Surat Al-Haqqah Ayat 9

وَجَآءَ فِرْعَوْنُ وَمَن قَبْلَهُۥ وَٱلْمُؤْتَفِكَٰتُ بِٱلْخَاطِئَةِ

Arab-Latin: Wa jā`a fir'aunu wa mang qablahụ wal-mu`tafikātu bil-khāṭi`ah

Artinya: Dan telah datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.

« Al-Haqqah 8Al-Haqqah 10 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Pelajaran Mendalam Mengenai Surat Al-Haqqah Ayat 9

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Haqqah Ayat 9 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran mendalam dari ayat ini. Didapatkan berbagai penjelasan dari banyak pakar tafsir terkait isi surat Al-Haqqah ayat 9, di antaranya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

9-10. Lalu datanglah Thaghut Fir’aun, umat-umat sebelumnya yang kafir kepada para rasul mereka, dan penduduk negeri-negeri kaum Luth yang negeri mereka dijungkirbalikkan disebabkan oleh perbuatan mungkar mereka, yaitu kekafiran, kesyirikan dan homoseksual.
Setiap umat tersebut mendurhakai rasul mereka yang diutus kepada mereka, maka Allah mengazab mereka dengan azab yang sangat berat.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

9-10. Dan Allah juga membinasakan Fir’aun dan bala tentaranya, serta umat-umat terdahulu yang telah mendustakan Allah dan hari kebangkitan.

Dan Allah membinasakan negeri kaum Nabi Luth, mereka semua telah melakukan perbuatan buruk, yaitu kekafiran dan menentang rasul mereka, sehingga mereka layak mendapat kebinasaan di dunia dan azab di akhirat; dan kebinasaan mereka di dunia di akibatkan azab yang pedih.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

9. Fir'aun, umat-umat sebelumnya dan negeri yang telah dibolak-balik, yaitu kaum Lūṭ, telah melakukan perbuatan-perbuatan salah berupa kesyirikan dan kemaksiatan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

9. وَجَآءَ فِرْعَوْنُ وَمَن قَبْلَهُۥ (Dan telah datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya)
Yakni dari kaum-kaum yang kafir.

وَالْمُؤْتَفِكٰتُ(dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan)
Yakni negeri-negeri kaum Luth.
Yakni penduduk negeri-negeri itu.

بِالْخَاطِئَةِ (karena kesalahan yang besar)
Yakni melakukan perbuatan salah yaitu kemusyrikan dan kemaksiatan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

9. Telah datang Fir’aun, yaitu Raja Mesir yang sewenang-wenang dan orang-orang terdahulu dari umat-umat yang kafir. Al-Mu’tafikat adalah penduduk di daerah nabi Luth yang melakukan perbuatan yang salah, yaitu syirik, perbuatan yang keji dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Begitu juga, Firʻaun dan orang-orang yang sebelumnya serta penduduk negeri yang dijungkirbalikkan} penduduk negeri yang dihuni kaum Luth yang tempat tinggalnya dijungkir balikkan {datang dengan membawa kesalahan} dengan perbuatan munkar berupa kekufuran dan kekejian


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

9-10. Maksudnya, begitu juga dengan selain kedua umat pembangkang tadi, yaitu ‘Ad dan Tsamud, masih banyak lagi umat yang melampaui batas dan membangkang, seperti raja Mesir (Fir’aun) yang didatangi oleh rasul Allah, Nabi Musa bin Imran. Nabi Musa memberitahukan tanda-tanda kebesaran yang jelas padanya, namun mereka tindak meyakini kebenaran itu, justru membangkang dan kufur secara zhalim dan sombong. Sebelum mereka ada, “(penduduk) negeri yang dijungkirbalikkan,” yaitu negeri kaum Luth, seluruhnya melakukan “kesalahan yang besar,” yakni melakukan perbuatan yang melampaui batas; kekufuran, pendustaan, kezhaliman, pembangkangan yang disertai dengan berbagai kemaksiatan dan kefasikan. “Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Rabb mereka,” ini adalah isim jenis (kata benda umum) yang maksudnya, mereka semua mendustakan rasul yang diutus Allah pada mereka, kemudian mereka semua disiksa oleh Allah “dengan siksaan yang sangat keras,” yakni siksaan yang melebihi batas dan ukuran yang membinasakan mereka.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-12
(Al-Haqqah) yaitu salah satu dari nama hari kiamat, karena di dalamnya terjadilah janji dan ancaman. Oleh karena itu Allah membesarkan perkaranya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (3)) Kemudian Allah SWT menyebutkan kebinasaan yang Dia timpakan atas umat-umat yang mendustakannya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa (5)) yaitu pekikan yang mendiamkan mereka dan guncangan yang mematikan mereka. Demikian juga dikatakan Qatadah, bahwa “Ath-Thagiyah” adalah pekikan. Inilah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir.
Mujahid berkata bahwa “Ath-Thagiyah” adalah dosa-dosa. Demikian juga dikatakan Ar-Rabi' bin Anas dan Ibnu Zaid, bahwa makna yang dimaksud adalah perbuatan yang melampaui batas, dan Ibnu Zaid membaca firmanNya: ((Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas (11)) (Surah Asy-Syams)
As-Suddi berkata tentang firmanNya (maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa) dia berkata yaitu menyembelih unta.
(Adapun kaum 'Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin) yaitu angin yang sangat dingin. Qatadah, As-Suddi, Ar-Rabi' bin Anas dan Ats Tsauri berkata tentang firmanNya: (lagi sangat kencang) yaitu, sangat kuat tiupannya.
(yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka) yaitu yang Dia perintahkan untuk menguasai mereka (selama tujuh malam dan delapan hari terus-menerus) yaitu, genap selama itu secara terus-menerus tidak ada hentinya.
Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Ats-Tsauri, dan lainnya berkata tentang firmanNya (husuuma) yaitu terus-menerus.
Diriwayatkan pula dari Ikrimah dan Ar-Rabi' bin Khaitsam, yang menimpakan kesialan-kesialan atas mereka, sebagaimana firmanNya: (dalam beberapa hari yang sial) (Surah Fushshilat: 16)
(Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka (8)) yaitu, apakah kamu melihat seseorang yang tersisa dari kalangan mereka, atau seseorang yang berketurunan dari kalangan mereka? Tidak, bahkan mereka binasa semuanya, dan Allah tidak menjadikan generasi penerus bagi mereka.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan telah datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya) Dibaca dengan dikasrah huruf qafnya, yaitu dari sisinya, dari orang yang ada pada masanya dari pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang kafir Qibti. Sedangkan ulama lainnya membacanya dengan difathah huruf qafnya, yaitu orang-orang yang sebelumnya dari kalangan umat-umat yang serupa dengannya.
Firman Allah (dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan) Mereka adalah umat-umat yang mendustakan para rasul (karena kesalahan yang besar) yaitu melakukan kesalahan, yaitu mendustakan apa yang diturunkan Allah.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka) ini merupakan isim jenis, yaitu masing-masing dari mereka mendustakan utusan Allah yang diutus kepada mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (semuanya telah mendustakan rasul-rasul, maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan) (Surah Qaf: 14)
Barang siapa yang mendustakan seorang rasul, berarti dia mendustakan semua rasul. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kaum Nuh telah mendustakan para rasul (105)) (Surah Asy-Syu'ara), dan (Kaum Ad telah mendustakan para rasul (123)) (Surah Asy-Syu'ara’) serta (Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul (141)) (Surah Asy-Syu'ara’) Karena sesungguhnya yang datang kepada setiap umat hanyalah seorang rasul. Oleh karena itu Allah SWT berfirman di sini: (Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras (10)) yaitu yang besar, keras, dan pedih.
Mujahid berkata terkait firmanNya (rabiyah) yaitu keras.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik) yaitu melampaui batasan dengan dengan izin Allah dan air naik ke alam wujud.
Ibnu Abbas dan lainnya berkata tentang firmanNya (tatkala air telah naik) yaitu air bertambah banyak. Demikian itu karena doa nabi Nuh terhadap kaumnya, ketika mereka mendustakan dan menentangnya, lalu mereka menyembah selain Allah. Maka Allah memperkenankan doanya dan seluruh penduduk bumi dilanda banjir bandang, kecuali orang-orang yang bersama nabi Nuh di bahteranya. Semua manusia sekarang berasal dari keturunan nabi Nuh.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman seraya memberi peringatan bagi manusia atas anugerahNya kepada mereka (Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera (11)) yaitu perahu yang berlayar di atas air (agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagikamu) Dhamirnya merujuk kepada jenis untuk menunjukkan maknannya. yaitu, Kami membiarkan bagi kalian dari jenisnya yang dapat kalian naiki di atas lautan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu kendarai (12) supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya) (Surah Az-Zukhruf) dan (Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan (41) dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu (42)) (Surah Yasin) Qatadah berkata bahwa bahtera nabi Nuh masih tersisa sehingga masih dijumpai generasi pertama dari umat ini. Akan tetapi, pendapat yang pertama lebih jelas. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar) yaitu memahami dan mengingat nikmat ini dengan telinga yang mau mendengar.


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Haqqah ayat 9: 9-10. Allah menyebutkan tentang adzab yang ditimpakan kepada orang yang melampaui batas yaitu Fir’aun; Dimana telah datang ia dan yang sebelumnya suatu kaum, begitu juga kaum Luth. Mereka datang dengan perbuatan yang buruk dari kekafiran, syirik dan dosa-dosa kemungkaran. Allah menyendirikan Fir’aun dalam penyebutan karena sebab angkuh dan sombong dank arena ia meminta kaumnya (Bani Israil) untuk menyembahnya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa mereka semua, para pendosa yang bermaksiat kepada utusan Allah yang ia diutus kepada mereka. Maka Allah siksa mereka dengan siksa yang keras. Allah tenggelamkan Fir’aun dan tentaranya di laut, dan kaum Luth Allah kirimkan pada mereka adzab; Yaitu Allah jungkir balikkan, sehingga yang atas menjadi di bawah, dan yang bawah menjadi di atas, dan tampaklah perbuatan menjijikkan mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengutus kepadanya hamba dan Rasul-Nya Musa ‘alaihis salam, menunjukkan kepadanya bukti-bukti akan kebenarannya, tetapi ia mengingkarinya karena zalim dan keras kepala.

Maksudnya, umat-umat dahulu yang mengingkari nabi-nabi seperti kaum Shaleh, kaum Syu'aib dan lain-lain.

Maksud negeri-negeri yang dijungkirbalikkan ialah negeri-negeri kaum Luth. Sedangkan kesalahan yang dilakukan mereka ialah mendustakan para rasul ditambah melakukan perbuatan keji dan munkar.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Haqqah Ayat 9

Bukan hanya kaum 'Ad dan Hamud yang diazab oleh Allah. Kemudian setelah beberapa waktu lamanya datanglah Fir?aun penguasa Mesir di masa lalu yang kepadanya Nabi Musa diutus, dan orang-orang yang sebelumnya di antaranya adalah kaum Nabi Nuh dan kaum Nabi lbrahim. Dan penduduk negeri-negeri yang dijungkirbalikkan karena kesalahan yang besar yaitu kaum Nabi Lut.10. Maka diakibatkan sikap mereka yang mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras sehingga memusnahkan mereka.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beraneka penjelasan dari kalangan pakar tafsir terkait makna dan arti surat Al-Haqqah ayat 9 (arab-latin dan artinya), semoga membawa manfaat bagi kita bersama. Dukunglah syi'ar kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Terbanyak Dibaca

Kami memiliki banyak materi yang terbanyak dibaca, seperti surat/ayat: Thaha, Al-Baqarah 168, Al-Baqarah 152, Ali ‘Imran 110, Al-Jumu’ah 10, Al-Ahzab 56. Ada pula An-Nur 26, Al-Jatsiyah, An-Nisa 29, Al-Anfal, Al-Insyirah 6, An-Nisa 146.

  1. Thaha
  2. Al-Baqarah 168
  3. Al-Baqarah 152
  4. Ali ‘Imran 110
  5. Al-Jumu’ah 10
  6. Al-Ahzab 56
  7. An-Nur 26
  8. Al-Jatsiyah
  9. An-Nisa 29
  10. Al-Anfal
  11. Al-Insyirah 6
  12. An-Nisa 146

Pencarian: surat naziat latin, qs an nisa ayat 19, arti surat al baqarah ayat 164, surat an nahl 69, quran surah attaubah ayat 103

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: