Surat Al-Haqqah Ayat 39

وَمَا لَا تُبْصِرُونَ

Arab-Latin: Wa mā lā tubṣirụn

Artinya: Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.

« Al-Haqqah 38Al-Haqqah 40 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Berharga Berkaitan Dengan Surat Al-Haqqah Ayat 39

Paragraf di atas merupakan Surat Al-Haqqah Ayat 39 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan hikmah berharga dari ayat ini. Didapati kumpulan penafsiran dari para ulama mengenai kandungan surat Al-Haqqah ayat 39, misalnya sebagaimana terlampir:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

38-43. Aku bersumpah dengan apa yang kalian lihat, yaitu hal-hal yang terlihat, dan juga apa yang tidak kalian lihat yang ghaib dari kalian, sesungguhnya al-Quran itu adalah Firman Allah, yang dibaca oleh seorang utusan yang punya kedudukan dan keutamaan agung, ia bukan perkataan penyair seperti yang kalian tuduhkan, tetapi sedikit dari kalian yang punya pemikiran dan perenungan untuk membedakan di antara keduanya, akan tetapi ia adalah Firman Tuhan alam semesta yang Dia turunkan kepada RasulNya, Muhammad.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

39. Dan Allah bersumpah dengan apa yang tidak kalian saksikan.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

38-39. Aku bersumpah demi semua makhluk yang dapat mereka saksikan dan tidak dapat mereka saksikan


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Dan demi apa yang tidak kalian lihat


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

38-43. Allah bersumpah dengan apa saja yang dapat dilihat oleh makhluk dan yang tidak dapat dilihat, hal itu mencakup seluruh makhluk, bahkan juga mencakup DzatNYA Yang Mahasuci. (Allah bersumpah) atas kebenaran al-Quran yang dibawa oleh Rasulullah. Rasulullah menyampaikan al-Quran dari sisi yang dialamatkan para musuhnya yang dinyatakan sebagai penyair atau penyihir. Yang membuat mereka melakukan hal itu adalah karena mereka tidak memiliki iman dan tidak mau berpikir. Sekiranya mereka tidak memiliki iman dan memikirkan apa yang bermanfaat bagi mereka dan apa yang buruk bagi mereka, di antaranya dengan melihat keadaan Nabi Muhammad dan memperhatikan sifat-sifat serta akhlak beliau, niscaya mereka akan melihat perkaranya (jelas) seperti matahari, yang akan menunjukkan kepada mereka bahwasanya beliau adalah benar-benar utusan Allah, dan bahwasanya apa yang beliau bawa “adalah wahyu yang diturunkan dari Rabb semesta alam,” tidak pantas sebagai ucapan manusia. Akan tetapi ia adalah perkataan yang menunjukkan keagungan Dzat Yang Mengucapkannya, kebesaran sifat-sifatNya, kesempurnaan pemeliharaanNya kepada makhluk dan ketinggianNya di atas para hamba. Dan bahwasanya hal ini adalah persangkaan dari mereka dengan apa-apa yang tidak pantas bagi Allah dan bagi hikmah (kebijaksanaanNya).


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 38-43
Allah SWT bersumpah kepada makhlukNya dengan menyebut segala sesuatu yang mereka saksikan, yaitu tanda-tanda kekuasaanNya yang terdapat pada semua makhlukNya yang menunjukkan kepada kesempurnaanNya dalam nama-nama dan sifat-sifatNya. Dia juga bersumpah kepada mereka dengan menyebut perkara ghaib yang tidak dapat mereka saksikan, bahwa sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah kalam dan wahyuNya yang Dia turunkan kepada hamba dan rasulNya yang telah Dia pilih untuk menyampaikan risalah dan menunaikan amanatNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka Aku, bersumpah dengan apa yang kamu lihat (38) Dan dengan apa yang tidak kamu lihat (39) Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia (40)) yaitu nabi Muhammad SAW, lalu dimudhafkan kepadanya dengan makna menyampaikan, karena sesungguhnya rasul itu tugasnya menyampaikan apa yang diutuskan kepadanya. Oleh karena itu dimudhafkan juga kepada malaikat yang diutus, dalam surah At-Takwir: (Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril) (19) yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah yang mempunyai 'Arsy (20) yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya (21)) ini adalah malaikat Jibril. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila (22)) yaitu nabi Muhammad SAW (Dan sesungguhnya Muhammad itu meIihat Jibril di ufuk yang terang (23) yaitu bahwa nabi Muhammad SAW melihat malaikat Jibril atas bentuk yang diciptakan Allah (Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib (24)) yaitu dengan menerka-nerka (Dan Al-Qur'an itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk (25)) Demikian juga di sini Allah berfirman: (Dan Al-Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya (41) Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya (42)) Terkadang Allah memudhafkannya kepada malaikat yang diutus, terkadang memudhafkannya kepada manusia yang diutus, karena masing-masing dari keduanya bertugas menyampaikan wahyu dan kalamNya yang diutuskan kepadanya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam (43))


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Al-Haqqah ayat 39: 38-43. Allah bersumpah dengan semua yang dilihat oleh makhluk, seperti : langit, bumi dan selainnya, dan juga bagi makhluk yang tidak melihatnya: Seperti : malaikat, jin dan selain mereka berdua. Bahwa Al Qur’an ini yang dihadapan kalian adalah kalam Allah, Rasul ﷺ bacakan kepada kalian, dan ia adalah Muhammad ﷺ, Jibril mengajarkan kepadanya. Ketahuilah oleh kalian bahwa Rasul bukanlah penyair sebagaimana mereka (kaum musyrikin) mengklaim, bukan juga tukang sajak, sebagaimana sajak-sajak dukun, sebagaimana sebagian mereka (kaum musyikin) mengklaim. Sesungguhnya Al Qur’an adalah kalam Rabbul Alamin yang diturunkan kepada Rasul ﷺ yang terpercaya Muhammad ﷺ. Akan tetapi mereka tidak beriman dengannya, tidak juga saling menasihati dan mengambil hikmah dari ayat-ayatnya dan sedikit dari kalian yang mengagungkannya.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Sehingga termasuk semua makhluk. Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan semua makhluk untuk menunjukkan benarnya Al Qur’an yang dibawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa ia adalah firman-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala juga membersihkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam dari tuduhan yang dilontarkan oleh musuh-musuh Beliau, bahwa Beliau adalah penyair atau pesihir, dan bahwa yang mendorong mereka menuduh seperti itu adalah karena mereka tidak beriman dan tidak mengambil pelajaran. Kalau sekiranya mereka beriman dan mengambil pelajaran, tentu mereka akan mengetahui apa yang bermanfaat bagi mereka dan apa yang berbahaya, di antaranya adalah mereka akan melihat keadaan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, memperhatikan sifat dan akhlaknya, dimana dari situ mereka akan melihat kebenaran Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa Beliau adalah utusan-Nya dan bahwa Al Qur’an yang Beliau bawa adalah firman Allah Tuhan seluruh alam, bukan perkataan manusia, bahkan perkataan itu (Al Qur’an) menunjukkan keagungan yang berfirman, kebesaran sifat-sifat-Nya, sempurnanya tarbiyah(pendidikan)-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan tingginya Dia di atas semua makhluk-Nya.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Haqqah Ayat 39

38-40. Semua yang diuraikan pada ayat-ayat di atas belum terlihat oleh manusia, maka kelompok ayat ini menegaskan tentang kebenaran informasi Al-Qur'an dengan bersumpah menyebut wujud yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Maka aku bersumpah demi apa yang kamu lihat, dan demi apa yang tidak kamu lihat dari ciptaan-ciptaan-ku. Sesungguhnya ia, Al-Qur'an, itu benar-benar wahyu yang diturunkan kepada rasul yang mulia yaitu nabi Muhammad


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah beragam penafsiran dari berbagai ahli ilmu mengenai makna dan arti surat Al-Haqqah ayat 39 (arab-latin dan artinya), moga-moga membawa faidah untuk ummat. Sokong kemajuan kami dengan memberi tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Halaman Sering Dilihat

Telaah berbagai materi yang sering dilihat, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 152, Thaha, Al-Insyirah 6, Al-Baqarah 168, An-Nur 26, Ali ‘Imran 110. Juga An-Nisa 29, Al-Ahzab 56, An-Nisa 146, Al-Anfal, Al-Jumu’ah 10, Al-Jatsiyah.

  1. Al-Baqarah 152
  2. Thaha
  3. Al-Insyirah 6
  4. Al-Baqarah 168
  5. An-Nur 26
  6. Ali ‘Imran 110
  7. An-Nisa 29
  8. Al-Ahzab 56
  9. An-Nisa 146
  10. Al-Anfal
  11. Al-Jumu’ah 10
  12. Al-Jatsiyah

Pencarian: an naml 59, ayat 5 ayat 7 ayat 15, surat ibrahim ayat 13, al imron ayat 139, qs al baqarah ayat 31

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: