Surat Asy-Syura Ayat 40

وَجَزَٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ

Arab-Latin: Wa jazā`u sayyi`atin sayyi`atum miṡluhā, fa man 'afā wa aṣlaḥa fa ajruhụ 'alallāh, innahụ lā yuḥibbuẓ-ẓālimīn

Artinya: Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.

« Asy-Syura 39Asy-Syura 41 »

Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Hikmah Mendalam Tentang Surat Asy-Syura Ayat 40

Paragraf di atas merupakan Surat Asy-Syura Ayat 40 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada variasi hikmah mendalam dari ayat ini. Tersedia variasi penjabaran dari berbagai mufassir terkait isi surat Asy-Syura ayat 40, misalnya seperti tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Hukuman keburukan atas pelakunya adalah keburukan semisalnya, tidak ada tambahan. namun barangsiapa memaafkan pelaku keburukan dan tidak menghukumnya, lalu dia memperbaiki hubungan dirinya dengan pelaku yang dimaafkan tersebut demi mencari wajah Allah, maka pahala maafnya dijaimin oleh Allah. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang zhalim yang memulai melakukan permusuhan terhadap manusia dan berbuat buruk kepada mereka.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

40. Barangsiapa berkehendak untuk mengambil haknya, maka ia diperbolehkan, akan tetapi dengan kadar yang sama tanpa tambahan dan atau melampaui batas. Dan barangsiapa memaafkan orang yang berbuat jahat terhadap dirinya dan tidak membalasnya atas perbuatan jahat itu serta melakukan perdamaian antara dirinya dan saudaranya, maka pahalanya ada di sisi Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim, yang berbuat zalim terhadap manusia pada jiwa mereka, harta mereka dan kehormatan mereka. Bahkan Allah memurkai mereka.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

40. وَجَزٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۖ( Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa)
Yakni jika kamu membalas orang yang menzalimimu maka janganlah membalas lebih dari kadar kezalimannya kepadamu.
Mujahid dan as-Suddy mengatakan: balasan ini dalam tanggapan terhadap orang yang berkata buruk, jika orang itu berkata: “semoga Allah menghinakanmu” maka jika ia membalasnya maka harus dengan “semoga Allah menghinakanmu” tanpa menambahnya dengan ucapan buruk lain.

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى اللهِ ۚ( maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah)
Yakni barangsiapa yang memaafkan orang yang menzaliminya dan memperbaiki hubungan antara dirinya dengan orang yang menzaliminya dengan pemberian maaf ketika dia mampu untuk membalas dendam.
Namun jika dia tidak membalas karena kelemahan dan kehinaan maka itu bukanlah suatu keutamaan. Sebab Allah memberi pahala orang yang memaafkan jika dia sebenarnya mampu untuk membalas dendam dan mengambil haknya dari orang yang menzaliminya, namun dia merelakannya karena mengharap pahala Allah.


إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِينَ(Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim)
Yakni Allah tidak menyukai orang-orang yang memulai kezaliman, dan orang yang berlebihan dalam membalas kezaliman karena itu juga termasuk kezaliman itu sendiri.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Hati yang dilandasi oleh Al-Qur'an:
Al-Hasan Al-Bashri pernah berdoa pada suatu malam: Ya Allah, ampunilah orang yang bersalah kepadaku, dan beliau memperbanyak doanya lagi dalam hal itu. Seorang pria berkata kepadanya: Wahai Abu Sa'id, malam ini aku mendengarmu mendoakan orang yang berbuat salah kepadamu hingga aku berharap aku termasuk orang yang berbuat salah kepadamu. Apa yang mendorongmu melakukan hal itu? Beliau menjawab: Firman Allah ta'ala: { فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ } "maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah".


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

40. Balasan tindakan buruk adalah balasan yang serupa. Balasan itu dikatakan sama-sama buruk atau sama-sama jahat bentuknya. Maka barangsiapa memaafkan orang yang menzaliminya dan meredakan permusuhan antara dia dan orang yang menzalimi itu, maka pahalanya itu di sisi Allah Azza wa Jalla. Sesungguhnya Allah SWT tindak meyukai orang-orang yang saling menyerang untuk membunuh dan melewati batas, namun itu Allah sedang menghukum mereka, karena sesungguhnya melewati batas itu adalah kezaliman.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Balasan suatu keburukan adalah keburukan yang serupa. dan siapa saja yang memaafkan dan berdamai, maka pahalanya dari Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

40. Allah menjelaskan pada ayat ini tingkatan-tingkatan hukuman, yaitu ada tiga tingkatan: keadilan, keutamaan, dan kezahliman.
Tingkatan adil adalah membalas kejahatan dengan kejahatan serupa, tidak lebih dan tidak kurang. Maka nyawa dibalas dengan nyawa, setiap angggota tubuh dengan anggota tubuh yang sama, dan harta dibalas dengan ganti rugi harta yang semisal.
Tingkatan keutamaan adalah memafkan dan berdamai dengan yang berbuat kesalahan. Maka dari itu Allah berfirman, ”maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan Allah, ” Allah akan memberinya balasan upah yang sangat besar dan pahala yang sangat banyak.
Allah memberikan persyaratan dalam pemberian maaf, yaitu untuk perbaikan dan memberikan petunjuk bahwa apbila si pelaku kejahatan itu tidak pantas diberi maaf dalam kondisi seperti ini pemberian maaf tidak diperintahkan. Dan pada pahal yang ditanggung Allah itu mengandung himbauan untuk memberikan maaf, dan hendaknya seorang hamba memperlakukan manusia dengan perlakuan yang dicintai oleh Allah, mkaa hewndaknya ia memaafkan mereka. Sebagaimana ia sennag diampuni oleh Allah, maka hendaklah ia mengampuni mereka, karena sesungguhnya ganjaran itu sejenis dengan perbuatan.
Dan tingkatan kezhaliman telah dijelaskan oleh Allah dengan firmanNYa, ”sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim, ” yaitu orang-orang yang terlebih dahulu melakukan kejahatan terhadap orang lain, atau membalas pelaku kejahatan dengan balasan yang melebihi kejahatannya. Jadi, berlebihan itu adalah tindak kezhaliman.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 40-43
Firman Allah: (Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa) sebagaimana firmanNya SWT: (Oleh sebab itu, barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadapmu) (Surah Al-Baqarah: 194) dan (Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu) (Surah An-Nahl: 126). Maka keadilan merupakan hal yang disyariatkan, yaitu hukum qishash, sedangkan yang dianjurkan, adalah memaafkan sebagaimana firmanNya: (dan luka-luka (pun) ada qishashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishash) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya) (Surah Al-Maidah: 45) Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, pahalanya atas (tanggungan) Allah) yaitu, hal itu tidak sia-sia di sisi Allah
Firman Allah SWT: (Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim) yaitu, orang-orang yang melampaui batas, yaitu orang yang memulai berbuat jahat.
Kemudian Allah berfirman: (Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka (41)) yaitu tidak ada dosa atas mereka dalam melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang menzalimi mereka.
Firman Allah: (Sesungguhnya dosa itu) yaitu dosa dan penderitaan (atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak) yaitu memulai perbuatan zalim terhadap orang lain
(Mereka itu mendapat azab yang pedih) yaitu siksa yang sangat menyakitkan
Kemudian setelah mencela perbuatan zalim dan orang yang melakukannya serta menetapkan hukum qishash, Allah SWT menganjurkan kepada untuk mengampuni dan memaafkan: (Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan) yaitu bersabar dalam mengadapi gangguan yang menyakitkan dan menutupi perbuatan buruk (Sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan)


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Asy-Syura ayat 40: (Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa) kejahatan yang kedua ini dinamakan pula sebagai kejahatan bukan pembalasan, karena jenis dan gambarannya sama dengan yang pertama. Hal ini tampak jelas di dalam masalah yang menyangkut kisas luka. Sebagian di antara para ahli fikih mengatakan, bahwa jika ada seseorang mengatakan kepadamu, "Semoga Allah menghinakan kamu," maka pembalasan yang setimpal ialah harus dikatakan pula kepadanya, "Semoga Allah menghinakan kamu pula (maka barang siapa memaafkan) orang yang berbuat lalim kepadanya (dan berbuat baik) yakni tetap berlaku baik kepada orang yang telah ia maafkan (maka pahalanya atas tanggungan Allah) artinya, Allah pasti akan membalas pahalanya. (Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang lalim) maksudnya Dia tidak menyukai orang-orang yang memulai berbuat lalim, maka barang siapa yang memulai berbuat lalim dia akan menanggung akibatnya, yaitu siksaan dari-Nya.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Dalam ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan beberapa macam hukuman, dan bahwa ia ada tiga macam, yaitu adil, ihsan dan zalim. Adil contohnya adalah membalas kejahatan dengan kejahatan yang setimpal, tidak kurang dan tidak lebih. Oleh karena itu, jiwa dibalas dengan jiwa, luka dibalas dengan luka yang serupa dan harta ditanggung dengan harta yang serupa. Ihsan contohnya memaafkan dan berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya.

Orang yang menzaliminya.

Yang dimaksud berbuat baik di sini ialah berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya. Adapula yang menafsirkan selain ini.

Maksudnya, Allah akan memberikan kepadanya pahala yang besar dan balasan yang banyak, namun Allah mensyaratkan untuk memaafkan hendaknya ada ishlah (memperbaiki), hal itu menunjukkan, bahwa pelaku kejahatan jika tidak layak dimaafkan dan maslahat syar’i menghendaki untuk memberikan hukuman kepadanya, maka dalam keadaan ini tidaklah diperintahkan memaafkan. Firman-Nya, “Fa ajruhuu ‘alallah” (maka pahalanya dari Allah) terdapat dorongan untuk memaafkan dan menyikapi manusia dengan sikap yang dicintai Allah. Oleh karena Allah Subhaanahu wa Ta'aala suka memaafkan hamba-Nya, maka hendaknya ia memaafkan mereka. Adapun tentang zalim, maka disebutkan dalam firman-Nya, “Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” Yakni orang-orang yang pertama berbuat kejahatan atas orang lain atau membalas pelaku kejahatan secara lebih, maka lebihnya itu adalah zalim.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Asy-Syura Ayat 40

Dan balasan dari suatu kejahatan apa pun adalah kejahatan yang setimpal dan seimbang dengan kejahatan itu demi mencapai keadilan, tetapi barang siapa memaafkan pelaku dan perbuatan zalim yang di lakukannya dan berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat itu, maka pahalanya akan di perolehnya dengan jaminan dari Allah. Sungguh, dia tidak menyukai, yaitu tidak melimpahkan rahmat-Nya, kepada orang-orang zalim. 41. Tetapi orang-orang yang telah berusaha membela diri mereka setelah di zalimi, tidak ada alasan untuk menyalahkan dan mengecam mereka.


Anda belum lancar atau belum hafal al-Qur'an? Klik di sini sekarang!

Demikianlah aneka ragam penjelasan dari para pakar tafsir mengenai kandungan dan arti surat Asy-Syura ayat 40 (arab-latin dan artinya), semoga bermanfaat bagi kita. Dukunglah syi'ar kami dengan mencantumkan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Cukup Banyak Dicari

Nikmati banyak halaman yang cukup banyak dicari, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 282, Ar-Rahman 33, Al-Ahzab 43, Al-Baqarah 261, Al-‘Ashr 3, Al-Hujurat 11. Ada pula Al-Baqarah 285, Al-Anbiya 19, Ar-Ra’d 31, Ali Imran 26-27, An-Najm 39-42, Al-Qalam.

  1. Al-Baqarah 282
  2. Ar-Rahman 33
  3. Al-Ahzab 43
  4. Al-Baqarah 261
  5. Al-‘Ashr 3
  6. Al-Hujurat 11
  7. Al-Baqarah 285
  8. Al-Anbiya 19
  9. Ar-Ra’d 31
  10. Ali Imran 26-27
  11. An-Najm 39-42
  12. Al-Qalam

Pencarian: potongan surat al maidah ayat 2, al qadar artinya, araf, doa al kafirun latin, wala taqrabu artinya

Surat dan Ayat Rezeki

GRATIS Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah". Caranya, copy-paste text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga (3) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
👉 tafsirweb.com/start
 
✅ Bagikan informasi ini untuk mendapat pahala jariyah

Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol di bawah: