Surat Al-Haqqah Ayat 32

ثُمَّ فِى سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَٱسْلُكُوهُ

Arab-Latin: ṡumma fī silsilatin żar'uhā sab'ụna żirā'an faslukụh

Artinya: Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

« Al-Haqqah 31Al-Haqqah 33 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Menarik Berkaitan Dengan Surat Al-Haqqah Ayat 32

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Haqqah Ayat 32 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beraneka hikmah menarik dari ayat ini. Tersedia beraneka penafsiran dari beragam mufassir terkait makna surat Al-Haqqah ayat 32, sebagiannya sebagaimana berikut:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

30-34. Dikatakan kepada para malaikat penjaga Jahanam, “Ambillah penjahat penuh dosa ini, tariklah kedua tangannya ke lehernya dengan belenggu, kemudian masukkanlah dia ke dalam Neraka Jahim agar dia merasakan panasnya, kemudian ikatlah dalam rantai besi yang panjangnya 70 hasta, masukkanlah dia kedalamnya, sesungguhnya dia tidak membenarkan bahwa Allah adalah Tuhan yang haq semata, tidak ada sekutu bagiNya, tidak mengamalkan petunjukNya, tidak mendorong orang-orang untuk memberi makan orang-orang yang membutuhkan dari kalangan orang-orang miskin dan lainnya.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

32. Kemudian masukkan dia ke dalam rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.”


📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

32. ثُمَّ فِى سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ (Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta)
Makna (السلسلة) yakni cincin besi yang dirangkai. Sedangkan (ذرعها) yakni panjangnya.
Sufyan berkata: dikisahkan kepada kami bahwa rantai itu akan dimasukkan ke dalam duburnya hingga tembus ke mulutnya.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

32. Kemudian ikatlah dan masukanlah dia kedalam neraka Jahanam yang tingkatan-tingkatannya mencapai 7 dzira’ dan di setiap dzira’ memiliki satu malaikat penjaga. Maksudnya adalah bahwa neraka itu memiliki 7 tingkat yang sangat panjang.


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Kemudian pada rantai yang panjangnya} panjangnya {tujuh puluh hasta itu ikatlah dia} masukkanlah dia di dalamnya


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

30-37. Pada saat itu ia diperintahkan untuk disiksa, dikatakan kepada Zabaniyah malaikat yang bengis dan kejam, “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.” Maksudnya, kenakan belenggu di lehernya hingga tercekik, “kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.” Maksudnya, bolak-balikkan dia di atas bara dan kobarannya, “kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta,” yang berasal dari belenggu Neraka Jahanam yang amat panas membara. Belitlah dia dengan dimasukkan dari anusnya hingga menusuk keluar dari mulutnya kemudian digantung dan terus disiksa dengan azab yang mengerikan. Alangkah buruknya azab dan siksa. Duhai meruginya dia dengan penghinaan dan celaan. Penyebabnya sampai di tempat itu adalah, “sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha agung.” Ia kufur terhadap Rabbnya, membangkang para RasulNya, dan menolak kebenaran yang dibawa oleh para rasul, “dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.” Maksudnya, di hatinya tidak ada belas kasih terhadap fakir miskin. Ia tidak pernah memberi mereka makan dari hartanya dan tidak mendorong orang lain untuk memberi mereka makan, karena tidak adanya nilai Agama dalam dirinya.
Oleh karena itu, pusat dan unsur kebahagiaan itu ada dua; ikhlas karena Allah semata yang akarnya ada pada keimanan terhadap Allah dan berbuat baik terhadap sesama dengan segala bentuk kebaikan yag diantara bentuk terbesarnya adalah menghilangkan kemadorotan dari orang yang membutuhkan dengan memberi mereka makanan pokoknya, sedangkan pada diri mereka penghuni nereka tadi tidak ada keikhlasan dan tidak ada kebaikan, Karena itulah mereka berhak mendapatkan apa yang mereka peroleh. “Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini di sini.” Pada Hari Kiamat tidak ada seorang “teman” dan sahabat pun yang bisa menolongnya agar bisa selamat dari azab Allah dan bisa membuatnya mendapatkan pahala Allah.
Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya. Ghafir:18
Ia tidak mendapat “makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.” Yaitu darah bercampur nanah penduduk neraka yang amat panas, pahit, busuk, dan tidak enak. Tidak ada yang memakan makanan seperti ini “kecuali orang-orang yang berdosa.” Yaitu orang-orang yang tersesat dari jalan yang lurus dan menempuh jalan lain yang mengantarkan mereka menuju Neraka Jahim. Karena itu mereka berhak mendapatkan siksaan yang pedih.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 25-37
ini merupakan pemberitahuan tentang keadaan orang-orang yang celaka ketika seseorang dari mereka diberi kitab catatan amalnya dari sebelah kirinya di tempat penghisaban. Maka pada hari itu dia amat sangat menyesal (maka dia berkata, "Wahai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) (25) Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku (26) Wahai, kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu" (27))
Qatadah berkata bahwa orang kafir saat itu menginginkan kematian, padahal ketika di dunia tidak ada sesuatupun yang lebih dia benci selain itu (Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku (28) Telah hilang kekuasaanku dariku (29)) yaitu harta dan kedudukanku tidak dapat membelaku dari azab dan pembalasan Allah, bahkan segala sesuatu ditanggung oleh diriku, tidak ada yang menolongku dan tidak ada orang yang melindungiku. Maka di saat itulah Allah SWT berfirman: (Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya (30) Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala (31)) yaitu, Allah SWT memerintahkan malaikat Zabaniyah untuk memegangnya dengan kasar dari padang Mahsyar, lalu lehernya dibelenggu, kemudian diseret ke neraka Jahanam, lalu dimasukkan ke dalamnya, yaitu membenamkannya ke dalamnya.
Firman Allah SWT: (Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar (33) Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin (34)) yaitu dia tidak pernah menunaikan hak Allah atas dirinya, berupa amal ketaatan dan menyembahNya, tidak mau memberi manfaat kepada makhlukNya serta tidak mau menunaikan hak mereka. Karena sesungguhnya kewajiban para hamba kepada Allah itu mengesakanNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun, dan kewajiban kepada hamba lainnya satu sama lain berupa melakukan kebaikan dan saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan. Oleh karena itu Allah memerintahkan manusia untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat.
Firman Allah SWT: (Maka pada hari ini tiada seorang teman pun baginya di sini (35) Dan tiada (pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah (36) Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa (37)) yaitu pada hari ini, tidak ada seorangpun yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah. Hamim adalah teman dekat. Tidak ada pemberi syafaat yang didengar, dan tidak ada makanan baginya di sini kecuali nanah
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Al-gislin” adalah nanah penduduk neraka


📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Haqqah ayat 32: 30-35. Dikatakan kepada penjaga neraka jahannam yang menyala-nyala dengan hebat : Masukkan oleh kalian, mereka (kafir) pendosa ini dan ikatlah tangannya di lehernya, kemudian lemparkan ke dalam neraka jahannam yang terbakar, dan timpakan adzab nereka, kemudian ikatlah dengan rantai yang panjangnya 70 hasta dengan rantai dari api yang sangat panas, ikat dengannya. Berkata Sufyan : Sesungguhnya masuk api dalam duburnya dan keluar melalui mulutnya. Kami berlindung kepada Allah dan semoga Allah memberi kami kebaikan. Diberikan adzab ini karena di dunia tidak beribadah kepada Allah saja secara ikhlas; Akan tetapi ia menyekutukan Allah bersamaan dengan tuhan-tuhan selain-Nya. Dan dalam hatinya tidak hinggap kasih sayang bagi orang faqir dan yang membutuhkan; Ia tidak pernah memberikan dari hartanya,dan tidak juga menganjurkan selain dirinya agar memberikan makan kepada mereka orang-orang faqir. Maka tidak ada pertolongan baginya di hari kiamat, dan tidak ada pula kebahagiaan, begitu juga tidak aka didapati siapapun yang menjadi juru selamatnya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Yang panas.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Haqqah Ayat 32

30-32. Sudah terjatuh tertimpa tangga. Begitulah gambaran para pendurhaka di akhirat. Di tengah kesedihan yang bercampur ketakutan melihat catatan amalnya kemudian Allah berfirman, 'tangkaplah dia lalu belenggulah yaitu ikatlah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-Nyala. Siksaan itu tidak hanya sampai di situ, kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta maksudnya rantai yang sangat panjang. "33-34. Mengapa si pendurhaka itu disiksa sedemikian hebat' inilah yang menjadi penyebabnya. Sesungguhnya dia dahulu ketika di dunia adalah orang yang tidak beriman kepada Allah yang mahabesar. Dan juga dia tidak mendorong dirinya dan orang lain untuk memberi makan orang miskin, padahal dia memiliki kemampuan.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beberapa penafsiran dari banyak mufassirin mengenai kandungan dan arti surat Al-Haqqah ayat 32 (arab-latin dan artinya), semoga menambah kebaikan untuk ummat. Bantulah usaha kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Yang Paling Banyak Dikaji

Baca ratusan topik yang paling banyak dikaji, seperti surat/ayat: An-Nisa 29, Al-Ahzab 56, Thaha, Al-Baqarah 152, Al-Jumu’ah 10, Al-Anfal. Termasuk Al-Baqarah 168, Al-Insyirah 6, An-Nisa 146, Ali ‘Imran 110, An-Nur 26, Al-Jatsiyah.

  1. An-Nisa 29
  2. Al-Ahzab 56
  3. Thaha
  4. Al-Baqarah 152
  5. Al-Jumu’ah 10
  6. Al-Anfal
  7. Al-Baqarah 168
  8. Al-Insyirah 6
  9. An-Nisa 146
  10. Ali ‘Imran 110
  11. An-Nur 26
  12. Al-Jatsiyah

Pencarian: al isra dan artinya, surah taha ayat 8, surah yasin ayat 68, albaqarah 229, albaqarah 260

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: