Surat Ibrahim Ayat 21

وَبَرَزُوا۟ لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ ٱلضُّعَفَٰٓؤُا۟ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۚ قَالُوا۟ لَوْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ لَهَدَيْنَٰكُمْ ۖ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَجَزِعْنَآ أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٍ

Arab-Latin: Wa barazụ lillāhi jamī'an fa qālaḍ-ḍu'afā`u lillażīnastakbarū innā kunnā lakum taba'an fa hal antum mugnụna 'annā min 'ażābillāhi min syaī`, qālụ lau hadānallāhu lahadainākum, sawā`un 'alainā ajazi'nā am ṣabarnā mā lanā mim maḥīṣ

Artinya: Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri".

« Ibrahim 20Ibrahim 22 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Hikmah Penting Berkaitan Dengan Surat Ibrahim Ayat 21

Paragraf di atas merupakan Surat Ibrahim Ayat 21 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa hikmah penting dari ayat ini. Terdapat beberapa penjabaran dari beragam mufassirin mengenai isi surat Ibrahim ayat 21, antara lain seperti termaktub:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Dan makhluk-makhluk akan keluar dari kubur mereka dan berdiri tegak semuanya pada hari kiamat di hadapan Allah yang maha Esa lagi amah perkasa, untuk memutuskan perkara di tengah mereka, lalu para pengikut berkata kepada para pemimpin mereka, ”sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikut kalian di dunia, kami taat menjalankan apa diperintahkan kalian, maka apakah hari ini kalian akan menghindarkan dari kami siksaan Allah barang sedikit saja, sebagaimana dahulu kalian telah menjanjikannya kepada kami? maka para pemimpin berkata, ”seandainya Allah memberikan kami hidayah menuju keimanan, tentulah kami akan benar-benar menunjuki kalian padanya. Akan tetapi, Dia tidak memberikan taufik kepada kami, sehingga kami sesat dan menyesatkan kalian. Sama saja, berkeluh ataupun bersabar bagi kami dan kalian.Tidak ada jalan kabur dan tempat menyelamatkan diri bagi kita dari siksaan.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

21. Allah menyampaikan percakapan yang akan terjadi antara para pemimpin kekafiran dengan para pengikut mereka serta perkataan setan kepada mereka semua:

Seluruh makhluk menghadap Allah setelah mereka keluar dari kubur pada hari kiamat; kemudian para pengikut pemimpin kekafiran berkata kepada para pemimpin mereka: “Dahulu di dunia kami adalah pengikut kalian dalam kekafiran, maka apakah kalian dapat menjauhkan sedikit saja azab Allah dari kami?”

Maka para pemimpin mereka berkata: “Andai saja Allah memberi kami petunjuk kepada keimanan, niscaya kami akan memberi kalian petunjuk. Akan tetapi sekarang tidak bermanfaat bagi kita apakah kita akan mengeluh atau bersabar karena tidak ada yang dapat menyelamatkan kita dari azab Allah.”


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

21. Makhluk-makhluk keluar dari alam kubur mereka untuk menghadap Allah pada Hari Kiamat. Maka para pengikut yang lemah berkata kepada para pemimpin dari kalangan pembesar, "Dahulu kami -wahai para pemimpin- adalah orang-orang yang mengikuti kalian, kami melaksanakan perintah kalian, kami menahan diri dari larangan kalian, apakah sekarang kalian bisa membela kami di hadapan azab Allah sedikit saja?” Para pemimpin menjawab, “Seandainya Allah membimbing kami kepada hidayah niscaya kami membimbing kalian kepadanya sehingga kita semuanya selamat dari azab-Nya, akan tetapi kami tersesat maka kami menyesatkan kalian. Sama saja bagi kita semuanya, apakah kita kuat atau tidak kuat memikul azab Allah, kita tetap tidak bisa lari darinya.”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

21. وَبَرَزُوا۟ لِلّٰهِ جَمِيعًا (Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah)
Yakni mereka bangkit dari kubur mereka di hari kiamat menuju padang mahsyar, yaitu tempat yang luas dan tinggi sebagai tempat mereka semua berkumpul.

فَقَالَ الضُّعَفٰٓؤُا۟( lalu berkatalah orang-orang yang lemah)
Yakni prngikut-pengikut yang lemah itu berkata kepada pemimpin-pemimpin mereka yang kuat dan menyombongkan diri karena kepemimpinannya.

إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا (Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu)
Yakni di dunia. Sehingga kami mendustakan paara rasul dan kafir terhadap Allah karena mengikuti jejak kalian.

فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا(aka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami)
Yakni apakah kalian akan membela dan menolong kami.

مِنْ عَذَابِ اللهِ مِن شَىْءٍ ۚ( azab Allah (walaupun) sedikit saja)
Yakni sedikit dari azab Allah.

قَالُوا۟ لَوْ هَدَىٰنَا اللهُ(Mereka menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami)
Untuk beriman.

لَهَدَيْنٰكُمْ ۖ( niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu)
Agar kalian juga beriman.

سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَجَزِعْنَآ أَمْ صَبَرْنَا(Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar)
Sama saja bagi kita antara mengeluh atau bersabar.

مَا لَنَا مِن مَّحِيصٍ (Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri)
Yakni tempat lari dan menyelamatkan diri dari azab.


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

{ وَبَرَزُوا لِلَّهِ } "Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah" padahal Allah maha mengetahui tentang mereka semua dan tidak akan tersembunyi sedikitpun dihadapan Allah tentang keadaan mereka, sama saja ketika mereka menampakkan diri atau tidak. Hikmah dari peristiwa ini adalah : karena sesungguhnya ketika di dunia mereka selalu menutup diri dari penglihatan orang banyak ketika melakukan kemaksiatan, dan mereka menyangka bahwa tindakan itu juga akan tertutup di hadapan Allah, namun sangkaan itu tidak sama dengan kenyataannya.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

21. Mereka semuanya di padang Mahsyar akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang sombong: “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka mampukah kamu menghindarkan kami darip azab Allah walaupun sedikit saja? Mereka orang-orang yang sombong menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri dari azab Allah”


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

{Mereka berkumpul} para makhluk keluar dari kubur mereka {untuk menghadap kepada Allah. Lalu orang-orang yang lemah berkata} para pengikut {kepada orang-orang yang sombong} para pemimpin yang mengatur {“Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikut kalian} para pengikut {Maka apakah kalian bisa menghindarkan} melindungi {kami dari azab Allah sedikit saja” Mereka menjawab} para pemimpin dari pengikut itu berkata {“Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepada kalian. Sama saja} sama saja {bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”} tempat melarikan diri maupun tempat berlindung


📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

21. “Dan mereka akan berkumpul “, yaitu makhluk-makhluk “semuanya menghadap ke hadirat Allah”, ketika sangkakala ditiup. Mereka pun bangkit dari kubur-kubur menuju Rabb mereka, berdiri di permukaan bumi yang rata, datar sama sekali, tiada sedikit pun kamu melihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi. Mereka berdiri menghadap ke hadirat Allah, tidak ada sesuatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi atasnya. Ketika berhadapan, maka mereka melakukan perdebatan mencari-cari alasan. Setiap orang membebaskan dirinya dan berupaya membela diri sebisanya. Tetapi, apakah itu bisa mereka lakukan?
Maka berkatalah, “orang-orang yang lemah,” yaitu yang mengekor dan mengedepankan fanatisme buta “kepada orang-orang yang sombong”, mereka adalah para panutan mereka yang menjadi lokomotif dalam kesesatan, “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu”, di dunia, kalian memerintahkan kami untuk berbuat kesesatan dan menyodorkannya kepada kami dalam keadaan memikat sehingga kalian pun menjerumuskan kami dalam kesesatan.
“Maka dapatkah kamu”, pada hari ini “menghindarkan dari kami azab Allah (walaupun) sedikit saja”, meski hanya siksaan seberat biji dzarrah saja. Seandainya “mereka mengatakan”, yaitu para panutan dan pimpinan, “Kami menyesatkan kalian sebagaimana kami telah sesat, maka “seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu”, sehingga tidak ada seorang pun yang memberi petunjuk kepadamu”, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa menolong orang lain. “Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh”, karena siksaan “ataukah sabar” menghadapinya “sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”, (yaitu berupa) tempat perlindungan yang kami bersembunyi di sana, juga tidak ada tempat melarikan diri bagi kami dari siksaan Allah.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Firman Allah SWT: (Dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) akan berkumpul) yaitu semua makhluk yang baik maupun durhaka menghadap Allah yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. yaitu, mereka berkumpul di tanah yang luas, yaitu tempat yang tidak ada sesuatu pun yang menutupi orang. (Maka berkatalah orang-orang yang lemah) Mereka adalah orang-orang yang mengikuti pemimpin, tuan, dan pembesar mereka. (kepada orang-orang yang sombong) dari menyembah Allah saja, tidak ada sekutu bagiNya, dan dari taat kepada para rasul. Orang-orang itu berkata kepada mereka: (Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikut kalian) yaitu, bagaimanapun kalian memerintahkan kepada kami, kami taat dan mengerjakannya.
(maka dapatkah kalian menghindarkan dari kami azab Allah (walaupun) sedikit saja?) yaitu bagaimana kalian melindungi kami dari azab Allah sebagaimana yang kalian janjikan dan angan-angankan kepada kami? Maka para pemimpin berkata kepada mereka: (Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepada kalian) Tetapi kepastian atas kami adalah keputusan Tuhan kami, dan telah ditentukan kepada kami dan kalian takdir Allah. Kepastian keputusan azab itu atas orang-orang kafir (Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri)
yaitu tidak ada keselamatan bagi kita dari apa yang kita alami, baik kita bersabar atau mengeluh atas hal itu.
Yang jelas dari perdebatan di dalam neraka setelah mereka berada di dalamnya sebagaimana Allah SWT berfirman (Dan (Ingatlah), ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu melepaskan sebagian (azab) api neraka yang menimpa kami?”(47) Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya)” (48)) (Surah Ghafir)
Adapun perdebatan mereka di Padang Mahsyar itu. Lalu Allah berfirman
(Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, “Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa”(32) Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan (33))


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata:
(وَبَرَزُواْ لِلَّهِ جَمِيعٗا) wa barazuu lilllahi jamii’an : seluruh makhluk menghadap kepada Allah, dan itu terjadi pada hari kiamat.
(إِنَّا كُنَّا لَكُمۡ تَبَعٗا) innaa kunnaa lakum taba’aa : “Sesungguhnya kamii dahulu mengikuti kalian” yaitu mengikuti apa yang kalian yakini dan kerjakan.
(فَهَلۡ أَنتُم مُّغۡنُونَ عَنَّا) fa hal antumm mughnuuna ‘annaa : “Apakah kalian mampu menghindarkan kami” yaitu menolong kami dari sebagian azab.
(مَا لَنَا مِن مَّحِيصٖ) maa lanaa mim mahiish : “kita tidak memiliki jalan keluar.” Tempat kembali, lari, dan berlindung.

Makna ayat :
Pada ayat-ayat berikut terdapat sekilas mengenai kejadian dan apa yang terjadi setelahnya berupa menetapnya penduduk neraka di neraka, dan penduduk surga di surga, begitu juga penegasan akan perkara wahyu, tauhid, dan kebangkitan hari akhir nanti dengan dalil-dalil yang tidak terbantahkan. Firman-Nya : (وَبَرَزُواْ لِلَّهِ جَمِيعٗا) “dan mereka menghadap kepada Allah” yaitu, seluruh manusia keluar dari kubur mereka, yang beriman maupun yang kafir, yang saleh dan yang rusak. (فَقَالَ ٱلضُّعَفَٰٓؤُاْ) “Maka orang-orang yang lemah berkata” yaitu orang para pengikut mereka (لِلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُوٓاْ) “kepada orang-orang yang sombong” para pemimpin dan tokoh masyarakat karena mereka memiliki kekuatan dan kekuasaan (إِنَّا كُنَّا لَكُمۡ تَبَعٗا) “Sungguh kami dahulu adalah pengikut kalian” pengikut keyakinan kalian dan kami beragama dengannya, (فَهَلۡ أَنتُم مُّغۡنُونَ عَنَّا مِنۡ عَذَابِ ٱللَّهِ مِن شَيۡءٖۚ) “Maka apakah kalian dapat menyelamatkan kami dari azab Allah walau sedikit saja?” apakah kalian bisa mengangkat sebagian azab ini dari kami karena kami adalah pengikut kalian? Maka mereka menjawab sebagaimana yang Allah kabarkan : (قَالُواْ لَوۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ لَهَدَيۡنَٰكُمۡۖ) “Mereka berkata seandainya Allah memberikan kami hidayah niscaya kami akan memberikannya juga kepada kalian.” Mereka sekarang mengakui dan menegaskan bahwa hidayah hanya milik Allah, namu kami telah sesat dan menyesatkan kalian (سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَجَزِعۡنَآ) “sama saja bagi kita, mengeluh” hari ini (أَمۡ صَبَرۡنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٖ) “atau bersabar, sekali-kali kita tidak punya tempat untuk lari.” Yaitu lolos dan lari dari azab ini.

Pelajaran dari ayat :
• Penjelasan bahwa taklid dan ikut-ikutan tidak menjadi alasan di hadapan Allah ta’ala.
• Penjelasan bahwa setan adalah sesembahan yang disembah selain Allah, karena dia mengajak kepada peribadahan kepada selain Allah dan menghiasi hal tersebut di pandangan manusia.


📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Ibrahim ayat 21: Lafaz “Barazuu” (menghadap) di ayat tersebut menggunakan fi’il madhi (kata kerja lampau) untuk menunjukkan benar-benar akan terjadi.

Yaitu ketika sangkakala ditiup yang kedua kalinya. Ketika itu, mereka keluar dari kubur menghadap Tuhan mereka, lalu mereka berdiri dan berkumpul di padang mahsyar yang datar; tidak ada tempat yang rendah dan tidak ada tempat yang tinggi. Di sana mereka saling berbantah-bantahan, dan masing-masing membela dirinya sendiri.

Yakni para pengikut.

Yakni orang yang diikuti yang menjadi pemimpin kesesatan.

Ketika di dunia. Kamu memerintahkan kami perintah yang menyesatkan, menghiasi kesesatan itu sehingga kami pun tersesat.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ibrahim Ayat 21

Semua makhluk pasti akan merasakan kematian. Dan setelah mati, mereka semua di padang mahsyar akan berkumpul untuk menghadap ke hadirat Allah guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Setelah mereka berkumpul lalu orang yang lemah'para pengikut orang kafir'berkata kepada orang yang sombong'pemimpin mereka di dunia, sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu dalam mendustakan para nabi dan rasul, maka dapatkah kamu pada hari ini menghindarkan kami dari azab Allah yang sangat pedih ini, walaupun sedikit saja, seperti janji kamu dahulu' mereka menjawab, sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami untuk beriman, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu dan membimbing kamu menuju keselamatan. Akan tetapi kita lebih memilih jalan kesesatan sehingga hari ini sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita semua tidak mempunyai tempat sedikit pun untuk melarikan diri dari siksa Allah. Dan setan berkata ketika perkara hisab telah diselesaikan dan Allah telah memasukkan penghuni surga dan penghuni neraka ke tempat masingmasing, sesungguhnya Allah yang maha menepati janji telah menjanjikan kepadamu sebuah janji yang benar. Dia telah menjanjikan kepadamu kebangkitan dan hari pembalasan, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu sebuah janji bahwa kebangkitan dan hari pembalasan adalah dusta belaka, tetapi aku menyalahi dan tidak menepati-Nya. Sekarang aku tegaskan kepadamu bahwa tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu untuk memaksamu mengikutiku, melainkan aku hanya menyeru kamu menuju kekafiran lalu kamu mematuhi seruanku dengan suka rela. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri karena kemauanmu mengikutiku. Aku tidak dapat menolong dan menyelamatkanmu dari siksa Allah, dan kamu pun tidak dapat menolong dan menyelamatkan-ku darinya. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku dengan Allah sejak dahulu di dunia. Sungguh, orang yang zalim, berpaling dari kebenaran, dan memilih kesesatan pasti akan mendapat siksaan yang sangat pedih.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Demikian aneka ragam penjabaran dari kalangan pakar tafsir berkaitan makna dan arti surat Ibrahim ayat 21 (arab-latin dan artinya), semoga berfaidah untuk ummat. Sokonglah syi'ar kami dengan mencantumkan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Konten Tersering Dikunjungi

Telaah berbagai materi yang tersering dikunjungi, seperti surat/ayat: An-Naziat, Al-Lahab, Al-Qari’ah, Al-Ma’idah 3, Yusuf, Al-‘Ashr. Termasuk An-Nisa 59, Az-Zumar 53, Al-Kahfi 1-10, Bismillah, An-Nashr, Quraisy.

  1. An-Naziat
  2. Al-Lahab
  3. Al-Qari’ah
  4. Al-Ma’idah 3
  5. Yusuf
  6. Al-‘Ashr
  7. An-Nisa 59
  8. Az-Zumar 53
  9. Al-Kahfi 1-10
  10. Bismillah
  11. An-Nashr
  12. Quraisy

Pencarian: al qariah ayat 1-5, surah asy syams dan artinya, alquran surat ar rahman, surat 7 ayat 1, at taubah ayat 111

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: