Surat Al-Haqqah Ayat 27

يَٰلَيْتَهَا كَانَتِ ٱلْقَاضِيَةَ

Arab-Latin: Yā laitahā kānatil-qāḍiyah

Artinya: Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.

« Al-Haqqah 26Al-Haqqah 28 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Terkait Dengan Surat Al-Haqqah Ayat 27

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Haqqah Ayat 27 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa hikmah menarik dari ayat ini. Diketemukan beberapa penjabaran dari para ahli ilmu terhadap kandungan surat Al-Haqqah ayat 27, di antaranya sebagaimana tercantum:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

25-29. Adapun orang yang diberi kitab catatan amalnya dengan tangan kirinya, dia berkata dengan penuh kesedihan dan penyesalan, “Celaka diriku, seandainya aku tidak diberi kitabku,seandainya aku tidak tahu balasanku. Seandainya kematian yang aku alami di dunia adalah akhir segala urusanku dan aku tidak dibangkitkan sesudahnya. Harta yang aku kumpulkan di dunia tidak berguna bagiku, alasanku lenyap menghilang dan aku tidak punya alasan apa pun.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

27. Seandainya saja kematian yang menimpaku adalah kematian yang final, sehingga aku tidak dibangkitkan setelahnya selamanya.


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

27. يٰلَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu)
Yakni andai saja kematian yang telah aku lalui itu menyelesaikan semuanya dan aku tidak dihidupkan kembali.
Ia mengharapkan kematian dan untuk tidak dibangkitkan, setelah ia menyaksikan amalan buruknya serta azab yang menunggunya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

27. Andai saja maut yang menjemputku di dunia itu menghentikan (perhitungan) urusan hidupku hanya sampai disitu. Maka aku tidak akan dibangkitkan lagi setelahnya.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Seandainya saja (kematian) itu yang menyudahi} Seandainya kematian yang mematikannya di dunia itu memutus kehidupan sehingga aku tidak dibangkitkan lagi setelahnya


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

25-29. Mereka adalah orang-orang yang celaka. Catatan amal mereka yang mencakup amalan-amalan buruk diterima dengan tangan kiri sebagai tanda yang membedakan mereka dengan yang lain dan sebagai tanda kehinaan,aib, dan dipermalukan. Salah satu dari mereka berkata dengan bersedih dan berduka, “Aduhai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini),” karena ia diberi kabar gembira akan masuk neraka dan kerugian abadi, “dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku,” alangkah baiknya aku terlupakan dan tidak dibangkitkan serta amalku tidak diperhitungkan. Karena itu ia berkata, “Aduhai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu,” maksudnya, alangkah baiknya (jika) kematianku itu adalah kematian yang tidak lagi dibangkitkan.
Kemudian ia menengok harta dan kekuasaannya. Itulah yang mengundang bencana baginya dan sama sekali tidak membawa guna untuk hari akhirnya andai dijadikan tebusan dari siksaan. Ia berkata, “Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.” Maksudnya, tidak berguna bagiku, tidak di dunia karena tidak aku gunakan untuk amal baik sama sekali dan tidak pula di akhirat. Waktu memanfaatkan harta telah habis. “Telah hilang kekuasaan dariku,” yakni lenyap dan sirna. Bala tentara tidak lagi berguna,tidak pula banyaknya segala sesuatu, tidak jumlah maupun persiapan dan tidak pula wibawa. Semua itu lenyap bagai diterbangkan angin. Karenanya, pedagang kehilangan laba. Yang datang adalah penggantinya berupa kesedihan dan duka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 25-37
ini merupakan pemberitahuan tentang keadaan orang-orang yang celaka ketika seseorang dari mereka diberi kitab catatan amalnya dari sebelah kirinya di tempat penghisaban. Maka pada hari itu dia amat sangat menyesal (maka dia berkata, "Wahai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) (25) Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku (26) Wahai, kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu" (27))
Qatadah berkata bahwa orang kafir saat itu menginginkan kematian, padahal ketika di dunia tidak ada sesuatupun yang lebih dia benci selain itu (Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku (28) Telah hilang kekuasaanku dariku (29)) yaitu harta dan kedudukanku tidak dapat membelaku dari azab dan pembalasan Allah, bahkan segala sesuatu ditanggung oleh diriku, tidak ada yang menolongku dan tidak ada orang yang melindungiku. Maka di saat itulah Allah SWT berfirman: (Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya (30) Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala (31)) yaitu, Allah SWT memerintahkan malaikat Zabaniyah untuk memegangnya dengan kasar dari padang Mahsyar, lalu lehernya dibelenggu, kemudian diseret ke neraka Jahanam, lalu dimasukkan ke dalamnya, yaitu membenamkannya ke dalamnya.
Firman Allah SWT: (Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar (33) Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin (34)) yaitu dia tidak pernah menunaikan hak Allah atas dirinya, berupa amal ketaatan dan menyembahNya, tidak mau memberi manfaat kepada makhlukNya serta tidak mau menunaikan hak mereka. Karena sesungguhnya kewajiban para hamba kepada Allah itu mengesakanNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun, dan kewajiban kepada hamba lainnya satu sama lain berupa melakukan kebaikan dan saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan. Oleh karena itu Allah memerintahkan manusia untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat.
Firman Allah SWT: (Maka pada hari ini tiada seorang teman pun baginya di sini (35) Dan tiada (pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah (36) Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa (37)) yaitu pada hari ini, tidak ada seorangpun yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah. Hamim adalah teman dekat. Tidak ada pemberi syafaat yang didengar, dan tidak ada makanan baginya di sini kecuali nanah
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Al-gislin” adalah nanah penduduk neraka


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Haqqah ayat 27: 25-29. Kemudian Allah mengabarkan barangsiapa yang diberikan kitab dengan tangan kiri (dan) jika ia melihat amalan buruknya, maka ia berkata : Seandainya aku tidak diberikan kitabku, sebab ini bukti bahwasanya aku berhak untuk diadzab dan dimasukkan neraka. Ia melanjutkan perkataannya : Seandainya aku tidak tahu sesuatupun dari hisabku, dan tidak tahu apa balasanku, dan seandainya kematian di dunia adalah kematian terakhir dan kematian yang tak akan pernah dibangkitkan kembali. Kemudian ia berkata dengan penyesalan : Apa yang dapat aku gunakan dari hartaku, yang telah aku kumpulkan di dunia ? Sungguh ia tak bermanfaat bagiku, dan tak dapat menjagaku dari suatu adzab Allah. Sungguh aku telah tersungkur di hadapannya (harta), sedangkan ia pergi tanpa mampu memenuhi keinginanku, hartaku tak bermanfaat bagiku pada hari ini, tak ada kekuasaan, tak ada kedudukan.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Haqqah Ayat 27

27-29. Wahai, kiranya kematian yang telah kualami di dunia itulah yang menyudahi segala sesuatu yaitu yang mengakhiri hidupku sehingga tidak perlu mengalami kehidupan seperti ini di akhirat. Ternyata hartaku yang dengan susah payah kukumpulkan sama sekali tidak berguna bagiku. Demikian juga dengan kekuasaanku yang dahulu kubanggakan di dunia kini telah hilang dariku. '27-29


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beraneka penjelasan dari kalangan mufassir berkaitan kandungan dan arti surat Al-Haqqah ayat 27 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk kita bersama. Sokonglah dakwah kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Paling Banyak Dikaji

Kaji ratusan konten yang paling banyak dikaji, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 168, An-Nisa 29, Al-Insyirah 6, Al-Ahzab 56, Thaha, Al-Jumu’ah 10. Ada pula Al-Jatsiyah, Al-Baqarah 152, Al-Anfal, An-Nur 26, An-Nisa 146, Ali ‘Imran 110.

  1. Al-Baqarah 168
  2. An-Nisa 29
  3. Al-Insyirah 6
  4. Al-Ahzab 56
  5. Thaha
  6. Al-Jumu’ah 10
  7. Al-Jatsiyah
  8. Al-Baqarah 152
  9. Al-Anfal
  10. An-Nur 26
  11. An-Nisa 146
  12. Ali ‘Imran 110

Pencarian: qs al baqarah 264, quran surah ali imron ayat 159, surat yasin innama amruhu, aamanar rasuulu, surat ali imron ayat 133

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: