Surat Ibrahim Ayat 3

ٱلَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا عَلَى ٱلْءَاخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍۭ بَعِيدٍ

Arab-Latin: Allażīna yastaḥibbụnal-ḥayātad-dun-yā 'alal-ākhirati wa yaṣuddụna 'an sabīlillāhi wa yabgụnahā 'iwajā, ulā`ika fī ḍalālim ba'īd

Artinya: (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

« Ibrahim 2Ibrahim 4 »

Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Kandungan Menarik Berkaitan Dengan Surat Ibrahim Ayat 3

Paragraf di atas merupakan Surat Ibrahim Ayat 3 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam kandungan menarik dari ayat ini. Didapati bermacam penafsiran dari banyak mufassir mengenai kandungan surat Ibrahim ayat 3, sebagiannya sebagaimana di bawah ini:

📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Orang-orang yang berpaling dan tidak beriman kepada Allah dan tidak mengikuti para rasulNya, mereka adalah orang-orang yang lebih memilih kehidupan dunia yang fana, dan mengabaikan kehidupan akhirat yang abadi, serta menghalangi manusia untuk mengikuti agama Allah, dan menginginkannya menjadi jalan yang bengkok supaya selaras dengan keinginan hawa nafsu mereka. Orang-orang yang bersifat demikian, berada dalam jalan kesesatan dari kebenaran dan jauh dari setiap sebab untuk meraih hidayah.


📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

3. Sifat orang-orang yang mendustakan itu adalah mereka lebih mencintai kehidupan dunia yang fana daripada akhirat yang kekal, menghalangi dirinya sendiri orang lain agar tidak masuk Islam, dan selalu berusaha membuat kerusakan di muka bumi. Orang-orang yang jauh dari kebenaran dan rahmat Allah itu berada dalam kesesatan yang jauh, karena mereka sangat sesat.


📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram

3. Orang-orang kafir mementingkan kehidupan dunia dan kenikmatannya yang sementara atas kehidupan Akhirat yang kenikmatannya langgeng, mereka memalingkan manusia dari jalan Allah, mereka ingin agar jalan Allah bengkok dan menyimpang dari kebenaran, mereka ingin condong dari jalan istikamah agar tidak dilalui oleh siapapun. Orang-orang yang sifatnya demikian berada di dalam kesesatan yang jauh dari kebenaran.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

3. الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَوٰةَ الدُّنْيَا (orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia)
Lebih mengutamakan kehidupan dunia karena kecintaan mereka terhadapnya.

عَلَى الْاٰخِرَةِ(dari pada kehidupan akhirat)
Yang kekal dengan kenikmatan abadi, sebab mereka tidak beriman kepada akhirat.

وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللهِ(dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah)
Dengan melarang dan membelokkan mereka darinya.

وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ( dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok)
Mereka berharap agar jalan itu menjadi bengkok agar menjadi selaras dengan keinginan dan hawa nafsu mereka.

أُو۟لٰٓئِكَ فِى ضَلٰلٍۭ بَعِيدٍ(Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh)
Yakni jauh dari kebenaran.


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

3. Azab bagi orang kafir yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat yang kekal. Mereka menghalang-halangi manusia dari jalan keimanan dan masuk agama Islam. Mereka menginginkan agar jalan Allah itu bengkok dan menyeleweng dari kebenaran, yang sesuai dengan nafsu mereka.. Mereka itulah yang berada dalam kesesatan yang jauh dari kebenaran


📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Orang-orang yang lebih menyukai} lebih suka dan memilih {kehidupan dunia daripada akhirat, menghalang-halangi dari jalan Allah} menghalangi manusia dari agama Allah {dan menginginkannya menjadi bengkok} menginginkan agar jalan Allah itu menjauh dan menyimpang dari kebenaran {Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

3. Berikutnya, Allah menceritakan sifat-sifat mereka. Mereka adalah orang-orang yang menyukai “kehidupan dunia di atas kehidupan akhirat.” Mereka begitu gandrung kepadanya dan merasa tentram dengannya serta melalaikan akhirat. “Dan menghalang-halangi “, orang-orang “dari jalan Allah”, yang mana Allah telah menentukannya bagi hamba-hambaNya dan menjelaskannya di dalam kitab-kitabNya melalui penjelasan para rasulnya, mereka itu telah menentang Pelindung mereka dengan perseteruan dan peperangan “dan menginginkan agar jalan itu,” yaitu jalan Allah “bengkok.” Mereka begitu semangat berupaya memperburuk citranya dan mendiskreditkannya untuk tujuan menjauhkan (orang-orang) darinya. Tetapi Allah enggan (berkehendak) kecuali untuk menyempurnakan cahayaNya, kendatipun orang-orang kafir benci. “Mereka itu”, orang-orang yang telah disebutkan karakteristiknya “berada dalam kesesatan yang jauh”, karena mereka telah sesat dan menyesatkan (orang lain) serta menantang dan memusuhi Allah dan RasulNya. Apakah ada bentuk kesesatan yang lebih parah dari ini? Sedangkan orang-orang yang beriman, jelas berbeda dengan mereka, mereka mengimani Allah dan ayat-ayatNya, lebih mencintai akhirat daripada dunia, menyeru kepada jalan Allah serta berupaya menggambarkannya dengan citra yang baik semampu mereka dan menjelaskan unsur konsistensinya.


📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah

Ayat 1-3
Telah disebutkan penjelasan tentang huruf-huruf terpisah di permulaan surah-surah ((Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu) yaitu, ini adalah kitab yang Kami turunkan kepadamu, wahai Muhammad. yaitu Al-Qur'an yang agung yang merupakan kitab paling mulia yang diturunkan Allah SWT dari langit kepada rasul paling mulia yang diutus Allah di bumi ini kepada semua penduduknya, baik berbangsa Arab maupun non-Arab.
(supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang) yaitu, sesungguhnya Kami mengutusmu, wahai Muhammad dengan kitab ini untuk mengeluarkan manusia dari apa yang mereka alami berupa kesesatan menuju jalan petunjuk, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran)) (Surah Al-Baqarah: 257),
Firman Allah: (dengan izin Tuhan mereka) yaitu Dia adalah Dzat yang memberi petunjuk kepada orang yang telah Dia takdirkan mendapat petunjuk melalui RasulNya yang diutus untuk membawa perintahNya untuk mereka petunjuk (menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa) yaitu Dzat yang Maha Perkasa yang tiada yang dapat menandingi dan mengalahkanNya, bahkan Dia Maha Mengalahkan semua selain Dia (lagi Maha Terpuji) yaitu Maha Terpuji dalam semua perbuatan, firman, syariat, perintah, dan laranganNya, dan Maha Benar dalam beritaNya.
Firman Allah: (Allah Yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi) Sebagian ulama membacanya dengan marfu’ dan ulama lain membacanya dengan majrur karena mengikuti sifat Allah
Firman Allah: (Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih) yaitu, kecelakaanlah bagi mereka pada hari kiamat ketika mereka menentangmu dan mendustakanmu, wahai Muhammad. Kemudian Allah menyebutkan bahwa mereka lebih menyukai kehidupan dunia daripada akhirat, yaitu mereka mendahulukan dunia dan menjadikannya di atas segalanya. Mereka bekerja untuk dunia, dan melupakan serta meninggalkan akhirat (dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah) yaitu mengikuti para rasul (dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok) yaitu mereka menghendaki agar jalan Allah bengkok, tidak lurus, dan terhambat. padahal jalan Allah itu lurus, dan orang yang menentangnya itu tidak membahayakannya, dan tidak pula orang-orang yang menghinanya. Mereka menginginkan demikian berada dalam kebodohan dan kesesatan yang jauh dari kebenaran. Tidak ada kebaikan yang diharapkan bagi mereka selama keadaan mereka demikian.


📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid Nabawi

Makna kata :
(عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ) ‘an sabilillaah : “dari jalan Allah.” Yaitu Islam.
(عِوَجًاۚ) ‘iwajaa : “bengkok” melenceng.

Makna ayat :
Orang-orang yang kafir adalah (ٱلَّذِينَ يَسۡتَحِبُّونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا عَلَى ٱلۡأٓخِرَةِ) “Orang-orang yang lebih mencintai kehidupan dunia dari pada akhirat” yaitu lebih mengutamakan kehidupan dunia, sehingga mereka beramal untuk kehidupan dunia mereka dan meninggalkan amal untuk hari akhir karena mereka tidak beriman kepadanya (وَيَصُدُّونَ) “dan menghalang-halangi” diri mereka dan orang lain (عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ) “dari jalan Allah” yaitu Islam (وَيَبۡغُونَهَا عِوَجًاۚ) “dan mengharapkannya untuk bengkok” melenceng, mereka menginginkan Islam mengikuti hawa nafsu mereka dan yang mereka inginkan, agar mereka bisa menerima dan meridhoinya sebagai agama mereka. Allah berfirman : (أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلِۢ بَعِيدٖ) “mereka ada di dalam kesesatan yang jauh.” Sesungguhnya mereka dengan sikap yang seperti ini yang menunjukkan kecintaan kepada dunia dari pada akhirat serta menghalang-halangi dari Islam dan berusaha menguasai Islam untuk mewujudkan keinginan dan hawa nafsu mereka yang sesat lagi jauh dari kebenaran, tidak mungkin bagi orang yang memiliki sifat seperti ini untuk kembali kepada hidayah.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I

Surat Ibrahim ayat 3: Mereka merasa puas dan tenteram dengan kehidupan dunia, dan lupa terhadap akhirat.

Jalan yang sudah disiapkan untuk hamba-hamba-Nya, yang diterangkan melalui kitab-kitab-Nya dan melalui lisan para rasul-Nya. Jalan tersebut maksudnya adalah agama Islam.

Di antaranya dengan memperburuk citranya, akan tetapi Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka beriman kepada Allah dan ayat-ayat-Nya, menyukai kehidupan akhirat daripada dunia, mengajak manusia ke jalan Allah, menghiasnya dan menerangkan lurusnya jalan itu.

Dari kebenaran.


📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ibrahim Ayat 3

Mereka yang ingkar dan enggan beriman kepada Allah adalah orang yang lebih menyukai kehidupan dunia yang fana daripada kehidupan akhirat yang kekal dan abadi, dan menghalang-halangi manusia dari menyusuri jalan (agama) Allah, dan menginginkan jalan yang bengkok agar sesuai dengan hawa nafsu mereka. Mereka itu benar-benar berada dalam jalan kesesatan yang sangat jauh dari hidayah. Dan ketahuilah bahwa kami tidak pernah mengutus seorang rasul pun kepada umat manusia, melainkan dengan bahasa yang dipergunakan oleh kaumnya. Yang demikian itu bertujuan agar dia dapat memberi penjelasan tentang syariat Allah dengan baik kepada mereka. Maka setelah rasul itu memberi penjelasan, Allah menyesatkan'membiarkan sesat' siapa yang dia kehendaki dari hamba-Nya yang memang memilih jalan kesesatan, dan memberi petunjuk kepada siapa yang dia kehendaki dari hamba-Nya yang memilih jalan yang lurus. Dia adalah tuhan yang mahaperkasa lagi mahabijaksana.


Mau pahala jariyah & rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang!

Itulah sekumpulan penjelasan dari beragam ulama tafsir terhadap isi dan arti surat Ibrahim ayat 3 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk kita. Bantulah dakwah kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.

Bacaan Paling Sering Dilihat

Kami memiliki ratusan konten yang paling sering dilihat, seperti surat/ayat: Al-Baqarah 284-286, Al-Fatihah 7, Al-A’raf, Al-Fatihah 1, Yunus 41, Luqman 13-14. Serta Yasin 40, Ali ‘Imran 104, Al-Fatihah 2, Al-Baqarah 216, Assalaamualaikum, Ali ‘Imran 191.

  1. Al-Baqarah 284-286
  2. Al-Fatihah 7
  3. Al-A’raf
  4. Al-Fatihah 1
  5. Yunus 41
  6. Luqman 13-14
  7. Yasin 40
  8. Ali ‘Imran 104
  9. Al-Fatihah 2
  10. Al-Baqarah 216
  11. Assalaamualaikum
  12. Ali ‘Imran 191

Pencarian: watakunul jibalukal, juz 17 ayat 32, surah az-zumar ayat 53, tulisan surat al kautsar, surat an-najm ayat 39

Surat dan Ayat Rezeki

Dapatkan pahala jariyah dan buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" dengan sharing informasi tentang TafsirWeb!

Cara Sharing Manual:

Copy-paste text di bawah, kirim ke lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti:

Nikmati kemudahan dari Allah untuk memahami al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik nama suratnya, klik nomor ayat, maka akan keluar penjelasan lengkap untuk ayat tersebut:
 
✅ Klik *tafsirweb.com/start* untuk menikmati tafsir al-Qur'an
 
✅ Klik *tafsirweb.com/pahala* lalu kirim informasi ini ke 5 group lainnya untuk dapat pahala jariyah

Cara Sharing Otomatis:

Klik Di Sini 👉 pilih lima (5) group WhatsApp yang Anda ikuti 👉 klik tombol kirim

Bonus Setelah Sharing:

Setelah Anda melakukan sharing, klik tombol di bawah: