan haram dan petunjuk-petunjuk yang menjelaskan kebenaran dan kebatilan, dan mereka tidak berselisih kecuali setelah ilmu datang kepada mereka dan hujjah tegak atas mereka. Yang mendorong mereka demikian adalah pelanggaran sebagian dari mereka atas sebagian yang lainnya untuk mendapatkan kedudukan dan kepemimpinan. Sesungguhnya Tuhanmu (wahai rasul) akan memberikan keputusan di antara orang-orang yang berselisih dari Bani Israil di Hari Kiamat dalam perkara yang mereka perselisihkan di dunia. Dalam ayat Ini terdapat peringatan bagi umat ini agar tidak mengambil jalan mereka.

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

ṡumma ja’alnāka ‘alā syarī’atim minal-amri fattabi’hā wa lā tattabi’ ahwā`allażīna lā ya’lamụn

 18.  Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.

Kemudian Kami menjadikanmu (wahai Rasul) di atas jalan yang terang dalam perkara agama, maka ikutilah syariat dimana Kami menjadikanmu di atasnya, jangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui syariat Allah yang tidak mengetahui kebenaran. Ayat ini mengandung dalil besar atas kesempurnaan agama ini dan kemuliaannya, serta kewajiban untuk tunduk kepada hukumnya dengan tidak condong kepada hawa nafsu orang-orang kafir lagi ingkar.

إِنَّهُمْ لَنْ يُغْنُوا عَنْكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۖ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ

innahum lay yugnụ ‘angka minallāhi syai`ā, wa innaẓ-ẓālimīna ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ, wallāhu waliyyul-muttaqīn

 19.  Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari siksaan Allah. Dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.

Sesungguhnya orang-orang yang menyekutukan Tuhan mereka yang mengajakmu untuk memgikuti hawa nafsu mereka, sama sekali tidak membantumu (wahai rasul) di depan hukum allah bila kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan sesungguhnya orang-orang zhalim yang melampaui batasan-batasan Allah dari kalangan orang-orang munafik, Yahudi dan lainnya, sebagian adalah pendukung sebagian yang lainnya untuk melawan orang-orang yang beriman kepada Allah yang menaatiNya, dan Allah adalah penolong orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dengan menjalankan apa yang Dia perintahkan dan menjauhi apa yang Dia larang.

هَٰذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

hāżā baṣā`iru lin-nāsi wa hudaw wa raḥmatul liqaumiy yụqinụn

 20.  Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.

Al-Quran yang Kami turunkan kepadamu ini (wahai Rasul) adalah penerang, dengannya manusia melihat antara yang haq dengan yang batil, dengannya mereka mengetahui jalan yang lurus, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini kebenaran sejatinya dan bahwa ia diturunkan dari Allah yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana.

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

am ḥasiballażīnajtaraḥus-sayyi`āti an naj’alahum kallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti sawā`am maḥyāhum wa mamātuhum, sā`a mā yaḥkumụn

 21.  Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.

Apakah orang-orang yang melakukan keburukan-keburukan, mendustakan para Rasul, menyelisihi perintah Tuhan mereka dan menyembah selainNya mengira bahwa Kami menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman kepada Allah, membenarkan para RasulNya dan mengerjakan amal shalih serta mengikhlaskan ibadah hanya kepadaNya semata tidak kepada selainNya, apakah Kami menyamakan kedua kubu terdebut di dunia dan di akhirat? Keputusan mereka benar-benar buruk saat mereka menyamakan orang-orang durhaka dengan orang-orang shalih di akhirat.

وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

wa khalaqallāhus-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqqi wa litujzā kullu nafsim bimā kasabat wa hum lā yuẓlamụn

 22.  Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.

Allah menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran, keadilan dan hikmah, dan agar Dia membalas setiap jiwa di akhirat sesuai dengan apa yang diusahakannya, baik atau buruk, dan mereka tidak dizhalimi, sebagai balasan atas amal perbuatan mereka.

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

a fa ra`aita manittakhaża ilāhahụ hawāhu wa aḍallahullāhu ‘alā ‘ilmiw wa khatama ‘alā sam’ihī wa qalbihī wa ja’ala ‘alā baṣarihī gisyāwah, fa may yahdīhi mim ba’dillāh, a fa lā tażakkarụn

 23.  Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Apakah kamu (wahai Rasul) tidak melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, yang mana dia tidak menginginkan sesuatu kecuali dia melakukannya dan Allah menyesatkannya setelah sampainya ilmu kepadanya dan tegaknya hujjah atasnya, sehingga dia tidak mendengar nasihat-nasihat Allah dan tidak mengambil pelajaran darinya, Allah menutup rapat hatinya sehingga dia tidak memahami apa pun dengannya, dan Allah meletakkan penutup pada penglihatannya sehingga dia tidak melihat hujjah-hujjah Allah? maka siapa yang akan memberinya taufik untuk mendapatkan kebenaran dan jalan yang lurus setelah Allah menyesatkannya? Apakah kalian tidak mengingat (wahai manusia) sehingga kalian mengetahui bahwa siapa yang diperlakukan demikian oleh Allah, maka dia tidak akan mendapatkan petunjuk selamanya dan dia tidak akan menemukan penolong dan pembimbing untuk dirinya. Ayat ini adalah dasar yang memperingatkan agar jangan sampai hawa nafsu mendorong orang-orang Mukmin untuk amal-amal mereka.

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

wa qālụ mā hiya illā ḥayātunad-dun-yā namụtu wa naḥyā wa mā yuhlikunā illad-dahr, wa mā lahum biżālika min ‘ilm, in hum illā yaẓunnụn

 24.  Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.

Orang-orang musyrik itu berkata, “Kehidupan hanyalah kehidupan dunia yang kami rasakan saat ini, tidak ada kehidupan sesudahnya.” Mereka mendustakan kebangkitan sesudah kematian. Mereka berkata, “Yang membinasakan kami hanyalah berlalunya hari-hari dan umur yang tua.” Mereka mengingkari adanya Tuhan yang membuat mereka fana dan membinasakan mereka. Padahal mereka tidak memiliki ilmu tentang hal ini, mereka hanya berbicaara dengan dasar dugaan, perkiraan daan khayalan belaka.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ مَا كَانَ حُجَّتَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتُوا بِآبَائِنَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

wa iżā tutlā ‘alaihim āyātunā bayyinātim mā kāna ḥujjatahum illā ang qālu`tụ bi`ābā`inā ing kuntum ṣādiqīn

 25.  Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain dari mengatakan: “Datangkanlah nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang yang benar”.

dan apabila ayat-ayat Kami yang jelas dibacakan kepada orang-orang musyrik yang mendustakan kebangkitan itu, maka mereka tidak memiliki hujjah kecuali ucapan mereka kepada Rasul, “Hidupkanlah olehmu dan oleh orang-orang yang beriman bersamamu nenek moyang kami yang telah mati, bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam apa yang kalian ucapkan.”

قُلِ اللَّهُ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يَجْمَعُكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

qulillāhu yuḥyīkum ṡumma yumītukum ṡumma yajma’ukum ilā yaumil-qiyāmati lā raiba fīhi wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn

 26.  Katakanlah: “Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

katakanlah (wahai rasul) kepada orang-orang musyrik yang mendustakan kebangkitan, “Allah menghidupkan kalian di dunia dengan kehidupan yang dikehendakiNya kemudian Dia mematikan kalian padanya, kemudian mengumpulkan kalian semuanya dalam keadaan hidup di Hari Kiamat yang tidak diragukan. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui Kuasa Allah untuk mematikan mereka kemudian membangkitkan mereka di Hari Kiamat.”

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَخْسَرُ الْمُبْطِلُونَ

wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍ, wa yauma taqụmus-sā’atu yauma`iżiy yakhsarul-mubṭilụn

 27.  Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebathilan.

Dan hanya milik Allah kekuasaan langit yang tujuh dan bumi, dari segi penciptaan, kepemilikan dan penghambaan. Di hari dimana Kiamat tiba dimana saat itu orang-orang yang mati dibangkitkan dari kubur mereka dan dihisab, di hari itu merugilah orang-orang yang kafir kepada Allah yang mengingkari ayat-ayat Allah yang terang dan bukti-buktiNya yang nyata yang Dia turunkan kepada RasulNya.

وَتَرَىٰ كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً ۚ كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَىٰ إِلَىٰ كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

wa tarā kulla ummatin jāṡiyah, kullu ummatin tud’ā ilā kitābihā, al-yauma tujzauna mā kuntum ta’malụn

 28.  Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

Kamu melihat (wahai Rasul) di saat Kiamat tiba, setiap pengikut agama berdiri di atas lutut mereka, setiap umat dipanggil kepada buku catatan amalnya dan kepada mereka dikatakan, “Hari ini kalian diberi balasan sesuai dengan apa yang kalian kerjakan, baik atau buruk.”

هَٰذَا كِتَابُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

hāżā kitābunā yanṭiqu ‘alaikum bil-ḥaqq, innā kunnā nastansikhu mā kuntum ta’malụn

 29.  (Allah berfirman): “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan”.

Ini adalah buku catatan Kami yang akan berbicara kepada kalian dengan segala amal perbuatan kalian tanpa tambahan dan pengurangan. Sesunggunya Kami memerintahkan para malaikat penjaga agar mencatat amal perbuatan kalian.

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ

fa ammallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti fa yudkhiluhum rabbuhum fī raḥmatih, żālika huwal-fauzul-mubīn

 30.  Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya di dunia, menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, maka Allah memasukkan mereka ke dalam rahmatNya, dan masuknya mereka ke dalamnya adalah kemenangan yang nyata yang tidak ada kemenangan sesudahnya.

وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا أَفَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَاسْتَكْبَرْتُمْ وَكُنْتُمْ قَوْمًا مُجْرِمِينَ

wa ammallażīna kafarụ, a fa lam takun āyātī tutlā ‘alaikum fastakbartum wa kuntum qaumam mujrimīn

 31.  Dan adapun orang-orang yang kafir (kepada mereka dikatakan): “Maka apakah belum ada ayat-ayat-Ku yang dibacakan kepadamu lalu kamu menyombongkan diri dan kamu jadi kaum yang berbuat dosa?”

Adapun orang-orang yang mengingkari bahwa Allah adalah Tuhan yang haq, mendustakan rasul-rasulNya dan tidak mengamalkan syariatNya, maka dikatakan kepada mereka (sebagai pengingkaran dan perendahan) “Bukankah ayat-ayatKu telah dibacakan kepada kalian di dunia, lalu kalian menyombongkan diri sehingga kalian tidak mendengarnya dan tidak beriman kepadanya dan kalian adalah orang-orang musyrik yang melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dan tidak beriman kepada pahala dan hukuman?”

وَإِذَا قِيلَ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ لَا رَيْبَ فِيهَا قُلْتُمْ مَا نَدْرِي مَا السَّاعَةُ إِنْ نَظُنُّ إِلَّا ظَنًّا وَمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِينَ

wa iżā qīla inna wa’dallāhi ḥaqquw was-sā’atu lā raiba fīhā qultum mā nadrī mas-sā’atu in naẓunnu illā ẓannaw wa mā naḥnu bimustaiqinīn

 32.  Dan apabila dikatakan (kepadamu): “Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari berbangkit itu tidak ada keraguan padanya”, niscaya kamu menjawab: “Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya)”.

Bila dikatakan kepada kalian, “Sesungguhnya janji Allah untuk membangkitkan manusia dari kubur mereka adalah haq dan bahwa Kiamat tidak ada keraguan padanya,” maka kalian menjawab, “Kami tidak tahu apa itu kiamat? Kami tidak yakin ia terjadi kecuali dugaan lemah saja. Kami tidak yakin bahwa Kiamat akan datang.”

وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا عَمِلُوا وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

wa badā lahum sayyi`ātu mā ‘amilụ wa ḥāqa bihim mā kānụ bihī yastahzi`ụn

 33.  Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokkannya.

Dan Nampak bagi orang-orang musyrik yang dulu di dunia mendustakan ayat-ayat Allah apa yang mereka kerjakan di dunia berupa perbuatan-perbuatan buruk. Azab Allah pasti turun menimpa mereka sebagai balasan atas apa yang mereka olok-olokan.

وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنْسَاكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

wa qīlal-yauma nansākum kamā nasītum liqā`a yaumikum hāżā wa ma`wākumun-nāru wa mā lakum min nāṣirīn

 34.  Dan dikatakan (kepada mereka): “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong”.

Dikatakan kepada orang-orang kafir itu, “Hari ini Kami membiarkan kalian dalam azab Jahanam, sebagaimana kalian tidak beriman kepada Tuhan kalian dan tidak beramal untuk menghadapi hari kalian ini. Tempat tinggal kalian adalah Neraka jahanam, dan kalian tidak memiliki penolong-penolong yang dapat membantu kalian dari azab Allah.

ذَٰلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

żālikum bi`annakumuttakhażtum āyātillāhi huzuwaw wa garratkumul-ḥayātud-dun-yā, fal-yauma lā yukhrajụna min-hā wa lā hum yusta’tabụn

 35.  Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.

Azab Allah yang menimpa kalian ini disebabkan kalian menjadikan ayat-ayat Allah dan hujjah-hujjahNya sebagai bahan penghinaan dan permainan. Dan kehidupan dunia berikut kenikmatannya telah mengecoh kalian.” Hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan mereka juga tidak dikembalikan ke dunia untuk bertaubat dan beramal shalih.

فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ الْأَرْضِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

fa lillāhil-ḥamdu rabbis-samāwāti wa rabbil-arḍi rabbil-‘ālamīn

 36.  Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.

Hanya milik Alalah semata segala pujian atas nikmat-nikmatNya yang tidak terhitung kepada makhlukNya; Tuhan langit dan bumi, Pencipta keduanya dan Pengatur keduanya, Tuhan seluruh makhluk.

وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

wa lahul-kibriyā`u fis-samāwāti wal-arḍ, wa huwal-‘azīzul-ḥakīm

 37.  Dan bagi-Nya-lah keagungan di langit dan bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Hanya milikNya semata segala keagungan,kebesaran, kesombongan, kekuasaan, kuasa dan kesempurnaan di langit dan di bumi, Dia-lah yang Mahaperkasa yang tidak terkalahkan, Mahabijaksana dalam perkataan-perkataan, perbuatan-perbuatan, takdir dan syariatNya. Maha tinggi lagi Mahasuci Allah, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia.

Related: Surat al-Ahqaf Arab-Latin, Surat Muhammad Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Fath, Terjemahan Tafsir Surat al-Hujurat, Isi Kandungan Surat Qaf, Makna Surat Adz-Dzariyat

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!