Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Haqqah

الْحَاقَّةُ

Arab-Latin: al-ḥāqqah

Terjemah Arti:  1.  Hari kiamat,

مَا الْحَاقَّةُ

mal-ḥāqqah

 2.  apakah hari kiamat itu?

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ

wa mā adrāka mal-ḥāqqah

 3.  Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-3. Hari Kiamat adalah hari yang pasti terjadi, padanya janji dan ancaman akan terbukti Apakah Hari Kiamat yang pasti terjadi itu? Bagaimana sifat dan keadaannya? Apakah ada yang memberitahumu (wahai Rasul) dan mengenalkanmu tentang hakikat Hari KIamat, dan menjelaskan untukmu ketakutan dan kedahsyatannya?

كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ

każżabaṡ ṡamụdu wa ‘ādum bil-qāri’ah

 4.  Kaum Tsamud dan ‘Aad telah mendustakan hari kiamat.

4.Kaum Tsamud, yaitu kaum Nabi Shaleh, dan kaum Ad yaitu kaum Nabi Hud, telah mendustakan Hari KIamat yang kengeriannya menggetarkan hati manusia.

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ

fa ammā ṡamụdu fa uhlikụ biṭ-ṭāgiyah

 5.  Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ

wa ammā ‘ādun fa uhlikụ birīḥin ṣarṣarin ‘ātiyah

 6.  Adapun kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

sakhkharahā ‘alaihim sab’a layāliw wa ṡamāniyata ayyāmin ḥusụman fa taral-qauma fīhā ṣar’ā ka`annahum a’jāzu nakhlin khāwiyah

 7.  yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

فَهَلْ تَرَىٰ لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ

fa hal tarā lahum mim bāqiyah

 8.  Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.

5-8. Kaum Tsamud dibinasakan dengan suara teriakan menggelegar yang kerasnya melewati batas. Kaum Ad dibinasakan dengah angin dingin yang kencang. Allah mengirimkannya kepada mereka selama 7 malam dan 8 hari terus-menerus, tidak berhenti tidak terputus. Kamu melihat mereka di hari-hari dan malam-malam tersebut mati seolah-olah mereka adalah pangkal pohon kurma yang teronggok yang rapuh bagian dalamnya. Apakah kamu melihat yang tersisa yang selamat dari mereka?

وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ

wa jā`a fir’aunu wa mang qablahụ wal-mu`tafikātu bil-khāṭi`ah

 9.  Dan telah datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.

فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً

fa ‘aṣau rasụla rabbihim fa akhażahum akhżatar rābiyah

 10.  Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.

9-10. Lalu datanglah Thaghut Fir’aun, umat-umat sebelumnya yang kafir kepada para rasul mereka, dan penduduk negeri-negeri kaum Luth yang negeri mereka dijungkirbalikkan disebabkan oleh perbuatan mungkar mereka, yaitu kekafiran, kesyirikan dan homoseksual. Setiap umat tersebut mendurhakai rasul mereka yang diutus kepada mereka, maka Allah mengazab mereka dengan azab yang sangat berat.

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ

innā lammā ṭagal-mā`u ḥamalnākum fil-jāriyah

 11.  Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera,

لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ

linaj’alahā lakum tażkirataw wa ta’iyahā użunuw wā’iyah

 12.  agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.

11-12 Manakala air sudah melewati ambang batasnya, di mana ia naik dan lebih tinggi dari segala sesuatu, Kami angkut nenek moyang kalian bersama NUh dalam kapal yang berjalan di atas air. Kami hendak menjadikan peristiwa yang padanya orang-orang beriman selamat dan orang-orang kafir tenggelam, sebagai nasihat dan pelajaran, di mana setiap pemilik telinga yang biasanya mengingat dan memahami apa yang ia dengar dari Allah akan mengingatnya.

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ

fa iżā nufikha fiṣ-ṣụri nafkhatuw wāḥidah

 13.  Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup

وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً

wa ḥumilatil-arḍu wal-jibālu fa dukkatā dakkataw wāḥidah

 14.  dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ

fa yauma`iżiw waqa’atil-wāqi’ah

 15.  Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

وَانْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ

wansyaqqatis-samā`u fa hiya yauma`iżiw wāhiyah

 16.  dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

wal-malaku ‘alā arjā`ihā, wa yaḥmilu ‘arsya rabbika fauqahum yauma`iżin ṡamāniyah

 17.  Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

yauma`iżin tu’raḍụna lā takhfā mingkum khāfiyah

 18.  Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

13-18. Manakala malaikat meniup sangkakala sekali tiupan, yaitu tiupan pertama yang disusul dengan kehancuran alam semesta, bumi dan gunung-gunung di angkat dari tempatnya lalu keduanya hancur berkeping-keping dan dihantamkan dengan sekali hantaman. Saat itulah Hari Kiamat tiba. Langit terbelah, saat itu langit lemah dan rapuh, tidak kokoh dan tidak kuat, sedangkan para malaikat ada di sisi-sisi dan penjuru-penjurunya. Arasy Tuhanmu berada di atas mereka sambil dijunjung oleh 8 malaikat agung pada Hari Kiamat. Pada hari itu, kalian wahai manusia, dihadapkan kepada Allah untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasan, tidak ada sedikit pun rahasia kalian yang samar bagi Allah.

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ

fa ammā man ụtiya kitābahụ biyamīnihī fa yaqụlu hā`umuqra`ụ kitābiyah

 19.  Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.

إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ

innī ẓanantu annī mulāqin ḥisābiyah

 20.  Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah

 21.  Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ

fī jannatin ‘āliyah

 22.  dalam surga yang tinggi,

قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ

quṭụfuhā dāniyah

 23.  buah-buahannya dekat,

19-24. Barangsiapa diberi kitab catatan amalnya dengan tangan kanannya, maka dia berkata dengan penuh kegembiraan dan suka cita, “Ambillah dan silakan membaca kitabku. Sesungguhnya di dunia aku yakin bila aku akan mendapatkan balasanku pada Hari kIamat, maka aku menyiapkan bekal berupa iman dan amal shalih.” Dia hidup dalam kenikmatan dan diridhai di surga yang tinggi tempat dan derajatnya. Buahnya dekat, dapat dipetik oleh orang yang duduk, orang yang berdiri, serta orang yang berbaring. Dikatakan kepada mereka, “Makanlah makanan dan minumlah minuman yang bersih dari gangguan, serta selamat dari segala yang dibenci, disebabkan apa yang kalian kerjakan berupa amal shalih di kehidupan dunia dahulu.”

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

kulụ wasyrabụ hanī`am bimā aslaftum fil-ayyāmil-khāliyah

 24.  (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ

wa ammā man ụtiya kitābahụ bisyimālihī fa yaqụlu yā laitanī lam ụta kitābiyah

 25.  Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).

وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ

wa lam adri mā ḥisābiyah

 26.  Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ

yā laitahā kānatil-qāḍiyah

 27.  Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.

مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ

mā agnā ‘annī māliyah

 28.  Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ

halaka ‘annī sulṭāniyah

 29.  Telah hilang kekuasaanku daripadaku”.

25-29. Adapun orang yang diberi kitab catatan amalnya dengan tangan kirinya, dia berkata dengan penuh kesedihan dan penyesalan, “Celaka diriku, seandainya aku tidak diberi kitabku,seandainya aku tidak tahu balasanku. Seandainya kematian yang aku alami di dunia adalah akhir segala urusanku dan aku tidak dibangkitkan sesudahnya. Harta yang aku kumpulkan di dunia tidak berguna bagiku, alasanku lenyap menghilang dan aku tidak punya alasan apa pun.”

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ

khużụhu fa gullụh

 30.  (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.

ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ

ṡummal-jaḥīma ṣallụh

 31.  Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ

ṡumma fī silsilatin żar’uhā sab’ụna żirā’an faslukụh

 32.  Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ

innahụ kāna lā yu`minu billāhil-‘aẓīm

 33.  Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn

 34.  Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

30-34. Dikatakan kepada para malaikat penjaga Jahanam, “Ambillah penjahat penuh dosa ini, tariklah kedua tangannya ke lehernya dengan belenggu, kemudian masukkanlah dia ke dalam Neraka Jahim agar dia merasakan panasnya, kemudian ikatlah dalam rantai besi yang panjangnya 70 hasta, masukkanlah dia kedalamnya, sesungguhnya dia tidak membenarkan bahwa Allah adalah Tuhan yang haq semata, tidak ada sekutu bagiNya, tidak mengamalkan petunjukNya, tidak mendorong orang-orang untuk memberi makan orang-orang yang membutuhkan dari kalangan orang-orang miskin dan lainnya.”

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ

fa laisa lahul-yauma hāhunā ḥamīm

 35.  Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.

35. Orang kafir ini pada Hari Kiamat tidak punya kerabat yang menolak azab darinya.

وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ

wa lā ṭa’āmun illā min gislīn

 36.  Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ

lā ya`kuluhū illal-khāṭi`ụn

 37.  Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.

36-37. Dia tidak punya makanan kecuali nanah penghuni neraka, yang tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang pendosa yang bersikukuh di atas kekafiran kepada Allah.

فَلَا أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ

fa lā uqsimu bimā tubṣirụn

 38.  Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.

وَمَا لَا تُبْصِرُونَ

wa mā lā tubṣirụn

 39.  Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

innahụ laqaulu rasụling karīm

 40.  Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَا تُؤْمِنُونَ

wa mā huwa biqauli syā’ir, qalīlam mā tu`minụn

 41.  dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

wa lā biqauli kāhin, qalīlam mā tażakkarụn

 42.  Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn

 43.  Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.

38-43. Aku bersumpah dengan apa yang kalian lihat, yaitu hal-hal yang terlihat, dan juga apa yang tidak kalian lihat yang ghaib dari kalian, sesungguhnya al-Quran itu adalah Firman Allah, yang dibaca oleh seorang utusan yang punya kedudukan dan keutamaan agung, ia bukan perkataan penyair seperti yang kalian tuduhkan, tetapi sedikit dari kalian yang punya pemikiran dan perenungan untuk membedakan di antara keduanya, akan tetapi ia adalah Firman Tuhan alam semesta yang Dia turunkan kepada RasulNya, Muhammad.

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ

walau taqawwala ‘alainā ba’ḍal-aqāwīl

 44.  Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ

la`akhażnā min-hu bil-yamīn

 45.  niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ

ṡumma laqaṭa’nā min-hul-watīn

 46.  Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ

fa mā mingkum min aḥadin ‘an-hu ḥājizīn

 47.  Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.

وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِلْمُتَّقِينَ

wa innahụ latażkiratul lil-muttaqīn

 48.  Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

44-48. Seandainya Muhammad mengklaim sesuatu atas Nama Kami padahal Kami tidak mengucapkannya, niscaya Kami menghukumnya dan mengambilnya dengan kekuatan dan dengan keras, kemudian Kami memutuskan urat jantungnya, maka tidak seorangpun yang sanggup menghalangi Kami untuk menghukumnya. Sesungguhnya al-Quran ini adalah nasihat bagi orang-orang yang bertakwa yang melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.

وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنْكُمْ مُكَذِّبِينَ

wa innā lana’lamu anna mingkum mukażżibīn

 49.  Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya).

وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ

wa innahụ laḥasratun ‘alal-kāfirīn

 50.  Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ

wa innahụ laḥaqqul-yaqīn

 51.  Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm

 52.  Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.

49-52. Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa di antara kalian ada yang mendustakan al-Quran ini sekalipun ayat-ayatnya jelas, dan sesungguhnya mendustakan al-Quran adalah penyesalan besar atas orang-orang kafir saat mereka melihat azab yang menimpa mereka dan melihat kenikmatan yang didapatkan oleh orang-orang beriman. Sesungguhnya ia adalah kebenaran yang kokoh, yang tidak ada keraguan padanya. Maka sucikanlah Allah dari apa yang tidak layak bagiNya, dan sebutlah Dia dengan NamaNya Yang Agung.

Related: Surat al-Ma’arij Arab-Latin, Surat Nuh Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat Al-Jin, Terjemahan Tafsir Surat al-Muzzammil, Isi Kandungan Surat al-Muddatstsir, Makna Surat al-Qiyamah

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Arti Alhaqqoh Al Haqqah Arti Surat Al Haqqah Beserta Artinya Arti Al Haqqah Dakkataw Wahidah