Surat Al-Jatsiyah Ayat 7

ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ู‘ููƒูู„ู‘ู ุฃูŽูู‘ูŽุงูƒู ุฃูŽุซููŠู…ู

Arab-Latin: Wailul likulli affฤkin aแนกฤซm

Artinya: Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,

ยซ Al-Jatsiyah 6 โœต Al-Jatsiyah 8 ยป

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Berkaitan Dengan Surat Al-Jatsiyah Ayat 7

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Jatsiyah Ayat 7 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa hikmah menarik dari ayat ini. Terdapat beberapa penjabaran dari kalangan mufassir terkait makna surat Al-Jatsiyah ayat 7, di antaranya sebagaimana di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Kebinasaan besar bagi setiap pembohong lagi banyak dosa.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

7-10. Allah memberi ancaman berupa keburukan dan azab bagi setiap orang yang membuat kedustaan terhadap Allah dan banyak melakukan kejahatan dan dosa besar. Ia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan, akan tetapi ia tetap kafir dan enggan beriman kepada ayat-ayat itu seakan-akan belum mendengarnya. Hai Rasulullah, kabarkanlah kepadanya azab yang berat dan menyakitkan.

Dan jika orang-orang ini mengetahui sebagian ayat-ayat Allah, maka mereka menjadikannya sebagai olokan. Mereka adalah orang-orang jauh dari rahmat Allah, yang akan mendapat azab yang menghinakan. Mereka telah merasa puas dengan kehidupan dunia, dan lupa terhadap neraka Jahannam yang menunggu mereka setelah itu, ketika tidak bermanfaat lagi harta dan keturunan yang mereka miliki di dunia, tidak berguna juga berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah. Mereka akan mendapatkan azab api neraka yang berkobar.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

7. Siksa dari Allah dan kehancuranlah bagi setiap pendusta dan pendosa yang banyak.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

7. ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู‘ูƒูู„ูู‘ ุฃูŽููŽู‘ุงูƒู ุฃูŽุซููŠู…ู (Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa)
Yakni bagi setiap pendusta dan banyak berbuat dosa yang melanggar setiap kewajibannya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

7. Ini menjadi dosa dan kehancuran bagi pendusta kepada Allah, banyak dosanya


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimurajaโ€™ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-โ€˜Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Celakalah} binasalah {setiap pembohong} pembohong {lagi berdosa} memiliki banyak dosa


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

6-10. selanjutnya Allah membagi manusia menjadi dua golongan dalam kaitannya apakah mereka mau memanfaatkan tanda-tanda kebesaranNya ataukah tidak;
Golongan pertama adalah mereka yang mau menjadikan ayat-ayat Allah sebagai petunjuk, direnungkan dan dimanfaatkan sehingga derajat mereka menjadi tinggi. Mereka adalah orang-orang yang beriman secara sempurna kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab, para rasul, dan hari Akhir. Keimanan mereka ini mencapai tingkatan yakin, sehingga akal mereka menjadi bersih dan pengetahuan, akal sehat, serta ilmu mereka pun bertambah.
Golongan kedua adalah mereka yang mau mendengar ayat-ayat Allah yang dengan pendengaran itu hujjah telah ditegakkan kepada mereka, namun kemudian mereka berpaling dan merasa tinggi hati, seolah-olah mereka tidak mendengarnya, sebab ayat-ayat tersebut tidak bisa membersihkan hati mereka, bahkan karena kesombongan mereka terhadap ayat-ayat itu mereka semakin melampaui batas.
Apabila mereka mengetahui sesuatu dari ayat-ayat hingga Allah, mereka menjadikannya sebagai bahan olok-olokan, sehingga Allah pun menjanjikkan kecelakaan bagi mereka melalui firmanNYa, โ€kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,โ€ yakni, berdusta dalam perkataannya dan berdosa dalam perbuatannya. Dan Allah memberitahukan mereka bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih. Dan sesungguhnya โ€œdi hadapan mereka neraka jahanam,โ€sebagai balasan mereka dan โ€œtidak akan berguna bagi mereka sedikitpun apa yang telah mereka kerjakan,โ€ yang mereka raih dari harta-harta mereka, โ€œdan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sesembhaan-sesembahan (mereka) dari selain Allah,โ€ mereka pun meminta pertolongan kepada sesmbahan-sesembahan selain Allah namun sesembahan-sesembahan selain Allah, namun sesembahan-sesembhaan itu ternyata menghinakan mereka pada saat-saat diperlukan andai bisa mendatangkan manfaaat.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 6-11
Allah SWT berfirman: (itulah ayat-ayat Allah) yaitu Al-Qur'an yang di dalamnya mengandung hujjah-hujjah dan keterangan-keterangan yang jelas (yang kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya) yaitu mengandung kebenaran dari Tuhan Yang Maha Benar. Apabila mereka tidak beriman kepadanya dan tidak mau tunduk kepadanya, (maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan ayat-ayat-Nya) Kemudian Allah SWT berfirman: (Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa (7)) yaitu dusta dalam perkataannya, pendusta, suka bersumpah, suka menghina, dan pendosa dalam perbuatannya, sedangkan hatinya kafir kepada ayat-ayat Allah. Oleh karena itu Allah berfirman: (dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya) yaitu dibacakan kepadanya (kemudian dia tetap) yaitu dalam kekafiran, keingkaran, dan kesombongannya (seakan-akan dia tidak mendengarnya) yaitu seakan-akan dia mendengarnya (Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih) yaitu, Maka beritahukanlah kepadanya bahwa di sisi Allah SWT pada hari kiamat dia akan mendapat azab yang pedih dan sangat menyakitkan.
(Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok) yaitu apabila dia hafal sesuatu dari Al-Qur'an, dia mengingkarinya dan menjadikannya bahan olok-olokan dan ejekan (Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan) sebagai balasan dari penghinaannya terhadap Al-Qur'an, karena dia telah menjadikannya sebagai olok-olokan. Oleh karena itu Imam Muslim hadits shahihnya meriwayatkan dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Rasulullah SAW melarang bepergian dengan membawa Al-Qur'an ke negeri musuh, karena dikhawatirkan Al-Qur'an itu direbut oleh musuh.
Kemudian Allah menjelaskan azab yang akan dia terima pada hari dia dikembalikan, Jadi Allah berfirman: (Di hadapan mereka neraka jahanam) yaitu orang yang memiliki sifat-sifat itu, masing-masing dari mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam pada hari kiamat (dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan) yaitu harta dan anak-anak mereka tidak memberi manfaat sedikitpun kepada mereka (dan tidak pula berguna apa yang mereka jadikan sebagai sembahan-sembahan (mereka) dari selain Allah) yaitu, tuhan-tuhan yang telah mereka sembah selain dari Allah SWT tidak dapat memberikan manfaat sedikit pun kepada mereka (Dan bagi mereka azab yang besar) dan Allah SWT berfirman: (Ini adalah petunjuk) yaitu Al-Qur'an ini (Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhannya bagi mereka azab, yaitu siksaan yang sangat pedih) yaitu, azab yang pedih dan menyakitkan.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Jatsiyah ayat 7: (Kecelakaan yang besarlah) lafal Al-Wail menunjukkan kalimat azab (bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta) atau 318 pendusta (lagi banyak berdosa) banyak dosanya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala membagi manusia dari sisi dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat-Nya atau tidak kepada dua golongan:

Pertama, golongan yang dapat mengambil dalil darinya, yang memikirkan ayat-ayat-Nya, mereka dapat mengambil manfaat darinya sehingga keadaan mereka menjadi tinggi. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir dengan keimanan yang sempurna yang sampai kepada derajat yakin, sehingga akal mereka menjadi bersih, pengetahuan dan pandangan mereka semakin bertambah dan tajam.

Kedua, golongan yang mendengar ayat-ayat Allah yang hanya sebagai penegak hujjah saja bagi mereka, ia lalu berpaling dan sombong seakan-akan belum pernah mendengarnya karena hatinya tidak menjadi bersih karenanya, bahkan dengan sebab kesombongannya maka bertambahlah sikap melampaui batasnya. Bahkan ketika ia mengetahui sedikit ayat-ayat Allah, maka ia menjadikannya sebagai bahan olok-olokkan sehingga Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengancam celaka kepadanya.

Dalam ucapannya.

Dalam perbuatannya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Jatsiyah Ayat 7

7-8. Kecelakaan yang amat besar bagi setiap orang yang banyak berdusta, yaitu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, lagi banyak berdosa, yakni melakukan pelanggaran, yaitu orang yang selalu mendengar ayat-ayat Allah dengan begitu jelas ketika di bacakan kepadanya dengan lisan, namun tetap saja dia tidak mempercayainya, bahkan kemudian dia tetap mengingkarinya sambil menyombongkan diri seakan-akan dia tidak pernah mendengarnya. Karena sikap dan tindakannya yang demikian itulah, maka wahai nabi Muhammad, peringatkanlah dia dengan azab yang pedih akibat perbuatan buruknya


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikianlah beragam penjelasan dari banyak mufassirin mengenai makna dan arti surat Al-Jatsiyah ayat 7 (arab-latin dan artinya), semoga berfaidah bagi kita semua. Bantu dakwah kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Artikel Sering Dikaji

Tersedia berbagai materi yang sering dikaji, seperti surat/ayat: Al-Qalam, Al-Baqarah 285, Ar-Rahman 33, Al-Baqarah 282, Al-‘Ashr 3, Al-Ahzab 43. Serta Ar-Ra’d 31, Ali Imran 26-27, An-Najm 39-42, Al-Anbiya 19, Al-Baqarah 261, Al-Hujurat 11.

  1. Al-Qalam
  2. Al-Baqarah 285
  3. Ar-Rahman 33
  4. Al-Baqarah 282
  5. Al-‘Ashr 3
  6. Al-Ahzab 43
  7. Ar-Ra’d 31
  8. Ali Imran 26-27
  9. An-Najm 39-42
  10. Al-Anbiya 19
  11. Al-Baqarah 261
  12. Al-Hujurat 11

Pencarian: al imran juz berapa, surat qulya ayyuhal kafirun, wal asri innal insana, surat al baqarah ayat 200 sampai 300, ayat tentang zakat

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qurโ€™an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
ย 
โœ… Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
ย 
โœ… Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini ๐Ÿ‘‰ pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti ๐Ÿ‘‰ klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: