Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat asy-Syura

حم

Arab-Latin: ḥā mīm

Terjemah Arti:  1.  Haa Miim.

عسق

‘Aīn sīn qāf

 2.  ‘Ain Siin Qaaf.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-2 (haamim. ain sin qaf) pembicaraan tentang huruf-huruf yang terpisah-pisah (seperti ini) telah hadir di awal surat al-baqarah.

كَذَٰلِكَ يُوحِي إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

każālika yụḥī ilaika wa ilallażīna ming qablikallāhul-‘azīzul-ḥakīm

 3.  Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, mewahyukan kepada kamu dan kepada orang-orang sebelum kamu.

Sebagaimana Allah telah menurunkan al-qur’an ini kepadamu (wahai rasul), Dia juga telah menurunkan kitab-kitab dan shuhuf-shuhuf kepada para nabi sebelummu. Dan Dia maha perkasa dalam pembalasanNya dan bijaksana dalam perkataan dan perbuatanNya.

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

 4.  Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Hanya milik Allah semata apa yang ada di langit dan di bumi Dia maha tinggi dengan dzat, kuasa, dan keperkasaanNya, juga maha agung yang memiliki keagungan dan kebesaran.

تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ ۚ وَالْمَلَائِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِمَنْ فِي الْأَرْضِ ۗ أَلَا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

takādus-samāwātu yatafaṭṭarna min fauqihinna wal-malā`ikatu yusabbiḥụna biḥamdi rabbihim wa yastagfirụna liman fil-arḍ, alā innallāha huwal-gafụrur-raḥīm

 5.  Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhan-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.

langit hampir terbelah setiap tingkatan langit berada di atas yang di bawahnya karena keagungan dan kemuliaan Allah yang maha penyayang. sedangkan para malaikat bertasbih dengan memuji tuhan mereka dan menyucikanNya dari apa yang tidak patut bagiNya, mereka memohon kepada tuhan mereka ampunan untuk penduduk bumi dari kalangan orang-orang yang beriman kepadaNya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah maha pengampun bagi dosa-dosa para hambaNya yang beriman juga maha penyayang kepada mereka.

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ اللَّهُ حَفِيظٌ عَلَيْهِمْ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ

wallażīnattakhażụ min dụnihī auliyā`allāhu ḥafīẓun ‘alaihim wa mā anta ‘alaihim biwakīl

 6.  Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi (perbuatan) mereka; dan kamu (ya Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka.

Dan orang-orang yang mengangkat tuhan-tuhan selain Allah, yang mereka jadikan pelindung dan mereka juga menyembahnya, Allah akan menjaga perbuatan mereka atas mereka lalu membalas mereka sesuai dengannya di hari kiamat. Sedangkan Kamu (wahai rasul) bukan penangung jawab atas mereka untuk menjaga amal perbuatan mereka, karena sesungguhnya kamu hanyalah pemberi peringatan tugasmu hanya menyampaikan dan tanggung jawab-Ku lah memperghitungkannya.

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ

wa każālika auḥainā ilaika qur`ānan ‘arabiyyal litunżira ummal-qurā wa man ḥaulahā wa tunżira yaumal-jam’i lā raiba fīh, farīqun fil-jannati wa farīqun fis-sa’īr

 7.  Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.

sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada para nabi sebelummu, maka Kami wahyukan juga kepadamu al-qur’an dengan bahasa arab, agar kamu memberi peringatan kepada penduduk makkah dan manusia-manusia lainnya di sekitarnya. Kamu memberi peringatan kepada mereka tentang hari berkumpul yaitu hari kiamat, yang kehadirannya tidak diragukan. Saat itu manusia terbagi menjadi dua kelompok; satu kubu di surga dan mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti apa yang dibawa oleh utusanNya Muhammad , dan satu kelompok lagi di neraka yang membakar, mereka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah dan menyelisihi apa yang dibawa oleh rasulullah Muhammad.

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ ۚ وَالظَّالِمُونَ مَا لَهُمْ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

walau syā`allāhu laja’alahum ummataw wāḥidataw wa lākiy yudkhilu may yasyā`u fī raḥmatih, waẓ-ẓālimụna mā lahum miw waliyyiw wa lā naṣīr

 8.  Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.

Sekiranya Allah berkenan mengumpulkan makhlukNya di atas petunjuk dan menjadikan mereka di atas satu agama yang dinaungi hidayah niscaya Dia melakukannya, akan tetapi Allah hendak memasukkan siapa yang dikehendakiNya dari makhluk-makhluk pilihannya ke dalam rahamatNya. Sedangkan orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan berbuat kesyirikan, tidak memiliki pelindung yang mengurusi perkara-perkara mereka di hari kiamat dan tidak memiliki penolong yang menolong mereka dari siksaa Allah.

أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۖ فَاللَّهُ هُوَ الْوَلِيُّ وَهُوَ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

amittakhażụ min dụnihī auliyā`, fallāhu huwal-waliyyu wa huwa yuḥyil-mautā wa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr

 9.  Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Bahkan orang-orang musyrik itu mengangkat pelindung-pelindung selain Allah yang mereka berloyalitas kepada mereka, padahal hanya Allah semata pelindung yang semestinya d cintai oleh hambaNya dengan ibadah dan ketaatan. Sementara Dia mencintai hamba-hambaNya yang beriman dengan mengeluarkan mereka dari kegelpan-kegelapan menuju cahaya dan membantu mereka dalam segala urusan mereka. Dia yang akan menghidupkan orang-orang yang telah mati saat kebangkitan tiba dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatpun yang melemahkanNya.

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

wa makhtalaftum fīhi min syai`in fa ḥukmuhū ilallāh, żālikumullāhu rabbī ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb

 10.  Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nya-lah aku kembali.

perkara apapun yang kalian perselisihkan dalam agama kalian (wahai manusia) maka hukumnya dikembalikan kepada Allah dalam kitab-kitabNya dan sunnah rasulNya. itulah Allah, tuhanku dan tuhan kalian. hanya kepadaNya semata aku bertawakal dalam segala urusanku dan hanya kepadaNya lah aku mengembalikan seluruh urusanku.

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

fāṭirus-samāwāti wal-arḍ, ja’ala lakum min anfusikum azwājaw wa minal-an’āmi azwājā, yażra`ukum fīh, laisa kamiṡlihī syaī`, wa huwas-samī’ul-baṣīr

 11.  (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Allah adalah pencipta langit dan bumi dan pembuat keduanya dengan kuasa, kehendak dan hikmahNya, dan Dia menjadikan pasangan-pasangan dari jenis kalian sendiri agar kalian merasa tenang kepadanya. Dia menjadikan hewan ternak berpasangan-pasangan, jantan dan betina. Dia memperbanyak bilangan kalian melalui pernikahan dan kelahiran. Tidak ada satupun makhluk Allah yang menyerupai dan menandingiNya, tidak pada dzatNya, tidak pada nama-namaNya, tidak pada sifat-sifat-Nya dan tidak pada perbuatan-Nya, karena seluruh nama-nama-Nya adalah husna (paling baik), dan sifat-sifat-Nya adalah sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan, dan dengan perbuatan-perbuatan-Nya Dia menciptakan makhluk-makhluk yang besar dan tidak ada yang ikut serta bersama-Nya. Dia maha mendengar lagi maha melihat, tidak sedikitpun dari perbuatan dan perkataan hamba-hamba-Nya yang samar bagi-Nya dan Dia akan membalas mereka atasnya.

لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

lahụ maqālīdus-samāwāti wal-arḍ, yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdir, innahụ bikulli syai`in ‘alīm

 12.  Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Bagi-Nya kerajaan langit dan bumi dan di tangan-Nya kunci-kunci rahmat dan rizki, Dia melapangkan rizki-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia maha mengetahui segala sesuatu tidak satupun dari perkara makhluk-Nya yang samar bagi-Nya.

۞ شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

syara’a lakum minad-dīni mā waṣṣā bihī nụḥaw wallażī auḥainā ilaika wa mā waṣṣainā bihī ibrāhīma wa mụsā wa ‘īsā an aqīmud-dīna wa lā tatafarraqụ fīh, kabura ‘alal-musyrikīna mā tad’ụhum ilaīh, allāhu yajtabī ilaihi may yasyā`u wa yahdī ilaihi may yunīb

 13.  Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

Dia mensyariatkan untuk kalian (wahai manusia) agama yang telah kami wahyukan kepadamu (wahai rasul) yaitu islam. sebagaimana Dia mewasiatkannya kepada Nuh agar mengamalkan dan menyampaikannya, dan juga yang Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa (mereka berlima adalah ullul azmi dari para rasul menurut pendapat yang mahsur) agar mereka semuanya menegakkan agama dengan tauhid, dan ketaatan kepada Allah dan beribadah kepadaNya semata, bukan kepada sealinNYa. Dan jangan berselisih dalam agama yang Aku perintahkan kepada kalian. Apa yang kamu dakwahkan berupa tauhid kepada Allah dan mengikhlaskan ibadah kepadanya benar-benar berat bagi orang-orang musyrik. Allah lebih memilih mengemban tauhid siapa saja yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya, dan Dia membimbing untuk beramal dan menaati-Nya siapa yang kembali kepada-Nya.

وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ

wa mā tafarraqū illā mim ba’di mā jā`ahumul-‘ilmu bagyam bainahum, walau lā kalimatun sabaqat mir rabbika ilā ajalim musammal laquḍiya bainahum, wa innallażīna ụriṡul-kitāba mim ba’dihim lafī syakkim min-hu murīb

 14.  Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.

Dan tidaklah bercerai-berai orang-orang yang menyekutukan Allah di dalam agama mereka dalam agama mereka, sehingga mereka menjadi kelompok-kelompok dan aliran-aliran, kecuali setelah datang ilmu kepada mereka dan hujjah telah tegas atas mereka, dan yang membuat mereka melakukan hal itu hanyalah pengingkaran dan pelanggaran. kalau bukan karena kalimat yang telah ada dari tuhanmu (wahai rasul) dengan menunda azab dari mereka ke waktu yang telah ditetapkan yaitu hari kiamat, niscaya telah ditetapkan diantara mereka untuk menyegerakan azab mereka atas orang-orang kafir dari mereka. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi taurat dan injil setelah orang-orang yang berselisih tentang kebenaran tersebut benar-benar dalam keraguan dari agama dan iman, terjatuh kedalam kebimbangan dan perselisihan yang tercela.

فَلِذَٰلِكَ فَادْعُ ۖ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ ۖ وَقُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ كِتَابٍ ۖ وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمُ ۖ اللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۖ لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ ۖ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ۖ اللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

fa liżālika fad’, wastaqim kamā umirt, wa lā tattabi’ ahwā`ahum, wa qul āmantu bimā anzalallāhu ming kitāb, wa umirtu li`a’dila bainakum, allāhu rabbunā wa rabbukum, lanā a’mālunā wa lakum a’mālukum, lā ḥujjata bainanā wa bainakum, allāhu yajma’u bainanā, wa ilaihil-maṣīr

 15.  Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah kembali (kita)”.

Kepada agama yang lurus yang Allah syariatkan bagi para nabi dan Dia wasiatkan kepada mereka itulah hendaknya kamu dakwahi hamba-hamba Allah (wahai rasul), dan beristiqamahlah sebagaimana yang Allah perintahkan kepadamu, jangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang ragu-ragu dalam kebenaran dan membelot dari agama, dan ucapkanlah “saya membenarkan seluruh kitab-kitab yang turun dari langit kepada nabi-nabi, dan tuhanku memerintahkan kepadaku agar bersikap adil diantara kalian dalam menetapkan hukum. Allah adalah tuhan kami dan tuhan kalian, bagi kami pahala perbuatan kami yang shalih dan bagi kalian balasan amal perbuatan kalian yang buruk. Tidak ada perdebatan dan perselisihan diantara kami dengan kalian setelah jelasnya kebenaran, Allah akan mengumpulkan antara kami dan kalian di hari kiamat lalu Dia memberikan keputusan diantara kita dengan kebenaran dalam perkara yang kita perselisihkan, hanya kepadaNya tempat kembali dan berpulang, lalu Dia membalas masing-masing sesuai dengan haknya. ”

وَالَّذِينَ يُحَاجُّونَ فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا اسْتُجِيبَ لَهُ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ

wallażīna yuḥājjụna fillāhi mim ba’di mastujība lahụ ḥujjatuhum dāḥiḍatun ‘inda rabbihim wa ‘alaihim gaḍabuw wa lahum ‘ażābun syadīd

 16.  Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja, di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.

Dan orang-orang yang mendebat agama Allah yang dengannya Aku mengutus Muhammad setelah manusia menjawab ajakannya dan mereka masuk islam, hujjah dan debat mereka batil lagi sia-sia di sisi tuhan mereka. Bagi mereka dari Allah kemurkaan di dunia dan diakhirat mereka mendapatkan azab yang keras, yaitu api neraka.

اللَّهُ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَالْمِيزَانَ ۗ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ

allāhullażī anzalal-kitāba bil-ḥaqqi wal mīzān, wa mā yudrīka la’allas-sā’ata qarīb

 17.  Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran dan (menurunkan) neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?

Allah lah yang menurunkan al-qur’an dan kitab lainnya dengan kebenaran, Dia juga menurunkan timbangan, yaitu keadilan supaya memerikan keputusan hukum diantara mausia dengan obyektif. Tahukah kamu, bahwa boleh jadi saat kehadiran memang sudah dekat?

يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِهَا ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا مُشْفِقُونَ مِنْهَا وَيَعْلَمُونَ أَنَّهَا الْحَقُّ ۗ أَلَا إِنَّ الَّذِينَ يُمَارُونَ فِي السَّاعَةِ لَفِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

yasta’jilu bihallażīna lā yu`minụna bihā, wallażīna āmanụ musyfiqụna min-hā wa ya’lamụna annahal-ḥaqq, alā innallażīna yumārụna fis-sā’ati lafī ḍalālim ba’īd

 18.  Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta disegerakannya kiamat sebagai bentuk perolok-olokan dan penghinaan. Sedangkan orang-orang yang beriman kepadanya takut akan terjadinya kimat tersebut, mereka mengetahui bahwa ia adalah haq yang tidak mengandung kebimbangan. Ketahuilah, bahwa orang-orang yang mendebat kedatangan kiamat benar-benar dalam kesesatan yang jauh dari kebenaran.

اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ

allāhu laṭīfum bi’ibādihī yarzuqu may yasyā`, wa huwal-qawiyyul-‘azīz

 19.  Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Allah maha lembut kepada hamba-hamabNya Dia melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki sesuai dengan hikmahNya. Dia maha kuat yang memiliki seluruh kekuatan, maha perkasa dalam pembalasanNya terhadap orang-orang yang bermaksiat kepadaNya.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

mang kāna yurīdu ḥarṡal-ākhirati nazid lahụ fī ḥarṡih, wa mang kāna yurīdu ḥarṡad-dun-yā nu`tihī min-hā wa mā lahụ fil-ākhirati min naṣīb

 20.  Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.

Barang siapa yang mengnginkan pahala akhirat denagn amalnya, kemudia dia menunaikan hak-hak Allah dan berinfak mendukung dakwah kepada agama, Kami menambahkan amal perbuatannya kebaikan, lalu amal kebaikannya dilipat gandakan sampai sepuluh kali lipat sampai tambahan (yang banyak) yang dikehendaki Allah. Dan barangsiapa yang menginginkan dunia semata dengan amal perbuatannya, maka Kami memberinya apa yang Kami bagikan untuknya, dan di akhirat dia tidak memperoleh pahala apapun.

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۗ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

am lahum syurakā`u syara’ụ lahum minad-dīni mā lam ya`żam bihillāh, walau lā kalimatul-faṣli laquḍiya bainahum, wa innaẓ-ẓālimīna lahum ‘ażābun alīm

 21.  Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.

Apakah orang-orang musyrik itu memiliki sekutu-sekutu dalam kesyirikan dan kesesatan mereka, yang membuat-buat bid’ah dalam agama dan kesyirikan yang tidak diijinkan oleh Allah? Kalau bukan karena keputusan takdir Allah untuk menangguhkan mereka dan bahwa Dia tidak menyegerakan bagi mereka azab di dunia, niscaya ditetapkan dikalangan mereka dengan disegerakannya azab. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah di hari kiamat mendapatkan siksa yang menyakitkan dan pedih.

تَرَى الظَّالِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا كَسَبُوا وَهُوَ وَاقِعٌ بِهِمْ ۗ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِ ۖ لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

taraẓ-ẓālimīna musyfiqīna mimmā kasabụ wa huwa wāqi’um bihim, wallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti fī rauḍātil-jannāt, lahum mā yasyā`ụna ‘inda rabbihim, żālika huwal-faḍlul-kabīr

 22.  Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

Kamu (wahai rasul) akan melihat orang-orang kafir di hari kiamat begitu ketakutan terhadap azab Allah, akibat dari perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan di dunia, siksa turun menimpa mereka dan mereka akan merasakannya dan itu pasti adanya. Dan orang-orang yang beriman keapada Allah dan menaati-NYa merka berada di dalam kebun-kebun surga dan istana-istananya serta kenikmatan akhirat, bagi mereka apa yang diri mereka inginkan disisi tuhan mereka. Karunia dan kemuliaan yang Allah berikan kepada mereka adalah sesuatu karunia yang sangat besar yang sulit untuk diungkapkan dan tidak dijangkau oleh akal.

ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ

żālikallażī yubasysyirullāhu ‘ibādahullażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāt, qul lā as`alukum ‘alaihi ajran illal-mawaddata fil-qurbā, wa may yaqtarif ḥasanatan nazid lahụ fīhā ḥusnā, innallāha gafụrun syakụr

 23.  Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

apa yang Aku beritahukan kepada kalian (wahai manusia) berupa Kenikmatan dan kemuliaan di akhirat, adalah berita gembira yang Allah sampaikan kepada hamba-hambaNya yang beriman kepadaNya dan menaatiNya di dunia. Dan katakanlah (wahai rasul) kepada orang-orang yang meragukan hari kiamat dari kalangan orang-orang musyrik kaummu, ”aku tidak meminta upah dari harta kalian atas kebenaran yang aku bawa kepada kalian dan aku dakwahkan kepada kalian, kecuali kecintaan kalian kepadaku sebagai kerabat kalian dan hendaknya kalian tetap menyambung tali silaturahmi antara diriku dengan kalian”. Dan barang siapa melakukan kebaikan, maka Kami melipat gandakannya menjadi sepuluh kali lipatnya bahkan lebih. Sesungguhnya Allah maha pengampun bagi dosa-dosa para hambaNYa juga maha memberikan balasan baik atas kebaikan dan ketaatan mereka kepadaNYa.

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا ۖ فَإِنْ يَشَإِ اللَّهُ يَخْتِمْ عَلَىٰ قَلْبِكَ ۗ وَيَمْحُ اللَّهُ الْبَاطِلَ وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

am yaqụlụnaftarā ‘alallāhi każibā, fa iy yasya`illāhu yakhtim ‘alā qalbik, wa yam-ḥullāhul-bāṭila wa yuḥiqqul-ḥaqqa bikalimātih, innahụ ‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr

 24.  Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah”. Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Quran). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Bahkan apakah orang-orang musrik berkata, ”Muhammad telah membuat kebohongan atas nama Allah, dimana dia datang membawa apa yang dia bacakan kepada kami sebagai sesuatu yang dia buat dari dirinya sendiri?”. dan bila Allah berkehendak, niscaya Allah akan menutup hati-hati mu rapat-rapat bila kamu (wahai rasul) melakukan hal itu. Allah mengikis kebatilan sehingga ia pun lenyap dan menetapkan kebenaran denagn kalimat-kalimatNya yang tidak berubah dan tidak berganti, dan dengan janjiNya yang benar yang tidak di selisihiNya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui isi hati hamba-hamabNya tiada sesuatupun yang samar bagiNya.

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

wa huwallażī yaqbalut-taubata ‘an ‘ibādihī wa ya’fụ ‘anis-sayyi`āti wa ya’lamu mā taf’alụn

 25.  Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,

Allah adalah yang menerima taubat dari hamba-hamabNya bila mereka kembali untuk mentauhidkan-Nya dan menaati-Nya, dan Dia memaafkan keburukan-keburukan, dan Dia mengetahui kebaikan dan keburukan yang kalian lakukan, tidak ada sesuatupun dari hal itu yang samar bagi Allah, dan Dia akan membalas kalian atasnya.

وَيَسْتَجِيبُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ وَالْكَافِرُونَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ

wa yastajībullażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa yazīduhum min faḍlih, wal-kāfirụna lahum ‘ażābun syadīd

 26.  dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya memenuhi seruan rasulNya dan mereka tunduk kepadaNya dan Allah menambahkan karunia berupa taufik dan pelipatgandaan pahala balasan dengan karuniaNya. Sedangkan orang-orang kafir kepada Allah dan rasulNya akan memperoleh azab yang keras lagi menyakitkan di hari kiamat.

۞ وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

walau basaṭallāhur-rizqa li’ibādihī labagau fil-arḍi wa lākiy yunazzilu biqadarim mā yasyā`, innahụ bi’ibādihī khabīrum baṣīr

 27.  Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.

Sekiranya Allah memberikan rizkiNya kepada hamba-hamba dan melapangkannya bagi mereka, niscaya mereka akan berbuat kerusakan dimuka bumi berupa kesombongan dan keangkuhan, dan niscaya sebagian dari mereka dan berbuat aniaya terhadap sebagian yang lain, akan tetapi Allah menurunkan rizki-rizki mereka dengan kadar yang mencukupi sesuai dengan kehendakNya, sesungguhnya Allah maha teliti terhadap kemaslahatn-kemaslahatan hambaNya, maha mengetahui bagaimana mengatur dan mengarahkan kondisi-kondisi mereka.

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

wa huwallażī yunazzilul-gaiṡa mim ba’di mā qanaṭụ wa yansyuru raḥmatah, wa huwal-waliyyul-ḥamīd

 28.  Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

Hanya Allah semata yang menurunkan hujan dari langit, dengannya Allah menyelamatkan manusia setelah mereka berputus asa darinya, Dia menebarkan rahmatNya diantara makhlukNya lalu Dia meratakan hujan kepada mereka, Dialah penolong yang mengurusi urusan hamba-hamabNya dengan kebaikan dan karuniaNya yang maha terpuji dalam pertolongan dan pengaturanNYa.

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِنْ دَابَّةٍ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ

wa min āyātihī khalqus-samāwāti wal-arḍi wa mā baṡṡa fīhimā min dābbah, wa huwa ‘alā jam’ihim iżā yasyā`u qadīr

 29.  Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

Diantara tanda-tanda yang menunjukan kebesaran Allah, kuasa dan kekuasaanNya adalah penciptaan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya dan berbagi jenis makhluk bergerak (bernyawa) yang Dia tebarkan di muka bumi, dan Dia mahakuasa jika Dia berkehendak untuk mengumpulkan seluruh makhluk setelah mereka semuanya mati di hari kiamat, tidak ada sesutupun yang sulit bagi Allah.

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

wa mā aṣābakum mim muṣībatin fa bimā kasabat aidīkum wa ya’fụ ‘ang kaṡīr

 30.  Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Musibah apapun (wahai manusia) yang menimpa kalian pada agama dan dunia kalian adalah karena apa yang kalian lakukan berupa dosa-dosa, dan tuhan kalian memaafkan banyak keburukan, sehingga Dia tidak menghukum kalian karenanya.

وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ ۖ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

wa mā antum bimu’jizīna fil-arḍ, wa mā lakum min dụnillāhi miw waliyyiw wa lā naṣīr

 31.  Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.

Kalian (wahai umat manusia) tidak dapat melemahkan kuasa Allah atas kalian dan tidak pula mampu menghindarinya. kalian tidak memiliiki penolong selain Allah yang mengurusi urusan-urusan kalian, yang bisa menyampaikan manfaat kepada kalian dan tiada pula pembantu bagi kalian selain Allah yang dapat menolak kemudaratan dari kalian.

وَمِنْ آيَاتِهِ الْجَوَارِ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ

wa min āyātihil-jawāri fil-baḥri kal-a’lām

 32.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal di tengah (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.

إِنْ يَشَأْ يُسْكِنِ الرِّيحَ فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهْرِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

iy yasya` yuskinir-rīḥa fa yaẓlalna rawākida ‘alā ẓahrih, inna fī żālika la`āyātil likulli ṣabbārin syakụr

 33.  Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,

32-33 Diantara ayat-ayatNya yang menunjukan kuasa Allah yang mengagumkan dan kekuasaan-NYa yang mengalahkan, adalah kapal-kapal yang besar seperti gunung yang berlayar di lautan. Bila Allah yang membuat kapal-kapal itu berjalan di laut berkehendak, Dia akan menghentikan angin sehingga kapal-kapal itu hanya diam diatas air, tidak bergerak. sesungguhnya dalam berlayarnya kapal-kapal itu dan berhentinya ia di lautan dengan kuasa Allah mengandung nasihat-nasihat dan bukti-bukti yang nyata atas kuasa Allah bagi orang-orang yang sangat sabar dalam menerima takdir Allah yang menyakitkan, serta banyak bersyukur atas nikmat-nikmat dan karunia-karuniaNya.

أَوْ يُوبِقْهُنَّ بِمَا كَسَبُوا وَيَعْفُ عَنْ كَثِيرٍ

au yụbiq-hunna bimā kasabụ wa ya’fu ‘ang kaṡīr

 34.  atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka atau Dia memberi maaf sebagian besar (dari mereka).

Atau Allah menenggelamkan kapal-kapal itu karena dosa-dosa para penumpangnya dan Dia juga memaafkan banyak dosa sehingga tidak menyiksa karenanya.

وَيَعْلَمَ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِنَا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ

wa ya’lamallażīna yujādilụna fī āyātinā, mā lahum mim maḥīṣ

 35.  Dan supaya orang-orang yang membantah ayat-ayat (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka sekali-kali tidak akan memperoleh jalan ke luar (dari siksaan).

Orang-orang yang mendebat ayat-ayat Kami yang menetapkan tauhid bagi Kami, dengan cara yang batil, mengetahui bahwa mereka tidak memiliki tempat berlari dan menghindar dari azab Allah bila Allah mengazab mereka atas dosa-dosa dan kekafiran mereka.

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

fa mā ụtītum min syai`in fa matā’ul-ḥayātid-dun-yā, wa mā ‘indallāhi khairuw wa abqā lillażīna āmanụ wa ‘alā rabbihim yatawakkalụn

 36.  Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.

Apapun yang diberikan kepada kalian (wahai manusia) baik berupa harta atau anak-anak atau lainnya adalah kesenangan bagi kalian dalam hidup di dunia ini, ia akan lenyap dengan cepat, sedangkan apa yang ada di sisi Allah berupa kenikmatan surga yang langgeng adalah lebih baik dan lebih abadi bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan para utusanNya dan mereka bertawakal kepada tuhan mereka.

وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

wallażīna yajtanibụna kabā`iral-iṡmi wal-fawāḥisya wa iżā mā gaḍibụ hum yagfirụn

 37.  Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.

Dan orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dari apa-apa yang dilarang Allah dan kemaksiatan-kemaksiatan yang buruk lagi jelek, dan bila mereka marah kepada orang yang berbuat buruk kepada mereka, mereka memaafkan perbuatan buruk tersebut. tidak membalas perilaku keburukan demi mencari pahala dan maaf dari Allah, ini termasuk kemuliaan akhlak.

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

wallażīnastajābụ lirabbihim wa aqāmuṣ-ṣalāta wa amruhum syụrā bainahum wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn

 38.  Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Dan orang-orang yang menjawab seruan tuhan mereka saat Dia mengajak mereka kepada tauhid dan ketaatan, mereka mendirikan shalat-shalat wajib dengan batasan-batasan pada waktu-waktunya, dan bila mereka hendak melakukan sesuatu mereka bermusyawarah terlebih dahulu tentangnya, dan mereka menyedekahkan sebagian harta yang Kami berikan kepada mereka di jalan Allah, mereka menunaikan hak-hak yang harus ditunaikan kepada yang berhak berupa zakat, nafkah dan bentuk-bentuk infak yang lain.

وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُونَ

wallażīna iżā aṣābahumul-bagyu hum yantaṣirụn

 39.  Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.

Dan orang-orang yang bila dizhalimi, mereka menuntut hak mereka kepada orang yang menzhalimi mereka tanpa melampaui batas, namun bila mereka bersabar, maka akibat kesabaran mereka mengandung kebaikan yang banyak.

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

wa jazā`u sayyi`atin sayyi`atum miṡluhā, fa man ‘afā wa aṣlaḥa fa ajruhụ ‘alallāh, innahụ lā yuḥibbuẓ-ẓālimīn

 40.  Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

Hukuman keburukan atas pelakunya adalah keburukan semisalnya, tidak ada tambahan. namun barangsiapa memaafkan pelaku keburukan dan tidak menghukumnya, lalu dia memperbaiki hubungan dirinya dengan pelaku yang dimaafkan tersebut demi mencari wajah Allah, maka pahala maafnya dijaimin oleh Allah. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang zhalim yang memulai melakukan permusuhan terhadap manusia dan berbuat buruk kepada mereka.

وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُولَٰئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ

wa lamanintaṣara ba’da ẓulmihī fa ulā`ika mā ‘alaihim min sabīl

 41.  Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.

(tetapi) barangsiapa menuntut haknya setelah dia dizhalimi maka mereka tidak memikul dosa.

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

innamas-sabīlu ‘alallażīna yaẓlimụnan-nāsa wa yabgụna fil-arḍi bigairil-ḥaqq, ulā`ika lahum ‘ażābun alīm

 42.  Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

Dosa hanya dipikul oleh orang-orang yang melakukan pelanggaran terhadap manusia secara zhalim dan permusuhan serta melebihi batas yang tidak Dia izinkan. Mereka membuat kerusakan di muka bumi tanpa hak, mereka akan mendapatkan azab yang menyakitkan dan pedih di hari kiamat.

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

wa laman ṣabara wa gafara inna żālika lamin ‘azmil-umụr

 43.  Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

Barangsiapa bersabar dalam menghadapi gangguan, membalas keburukan dengan maaf, perdamaian dan lapang dada, sesungguhnya hal itu termasuk perkara yang berat yang berhak diberi ucapan terima kasih dan perbuatan terpuji yang diperintahkan Allah dan Dia menyiapkan pahala besar dan pujian yang baik terhadapnya.

وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ وَلِيٍّ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَىٰ مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ

wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ miw waliyyim mim ba’dih, wa taraẓ-ẓālimīna lammā ra`awul-‘ażāba yaqụlụna hal ilā maraddim min sabīl

 44.  Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya seorang pemimpinpun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?”

Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah dari jalan yang lurus disebabkan karena zhalimnya, maka dia tidak memiliki penolong yang membimbingnya kejalan yang lurus. kamu melihat (wahai rasul) orang-orang yang kafir kepada Allah di hari kiamat (saat mereka meliaht azab) mereka berkata kepada tuhan mereka ”adakah jalan bagi kami untuk kembali ke dunia agar kami bisa menaatimu?” lalu mereka tiidak dihiraukan atas ucapan itu.

وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّ ۗ وَقَالَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا إِنَّ الظَّالِمِينَ فِي عَذَابٍ مُقِيمٍ

wa tarāhum yu’raḍụna ‘alaihā khāsyi’īna minaż-żulli yanẓurụna min ṭarfin khafiyy, wa qālallażīna āmanū innal-khāsirīnallażīna khasirū anfusahum wa ahlīhim yaumal-qiyāmah, alā innaẓ-ẓālimīna fī ‘ażābim muqīm

 45.  Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan (kehilangan) keluarga mereka pada hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya orang-orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal.

kamu akan melihat (wahai rasul) orang-orang zhalim itu akan digiring menuju api neraka dalam keadaan hina dan rendah, mereka melihat api neraka dengan pandangan tertunduk penuh kelemaha karena ketakutan yang hebat dan kehinaan. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNYa berkata di dalam surga ketika mereka melihat kerugian yang menimpa orang-orang kafir, ”sesungguhnya orang-orang yang benar-benar merugi adalah orang-orang yang merugikan diri dan keluarganya di hari kiamat dengan masuk kedalam neraka.” ketahuilah bahwa orang-orang zhalim di hari kiamat berada dalam azab yang abdi, tidak terputus dan tidak berhenti.

وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ أَوْلِيَاءَ يَنْصُرُونَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ سَبِيلٍ

wa mā kāna lahum min auliyā`a yanṣurụnahum min dụnillāh, wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ min sabīl

 46.  Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung-pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidaklah ada baginya satu jalanpun (untuk mendapat petunjuk).

Orang-orang kafir itu saat Allah menyiksa mereka di hari kiamat, tidak memiliki pembantu dan penolong yang dapat menolong mereka dari azab Allah. Barangsiapa disesatkan oleh Allah karena kekafiran dan kezhalimannya, maka dia tidak memiliki jalan yang dengannya dia bisa meraih kebenaran di dunia dan meraih surga di akhirat, karena jalan-jalan keselamatan telah tertutup di depannya. Memberikan petunjuk (hidayah) dan menyesatkan hanya di tangan Allah semata, tidak sealinNYa.

اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ ۚ مَا لَكُمْ مِنْ مَلْجَإٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَكِيرٍ

istajībụ lirabbikum ming qabli ay ya`tiya yaumul lā maradda lahụ minallāh, mā lakum mim malja`iy yauma`iżiw wa mā lakum min nakīr

 47.  Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).

Penuhilah seruan tuhan kalian (wahai orang-orang kafir) dengan beriman dan menaati-Nya sebelum hari kiamat tiba yang tidak mungkin ditolak. Saat itu kalian tidak memiliki tempat berlindung yang bisa menyelamatkan kalian dari siksa Allah, tidak ada tempat yang menghalangi kalian yang bisa kalian jadikan sebagai persembunyian. Ayat ini mengandung dalil dicelanya menunda-nunda dan didalamnya juga terkandung perintah untuk bersegera dalam melakukan segala bentuk amal shalih yang ada di depan hamba, karena penundaan memiliki akibat buruk yang tidak diharapkan.

فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَإِنَّا إِذَا أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَإِنَّ الْإِنْسَانَ كَفُورٌ

fa in a’raḍụ fa mā arsalnāka ‘alaihim ḥafīẓā, in ‘alaika illal-balāg, wa innā iżā ażaqnal-insāna minnā raḥmatan fariḥa bihā, wa in tuṣib-hum sayyi`atum bimā qaddamat aidīhim fa innal-insāna kafụr

 48.  Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).

Bila orang-orang musyrik itu berpaling (wahai rasul) sehingga mereka tidak beriman kepada Allah, maka Kami tidak mengutusmu sebagai penjaga amal perbuatan mereka hingga engkau memperhitungkan mereka karenanya, karena tugasmu hanyalah menyampaikan. Bila Kami memberikan rahmat kepada manusia berupa kekayaan, kelapangan dalam harta dan lainnya, maka dia berbahagia dan bersuka cita, namun bila dia ditimpa musibah berupa kemiskinan, sakit dan lainya disebabkan karena kemaksiatan kepada Allah yang mereka lakukan sendiri, maka sesungguhnya manusia itu sangat besar pengingkarannya dengan hanya menghitung-hitung musibah dan melupakan kenikmatan.

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ

lillahi mulkus-samāwāti wal-arḍ, yakhluqu mā yasyā`, yahabu limay yasyā`u ināṡaw wa yahabu limay yasyā`uż-żukụr

 49.  Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,

أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

au yuzawwijuhum żukrānaw wa ināṡā, wa yaj’alu may yasyā`u ‘aqīmā, innahụ ‘alīmung qadīr

 50.  atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

49-50 Hanya milik Allah semata kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan kepada siapa yang Dia kehenadki dari hamba-hambaNya anak perempuan tanpa laki-laki bersamanya, dan Dia memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamabNya anak laki-laki tanpa perempuan bersamanya, dan Allah memberikan anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNYa, serta Dia menjadikan siapa yang Dia kehendaki mandul tidak beranak. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang Dia ciptakan, maha kuasa untuk membuat apa yang Dia kehendaki, tidak ada sesuatu yang melemahkannya saat Dia hendak menciptakanNYa.

۞ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

wa mā kāna libasyarin ay yukallimahullāhu illā waḥyan au miw warā`i ḥijābin au yursila rasụlan fa yụḥiya bi`iżnihī mā yasyā`, innahụ ‘aliyyun ḥakīm

 51.  Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

Tidak patut bagi seorang anak cucu adam diajak berbicara oleh Allah kecuali dalam bentuk wahyu yang Dia wahyukan kepadanya atau Allah berbicara kepadanya di balik hijab, sebagaimana Allah bicara kepada Musa atau Allah mengutus seorang utusan, sebagaimana jibril, turun kepada para rasul, lalu dia memberikan wahyu dengan izin tuhan-Nya (bukan sekedar keinginan nafsunya) apa yang hendak Allah wahyukan. Sesungguhnya Allah maha tinggi dengan Dzat Nya, nama-namaNya, sifat-sifatNya dan perbuatan-perbuatanNya Dia mengalahkan segala sesuatu dan para makhlukpun tunduk kepadaNYa, maha bijaksana dalam segala pengaturanNYa terhadap urusan makhkukNYa. Ayat ini menetapkan sifat “kalam” (berbicara) bagi Allah sesuai dengan kebesaran dan keagunganNya.

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

wa każālika auḥainā ilaika rụḥam min amrinā, mā kunta tadrī mal-kitābu wa lal-īmānu wa lākin ja’alnāhu nụran nahdī bihī man nasyā`u min ‘ibādinā, wa innaka latahdī ilā ṣirāṭim mustaqīm

 52.  Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

صِرَاطِ اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ أَلَا إِلَى اللَّهِ تَصِيرُ الْأُمُورُ

ṣirāṭillāhillażī lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, alā ilallāhi taṣīrul-umụr

 53.  (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.

52-53 Sebagiamana Kami telah mewahyukan kepada nabi-nabi sebelummu (wahai nabi), Kami juga mewahyukan alqur’an kepadamu dari sisi Kami. Sebelumnya kamu tidak mengetahui apa itu kitab-kitab terdahulu, apa itu iman, dan apa itu syariat ilahiyah? Akan tetapi Kami menjadikan al-qur’an sebagai cahaya bagi manusia, dengannya Kami memberi petunjuk kepada siapa yang Kami kehendaki dari hamba-hamba Kami ke jalan yang lurus. Dan Sesungguhnya kamu (wahai rasul) benar-benar menujukan dan membimbing dengan izin Allah ke jalan yang lurus (yaitu islam), jalan Allah yang memiliki segala kerajaan yang ada di langit dan di bumi, tiada sekutu bagiNYa dalam hal itu. Hanya kepada Allah (wahai manusia) segala urusan kalian akan berpulang, yang baik maupun yang buruk, lalu Dia akan membalas masing-masing dengan amalnya, bila baik maka dengan balasan baik, bila buruk maka dengan balasan buruk.

Related: Surat az-Zukhruf Arab-Latin, Surat ad-Dukhan Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Jatsiyah, Terjemahan Tafsir Surat al-Ahqaf, Isi Kandungan Surat Muhammad, Makna Surat al-Fath

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surat Ngisolken Jaroh Basa Arab Maksud Pembendaharan Allah Atas Mahluknya Arab Nya Surat Allah Yang Menatap Nya