Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Ibrahim

الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Arab-Latin: alif lām rā, kitābun anzalnāhu ilaika litukhrijan-nāsa minaẓ-ẓulumāti ilan-nụri bi`iżni rabbihim ilā ṣirāṭil-‘azīzil-ḥamīd

Terjemah Arti:  1.  Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

allāhillażī lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa wailul lil-kāfirīna min ‘ażābin syadīd

 2.  Allah-lah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-2. Alif lam ra. Keterangan tentang huruf-huruf yang terpisah-pisah (seperti ini) telah berlalu dimuka pada permulaan surat al-baqarah. Al-qur’an ini adalah kitab yang kami wahyukan kepadamu -wahai rasul-, agar dengan itu kamu mengeluarkan manusia dari kesesatan dan penyimpangan menuju dan hidayah dan cahaya, -dengan izin tuhan mereka dan taufikNya-, menuju islam yang merupakan jalan menuju Allah yang Mahakuasa lagi Mahaterpuji dalam segala keadaan. Allah yang milikNya semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi, sebagai ciptaan dan milikNya dan dibawah kendaliNya. Maka Dialah yang peribadahan wajib diarahkan kepadaNya semata. Dan akan menimpa kepada orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak mengikuti rasul-Nya pada hari kiamat nanti kebinasaan dan siksaan pedih.

الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

allażīna yastaḥibbụnal-ḥayātad-dun-yā ‘alal-ākhirati wa yaṣuddụna ‘an sabīlillāhi wa yabgụnahā ‘iwajā, ulā`ika fī ḍalālim ba’īd

 3.  (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

Orang-orang yang berpaling dan tidak beriman kepada Allah dan tidak mengikuti para rasulNya, mereka adalah orang-orang yang lebih memilih kehidupan dunia yang fana, dan mengabaikan kehidupan akhirat yang abadi, serta menghalangi manusia untuk mengikuti agama Allah, dan menginginkannya menjadi jalan yang bengkok supaya selaras dengan keinginan hawa nafsu mereka. Orang-orang yang bersifat demikian, berada dalam jalan kesesatan dari kebenaran dan jauh dari setiap sebab untuk meraih hidayah.

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

wa mā arsalnā mir rasụlin illā bilisāni qaumihī liyubayyina lahum, fa yuḍillullāhu may yasyā`u wa yahdī may yasyā`, wa huwal-‘azīzul-ḥakīm

 4.  Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Dan kami tidaklah mengutus seorang rasul sebelummu -wahai nabi-, kecuali(berbicara) dengan Bahasa kaumnya, untuk menjelaskan kepada mereka syariat Allah. Kemudian Allah menyesatkan dari jalan hidayah orang yang dikehendakiNya, dan menujuki orang yang Dia dikehendaki menuju kebenaran. Dia Maha perkasa dalam kerajaanNya, lagi mahabijakasana yang telah meletakan perkara-perkara pada tempatnya yang tepat sesuai dengan sifat dan hikmahNya.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

wa laqad arsalnā mụsā bi`āyātinā an akhrij qaumaka minaẓ-ẓulumāti ilan-nụri wa żakkir-hum bi`ayyāmillāh, inna fī żālika la`āyātil likulli ṣabbārin syakụr

 5.  Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): “Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.

Dan sungguh kami telah mengutus Musa kepada bani israil dan kami kuatkan dia dengan membawa mukjizat-mukjizat yang menunjukan kebenarannnya, dan kami perintahkan dia untuk menyeru mereka kepada keimanan, supaya mengentaskan mereka dari kesesatan menuju hidayah, dan mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat Allah dan siksa-siksaNya pada hari-hari Allah (menimpakan siksaan pada orang-orang kafir). Sesungguhnya pada peringatan ini benar-benar terdapat petunjuk-petunjuk bagi setiap orang yang sabar dalam ketaatan kepada Allah, dan dalam menjauhi apa-apa yang diharamkan Allah dan dalam mengahadapi takdir-takdir Allah, lagi banyak bersyukur dan melaksanakan hak-hak Allah; bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya. Dan Allah menghususkan dua sifat ini untk disebutkan, sebab sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang akan mengambil pelajaran dengannya dan tidak lalai darinya.

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَنْجَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

wa iż qāla mụsā liqaumihiżkurụ ni’matallāhi ‘alaikum iż anjākum min āli fir’auna yasụmụnakum sū`al-‘ażābi wa yużabbiḥụna abnā`akum wa yastaḥyụna nisā`akum, wa fī żālikum balā`um mir rabbikum ‘aẓīm

 6.  Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Fir’aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu”.

Dan sebutkanlah wahai rasul, kepada kaummu kisah Musa ketika dia berakta kepada bani israil, ”ingatlah nikmat-nikmat Allah pada kalian, ketika Dia menyelamatkan kalian dari fir’aun dan para pengikutnya yang menimpakan pada kalian siksaan yang amat pedih, dan menyembelih anak-anak laki-laki kalian sehingga tidak ada seorangpun dari mereka yang muncul berkuasa atas kerajaan fir’aun, dan membiarkan anak-anak perempuan hidup untuk menjadi pembantu dan terhina. Dan pada cobaan dan penyelamatan mereka darinya tersirat ujian besar bagi kalian dari tuhan kalian.”

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna ‘ażābī lasyadīd

 7.  Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Musa berkata kepada mereka, ”dan ingatlah ketika tuhan kalian memberitahukan dengan pemberitahuan yang tegas, ’jika kalian beryukur kepadaNya atas nikmat-nikmatNya, pastilah Dia akan memberikan tambahan karunia kepada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat-nikmat Allah, niscaya dia benar-benar akan menyiksa kalian dengan siksaan yang pedih.”

وَقَالَ مُوسَىٰ إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ

wa qāla mụsā in takfurū antum wa man fil-arḍi jamī’an fa innallāha laganiyyun ḥamīd

 8.  Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Dan dia berkata kepada mereka, ”jika kalian dan seluruh penghuni bumi kafir kepada Allah, maka kalian sekali-kali tidak dapat memudaratkan Allah sedikitpun. Sebab sesungguhnya Allah Maha kaya, tidak membutuhkan makhlukNya lagi berhak atas sega pujian dan sanjungan, Dia terpuji dalam setiap keadaan.

أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ ۛ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۛ لَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا اللَّهُ ۚ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرَدُّوا أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْ وَقَالُوا إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ وَإِنَّا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَنَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ

a lam ya`tikum naba`ullażīna ming qablikum qaumi nụḥiw wa ‘ādiw wa ṡamụd, wallażīna mim ba’dihim, lā ya’lamuhum illallāh, jā`at-hum rusuluhum bil-bayyināti fa raddū aidiyahum fī afwāhihim wa qālū innā kafarnā bimā ursiltum bihī wa innā lafī syakkim mimmā tad’ụnanā ilaihi murīb

 9.  Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya”.

Tidakkah telah datang kepada kalian -wahai umat Muhammad- berita uamt-umat yang telah mendahului kalian, seperti kaum Nuh, kaum Hud, kaum Shaleh dan uamt-umat yang datang setelah mereka yang tidak dapat dihitung kecuali oleh Allah, rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan (membawa) bukti-bukti yang nyata, lalu mereka menggigit tangan-tangan mereka lantaran kegeraman dan keengganan menerima keimanan, dan mereka berkata kepada rasul-rasul mereka, ”sesungguhnya kami tidak beriman dengan risalah yang kalian bawa kepada kami, dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan terhadap keimanan yang kalian menyeru kami kepadanya dan pengesaan tuhan itu menyebabkan kebimbangan saja.”

۞ قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ قَالُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا تُرِيدُونَ أَنْ تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

qālat rusuluhum a fillāhi syakkun fāṭiris-samāwāti wal-arḍ, yad’ụkum liyagfira lakum min żunụbikum wa yu`akhkhirakum ilā ajalim musammā, qālū in antum illā basyarum miṡlunā, turīdụna an taṣuddụnā ‘ammā kāna ya’budu ābā`unā fa`tụnā bisulṭānim mubīn

 10.  Berkata rasul-rasul mereka: “Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan?” Mereka berkata: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami, bukti yang nyata”.

Rasul-rasul mereka berkata, ”Apakah ada keragu-raguan tentang Allah dan kewajiban beribadah kepadaNYa, sedang Dia adalah pencipta langit dan bumi dan yang mengadakannya dari tidak ada, tanpa ada contoh sebelumnya? Dia menyeru kalian untuk beriman, supaya mengampuni dosa yang telah kalian lakukan berupa kesyirikan, dan juga mencegah siksaan berupa dibinasakan secara total dan memanjangkan waktu keberadaan kalian di dunia hingga masa yang telah di tentukanNya, yaitu berakhirnya ajal kalian, Sehinggga Dia tidak menyiksa kalian di dunia,” mereka berkata kepada rasul-rasul mereka, ”kami tidaklah melihat kalian kecuali manusia sifat-sifat kalian seperti sifat-sifat kami, tidak ada keunggulan bagi kalian atas kami yang menjadikan kalian pantas menjadi utusan-utusan (Allah) kalian hanya ingin menghalangi kami menyembah berhala-berhala dan patung-patung yang disembah oleh bapak-bapak kami dahulu. Karena itu, datangkanlah hujjah yang tampak jelas yang membuktikan kebenaran apa yang kalian ucapkan.

قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَمَا كَانَ لَنَا أَنْ نَأْتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

qālat lahum rusuluhum in naḥnu illā basyarum miṡlukum wa lākinnallāha yamunnu ‘alā may yasyā`u min ‘ibādih, wa mā kāna lanā an na`tiyakum bisulṭānin illā bi`iżnillāh, wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn

 11.  Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.

Dan tatkala para rasul mendengar pernyataan yang dikatakan oleh kaum mereka, maka mereka berkata kepada kaum mereka, ”Benar, kami tidak lain kecuali manusia biasa seperti kalian, sebagaimana kalian katakan. Akan tetapi, Alalh telah mengaruniakan kepada kami dengan kenikmatanNya pada orang yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya, lalu Dia memilih mereka untuk mengemban risalahNya. sedangkan perkara yang kalian pinta berupa bukti yang nyata, maka tidak mungkin bagi kami dan kami tidak mampu untuk mendatangkannya kepada kalian kecuali dengan izin Allah dan taufikNya. dan hanya kepada Allah semata, orang-orang mukmin bergantung dalam seluruh urusan mereka.

وَمَا لَنَا أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا ۚ وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَىٰ مَا آذَيْتُمُونَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ

wa mā lanā allā natawakkala ‘alallāhi wa qad hadānā subulanā, wa lanaṣbiranna ‘alā mā āżaitumụnā, wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mutawakkilụn

 12.  Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri”.

Dan bagaimana kami tidak bergantung kepada Allah, sedang Dialah Dzat yang menunjukan kami ke jalan keselamatan dari siksaanNya dengan cara mengikuti hukum-hukum agamaNya? Dan kami benar-benar akan bersabar mengahadapi gangguan kalian terhadap kami yang berbentuk ucapan buruk dan lainnya.Dan hanya kepada Allah semata, kaum mukminin bergantung dalam kemenangan mereka dan mengalahkan musuh-musuh mereka.

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۖ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ

wa qālallażīna kafarụ lirusulihim lanukhrijannakum min arḍinā au lata’ụdunna fī millatinā, fa auḥā ilaihim rabbuhum lanuhlikannaẓ-ẓālimīn

 13.  Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: “Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,

Dan telah sesak dada orang-orang kafir mendengar uacapan para rasul, lalu berkata kepada rasul-rasul itu, ”kami pasti akan mengusir kalian dari negeri kami sampai kalian kembali lagi memeluk agama kami.” Maka Allah mewahyukan kepada rasul-rasulNya bahwa sesungguhnya Dia akan membinasakan orang-orang yang ingkar lagi kafir kepadaNya dan kepada rasul-rasulNya.

وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ

wa lanuskinannakumul-arḍa mim ba’dihim, żālika liman khāfa maqāmī wa khāfa wa’īd

 14.  dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) kehadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku”.

Dan kami benar-benar akan menjadikan kesudahan nasib yang baik bagi rasul-rasul dan para pengikut mereka, dengan menempatkan mereka untuk mendiami negeri orang-orang kafir setelah mereka di hancurkan. Perkara pembinasaan kaum kafiir dan menempatkan kaum muslimin tinggal di wilayah mereka merupakan hal yang pasti bagi orang yang takut berdiri pada tempatnya di hadapanKu pada hari kiamat, dan takut terhadap ancaman dann siksaanKu.’

وَاسْتَفْتَحُوا وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

wastaftaḥụ wa khāba kullu jabbārin ‘anīd

 15.  Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala,

Dan rasul-rasul mencari pelindungan kepada tuhan mereka, dan memohon kepadaNya kemenangan dan pertolongan menghadapi musuh-musuh mereka dan hukum diantara mereka. Kemudian Dia mengabulkan permintaan mereka. Dan binasalah setiap orang yang sombong, tidak mau menerima kebenaran dan tidak tunduk kepadanya, serta tidak mengakui keesaan Allah dan kewajiban mengikhlaskan ibadah kepadaNya.

مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ

miw warā`ihī jahannamu wa yusqā mim mā`in ṣadīd

 16.  di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,

Dan dihadapan orang-orang kafir itu ada neraka jahanam yang akan ia hadapai siksaannya, dan ia akan diberi minum di dalamnya dengan nanah dan darah yang keluar dari tubuh-tubuh para penghuni neraka.

يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

yatajarra’uhụ wa lā yakādu yusīguhụ wa ya`tīhil-mautu ming kulli makāniw wa mā huwa bimayyit, wa miw warā`ihī ‘ażābun galīẓ

 17.  diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.

Orang yang sombong berusaha menelan nanah dan darah itu dan lain-lain yang mengalir dari tubuh penghuni neraka seteguk demi seteguk. Namun ia tidak mampu untuk menelannya, karena kotor, panas, dan pahit. Dan siksaan pedih datang padanya dari setiap jenis siksaan dan mengenai setiap anggota tubuhnya.Ia tidak menjadi mati sehingga dapat berhenti mengalaminya. Dan baginya setelah siksaan ini ada siksaan lain yang pedih.

مَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ ۖ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ ۖ لَا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَىٰ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ

maṡalullażīna kafarụ birabbihim a’māluhum karamādinisytaddat bihir-rīḥu fī yaumin ‘āṣif, lā yaqdirụna mimmā kasabụ ‘alā syaī`, żālika huwaḍ-ḍalālul-ba’īd

 18.  Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

Karakter amal perbuatan orang-orang kafir di dunia seperti amal kebajikan dan silaturahmi, adalah bagaikan abu yang terbawa terbang oleh angin pada hari yang berangin kencang, sehingga tidak meninggalkan bekas sedikitpun. maka demikian pula amal-amal orang-orang kkafir, mereka tidak mendapati darinya sesuatu yang bermanfaat bagi mereka di sisi Allah. Sungguhnya kekafiran telah melenyapkan (pahalanya) sebagaimana angin telah menghilangkan abu. Usaha dan amal perbuatan yang tidak di bangun di atas asas yang benar, maka itulah kesesatan yang jauh dari jalan yang lurus.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۚ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ

a lam tara annallāha khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq, iy yasya` yuż-hibkum wa ya`ti bikhalqin jadīd

 19.  Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru,

Tidakkah kamu tahu wahai seseorang yang diajak bicara-dan yang dimaksud adalah seluruh manusia- bahwa sesungguhnya Allah telah mengadakan langit dan bumi dalam bentuk yang benar yang menunjukan sifat bijaksanaNya, dan bahwasannya Dia tidak menciptakannya dengan main-main tanpa tujuan berarti, akan tetapi keduanya untuk tujuan menunjukan keesaanNya dan kesempurnaan kekuasaanNya, sehingga mereka beribadah kepaada Allah semata dan tidak mempersekutukan apapun dengannNya? jika Dia berkehendak, niscaya Dia akan menyirnakan kalian dan mendatangkan satu kaum selain kalian yang taat kepada Allah.

وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ

wa mā żālika ‘alallāhi bi’azīz

 20.  dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.

Dan tidaklah penghancuran kalian dan mendatangkan orang-orang selain kalian merupakan hal yang mustahil bagi Allah, bahkan merupakan perkara mudah lagi ringan.

وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ ۖ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ

wa barazụ lillāhi jamī’an fa qālaḍ-ḍu’afā`u lillażīnastakbarū innā kunnā lakum taba’an fa hal antum mugnụna ‘annā min ‘ażābillāhi min syaī`, qālụ lau hadānallāhu lahadainākum, sawā`un ‘alainā ajazi’nā am ṣabarnā mā lanā mim maḥīṣ

 21.  Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”.

Dan makhluk-makhluk akan keluar dari kubur mereka dan berdiri tegak semuanya pada hari kiamat di hadapan Allah yang maha Esa lagi amah perkasa, untuk memutuskan perkara di tengah mereka, lalu para pengikut berkata kepada para pemimpin mereka, ”sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikut kalian di dunia, kami taat menjalankan apa diperintahkan kalian, maka apakah hari ini kalian akan menghindarkan dari kami siksaan Allah barang sedikit saja, sebagaimana dahulu kalian telah menjanjikannya kepada kami? maka para pemimpin berkata, ”seandainya Allah memberikan kami hidayah menuju keimanan, tentulah kami akan benar-benar menunjuki kalian padanya. Akan tetapi, Dia tidak memberikan taufik kepada kami, sehingga kami sesat dan menyesatkan kalian. Sama saja, berkeluh ataupun bersabar bagi kami dan kalian.Tidak ada jalan kabur dan tempat menyelamatkan diri bagi kita dari siksaan.

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ ۖ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

wa qālasy-syaiṭānu lammā quḍiyal-amru innallāha wa’adakum wa’dal-ḥaqqi wa wa’attukum fa akhlaftukum, wa mā kāna liya ‘alaikum min sulṭānin illā an da’autukum fastajabtum lī, fa lā talụmụnī wa lụmū anfusakum, mā ana bimuṣrikhikum wa mā antum bimuṣrikhiyy, innī kafartu bimā asyraktumụni ming qabl, innaẓ-ẓālimīna lahum ‘ażābun alīm

 22.  Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

Dan setan berkata, setelah Allah memutuskan perkara dan memperhitungkan amal perbuatan makhlukNya, dan penghuni surga telah memasuki surga dan penghuni neraka telah masuk kedalam neraka, Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar berupa kebangkitan kembali dan pembalasan amal perbuatan, dan aku menawarkan kepada kalian janji yang batil bahwa tidak ada hari kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, lalu aku memungkiri kalian akan janjiku. Dan tidaklah ada padaku kekuatan atas kalian untuk memaksa pengikut-pengikutku dengannya, dan tidak ada hujjah yang aku miliki. Akan tetapi, aku seru kalian kepada kekafiran dan kesesatan, lalu kalian mengikutiku, maka janganlah kalian mencelaku, tetapi celalah diri kalian sendiri, sebab dosa yang kalian perbuat adalah dosa kalian. aku tidak bisa menjadi penolong kalian dan kalianpun tidak bisa menolongku dari siksaan Allah. Sesungguhnya aku telah berlepas diri dari tindakan kalian menjadikanku sekutu bagi Allah dalam ketaatan di dunia.” Sesungguhnya orang-orang yang zhalim, dengan berpalingnya mereka dari kebenaran dan mengikuti kebatilan, bagi mereka siksaan yang pedih lagi menyakitkan.

وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ

wa udkhilallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā bi`iżni rabbihim, taḥiyyatuhum fīhā salām

 23.  Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah “salaam”.

Dan dimasukanlah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya serta melaksanakan amal-amal shalih ke dalam surga-surga yang mengalir di bawah pepohonan dan istana-istananya sungai-sungai. Mereka tidak keluar dari sana selamanya, dengan izin tuhan mereka, daya dan kekuatanNya. Mereka diberi salam penghormatan dengan salam dari Allah, para malaikat dan kaum mukminin.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

a lam tara kaifa ḍaraballāhu maṡalang kalimatan ṭayyibatang kasyajaratin ṭayyibatin aṣluhā ṡābituw wa far’uhā fis-samā`

 24.  Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

Tidakkah kamu tahu wahai rasul, bagaimana Allah membuat perumpamaan kaliamat tauhid (lailahaillalah) dengan satu pohon yang besar, yaitu pohon kurma, yang akarnya kuat menancap di dalam tanah, sedang bagian atasnya menjulang tinggi ke arah langit?

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

tu`tī ukulahā kulla ḥīnim bi`iżni rabbihā, wa yaḍribullāhul-amṡāla lin-nāsi la’allahum yatażakkarụn

 25.  pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

Pohon itu memberikan buah-buahannya setiap waktu dengan izin tuhannya. Dan demikianlah pohon keimanan, akarnya kokoh di hati seorang mukmin, dalam bentuk ilmu dan keyakinan, sedang cabangnya, berupa amal-amal shalih dan akhlak-akhlak yang diridhai di angkat kepada Allah dan ia menggapai pahalanya setiap waktu. Dan Allah mengadakan perumpamaan-perumpamaan bagi manusia agar mereka ingat dan mau menerima nasihat, kemudian mengambil pelajaran darinya.

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ

wa maṡalu kalimatin khabīṡating kasyajaratin khabīṡatinijtuṡṡat min fauqil-arḍi mā lahā ming qarār

 26.  Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.

Dan perumpamaan kalimat yang buruk, yaitu kalimat kekafiran, layaknya pohon yang buruk untuk dimakan dan dirasakan, yaitu pohon hanzhal. Pohon ini roboh dari permukaan tanah, di karenakan akar-akarnya tertanam dekat dengan permukaan tanah, tidak memiliki akar yang kokoh, dan tidak ada cabang yang menjulang tinggi. Demikian pula orang kafir, ia tidak memiliki keteguhan pada dirinya dan tidak ada kebaikan padanya, dan tidak ada amal shalihnya yang diangkat kepada Allah.

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

yuṡabbitullāhullażīna āmanụ bil-qauliṡ-ṡābiti fil-ḥayātid-dun-yā wa fil-ākhirah, wa yuḍillullāhuẓ-ẓālimīn, wa yaf’alullāhu mā yasyā`

 27.  Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.

Allah meneguhkan orang-orang beriman dengan ucapan yang benar lagi kuat, yaitu persaksian bahwa sesungguhnya tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasannya Muhammad adalah utusan Allah dan apa yang dibawanya adalah agama yang haq. Allah meneguhkan mereka dengannya di kehidupan dunia dan ketika mereka akan meninggal dengan husnul khatimah, dan ketika di alam kubur, tatkala menghadapi pertanyaan dua malaikat, dengan memberinya petunjuk kepada jawaban yang benar. Dan Allah akan menyesatkan orang-orang zhalim dari jalan kebenaran di dunia dan di akhirat. Dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, untuk memberikan taufik kepada orang-orang beriman dan mengabaikan penganut kekafiran dan orang-orang yang melampaui batas.

۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ

a lam tara ilallażīna baddalụ ni’matallāhi kufraw wa aḥallụ qaumahum dāral-bawār

 28.  Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,

Apakah kamu wahai orang yang diajak bicara -dan yang dimaksud adalah semua orang-, tidak melihat keadaan orang-orang yang mendustakan(rasul) seperti kaum quraisy yang telah memilih kekafiran kepada Allah sebagai ganti kewajiban bersyukur kepadaNya atas nikmat keamanan di kota suci dan nikmat diutusnya nabi Muhammad di tengah mereka? dan sesungguhnya mereka justru menempatkan para pengikutnya pada tempat kebinasaaan ketika memberangkatkan mereka ke perang badar,

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا ۖ وَبِئْسَ الْقَرَارُ

jahannam, yaṣlaunahā, wa bi`sal-qarār

 29.  yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

sehingga tempat kembali mereka adalah negeri kebinasaan, yaitu neraka jahanam, mereka akan memasukinya dan merasakan panasnya. Dan seburuk-buruk tempat tinggal adalah tempat tinggal mereka.

وَجَعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِهِ ۗ قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ

wa ja’alụ lillāhi andādal liyuḍillụ ‘an sabīlih, qul tamatta’ụ fa inna maṣīrakum ilan-nār

 30.  Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”.

Dan orang-orang kafir telah menjadikan bagi Allah sekutu-sekutu, yang mana mereka menyembah sekutu-sekutu itu di samping menyembah Allah, supaya menjauhkan manusia dari agmaNYa. katakanlah wahai rasul, ”nikmatilah kesenangan kalian di kehidupan dunia, sesungguhnya ia akan segera sirna, dan sesungguhnya tempat kembali dan tempat berpulang kalian adalah menuju neraka jahanam.

قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ

qul li’ibādiyallażīna āmanụ yuqīmuṣ-ṣalāta wa yunfiqụ mimmā razaqnāhum sirraw wa ‘alāniyatam ming qabli ay ya`tiya yaumul lā bai’un fīhi wa lā khilāl

 31.  Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.

Katakanlah wahai rasul, kepada hamba-hambaKu yang beriman, agar mereka menjalankan shalat dengan aturan-aturannya dan mengeluarkan sebagian yang Kami berikan kepada mereka dalam pos-pos kebajikan yang wajib maupun yang Sunnah, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, sebelum hari kiamat datang pada hari itu tidak akan bermanfaat tebusan maupun hubungan pertemanan.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ

allāhullażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa anzala minas-samā`i mā`an fa akhraja bihī minaṡ-ṡamarāti rizqal lakum, wa sakhkhara lakumul-fulka litajriya fil-baḥri bi`amrih, wasakhkhara lakumul-an-hār

 32.  Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.

Allah Dialah yang menciptakan langit dan bumi dan mengadakannya dari tidak ada, dan menurunkan hujan dari awan, lalu Dia menghidupkan dengannya bumi setelah kekeringannya, juga mengeluarkan bagi kalian rizki-rizki darinya, dan mengendalikan kapal-kapal bagi kepentingan kalian, sehingga dapat berlayar di laut dengan perintahNya untuk kepentingan-kepentingan kalian, dan Dia menundukan sungai-sungai bagi kalian sebagai sumber air minum bagi kalian dan air minum bagi ternak-ternak kalian, serta pengairan bagi tanam-tanaman kalian dan seluruh manfaat-manfaat yang kalian dapatkan.

وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

wa sakhkhara lakumusy-syamsa wal-qamara dā`ibaīn, wa sakhkhara lakumul-laila wan-nahār

 33.  Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

Dan Allah menundukan matahari dan bulan sehingga tidak mengendur dalam pergerakannya; supaya kemaslahatan-kemaslahatan terwujudkan melalui keduanya, dan Dia menundukan malam; supaya kalian dapat tenang dan beristirahat di dalamnya, dan siang hari untuk mencari sebagian dari karuniaNya dan mengatur penghidupan kalian.

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

wa ātākum ming kulli mā sa`altumụh, wa in ta’uddụ ni’matallāhi lā tuḥṣụhā, innal-insāna laẓalụmung kaffār

 34.  Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

Dan Dia telah memberikan kepada kalian dari setiap yang kalian minta. Dan jika kalian menghitung nikmat-nikmat Allah pada kalian, kalian tidak akan sanggup menghitung dan membilangnya, karena jumlahnya yang banyak dan bervariatif, sesungguhnya manusia benar-benar banyak berbuat kezhaliman terhadap dirinya lagi banyak ingkar terhadap nikmat-nikmat tuhannya.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

wa iż qāla ibrāhīmu rabbij’al hāżal-balada āminaw wajnubnī wa baniyya an na’budal-aṣnām

 35.  Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

Dan ingatlah wahai rasul, ketika Ibrahim berkata, untuk memohon kepada tuhannya, setelah menempatakan putranya, ismail dan ibunya –Hajar- untuk tinggal di lembah Makkah, ”wahai tuhanku jadikankah Makkah negeri yang aman yang setiap orang di dalamnya merasa aman, dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari penyembahan dari berahala-berhala.

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

rabbi innahunna aḍlalna kaṡīram minan-nās, fa man tabi’anī fa innahụ minnī, wa man ‘aṣānī fa innaka gafụrur raḥīm

 36.  Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Wahai tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala sudah menjadi faktor penyebab dijauhkannya kebanyakan manusia dari jalan yang benar. Maka siapa saja yang mengikutiku dalam bertauhid, niscya dia berada di atas agama dan sunnahku. Dan barangsiapa menentangku dalam perkara selain syirik, maka sesungguhnya Engaku mahapengampun dosa-dosa orang-orang yang berbuat dosa -dengan kemurahanMu-, maha penyayang terhadap mereka, Engkau memaafkan siapa saja yang Engkau kehendaki dari mereka.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

rabbanā innī askantu min żurriyyatī biwādin gairi żī zar’in ‘inda baitikal-muḥarrami rabbanā liyuqīmuṣ-ṣalāta faj’al af`idatam minan-nāsi tahwī ilaihim warzuq-hum minaṡ-ṡamarāti la’allahum yasykurụn

 37.  Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

Wahai tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan keturunanku untuk tinggal di lembah yang tidak ada padanya tanaman dan air yang berada bersebelahan dengan rumahMu yang disucikan. wahai tuhan kami, sesungguhnya aku melakukan hal itu berdasarkan perintahMu, agar mereka mengerjakan shalat sesuai dengan aturan-aturannya, maka jadikanlah hati sebagian hambaMu tertarik dan merindukan mereka. Dan berilah rizki mereka di tempat ini dari berbagai jenis buah-buahan;supaya mereka bersyukur kepadaMu atas kenikmatan besar dariMu.” Maka Allah mengabulkan dooanya.

رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ ۗ وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ

rabbanā innaka ta’lamu mā nukhfī wa mā nu’lin, wa mā yakhfā ‘alallāhi min syai`in fil-arḍi wa lā fis-samā`

 38.  Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

Wahai tuhan kami sesungguhnya Engkau mengetahui semua yang kami sembunyikan dan kami nyatakan, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi pada ilmu Allah dari semua yang ada di bumi dan di langit.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ

al-ḥamdu lillāhillażī wahaba lī ‘alal-kibari ismā’īla wa is-ḥāq, inna rabbī lasamī’ud-du’ā`

 39.  Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

Ibrahim menyanjung Allah dengan bekata, ”segala puji bagi Allah yang telah memberikan anugerah anak kepadaku yang pada usiaku yang telah lanjut, yaitu ismail dan ishaq, setelah aku berdoa kepadaNya supaya berkenaan memberiku keturunan dari orang-orang yang shalih. Sesungguhnya tuhanku benar-benar maha mendengar doa dari orang yang berdoa kepadaNya. Dan sesungguhnya aku telah memohon kepadaNya dan Dia tidak menggagalkan harapanku.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

rabbij’alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī rabbanā wa taqabbal du’ā`

 40.  Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Wahai tuhanku, jadikanlah aku orang yang senantiasa tekun menjalankan shalat dengan cara sebaik-baiknya, dan jadikanlah dari keturunanku orang yang menjaga pelaksanaannya. Wahai tuhan kami kabulkanlah doaku dan terimah ibadahku.

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu`minīna yauma yaqụmul-ḥisāb

 41.  Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.

Wahai tuhan kami, ampunilah aku atas apa yang terjadi padaku dari hal-hal yang manusia tidak lepas darinya, dan ampunilah kedua orangtuaku (dan doa ini dia ucapkan sebelum jelas baginya bahwa ayahnya adalah musuh Allah) dan ampunilah orang-orang mukmin semuanya pada hari manusia berdiri untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasannya.

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

wa lā taḥsabannallāha gāfilan ‘ammā ya’maluẓ-ẓālimụn, innamā yu`akhkhiruhum liyaumin tasykhaṣu fīhil-abṣār

 42.  Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,

Dan janganlah kamu wahai rasul, sekali-kali mengira bahwa sesungguhnya Allah lalai terhadap hal-hal yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim, berupa mendustakan dirimu dan rasul-rasul selain kamu, dan melancarkan gangguan terhadap kaum mukmimin dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya. Sesungguhnya siksaan mereka di tangguhkan sampai hari yang dahsyat, yang pada saat itu mata-mata mereka terbelalak keatas dan tidak terpejam, karena keadaan yang amat menakutkan yang mereka saksikan. Disini terkandung hiburan bagi rasulullah Muhammad .

مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ

muhṭi’īna muqni’ī ru`ụsihim lā yartaddu ilaihim ṭarfuhum, wa af`idatuhum hawā`

 43.  mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.

pada hari dimana orang-orang yang zhalim akan bangkit dari kubur-kubur mereka dengan bergegas untuk menyambut seruan orang yang memanggil untuk meperhitungkan amal mereka, dalam keadaan mengangkat kepala-kepala mereka, namun tidak dapat melihat apapun lantaran prahara mencekam yang terjadi di tempat tersebut, dan hati mereka kosong, tidak ada apa-apa padanya, dikarenakan ketakutan dan rasa ngeri terhadap kejadian yang dilihat.

وَأَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُمْ مِنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِنْ زَوَالٍ

wa anżirin-nāsa yauma ya`tīhimul-‘ażābu fa yaqụlullażīna ẓalamụ rabbanā akhkhirnā ilā ajaling qarībin nujib da’wataka wa nattabi’ir-rusul, a wa lam takụnū aqsamtum ming qablu mā lakum min zawāl

 44.  Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”. (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?

Dan peringatkanlah wahai rasul, kepada sekalian manusia yang Aku mengutus kamu kepada mereka, akan siksaan Allah pada hari kiamat. Dan dalam saat tersebut, orang-orang zhalim terhadap diri mereka dengan kekafiran berkata, ”wahai tuhan kami, berilah kami waktu penangguhan hingga waktu sekejap saja, niscaya kami akan beriman kepadaMu dan membenarkan rasul-rasul utusanMu.” Maka dikatakanlah kepada mereka sebagai cercaan kepada mereka, ”bukankah kalian telah bersumpah dalam hidup kalian dulu bahwa sesungguhnya tidak ada kebinasaan yang terjadi pada kalian dari kehidupan dunia menuju akhirat, dan kalian tiidak beriman kepada hari kebangkitan ini?”

وَسَكَنْتُمْ فِي مَسَاكِنِ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ الْأَمْثَالَ

wa sakantum fī masākinillażīna ẓalamū anfusahum wa tabayyana lakum kaifa fa’alnā bihim wa ḍarabnā lakumul-amṡāl

 45.  dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan”.

Dan kalian telah menempati tempat-tempat tinggal orang-orang kafir terdahulu yang telah melakukan penganiayaan terhadap diri mereka, seperti kaum Hud kaum shaleh, dan kalian sudah mengetahui (dengan apa yang kaliam lihat sendiri dan memperoleh kabar dari pihak lain-, apa yang kami jatuhkan kepada mereka, berupa kebinasaan. Dan kami telah mengadakan beberapa perumpamaan bagi kalian di dalam al-qur’an, namun kalian tidak mau mengambil pelajaran darinya?’

وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ

wa qad makarụ makrahum wa ‘indallāhi makruhum, wa ing kāna makruhum litazụla min-hul-jibāl

 46.  Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.

Dan sungguh kaum musyrikin telah merencanakan keburukan kepada rasul untuk membunuhnya, dan di sisi Allah (balasan) tipu daya mereka, karena Dia meliputinya, dan sungguh tipu daya mereka berbalik menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Dan tidaklah makar mereka itu menyebabkan gunung-gunung dan lainnya lenyap, dikarenakan begitu lemah dan tak berkekuatan. Dan mereka tidak dapat melancarkan mudarat kepada Allah sedikitpun. Dan sesungguhnya mereka membahayakan diri mereka sendiri.

فَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِ رُسُلَهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

fa lā taḥsabannallāha mukhlifa wa’dihī rusulah, innallāha ‘azīzun żuntiqām

 47.  Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan.

Maka janganlah sekali-kali kamu mengira wahai rasul, bahwa Allah akan mungkir kepada rasul-rasulNya mengenai apa yang telah Dia janjikan pada mereka berupa pertolongan dan kehancuran orang-orang yang mendustakan mereka. Sesungguhnya Allah maha perkasa, tidak ada sesuatupun yang mustahil baginya, lagi membalas ulah musuh-musuhNya dengan balasan yang pedih.” Khitob dari ayat ini walaupun khusus untuk nabi Muhammad tapi sebetulnya umum untuk seluruh umatnya.

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

yauma tubaddalul-arḍu gairal-arḍi was-samāwātu wa barazụ lillāhil-wāḥidil-qahhār

 48.  (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

Dan balasan Allah terhadap musuh-musuhNya pada hari kiamat terjadi pada hari bumi ini diganti dengan bumi lain yang putih lagi bersih layaknya perak, dan demikian pula langit di ganti dengan langit lainnya, dan makhluk-mahkluk keluar dari kubur-kuburnya dalam keadaan hidup lagi berdiri tegak untuk berjumpa dengan Allah yang Maha Esa lagi mahaperkasa, yang maha Esa dengan keagungan, nama-nama dan sifat-sifatNya serta perbuatan-perbuatanNya, serta keperkasaanNya yang menundukan segala sesuatu.

وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ

wa taral-mujrimīna yauma`iżim muqarranīna fil-aṣfād

 49.  Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu.

Dan kamu wahi rasul, dapat menyaksikan orang-orang yang gemar berbuat dosa pada hari kiamat dalam keadaan terikat dengan tali-tali pengikat, sedang tangan-tangan dan kaki-kaki mereka dirantai menjadi satu dengan belenggu-belenggu, sedang mereka berada dalam kehinaan dan kerendahan.

سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ النَّارُ

sarābīluhum ming qaṭirāniw wa tagsyā wujụhahumun-nār

 50.  Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka,

pakaian-pakaian mereka berasal dari cairan teer yang teramat mendidih, dan api neraka menutupi waajah mereka lalu membakarnya.

لِيَجْزِيَ اللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

liyajziyallāhu kulla nafsim mā kasabat, innallāha sarī’ul-ḥisāb

 51.  agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.

Allah melakukan itu terhadap mereka sebagai balasan bagi mereka atas apa yang mereka usahakan berupa perbuatan dosa-dosa di dunia. Dan Allah akan membalas setiap manusia berdasarkan apa yang ia perbuat, yang baik maupun yang buruk. Sesungguhnya Allah mahacepat perhitungannNya.

هَٰذَا بَلَاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ وَلِيَعْلَمُوا أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

hāżā balāgul lin-nāsi wa liyunżarụ bihī wa liya’lamū annamā huwa ilāhuw wāḥiduw wa liyażżakkara ulul-albāb

 52.  (Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

Al-qur’an yang Kami turunkan padamu ini wahai rasul, merupakan penjelasan dan pemberitahuan bagi sekalian manusia, untuk menasihati dan memperingatkan mereka, dan agar mereka meyakini bahwa sesungguhnya Allah itulah tuhan sembahan yang Maha esa, sehingga mereka kemudian menyembahNya semata, tidak mempersekutukanNya, dan agar orang-orang yang berakal sehat memetik pelajaran darinya.

Related: Surat al-Hijr Arab-Latin, Surat an-Nahl Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Isra, Terjemahan Tafsir Surat al-Kahfi, Isi Kandungan Surat Maryam, Makna Surat Thaha

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Aku Beriman Kepada Allah Tuhan Ibrahim