Surat Al-Jatsiyah Ayat 9

وَإِذَا عَلِمَ مِنْ ءَايَٰتِنَا شَيْـًٔا ٱتَّخَذَهَا هُزُوًا ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Arab-Latin: Wa iżā 'alima min āyātinā syai`anittakhażahā huzuwā, ulā`ika lahum 'ażābum muhīn

Artinya: Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan.

« Al-Jatsiyah 8Al-Jatsiyah 10 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Berharga Mengenai Surat Al-Jatsiyah Ayat 9

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Jatsiyah Ayat 9 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada pelbagai kandungan berharga dari ayat ini. Tersedia pelbagai penjelasan dari para ahli ilmu berkaitan makna surat Al-Jatsiyah ayat 9, misalnya seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Bila pendusta lagi pendosa ini mengetahui sebagian dari ayat-ayat Kami, maka dia menjadikannya bahan olok-olokan dan hinaan. Mereka akan mendapat azab yang merendahkan dan menghinakan mereka di Hari Kiamat sebagai balasan atas penghinaan mereka terhadap al-Quran.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

9. Dan jika sampai kepadanya sesuatu dari Al-Qur`ān maka ia menjadikannya bahan olok-olokan. Orang-orang yang mengolok-olok Al-Qur`ān itu akan mendapatkan siksa yang menghinakan pada hari Kiamat.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

9. وَإِذَا عَلِمَ مِنْ ءَايٰتِنَا شَيْـًٔا (Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami)
Yakni jika sampai kepadanya suatu pengetahuan tentang ayat-ayat Allah.

اتَّخَذَهَا (maka ayat-ayat itu dijadikan)
Yakni ia menjadikan ayat-ayat itu.

هُزُوًا ۚ (sebagai olok-olok)
Yakni sebagai bahan hinaan dan olokan yang mereka ambil dari makna yang ditunjukkan oleh ayat-ayat itu.

أُو۟لٰٓئِكَ(Mereka)
Yakni para pendusta dengan sifat-sifat tersebut.

لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ(memperoleh azab yang menghinakan)
Yakni azab yang dapat menghinakan dan mempermalukan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

9. Dan saat ia tidak mendengar ayat-ayat al-Qur’an, tetapi ia mengetahui ilmu lainnya, mereka mengambil ayat al qur’an untuk merendahkan dan mengejek, merekalah pendusta dan pencemooh dan bagi mereka siksa yang pedih di hari kiamat kelak


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Apabila dia mengetahui} mendengar {sesuatu dari ayat-ayat Kami, dia menjadikannya bahan olok-olok} bahan untuk diolok-olok {Mereka itulah yang akan menerima azab yang menghinakan


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

6-10. selanjutnya Allah membagi manusia menjadi dua golongan dalam kaitannya apakah mereka mau memanfaatkan tanda-tanda kebesaranNya ataukah tidak;
Golongan pertama adalah mereka yang mau menjadikan ayat-ayat Allah sebagai petunjuk, direnungkan dan dimanfaatkan sehingga derajat mereka menjadi tinggi. Mereka adalah orang-orang yang beriman secara sempurna kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, para rasul, dan hari Akhir. Keimanan mereka ini mencapai tingkatan yakin, sehingga akal mereka menjadi bersih dan pengetahuan, akal sehat, serta ilmu mereka pun bertambah.
Golongan kedua adalah mereka yang mau mendengar ayat-ayat Allah yang dengan pendengaran itu hujjah telah ditegakkan kepada mereka, namun kemudian mereka berpaling dan merasa tinggi hati, seolah-olah mereka tidak mendengarnya, sebab ayat-ayat tersebut tidak bisa membersihkan hati mereka, bahkan karena kesombongan mereka terhadap ayat-ayat itu mereka semakin melampaui batas.
Apabila mereka mengetahui sesuatu dari ayat-ayat hingga Allah, mereka menjadikannya sebagai bahan olok-olokan, sehingga Allah pun menjanjikkan kecelakaan bagi mereka melalui firmanNYa, ”kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,” yakni, berdusta dalam perkataannya dan berdosa dalam perbuatannya. Dan Allah memberitahukan mereka bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. Dan sesungguhnya “di hadapan mereka neraka jahanam,”sebagai balasan mereka dan “tidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan,” yang mereka raih dari harta-harta mereka, “dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sesembhaan-sesembahan (mereka) dari selain Allah,” mereka pun meminta pertolongan kepada sesmbahan-sesembahan selain Allah namun sesembahan-sesembahan selain Allah, namun sesembahan-sesembhaan itu ternyata menghinakan mereka pada saat-saat diperlukan andai bisa mendatangkan manfaaat.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 6-11
Allah SWT berfirman: (itulah ayat-ayat Allah) yaitu Al-Qur'an yang di dalamnya mengandung hujjah-hujjah dan keterangan-keterangan yang jelas (yang kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya) yaitu mengandung kebenaran dari Tuhan Yang Maha Benar. Apabila mereka tidak beriman kepadanya dan tidak mau tunduk kepadanya, (maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan ayat-ayat-Nya) Kemudian Allah SWT berfirman: (Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa (7)) yaitu dusta dalam perkataannya, pendusta, suka bersumpah, suka menghina, dan pendosa dalam perbuatannya, sedangkan hatinya kafir kepada ayat-ayat Allah. Oleh karena itu Allah berfirman: (dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya) yaitu dibacakan kepadanya (kemudian dia tetap) yaitu dalam kekafiran, keingkaran, dan kesombongannya (seakan-akan dia tidak mendengarnya) yaitu seakan-akan dia mendengarnya (Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih) yaitu, Maka beritahukanlah kepadanya bahwa di sisi Allah SWT pada hari kiamat dia akan mendapat azab yang pedih dan sangat menyakitkan.
(Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok) yaitu apabila dia hafal sesuatu dari Al-Qur'an, dia mengingkarinya dan menjadikannya bahan olok-olokan dan ejekan (Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan) sebagai balasan dari penghinaannya terhadap Al-Qur'an, karena dia telah menjadikannya sebagai olok-olokan. Oleh karena itu Imam Muslim hadits shahihnya meriwayatkan dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Rasulullah SAW melarang bepergian dengan membawa Al-Qur'an ke negeri musuh, karena dikhawatirkan Al-Qur'an itu direbut oleh musuh.
Kemudian Allah menjelaskan azab yang akan dia terima pada hari dia dikembalikan, Jadi Allah berfirman: (Di hadapan mereka neraka jahanam) yaitu orang yang memiliki sifat-sifat itu, masing-masing dari mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam pada hari kiamat (dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan) yaitu harta dan anak-anak mereka tidak memberi manfaat sedikitpun kepada mereka (dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah) yaitu, tuhan-tuhan yang telah mereka sembah selain dari Allah SWT tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun kepada mereka (Dan bagi mereka azab yang besar) dan Allah SWT berfirman: (Ini adalah petunjuk) yaitu Al-Qur'an ini (Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab, yaitu siksaan yang sangat pedih) yaitu, azab yang pedih dan menyakitkan.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Jatsiyah ayat 9: (Dan apabila dia mengetahui tentang ayat-ayat Kami) yakni Alquran (barang sedikit, maka ayat-ayat itu dijadikannya olokolok) yakni menjadi bahan ejekan mereka. (Merekalah) orang-orang yang banyak mendustakan ayat-ayat Kami itu (yang memperoleh azab yang menghinakan) artinya, siksaan yang mengandung kehinaan.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Jatsiyah Ayat 9

Dan apabila dia telah mengetahui dengan cara apa pun sedikit tentang ayat-ayat kami, maka dia menjadikannya sebagai bahan olok-olokan. Merekalah, yaitu para pembohong dan pendosa itu, yang akan menerima azab yang menghinakan. 10. Di hadapan mereka kini sudah disiapkan neraka jahanam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan, dan tidak pula bermanfaat apa yang mereka jadikan sebagai pelindung-pelindung mereka, yaitu sesembahan mereka selain Allah. Dan mereka akan mendapat azab yang besar sebagai akibat dari perbuatan dosa yang mereka lakukan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah sekumpulan penafsiran dari kalangan mufassir terkait makna dan arti surat Al-Jatsiyah ayat 9 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk kita semua. Sokonglah perjuangan kami dengan mencantumkan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Cukup Banyak Dikaji

Tersedia ratusan konten yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 282, Al-Anbiya 19, Al-Hujurat 11, Al-Baqarah 261, Al-‘Ashr 3, Ar-Ra’d 31. Termasuk Ali Imran 26-27, Al-Qalam, Ar-Rahman 33, Al-Ahzab 43, An-Najm 39-42, Al-Baqarah 285.

  1. Al-Baqarah 282
  2. Al-Anbiya 19
  3. Al-Hujurat 11
  4. Al-Baqarah 261
  5. Al-‘Ashr 3
  6. Ar-Ra’d 31
  7. Ali Imran 26-27
  8. Al-Qalam
  9. Ar-Rahman 33
  10. Al-Ahzab 43
  11. An-Najm 39-42
  12. Al-Baqarah 285

Pencarian: arti surat al kafirun ayat 1, ayat surat an naba, orang sabar kekasih allah, ali imron ayat 8, quran surah al-isra ayat 32

Bantu Kami

Setiap bulan TafsirWeb melayani 1.000.000+ kaum muslimin yang ingin membaca al-Quran dan tafsirnya secara gratis. Tentu semuanya membutuhkan biaya tersendiri.

Tolong bantu kami meneruskan layanan ini dengan membeli buku digital Jalan Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh team TafsirWeb (format PDF, 100 halaman).

Dapatkan panduan dari al-Qur'an dan as-sunnah untuk meraih rezeki berkah berlimpah, dapatkan pahala membantu keberlangsungan kami, Insya Allah.