Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Muddatstsir

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

Arab-Latin: yā ayyuhal-muddaṡṡir

Terjemah Arti:  1.  Hai orang yang berkemul (berselimut),

قُمْ فَأَنْذِرْ

qum fa anżir

 2.  bangunlah, lalu berilah peringatan!

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

wa rabbaka fa kabbir

 3.  dan Tuhanmu agungkanlah!

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

wa ṡiyābaka fa ṭahhir

 4.  dan pakaianmu bersihkanlah,

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

war-rujza fahjur

 5.  dan perbuatan dosa tinggalkanlah,

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

wa lā tamnun tastakṡir

 6.  dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

wa lirabbika faṣbir

 7.  Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

1-7. Wahai orang yang menyelimuti dirinya dengan kain selimutnya, bangkitlah dari tempat tidurmu, lalu peringatkanlah manusia dari azab Allah, khususkanlah Tuhanmu dengan pengagungan, tauhid dan ibadah, sucikanlah pakaianmu dari najis-najis, karena kesucian lahir termasuk kesempurnaan kesucian batin. Teruslah menjauhi patung dan berhala serta amal-amal syirik seluruhnya, jangan mendekatinya, jangan memberi sesuatu agar kamu mendapatkan lebih banyak. Dan demi meraih ridha Tuhanmu, bersabarlah kamu dalam menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ

fa iżā nuqira fin-nāqụr

 8.  Apabila ditiup sangkakala,

فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ

fa żālika yauma`iżiy yaumun ‘asīr

 9.  maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,

عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ

‘alal-kāfirīna gairu yasīr

 10.  bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.

8-10. Ketika sangkakala telah ditiup dengan tiupan kebangkitan, hari itu adalah waktu yang sulit bagi orang-orang kafir, tidak mudah bagi mereka untuk menghadapi perhitungan amal dan kengerian lainnya.

ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا

żarnī wa man khalaqtu waḥīdā

 11.  Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.

وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَمْدُودًا

wa ja’altu lahụ mālam mamdụdā

 12.  Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,

وَبَنِينَ شُهُودًا

wa banīna syuhụdā

 13.  dan anak-anak yang selalu bersama dia,

وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا

wa mahhattu lahụ tamhīdā

 14.  dan Ku-lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,

ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ

ṡumma yaṭma’u an azīd

 15.  kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.

كَلَّا ۖ إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا

kallā, innahụ kāna li`āyātinā ‘anīdā

 16.  Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quran).

سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا

sa`ur-hiquhụ ṣa’ụdā

 17.  Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.

11-17. Biarkanlah Aku (wahai Rasul) menangani orang yang Aku ciptakan dalam rahim ibunya sendirian, tidak berharta dan tidak beranak, lalu Aku memberinya harta melimpah dan lapang dan anak-anak yang hadir bersamanya di Makkah yang tidak meninggalkannya, Aku memudahkan baginya sebab-sebab kemudahan sedemikian rupa, kemudian sesudah semua itu, dia masih berharap Aku menambah harta dan anak-anaknya, padahal dia kafir kepadaKu. Perkaranya tidak seperti yang dikira oleh orang durjana penuh dosa ini, Aku tidak akan menambahnya, karena dia adalah penentang dan pendusta al-Quran dan hujjah-hujjah Allah atas makhlukNya, Aku akan membebaninya dengan siksaan yang melelahkan dan berat, yang tidak ada keringanan sesudahnya. Yang dimaksud dengan ancaman ini adalah al-Walid bin al-Mughirah, laki-laki penentang kebenaran, penentang Allah dan RasulNya dengan mengumumkan peperangan terhadap keduanya. Ini merupakan balasan setiap orang yang menentang dan mencampakkan kebenaran.

إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ

innahụ fakkara wa qaddar

 18.  Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

18. Dia memikirkan dalam dirinya, dia menyiapkan apa yang hendak diucapkannya untuk mencela Rasulullah Muhammad dan al-Quran.

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

fa qutila kaifa qaddar

 19.  maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?,

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

ṡumma qutila kaifa qaddar

 20.  kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,

ثُمَّ نَظَرَ

ṡumma naẓar

 21.  kemudian dia memikirkan,

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ

ṡumma ‘abasa wa basar

 22.  sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,

ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ

ṡumma adbara wastakbar

 23.  kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,

فَقَالَ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ

fa qāla in hāżā illā siḥruy yu`ṡar

 24.  lalu dia berkata: “(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),

19-25. Dia dilaknat dan karena itu dia berhak mendapat kebinasaan. Bagaimana dia menyiapkan celaan itu dalam dirinya? Kemudian dilaknat juga, kemudian dia merenungkan tentang apa yang dia siapkan dan susun demi mencela al-Quran, kemudian dia mengernyitkan wajahnya, dia cemberut dan bermuka sangat masam, karena segala cara terasa sempit, dia tidak menemukan celaan yang pas untuk dia arahkan kepada Al-Quran, akhirnya dia berkata tentang al-Quran, “Apa yang diucapkan oleh Muhammad hanya sihir yang dia dapatkan dari orang-orang terdahulu, ia hanya perkataan manusia yang Muhammad pelajari dari mereka kemudian Muhammad mengakuinya dari sisi Allah.”

إِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ

in hāżā illā qaulul-basyar

 25.  ini tidak lain hanyalah perkataan manusia”.

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ

sa`uṣlīhi saqar

 26.  Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ

wa mā adrāka mā saqar

 27.  Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?

لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ

lā tubqī wa lā tażar

 28.  Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.

لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ

lawwāḥatul lil-basyar

 29.  (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

‘alaihā tis’ata ‘asyar

 30.  Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

26-30. Aku akan memasukannya ke dalam Neraka Jahanam agar dia merasakan panasnya dan terbakar oleh apinya. Adakah yang memberitahumu apa itu Jahanam? Ia tidak meninggalkan daging dan tidak membiarkan tulang kecuali ia membakarnya, ia juga merubah kulit, menghitamkan warnanya, dan membakarnya, yang mengurusinya dan mengazab penghuninya adalah 19 malaikat dari para malaikat Zabaniyah yang keras.

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً ۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا ۙ وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ ۙ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ

wa mā ja’alnā aṣ-ḥāban-nāri illā malā`ikataw wa mā ja’alnā ‘iddatahum illā fitnatal lillażīna kafarụ liyastaiqinallażīna ụtul-kitāba wa yazdādallażīna āmanū īmānaw wa lā yartāballażīna ụtul-kitāba wal-mu`minụna wa liyaqụlallażīna fī qulụbihim maraḍuw wal-kāfirụna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā, każālika yuḍillullāhu may yasyā`u wa yahdī may yasyā`, wa mā ya’lamu junụda rabbika illā huw, wa mā hiya illā żikrā lil-basyar

 31.  Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

31. Kami tidak menjadikan para penjaga neraka kecuali dari para malaikat yang keras, dan Kami tidak menjadikan jumlah tersebut kecuali sebagai ujian bagi orang-orang yang kafir kepada Allah, agar orang-orang yang diberi kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, yakin bahwa apa yang tertulis di dalam al-Quran tentang penunggu Jahanam itu adalah haq, karena ia sama dengan apa yang ada di dalam kitab-kitab mereka, dan orang-orang beriman semakin bertambah pembenaran mereka kepada Allah dan rasulNya dan pengamalan mereka terhadap syariatNya. Hal itu tidak diragukan oleh orang-orang yang diberi kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya. Dan agar orang-orang yang memendam kemunafikan di dalam hati mereka dan orang-orang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan angka yang aneh ini?” dengan seperti apa yang disebutkan ini, Allah menyesatkan siapa yang hendak Dia sesatkan, dan memberi petunjuk siapa yang ingin Dia beri petunjuk. Tidak ada yang tahu bala tentara Tuhanmu, yang di antra mereka adalah malaikat, kecuali hanya Allah semata. Dan neraka hanyalah peringatan dan nasihat bagi manusia.

كَلَّا وَالْقَمَرِ

kallā wal-qamar

 32.  Sekali-kali tidak, demi bulan,

وَاللَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ

wal-laili iż adbar

 33.  dan malam ketika telah berlalu,

وَالصُّبْحِ إِذَا أَسْفَرَ

waṣ-ṣub-ḥi iżā asfar

 34.  dan subuh apabila mulai terang.

إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ

innahā la`iḥdal-kubar

 35.  Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,

نَذِيرًا لِلْبَشَرِ

nażīral lil-basyar

 36.  sebagai ancaman bagi manusia.

32-37. Perkaranya tidak seperti yang mereka katakan, berupa pendustaan kepada Rasulullah tentang apa yang beliau bawa. Allah bersumpah dengan rembulan, dengan malam ketika ia pergi dan berlalu, juga dengan Shubuh saat ia bersinar dan terbelah, sesungguhnya neraka merupakan salah satu perkara besar, sebagai peringatan dan ancaman bagi manusia, bagi siapa di antara kalian ingin mendekatkan dirinya kepada Tuhannya dengan melaksanakan ketaatan atau mundur dengan tidak melakukan kemaksiatan.

لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ

liman syā`a mingkum ay yataqaddama au yata`akhkhar

 37.  (Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur.

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

kullu nafsim bimā kasabat rahīnah

 38.  Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,

إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ

illā aṣ-ḥābal-yamīn

 39.  kecuali golongan kanan,

فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ

fī jannātiy yatasā`alụn

 40.  berada di dalam surga, mereka tanya menanya,

عَنِ الْمُجْرِمِينَ

‘anil-mujrimīn

 41.  tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ

mā salakakum fī saqar

 42.  “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”

قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ

qālụ lam naku minal-muṣallīn

 43.  Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,

وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ

wa lam naku nuṭ’imul-miskīn

 44.  dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ

wa kunnā nakhụḍu ma’al-khā`iḍīn

 45.  dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,

وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ

wa kunnā nukażżibu biyaumid-dīn

 46.  dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ

ḥattā atānal-yaqīn

 47.  hingga datang kepada kami kematian”.

38-47. Setiap jiwa tergadai dan tergantung dengan apa yang diusahakannya, baik berupa kebaikan atau keburukan, ia tidak bebas sebelum menunaikan kewajiban dan hukuman yang harus dijalaninya, kecuali orang-orang Muslim yang ikhlas dari golongan kanan yang telah membebaskan leher mereka dengan ketaatan, mereka di dalam surga-surga yang sifatnya tidak dijangkau (oleh nalar). Sebagian bertanya kepada sebagian yang lain tentang orang-orang kafir yang berbuat jahat terhadap diri mereka sendiri, “Apa yang membuat kalian masuk ke dalam Neraka Jahanam dan membuat kalian merasakan panasnya?” para penjahat itu menjawab, “Di dunia kami tidak termasuk orang-orang yang mendirikan shalat, kami tidak bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami berbincang dalam kebatilan bersama orang-orang yang tersesat dan menyimpang, kami mendustakan hari hisab dan balasan, hingga kematian datang kepada kami sementara kami dalam kesesatan dan penyimpangan itu.”

فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

fa mā tanfa’uhum syafā’atusy-syāfi’īn

 48.  Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at.

48. Syafaat para pemberi syafaat dari kalangan para malaikat, para dan lainnya tidak bermanfaat bagi mereka, karena syafaat hanyalah untuk orang yang Allah ridhai dan Allah mengizinkan pemberi syafaat untuk memberinya syafaat.

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ

fa mā lahum ‘anit-tażkirati mu’riḍīn

 49.  Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?,

كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُسْتَنْفِرَةٌ

ka`annahum ḥumurum mustanfirah

 50.  seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,

فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ

farrat ming qaswarah

 51.  lari daripada singa.

49-51. Mengapa orang-orang musyrik itu berpaling dari al-Quran yang berisi nasihat-nasihat? Mereka seperti keledai liar yang memberontak dan berlari dari singa buas.

بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُؤْتَىٰ صُحُفًا مُنَشَّرَةً

bal yurīdu kullumri`im min-hum ay yu`tā ṣuḥufam munasysyarah

 52.  Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.

كَلَّا ۖ بَلْ لَا يَخَافُونَ الْآخِرَةَ

kallā, bal lā yakhāfụnal-ākhirah

 53.  Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.

52-53. Setiap orang dari kaum musyrikin itu berharap agar Allah menurunkan sebuah kitab yang terbuka dari langit sebagaimana Allah telah menurunkannya kepada Muhammad. Perkaranya tidak seperti yang mereka duga, sebaliknya mereka tidak takut kepada akhirat, tidak membenarkan kebangkitan dan pembalasan amal.

كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ

kallā innahụ tażkirah

 54.  Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan.

فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ

fa man syā`a żakarah

 55.  Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quran).

وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَىٰ وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ

wa mā yażkurụna illā ay yasyā`allāh, huwa ahlut-taqwā wa ahlul-magfirah

 56.  Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.

54-56. Benar, sesungguhnya al-Quran adalah nasihat mendalam yang cukup untuk menasihati mereka. Barangsiapa menginginkan nasihat, tentu dia akan mengambilnya dan mengambil manfaat dari petunjuknya. Dan mereka tidak akan mengambil nasihat darinya kecuali bila Allah menghendaki petunjuk untuk mereka. Allah patut untuk ditaati dan ditakwai, serta patut mengampuni siapa yang beriman dan menaatiNya.

Related: Surat al-Qiyamah Arab-Latin, Surat al-Insan Bahasa Indonesia, Terjemah Arti Surat al-Mursalat, Terjemahan Tafsir Surat an-Naba, Isi Kandungan Surat an-Naziat, Makna Surat ‘Abasa

Category: Tafsir Per Surat

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera sisa? Klik di sini sekarang!

Surat Al Mudatsir Qs Al Mudatsir Surat Mudatsir Latin Almudasir Surat Al Mudasir