Surat Al-Muddatstsir Ayat 16

Text Bahasa Arab dan Latin

كَلَّا ۖ إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا

Arti/Makna/Terjemah Indonesia

Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quran).

Tafsir Hidayatul Insan

Yakni dia mengetahuinya, kemudian mengingkarinya. Ayat-ayat tersebut mengajaknya kepada kebenaran, tetapi ia tidak mau tunduk kepadanya, bahkan bukan hanya berpaling darinya tetapi ditambah lagi dengan memeranginya dan berusaha membatalkannya sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya dia telah memikirkan…dst.”

Tafsir Kemenag

14-16. Ayat ini melanjutkan uraian tentang keistimewaan yang diberikan Allah kepada al-walid bin al-Mugirah. Dan di samping itu aku berikan baginya kelapangan hidup seluas-luasnya. Kemudian dia juga berharap ingin sekali agar aku menambahnya dengan bentuk anugerah lainnya, bahkan kalau bisa diberikan surga. Aneka nikmat yang dianugerahkan kepadanya mestinya dia syukuri dengan berbuat baik, ternyata malah membangkang maka tidak bisa terpenuhi keinginannya! sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat kami yakni Al-Qur'an. 17-20. Allah melanjutkan ancamannya terhadap yang menolak kebenaran Al-Qur'an. Karena ia berkeras menolak ayat-ayat-ku, maka aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan. Sesungguhnya dia yang sangat keras kepala itu telah memikirkan dengan sungguh-sungguh untuk mencari kelemahan Al-Qur'an dan menetapkan apa yang ditetapkannya, maka celakalah dan terkutuklah dia! bagaimana dia menetapkan' sungguh aneh caranya. Sekali lagi, celakalah dia! bagaimana dia menetapkan' sungguh tidak masuk akal sehat.

Referensi Tafsir

  • al-Aisar / Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mufassir Masjid Nabawi - Madinah, wafat 1439 H
  • al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Lid Diraasatil Qur'aniyyah - Riyadh, terbit 1435 H
  • al-Muyassar / Dr. Shalih Alu Syaikh et al., Menteri Agama KSA, diangkat 1420 H
  • as-Sa'di / 'Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir kontemporer, wafat 1376 H
  • Fathul Qadir / Asy-Syaukani, wafat 1250 H, diringkas Dr. M. Sulaiman al-Asyqar
  • Ibnu Katsir / Ibnu Katsir, wafat 774 H, diringkas Shafiyurrahman al-Mubarakfuri et al.
  • Juz 'Amma / Prof. Dr. Shalih Fauzan, anggota Komite Fatwa KSA, diangkat 1412 H
  • Juz 'Amma / Dr. Abdul Malik bin Muhammad bin 'Abdurrahman al-Qaasim
  • Juz 'Amma / M. Shalih al-Utsaimin, anggota Dewan Ulama Senior KSA, wafat 1421 H
  • Hidayatul Insan / Marwan bin Musa, Mudarris Ibnu Hajar Boarding School - Jakarta
  • Kemenag / Kementrian Agama Republik Indonesia, diakses tahun 2018