Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Mulk

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Arab-Latin: tabārakallażī biyadihil-mulku wa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr

Terjemah Arti:  1.  Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1. Sungguh banyak kebaikan dan karunia Allah kepada semua makhlukNya. Allah Yang di TanganNya kerajaan dunia dan akhirat dan kekuasaan atas keduanya, perintah dan ketetapannya berlaku pada keduanya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Ayat ini menetapkan sifat “tangan” bagi Allah sesuai dengan keagunganNya.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā, wa huwal-‘azīzul-gafụr

 2.  Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

2. Allah Yang menciptakan kematian dan kehidupan agar Dia menguji kalian (wahai manusia) siapa di antara kalian yang lebih baik dan lebih ikhlas amalnya. Allah Mahaperkasa yang tidak ada sesuatu yang melemahkanNya. Ayat ini mengandung dorongan berbuat kebaikan dan hardikan dari berbuat maksiat.

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ

allażī khalaqa sab’a samāwātin ṭibāqā, mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut, farji’il-baṣara hal tarā min fuṭụr

 3.  Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

3. Allah Yang menciptakan tujuh langit yang rapi, sebagian darinya di atas sebagian yang lain. Kamu (wahai orang yang melihat) tidak melihat adanya perbedaan dan pertentangan pada ciptaan ar-Rahman itu. Lihatlah ulang ke langit, apakah di sana ada celah atau pecah?

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

ṡummarji’il-baṣara karrataini yangqalib ilaikal-baṣaru khāsi`aw wa huwa ḥasīr

 4.  Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.

4. Kemudian lihatlah kembali, niscaya pandanganmu kembali kepadamu dalam keadaan tertunduk dan hina karena tidak melihat kekurangan, dan ia lelah dan tumpul.

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

wa laqad zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja’alnāhā rujụmal lisy-syayāṭīni wa a’tadnā lahum ‘ażābas-sa’īr

 5.  Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

5. Sungguh Kami telah menghiasi langit yang dekat yang dilihat oleh mata dengan bintang-bintang yang agung dan bersinar. Kami menjadikannya bola api yang membakar para jin penyadap pendengaran. Kami sediakan bagi mereka di akhirat azab api neraka yang menyala-nyala yang mereka rasakan panasnya.

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

wa lillażīna kafarụ birabbihim ‘ażābu jahannam, wa bi`sal-maṣīr

 6.  Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

6. Orang-orang yang kafir kepada Pencipta mereka akan mendapat azab Jahanam, dan ia adalah seburuk-buruk tempat kembali bagi mereka.

إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ

iżā ulqụ fīhā sami’ụ lahā syahīqaw wa hiya tafụr

 7.  Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,

7. Bila orang-orang kafir itu dicampakkan ke dalam Jahanam, mereka mendengar darinya suara keras lagi buruk, ia mendidih dan bergejolak.

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ

takādu tamayyazu minal-gaīẓ, kullamā ulqiya fīhā faujun sa`alahum khazanatuhā a lam ya`tikum nażīr

 8.  hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?”

8. Hampir-hampir Jahanam itu terbelah karena marahnya yang besar terhadap orang-orang kafir, setiap kali segerombolan manusia dimasukkan kedalamnya, para malaikat penjaganya bertanya kepada mereka sebagai penghinaan, “Apakah di dunia tidak datang kepada kalian seorang rasul yang memperingatkan kalian dari azab yang kalian rasakan saat ini?”

قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ

qālụ balā qad jā`anā nażīrun fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai`in in antum illā fī ḍalāling kabīr

 9.  Mereka menjawab: “Benar ada”, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”.

9. Mereka menjawab, “Benar, telah datang kepada kami seorang rasul dari sisi Allah yang memperingatkan kami, tetapi kami mendustakannya. Kami berkata tentang ayat-ayat yang dia bawa, ‘Allah tidak menurunkan apa pun kepada seorang pun dari manusia. Kalian (wahai para Rasul) hanyalah dalam kesesatan yang jauh dari kebenaran’.”

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

wa qālụ lau kunnā nasma’u au na’qilu mā kunnā fī aṣ-ḥābis-sa’īr

 10.  Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.

10. Mereka berkata mengakui, “Seandainya dulu kami mendengar untuk mencari kebenaran atau memikirkan apa yang diserukan kepada kami, niscaya saat ini kami tidak menjadi penghuni api neraka.”

فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ

fa’tarafụ biżambihim, fa suḥqal li`aṣ-ḥābis-sa’īr

 11.  Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.

11. Mereka mengakui pendustaan dan kekafiran mereka yang karenanya mereka berhak atas azab di neraka, sungguh jauh bagi penghuni neraka dari rahmat Allah.

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

innallażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrung kabīr

 12.  Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka, di mana mereka menyembahNya sekalipun tidak ada manusia yang melihat mereka, serta mereka takut kepada azab di akhirat sebelum mereka menyaksikannya, bagi mereka ampunan dari Allah dari dosa-dosa mereka dan pahala besar, yaitu surga.

وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ ۖ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

wa asirrụ qaulakum awij-harụ bih, innahụ ‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr

 13.  Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

13. Silakan kalian (wahai manusia) merendahkan ucapan kalian dalam suatu urusan apa pun atau umumkanlah terang-terangan, keduanya bagi Allah adalah sama. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang disimpan oleh dada, maka bagaimana perkataan dan perbuatan kalian bisa samar bagi Allah?

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

alā ya’lamu man khalaq, wa huwal-laṭīful-khabīr

 14.  Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?

14. Mengapa Tuhan semesta alam tidak mengetahui makhlukNya dan urusan-urusan mereka, sedangkan Dia adalah yang menciptakan mereka dan membaguskan penciptaannya? Allah Mahalembut kepada hamba-hambaNya, Mahateliti terhadap mereka dan amal-amal mereka.

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

huwallażī ja’ala lakumul-arḍa żalụlan famsyụ fī manākibihā wa kulụ mir rizqih, wa ilaihin-nusyụr

 15.  Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

15. Hanya Allah semata yang menjadikan bumi mudah dijelajahi dan terbentang untuk kalian, yang kalian bisa tinggal di atasnya. Berjalanlah di penjuru-penjuru dan ujung-ujungnya. Makanlah rizki Allah yang Dia keluarkan untuk kalian dari bumi. Hanya kepada Allah semata kebangkitan dari alam kubur untuk perhitungan amal dan pembalasan. Dalam ayat ini terkandung dorongan mencari rizki dan bekerja. Dan di dalam ayat ini juga terkandung petunjuk bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang haq, tidak ada sekutu bagiNya, juga menunjukkan kuasaNya, mengingatkan nikmat-nikmatNya, dan memperingatkan dari kecenderungan kepada dunia.

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

a amintum man fis-samā`i ay yakhsifa bikumul-arḍa fa iżā hiya tamụr

 16.  Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,

أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ

am amintum man fis-samā`i ay yursila ‘alaikum ḥāṣibā, fa sata’lamụna kaifa nażīr

 17.  atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?

16-17. Apakah kalian (wahai orang-orang kafir Makkah) merasa aman dari Allah yang di atas langit yang bisa membenamkan kalian ke dalam bumi, di mana tiba-tiba bumi berguncang lalu membinasakan kalian? Apakah kalian merasa aman dari Allah yang bisa mengirimkan angin kepada kalian yang melempari kalian dengan batu-batu kecil? Kalian akan tahu, wahai orang-orang kafir, bagaimana peringatanKu kepada kalian manakala kalian menyaksikan azab. Saat itu ilmu kalian tentangnya tidak bermanfaat. Ayat ini menetapkan sifat uluw (ketinggian) bagi Allah sesuai dengan keagunganNYa.

وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

wa laqad każżaballażīna ming qablihim fa kaifa kāna nakīr

 18.  Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.

18. Orang-orang sebelum kaum kafir Makkah telah mendustakan para rasul mereka, seperti kaum Nuh, Ad dan Tsamud. Maka lihatlah, bagaimana pengingkaranKu atas mereka dan perubahan kenikamatan yang mereka dapatkan menjadi azab yang Aku turunkan dalam membinasakan mereka?

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ

a wa lam yarau ilaṭ-ṭairi fauqahum ṣāffātiw wa yaqbiḍn, mā yumsikuhunna illar-raḥmān, innahụ bikulli syai`im baṣīr

 19.  Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ ۚ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ

am man hāżallażī huwa jundul lakum yanṣurukum min dụnir-raḥmān, inil-kāfirụna illā fī gurụr

 20.  Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ

am man hāżallażī yarzuqukum in amsaka rizqah, bal lajjụ fī ‘utuwwiw wa nufụr

 21.  Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?

19-21. Apakah orang-orang kafir itu lalai dan tidak melihat kepada burung-burung yang ada di atas mereka, burung-burung itu membentangkan sayap-sayapnya saat terbang di angkasa dan terkadang merapatkannya? Hanya Allah yang Maha Pengasih yang menahannya ( di udara) sehingga ia tidak jatuh. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala sesuatu, tidak ada kekurangan dan perbedaan pada makhlukNya. Siapakah orang yang menurut klaim kalian (wahai orang-orang kafir) merupakan sekutu kalian yang akan menolong kalian selain Allah manakala Allah menghendaki keburukan atas kalian? Orang-orang kafir dalam klaimnya ini hanya dalam kesesatan dan mereka tertipu oleh setan. Atau siapakah yang memberi rizki untuk kalian manakala Allah menahan rizki itu dan tidak memberikannya kepada kalian? Orang-orang kafir itu justru bersikukuh dalam kesesatan dan pelanggaran, kesombongan dan penentangan, menjauh dari kebenaran, tidak mendengarkannya dan tidak mengikutinya.

أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

a fa may yamsyī mukibban ‘alā waj-hihī ahdā am may yamsyī sawiyyan ‘alā ṣirāṭim mustaqīm

 22.  Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?

22. Apakah orang yang berjalan terjungkal-jungkal di atas wajahnya, tidak mengetahui ke mana hendak berjalan dan tidak tidak pula bagaimana dia pergi, lebih kuat istiqamahnya dan lebih mendapatkan hidayah daripada orang yang berjalan lurus, tegak dan selamat di atas jalan yang jelas tidak bengkok? Ini adalah perumpamaan dari Allah bagi orang kafir dan orang Mukmin.

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

qul huwallażī ansya`akum wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abṣāra wal-af`idah, qalīlam mā tasykurụn

 23.  Katakanlah: “Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

qul huwallażī żara`akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarụn

 24.  Katakanlah: “Dialah Yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan”.

23-24. Katakanlah kepada mereka (wahai Rasul) “Allah-lah Yang menciptakan kalian dari ketiadaan, Allah membuatkan untuk kalian pendengaran agar kalian bisa mendengar, penglihatan agar kalian bisa melihat, hati agar kalian bisa memikirkan. Hanya sedikit dari kalian (wahai orang-orang kafir) yang mensyukuri nikmat-nikmat ini kepada Tuhan kalian yang memberikannya kepada kalian.” Katakanlah kepada mereka, “Allah yang menciptakan kalian dan menyebarkan kalian di muka bumi. Hanya kepada Allah semata kalian dikumpulkan sesudah penyebaran ini untuk perhitungan amal dan pembalasan.”

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

wa yaqụlụna matā hāżal-wa’du ing kuntum ṣādiqīn

 25.  Dan mereka berkata: “Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?”

قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ

qul innamal-‘ilmu ‘indallāhi wa innamā ana nażīrum mubīn

 26.  Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.

25-26. orang-orang kafir berkata, “Kapan janji kebangkitan ini terlaksana, wahai Muhammad? Katakanlah waktunya kepada kami, wahai orang-orang beriman, bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam apa yang kalian klaim.” Katakanlah kepada mereka (wahai Rasul) “Sesungguhnya ilmu tentang kapan waktu Hari Kiamat merupakan kekhususan Allah, karena aku hanyalah pemberi peringatan kepada kalian yang memperingatkan akibat dari kekafiran kalian dan menjelaskan kepada kalian apa yang Allah perintahkan kepadaku agar menjelaskannya sejelas-jelasnya.”

فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ

fa lammā ra`auhu zulfatan sī`at wujụhullażīna kafarụ wa qīla hāżallażī kuntum bihī tadda’ụn

 27.  Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.

27. Maka ketika orang-orang kafir melihat azab Allah sudah dekat kepada mereka dan menyaksikannya secara langsung, tampaklah kehinaan dan kemurungan pada wajah mereka. Kepada mereka dikatakan sebagai celaan, “Inilah yang kalian minta agar disegerakan di dunia.”

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

qul ara`aitum in ahlakaniyallāhu wa mam ma’iya au raḥimanā fa may yujīrul-kāfirīna min ‘ażābin alīm

 28.  Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?”

28. Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang kafir, “Katakanlah kepadaku bila Allah mematikanku dan orang-orang beriman bersamaku sebagaimana yang kalian inginkan, atau Allah merahmati kami dengan menunda ajal kami dan memaafkan kami sehingga tidak mengazab kami. Lalu siapa yang melindungi dan menjaga kalian dari azab pedih yang menyakitkan?

قُلْ هُوَ الرَّحْمَٰنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

qul huwar-raḥmānu āmannā bihī wa ‘alaihi tawakkalnā, fa sata’lamụna man huwa fī ḍalālim mubīn

 29.  Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata”.

29. Katakanlah, “Allah adalah yang Maha Pengasih, kami beriman kepadaNya, mengamalkan syariatNya, kami menaatiNya, hanya kepadaNya kami bersandar dalam segala urusan kami. Kalian, wahai orang-orang kafir, akan tahu manakala azab turun, siapa di antara kita, kami atau kalian yang jauh dari jalan Allah yang lurus?

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ

qul ara`aitum in aṣbaḥa mā`ukum gauran fa may ya`tīkum bimā`im ma’īn

 30.  Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”.

30. Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik, “Kabarkanlah kepadaku bila air yang kalian minum itu pergi ke dalam perut bumi, dan kalian tidak bisa menjangkaunya dengan cara apa pun; maka siapa selain Allah yang akan mendetangkan kepada kalian air yang mengalir di muka bumi dan terlihat oleh mata?”

Related: Surat al-Qalam Arab-Latin, Surat al-Haqqah Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Ma’arij, Terjemahan Tafsir Surat Nuh, Isi Kandungan Surat Al-Jin, Makna Surat al-Muzzammil

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al Mulk Surah Al Mulk Al Mulk Latin Surat Mulk Dan Artinya Surat Al Mulk Latin Dan Arti Nua